Breaking News
light_mode
Beranda » Blog » Kementerian PU Susun Rencana Rehabilitasi 23 Muara Sungai Terdampak Bencana di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat

Kementerian PU Susun Rencana Rehabilitasi 23 Muara Sungai Terdampak Bencana di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat

  • account_circle editor News
  • calendar_month Rabu, 21 Jan 2026
  • visibility 61
  • comment 0 komentar

JAKARTA, 21 Januari 2026 – Kementerian Pekerjaan Umum (PU) tengah menyiapkan rencana strategis penanganan 23 muara sungai yang tersebar di wilayah terdampak bencana di Provinsi Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Tahapan ini merupakan bagian dari upaya rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana guna memulihkan kapasitas pengendalian air dan memperlancar aliran sedimen ke laut.

Menteri PU, Dody Hanggodo, menegaskan bahwa penanganan muara
sungai di wilayah terdampak bencana di Sumatera memerlukan pendekatan teknis
yang cermat dan spesifik. Metode penanganannya tidak dapat disamaratakan antara
satu sungai dengan sungai lainnya.

Menurut Menteri Dody, berdasarkan survei lapangan, sebagian besar
muara sungai besar yang mengalami pendangkalan berat akibat sedimentasi bencana
memerlukan penanganan menggunakan kapal keruk (dredger).

“Sebagian besar pembersihan muara itu membutuhkan dredger.
Tidak bisa cukup hanya menggunakan alat berat biasa seperti ekskavator atau
metode percepatan lainnya. Memang ada muara tertentu yang bisa ditangani
tanpa dredger, contohnya di Krueng Meureudu, tetapi dari total 23
muara, mungkin hanya sekitar satu sampai tiga lokasi yang bisa menggunakan pola
yang sama,” ujar Menteri Dody.

Berdasarkan hasil inventarisasi dan survei teknis yang dilakukan
Kementerian PU, tercatat ada 23 muara sungai terdampak bencana di tiga provinsi
tersebut. Di Provinsi Aceh, terdapat 8 muara terdampak. Rinciannya: 1 muara
sedang ditangani, 2 muara masuk dalam rencana penanganan, dan 5 muara belum
tertangani.

Sementara itu di Provinsi Sumatera Utara, terdapat 11 muara
terdampak. Rinciannya: 8 muara dalam rencana penanganan dan 3 muara belum
ditangani. Sedangkan di Provinsi Sumatera Barat, terdapat 4 muara terdampak.
Rinciannya: 3 muara telah ditangani dan 1 muara dalam rencana penanganan.

Menteri Dody menjelaskan bahwa penggunaan kapal keruk (dredger)
juga tidak dapat dilakukan serta-merta tanpa perencanaan yang matang. Tahapan
desain mutlak diperlukan untuk menentukan lokasi pembuangan material hasil
pengerukan (disposal area), apakah akan dimanfaatkan untuk memperkuat
tanggul, ditempatkan menjauh ke laut, atau untuk kebutuhan teknis lainnya.

“Kalau materialnya mau dijadikan tanggul, desainnya juga harus
benar. Jangan sampai saat terjadi banjir berikutnya, tanggulnya tidak cukup
kuat. Karena itu, untuk muara-muara besar, prosesnya masuk ke tahap
rehabilitasi dan rekonstruksi, bukan lagi sekadar tanggap darurat,” jelas
Menteri Dody.

Sembari menyusun rencana
strategis rekonstruksi muara sungai, Kementerian PU saat ini juga masih
memprioritaskan penanganan cepat pada infrastruktur air yang bersentuhan
langsung dengan kehidupan masyarakat. Fokus utama saat ini adalah perkuatan
tanggul eksisting, khususnya pada sungai yang melintasi kawasan perkotaan,
serta normalisasi sungai pada titik-titik kritis untuk melancarkan aliran air.

“Untuk muara-muara yang relatif kecil dan bisa ditangani
tanpa dredger, itu akan kita kerjakan dalam beberapa hari ke depan.
Namun untuk muara yang besar, pengerjaannya harus menunggu desain selesai agar
penanganannya tepat dan berkelanjutan,” jelas Menteri Dody.

Sementara itu, Kepala Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Sumatera
II Medan, Feriyanto Pawenrusi, menyatakan bahwa kondisi muara memegang peranan
vital dalam sistem pengendalian banjir dari hulu ke hilir. Penyempitan dan
pendangkalan muara berpotensi memperlambat aliran sungai, sehingga berpotensi
menyebabkan air sungai meluap ke permukiman, dan meningkatkan risiko banjir
berulang.

“Kondisi muara ini sangat menentukan. Kalau muara tersumbat,
sebaik apapun normalisasi sungai di hulu, air tetap sulit keluar ke laut.
Karena itu penanganan muara harus menjadi bagian penting dari sistem
pengendalian banjir secara menyeluruh,” jelas Feriyanto.

Kementerian PU memastikan penanganan muara ini akan diintegrasikan
secara penuh ke dalam rencana rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana. Hal
ini bertujuan agar fungsi hidrologi sungai dan muara dapat pulih optimal serta
mampu memitigasi risiko bencana hidrometeorologi di masa mendatang.

Program kerja
ini merupakan bagian dari “Setahun Bekerja, Bergerak – Berdampak” dalam
menjalankan ASTA CITA dari Presiden Prabowo Subianto.

#SigapMembangunNegeriUntukRakyat

#SetahunBerdampak

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

  • Penulis: editor News

Rekomendasi Untuk Anda

  • KAI Divre III Palembang Update Penjualan Tiket Lebaran 2026 Hingga H+5

    KAI Divre III Palembang Update Penjualan Tiket Lebaran 2026 Hingga H+5

    • calendar_month Senin, 16 Feb 2026
    • account_circle Vrit Time
    • visibility 42
    • 0Komentar

    Palembang, Februari 2026 – PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional III Palembang mencatat tingginya minat masyarakat dalam menggunakan transportasi kereta api selama masa Angkutan Lebaran 2026. Sejak dibukanya pemesanan tiket pada 25 Januari 2026, hingga Senin (9/2), sebanyak 29.253 tiket telah terjual atau sekitar 50 persen dari total kapasitas tempat duduk yang disediakan. Manager […]

  • Ramadan Oasis di MOI Padukan Belanja, Hiburan dan Momen Keluarga

    Ramadan Oasis di MOI Padukan Belanja, Hiburan dan Momen Keluarga

    • calendar_month Jumat, 6 Mar 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 47
    • 0Komentar

    MOI menghadirkan perayaan spesial bertajuk Ramadan Oasis, sebuah rangkaian program yang berlangsung hingga 29 Maret 2026 Mengusung tema Ramadan Oasis, MOI menghadirkan ambience yang terinspirasi dari kelembutan dan ketenangan bulan suci. Dekorasi bernuansa soft dan soothing menciptakan ruang yang nyaman untuk berbuka puasa bersama keluarga, menikmati quality time dengan sahabat, hingga sejenak memperlambat ritme hari […]

  • The MINDJourney Upaya Ubah Stigma Industri Tambang

    The MINDJourney Upaya Ubah Stigma Industri Tambang

    • calendar_month Senin, 6 Apr 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 31
    • 0Komentar

    JAKARTA — Stigma negatif terhadap industri pertambangan masih kerap muncul di ruang publik. Banyak orang menilai sektor ini semata identik dengan kerusakan lingkungan atau konflik sosial, sementara praktik-praktik perbaikan, standar keberlanjutan, serta dampak ekonomi yang dirasakan sebagian komunitas tidak selalu terlihat utuh. Film dokumenter The MINDJourney karya Alenia Picture hadir untuk membuka ruang pemahaman yang […]

  • Cara Memahami Tren Pasar dalam Berbagai Timeframe

    Cara Memahami Tren Pasar dalam Berbagai Timeframe

    • calendar_month Minggu, 29 Mar 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 40
    • 0Komentar

    Dalam dunia trading, memahami tren pasar merupakan salah satu kunci utama untuk mengambil keputusan yang tepat. Namun, tren tidak selalu terlihat sama dalam setiap timeframe. Apa yang terlihat bullish di timeframe kecil belum tentu sama di timeframe yang lebih besar. Oleh karena itu, trader perlu memahami bagaimana membaca tren dalam berbagai timeframe agar dapat menyusun […]

  • Gaji Rp3 Juta Masih Bisa Nabung? Begini Cara Mengaturnya

    Gaji Rp3 Juta Masih Bisa Nabung? Begini Cara Mengaturnya

    • calendar_month Rabu, 13 Mei 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 14
    • 0Komentar

    Mengelola gaji Rp3 juta memang terasa menantang, terutama di tengah biaya hidup yang terus naik. Namun dengan pengaturan pengeluaran yang lebih disiplin, sebagian orang tetap berusaha memenuhi kebutuhan harian sekaligus menyisihkan tabungan. Banyak pekerja muda saat ini menghadapi kondisi serupa. Gaji bulanan sering terasa cepat habis karena pengeluaran rutin seperti makan, transportasi, tagihan, hingga kebutuhan […]

  • Sebanyak 2,3 Juta Kendaraan Kembali ke Jabotabek Pada H-10 s.d H+5 Hari Raya Idulfitri 1447H/Lebaran 2026, Dirut Jasa Marga Imbau Pengguna Jalan Optimalkan Rest Area Alternatif dan Manfaatkan Aplikasi Travoy

    Sebanyak 2,3 Juta Kendaraan Kembali ke Jabotabek Pada H-10 s.d H+5 Hari Raya Idulfitri 1447H/Lebaran 2026, Dirut Jasa Marga Imbau Pengguna Jalan Optimalkan Rest Area Alternatif dan Manfaatkan Aplikasi Travoy

    • calendar_month Jumat, 27 Mar 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 32
    • 0Komentar

    Jakarta (27/03), Direktur Utama PT Jasa Marga (Persero) Tbk Rivan A. Purwantono menyampaikan bahwa volume lalu lintas yang kembali ke wilayah Jabotabek pada H-10 s.d H+5 libur Idulfitri 1447H/2026 atau pada periode 11-26 Maret 2026 mencapai 2.357.203 kendaraan. Angka tersebut merupakan angka kumulatif arus lalu lintas (lalin) dari empat Gerbang Tol (GT) Utama, yaitu GT […]

expand_less