Breaking News
light_mode
Beranda » Ekonomi » Bitcoin Kembali Tembus US$80.000, Aset Kripto Ikut Reli

Bitcoin Kembali Tembus US$80.000, Aset Kripto Ikut Reli

  • account_circle vritimes
  • calendar_month 2 jam yang lalu
  • visibility 4
  • comment 0 komentar

Bitcoin kembali menunjukkan penguatan setelah berhasil menembus level psikologis US$80.000 pada perdagangan Jumat, 18 September 2026. Kenaikan tersebut juga diikuti sejumlah aset kripto lainnya, meski pasar sebelumnya menghadapi tekanan akibat keputusan suku bunga Federal Reserve (The Fed) dan gagalnya rancangan undang-undang Clarity Act di Senat Amerika Serikat.

Mengutip Yahoo Finance, Bitcoin (BTC) mencapai level tertinggi dalam dua minggu pada Jumat. Pergerakan ini menjadi perhatian karena terjadi setelah The Fed menaikkan suku bunga pada pekan yang sama. Di sisi lain, gagalnya Clarity Act yang sebelumnya diharapkan dapat memberikan kerangka regulasi federal bagi industri aset digital juga sempat menekan sentimen pasar.

Bitcoin Kembali ke Atas US$80.000

Bitcoin sempat mengalami tekanan setelah hasil pemungutan suara terkait Clarity Act di Senat AS tidak memenuhi jumlah suara yang dibutuhkan untuk melanjutkan proses legislasi. Kondisi tersebut membuat harga Bitcoin turun hingga mendekati US$75.000 pada awal pekan.

Namun, tekanan tersebut tidak berlangsung lama. Bitcoin kemudian mengalami pemulihan dan pada Jumat berhasil kembali menembus US$80.000. Yahoo Finance mencatat penguatan Bitcoin pada perdagangan tersebut mencapai sekitar 6% dan membawa aset kripto terbesar berdasarkan kapitalisasi pasar itu ke level tertinggi dalam dua minggu.

Kenaikan Bitcoin juga berlangsung setelah The Fed menaikkan suku bunga sebesar 25 basis poin. Kenaikan tersebut menjadi yang pertama sejak 2023. Secara umum, suku bunga yang lebih tinggi dapat memberikan tekanan terhadap aset berisiko seperti saham teknologi dan aset kripto karena investor memiliki alternatif dengan imbal hasil yang lebih tinggi.

Meski demikian, pasar kripto justru menunjukkan respons yang relatif kuat. Yahoo Finance mengutip Sean Farrell, Head of Digital Assets di Fundstrat, yang menilai pasar kripto mampu menyerap perubahan ekspektasi kebijakan moneter yang lebih hawkish tanpa mengalami tekanan yang terlalu besar.

Altcoin Ikut Menguat

Pergerakan positif tidak hanya terjadi pada Bitcoin. Sejumlah altcoin juga mencatat penguatan dalam periode yang sama. Berdasarkan data Yahoo Finance, Ether (ETH), Binance Coin (BNB), dan Solana (SOL) bahkan mencatat kenaikan yang lebih besar dalam periode satu bulan.

Dalam sebulan terakhir hingga perdagangan Jumat, Ether tercatat menguat sekitar 35%, Binance Coin naik sekitar 25%, sedangkan Solana meningkat sekitar 41%. Pergerakan tersebut menunjukkan adanya rotasi minat investor ke aset digital selain Bitcoin.

Kapitalisasi pasar kripto secara keseluruhan juga ikut terdorong. Yahoo Finance mengutip data CoinMarketCap yang menunjukkan total kapitalisasi pasar aset kripto mencapai sekitar US$2,66 triliun pada Jumat.

Selain aset kripto konvensional, investor juga mulai memperhatikan aset digital berbasis tokenisasi. Pada perdagangan Jumat, sejumlah token yang merepresentasikan aset seperti saham Nvidia, Tesla, hingga indeks S&P 500 turut menjadi bagian dari aktivitas pasar digital.

Faktor Teknis Dorong Penguatan Bitcoin

Kenaikan Bitcoin ke atas US$80.000 juga tidak terlepas dari faktor teknis di pasar derivatif. Yahoo Finance mencatat bahwa trader derivatif menunjukkan sentimen bullish terhadap Bitcoin.

Analis Bitget Wallet, Lacie Zhang, mengatakan arus dana masuk ke ETF Bitcoin spot di Amerika Serikat serta aksi short covering ikut membantu Bitcoin melewati level US$80.000. Short covering terjadi ketika trader yang sebelumnya mengambil posisi untuk mengantisipasi penurunan harga menutup posisinya dengan membeli kembali aset tersebut.

Kondisi ini dapat menciptakan tambahan tekanan beli dan mempercepat kenaikan harga dalam waktu singkat. Namun, penguatan yang didorong oleh faktor teknis tetap perlu dicermati karena keberlanjutan tren akan bergantung pada masuknya permintaan baru ke pasar.

Pasar Kripto Masih Dihadapkan pada Risiko

Meski Bitcoin kembali berada di atas US$80.000, pasar aset digital masih menghadapi sejumlah faktor yang dapat memengaruhi pergerakan harga. Kebijakan moneter The Fed menjadi salah satu perhatian utama karena bank sentral AS masih diperkirakan melakukan perubahan suku bunga dalam periode mendatang.

Selain itu, perkembangan regulasi aset digital di Amerika Serikat juga menjadi faktor penting. Gagalnya Clarity Act membuat arah pembentukan regulasi kripto di AS kembali menjadi perhatian pelaku pasar. Di tengah kondisi tersebut, regulator seperti Securities and Exchange Commission (SEC) dan Commodity Futures Trading Commission (CFTC) disebut tetap melanjutkan upaya penyusunan aturan terkait aset digital.

Bagi investor, pergerakan tersebut menunjukkan bahwa aset kripto tetap sangat sensitif terhadap perubahan sentimen pasar, kebijakan moneter, arus dana institusional, serta perkembangan regulasi. Karena itu, memahami faktor yang memengaruhi harga menjadi bagian penting sebelum mengambil keputusan investasi.

Cek Pergerakan Kripto di Nanovest

Pergerakan Saham Amerika Serikat, Aset Kripto, dan Emas Digital saat ini bisa kamu cek di aplikasi Nanovest. Jika kamu tertarik untuk mulai berinvestasi di Saham AS, Nanovest dapat menjadi salah satu pilihan untuk mulai berinvestasi sekaligus mengeksplorasi berbagai aset kripto dalam satu aplikasi.

Nanovest merupakan aplikasi investasi saham dan kripto yang menyediakan akses ke berbagai instrumen investasi. Bagi investor yang baru ingin memulai, Nanovest juga memiliki perlindungan dari risiko cybercrime dengan Asuransi Sinarmas. Nanovest berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Informasi lebih lanjut mengenai Nanovest dapat ditemukan melalui situs resminya. Aplikasi Nanovest juga tersedia di Play Store maupun App Store sehingga investor dapat mengakses berbagai informasi dan fitur investasi melalui perangkat masing-masing.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

  • Penulis: vritimes

Rekomendasi Untuk Anda

  • India dan Indonesia Luncurkan Tahun Tagore–Dewantara, Rayakan Satu Abad Warisan Budaya dan Pendidikan Bersama

    India dan Indonesia Luncurkan Tahun Tagore–Dewantara, Rayakan Satu Abad Warisan Budaya dan Pendidikan Bersama

    • calendar_month Sabtu, 11 Jul 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 15
    • 0Komentar

    Jakarta — Kunjungan kenegaraan Perdana Menteri India Narendra Modi ke Indonesia pada 6–8 Juli 2026 tidak hanya menghasilkan penguatan kerja sama di bidang pertahanan, ekonomi digital, ketahanan pangan, dan pendidikan, tetapi juga melahirkan sebuah inisiatif yang menyoroti kedekatan hubungan budaya kedua negara. Dalam pertemuan bilateral dengan Presiden Prabowo Subianto di Jakarta, kedua pemimpin mengumumkan Tahun Tagore–Dewantara […]

  • Marshal Manengkei: Komposer Dunia dari Minahasa yang Terlupakan di Tanah Air

    Marshal Manengkei: Komposer Dunia dari Minahasa yang Terlupakan di Tanah Air

    • calendar_month Kamis, 7 Agt 2025
    • account_circle redaktur reputasi
    • visibility 247
    • 0Komentar

    Profil Singkat Nama Lengkap: Marshal Conradt Jules Manengkei Tempat, Tanggal Lahir: Surabaya, 9 Maret 1949 Wafat: Jakarta, 25 Agustus 2017 Kebangsaan: Indonesia Asal Daerah: Minahasa, Sulawesi Utara Profesi: Komposer, Penulis Lagu, Produser Musik   Latar Belakang dan Kehidupan Awal Marshal Manengkei lahir dari keluarga berdarah Minahasa di Surabaya. Masa kecilnya diwarnai oleh gejolak politik Indonesia […]

  • Perkuat Keselamatan Jelang Lebaran 2026, Manajemen KAI Petakan Titik Rawan di Jalur Daop 9 Jember

    Perkuat Keselamatan Jelang Lebaran 2026, Manajemen KAI Petakan Titik Rawan di Jalur Daop 9 Jember

    • calendar_month Jumat, 13 Feb 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 57
    • 0Komentar

    Menjelang masa Angkutan Lebaran (Angleb) 2026, PT Kereta Api Indonesia (Persero) melakukan langkah proaktif untuk menjamin keselamatan perjalanan kereta api. Jajaran Manajemen KAI melakukan inspeksi menyeluruh ke berbagai wilayah operasional menggunakan Kereta Inspeksi (KAIS), termasuk menyisir jalur di wilayah Daop 9 Jember pada hari ini. JEMBER, 12 Februari 2026 – Menjelang masa Angkutan Lebaran (Angleb) […]

  • Bittime Luncurkan Program Mining Points bagi Seluruh Investor, dengan Total Prize Pool hingga 100.000 USDT

    Bittime Luncurkan Program Mining Points bagi Seluruh Investor, dengan Total Prize Pool hingga 100.000 USDT

    • calendar_month Rabu, 11 Feb 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 57
    • 0Komentar

    Jakarta, 11 Februari 2026 – Bittime, platform crypto exchange berizin dan diawasi di Indonesia, memperkenalkan Bittime Mining-Points dengan total prize pool hingga 100.000 $USDT. Program insentif berbasis aktivitas trading dan referral ini dirancang untuk mendorong partisipasi investor terhadap platform Bittime.  Mengusung prinsip keterbukaan dan kemudahan akses, program ini dapat diikuti oleh seluruh investor aset kripto. […]

  • Apa Itu Pollustop dan Perannya dalam Melindungi Kulit Bayi?

    Apa Itu Pollustop dan Perannya dalam Melindungi Kulit Bayi?

    • calendar_month Kamis, 4 Jun 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 32
    • 0Komentar

    Di zaman sekarang, menjaga kulit bayi bukan cuma soal melindungi dari sinar matahari. Tanpa kita sadari, polusi udara juga jadi “musuh diam-diam” yang bisa berdampak pada kesehatan kulit si kecil. Mulai dari asap kendaraan, debu jalanan, hingga partikel mikro yang tidak terlihat mata, semuanya bisa menempel di kulit bayi saat ia diajak keluar rumah. Karena […]

  • Awal 2026 Positif, Pembiayaan Multiguna BRI Finance Tumbuh 37,47%

    Awal 2026 Positif, Pembiayaan Multiguna BRI Finance Tumbuh 37,47%

    • calendar_month Kamis, 14 Mei 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 21
    • 0Komentar

    Jakarta, 8 Mei 2026 – PT BRI Multifinance Indonesia (“BRI Finance”), anak usaha BRI Group, mencatatkan pertumbuhan positif di segmen pembiayaan multiguna pada kuartal I-2026. Penyaluran pada segmen ini tercatat meningkat sebesar 37,47% secara tahunan (year-on-year/YoY), di mana pertumbuhan ini didorong oleh permintaan masyarakat yang tetap kuat. Direktur Utama BRI Finance, Wahyudi Darmawan, menyampaikan, “Kondisi […]

expand_less