Breaking News
light_mode
Beranda » Ekonomi » Akselerasi Hilirisasi Perlu Sinkronisasi Pusat & Daerah

Akselerasi Hilirisasi Perlu Sinkronisasi Pusat & Daerah

  • account_circle vritimes
  • calendar_month 1 jam yang lalu
  • visibility 5
  • comment 0 komentar

JAKARTA — Akselerasi hilirisasi mineral di Indonesia dinilai tidak cukup hanya mengandalkan investasi dan kapasitas industri. Sinkronisasi kebijakan antara pemerintah pusat dan daerah menjadi faktor kunci agar manfaat nilai tambah dapat dirasakan secara optimal di dalam negeri.
Direktur Eksekutif Center of Reform on Economics (CORE) Mohammad Faisal mengatakan, tantangan hilirisasi tidak hanya berada pada aspek teknis industri, tetapi juga pada tata kelola kebijakan yang melibatkan banyak pemangku kepentingan.
Menurut Faisal, sebagian persoalan hilirisasi justru berada di luar kendali korporasi, terutama yang berkaitan dengan regulasi, koordinasi lintas lembaga, hingga implementasi di tingkat daerah.
“MIND ID bekerja sama dengan pemerintah pusat dan juga pemerintah daerah. Jadi ini nggak bisa sendiri, karena ada ranah yang bisa diselesaikan dari tataran korporasi, tapi ada yang di tataran kebijakan,” kata Faisal dalam diskusi MediaMIND 2026 di Jakarta, belum lama ini.
Ia menambahkan, koordinasi antara pemerintah pusat dan daerah perlu diperkuat agar berbagai persoalan di lapangan dapat direspons lebih cepat. Pemerintah daerah dinilai memiliki peran penting karena lebih memahami kondisi sosial, lingkungan, dan kebutuhan masyarakat setempat.
Di sisi lain, kapasitas pemerintah daerah masih menjadi tantangan tersendiri. Keterbatasan kewenangan dan anggaran membuat daerah belum sepenuhnya mampu mengantisipasi dampak yang muncul dari aktivitas hilirisasi, termasuk tekanan terhadap lingkungan dan sosial masyarakat.
Faisal menilai, berbagai eksternalitas negatif seperti penurunan kualitas lingkungan dan terganggunya aktivitas ekonomi masyarakat perlu diperhitungkan sejak awal dalam perencanaan investasi. Tanpa perencanaan yang matang, beban tersebut berpotensi dialihkan kepada masyarakat dan pemerintah daerah.
Sebagai salah satu instrumen penguatan kapasitas daerah, Faisal menilai dana bagi hasil (DBH) dapat dimanfaatkan secara lebih optimal. Ia mencontohkan sejumlah daerah di Sulawesi Tengah yang tengah mendorong peningkatan porsi DBH untuk mendukung pembangunan di wilayah terdampak hilirisasi.
“Tapi untungnya sih beberapa daerah yang sekarang sedang mengusahakan untuk peningkatan DBH di Sulawesi Tengah, seperti Morowali itu, sedang mengusahakan itu, jadi ada tambahan dari DBH,” ujarnya.
Berdasarkan data pemerintah, Provinsi Sulawesi Tengah menerima alokasi Transfer ke Daerah (TKD) sebesar Rp2,13 triliun pada 2026, dengan kontribusi DBH mencapai Rp272,95 miliar. Dari jumlah tersebut, sektor sumber daya alam masih menjadi penyumbang utama, terutama dari royalti mineral dan batubara.
Selain penguatan fiskal daerah, integrasi hilirisasi juga perlu mendorong keterlibatan pelaku usaha lokal. Dari sekitar 5.600 UMKM di Morowali, baru sekitar 30 yang terhubung dengan rantai pasok industri, menunjukkan masih terbukanya ruang peningkatan partisipasi ekonomi lokal.
Di sisi ketenagakerjaan, pemerintah daerah juga didorong untuk menyiapkan sumber daya manusia yang sesuai dengan kebutuhan industri melalui pengembangan pendidikan vokasi dan politeknik berbasis kebutuhan wilayah.
Sebagai salah satu kawasan utama hilirisasi nikel, Morowali saat ini menjadi pusat pertumbuhan industri pengolahan mineral, termasuk melalui kawasan Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP). Sejumlah proyek pengolahan nikel juga terus dikembangkan untuk memperkuat rantai nilai industri dalam negeri.
Dalam konteks tersebut, Holding Industri Pertambangan MIND ID melalui PT Vale Indonesia Tbk menjadi salah satu pelaku yang mengembangkan proyek hilirisasi terintegrasi di Sulawesi. Proyek Indonesia Growth Project (IGP) yang tengah berjalan mencakup pembangunan fasilitas pengolahan di beberapa lokasi, termasuk Pomalaa, Morowali, dan Sorowako.
Pengembangan proyek tersebut tidak hanya ditujukan untuk meningkatkan nilai tambah mineral, tetapi juga mendukung penciptaan lapangan kerja serta penguatan ekosistem industri nasional.
Faisal menegaskan, keberhasilan hilirisasi pada akhirnya tidak hanya diukur dari besarnya investasi atau kapasitas produksi, tetapi dari sejauh mana kebijakan yang terintegrasi mampu memastikan manfaat ekonomi, sosial, dan lingkungan dapat dirasakan secara berkelanjutan.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

  • Penulis: vritimes

Rekomendasi Untuk Anda

  • Solusi Cetak Gradien Tanpa Banding di Supplier X Banner

    Solusi Cetak Gradien Tanpa Banding di Supplier X Banner

    • calendar_month Kamis, 9 Apr 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 59
    • 0Komentar

    Banding muncul saat transisi warna tidak mulus dan terlihat garis atau strip yang mengganggu tampilan gradien. Masalah ini sering terlihat pada poster besar dan materi promosi outdoor sehingga perlu diidentifikasi dengan tepat. Beberapa penyebab dapat berasal dari file desain, perangkat lunak RIP, hingga komponen mesin cetak dan bahan media. Mengetahui penyebab utama membantu mengambil langkah […]

  • Sambut Kemerdekaan dengan Touring, BRI Finance Bagikan Tips Berkendara Aman

    Sambut Kemerdekaan dengan Touring, BRI Finance Bagikan Tips Berkendara Aman

    • calendar_month Rabu, 12 Agt 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 16
    • 0Komentar

    Jakarta, 12 Agustus 2026 – Momentum Hari Kemerdekaan Republik Indonesia kerap dimanfaatkan masyarakat untuk melakukan berbagai aktivitas bersama, mulai dari berkumpul dengan keluarga, mengunjungi destinasi wisata, hingga touring bersama komunitas. Bagi pengguna sepeda motor, perjalanan menjadi salah satu cara untuk menikmati momen kemerdekaan sekaligus mengeksplorasi berbagai destinasi. Corporate Secretary PT BRI Multifinance Indonesia (“BRI Finance”), […]

  • Lintasarta Salurkan Program Sosial Ramadan bagi Lebih dari 1.500 Penerima  Manfaat di Berbagai Kota

    Lintasarta Salurkan Program Sosial Ramadan bagi Lebih dari 1.500 Penerima Manfaat di Berbagai Kota

    • calendar_month Rabu, 11 Mar 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 51
    • 0Komentar

    Selama Ramadan 1447 H, Lintasarta, sebagai AI Factory dari Indosat Ooredoo Hutchison (IOH) Group, menyalurkan berbagai program sosial yang menjangkau lebih dari 1.500 penerima manfaat di lima kota, yaitu Jakarta, Yogyakarta, Surabaya, Makassar, dan Aceh. Inisiatif bertema “Learning to Care & Action to Share” ini mencakup dukungan bagi fasilitas ibadah, pemberdayaan UMKM lokal melalui program […]

  • Pentingnya Tracking dan Komunikasi dalam Jasa Pengiriman Barang dan Dokumen ke Luar Negeri

    Pentingnya Tracking dan Komunikasi dalam Jasa Pengiriman Barang dan Dokumen ke Luar Negeri

    • calendar_month Selasa, 3 Mar 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 79
    • 0Komentar

    Tracking dan komunikasi yang jelas membantu pengiriman barang dan dokumen ke luar negeri lebih aman, terkontrol, dan tepat waktu tanpa risiko miskomunikasi. Peran Tracking dalam Pengiriman Internasional Dalam pengiriman barang dan dokumen ke luar negeri, tracking memiliki peran yang sangat krusial. Melalui sistem pelacakan, pengirim dapat mengetahui posisi kiriman secara berkala sejak penjemputan hingga paket […]

  • Tokocrypto Buka Akses Saham NVIDIA hingga SpaceX Lewat Kripto, Investor Indonesia Bisa Ikut Masuk!

    Tokocrypto Buka Akses Saham NVIDIA hingga SpaceX Lewat Kripto, Investor Indonesia Bisa Ikut Masuk!

    • calendar_month Rabu, 24 Jun 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 31
    • 0Komentar

    Jakarta, 24 Juni 2026 — Tokocrypto kembali memperluas pilihan aset digital bagi pengguna di Indonesia melalui peluncuran deretan aset kripto terbaru berupa Tokenized Stocks. Produk ini merepresentasikan saham perusahaan-perusahaan ternama dunia, seperti SpaceX, Tesla, Circle Internet Group, Micron Technology, SanDisk, hingga NVIDIA, dengan Proof-of-Collateral yang dapat diakses langsung secara onchain dan rasio 1:1 terhadap saham […]

  • Krakatau Steel Tekankan Pentingnya Proteksi Industri Baja untuk Menjaga Keberlanjutan Bisnis Nasional

    Krakatau Steel Tekankan Pentingnya Proteksi Industri Baja untuk Menjaga Keberlanjutan Bisnis Nasional

    • calendar_month Rabu, 18 Feb 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 63
    • 0Komentar

    Jakarta, 18 Februari 2026 – PT Krakatau Steel (Persero) Tbk/Krakatau Steel Group menegaskan perlunya penguatan kebijakan perlindungan industri baja nasional guna menjaga stabilitas pasar domestik, keberlanjutan usaha, serta daya tarik investasi di tengah tekanan global kelebihan kapasitas dan distorsi harga baja internasional. Perseroan memandang penguatan kebijakan industri baja nasional sebagai prasyarat utama menjaga kesehatan pasar […]

expand_less