Breaking News
light_mode
Beranda » Ekonomi » Dukung Akselerasi Keuangan Digital Indonesia, Sanggabiz Rumuskan Peta Jalan Pasca-Lulus Sandbox di Buletin OJK #BeyondInfinity

Dukung Akselerasi Keuangan Digital Indonesia, Sanggabiz Rumuskan Peta Jalan Pasca-Lulus Sandbox di Buletin OJK #BeyondInfinity

  • account_circle vritimes
  • calendar_month Rabu, 14 Okt 2026
  • visibility 7
  • comment 0 komentar

Mendukung keberlanjutan inovasi pasca-pengujian regulasi, Yoga Pratama Samsugiharja dan Founder & CEO Sanggabiz, Dwi Andi Rohmatika, mempublikasikan kajian strategis dalam Buletin Beyond Infinity Edisi 07 (September 2026) terbitan Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Melalui artikel berjudul “Sandbox Bukan Garis Finis: Orkestrasi Pasca Lulus untuk Keuangan Digital Indonesia”, Sanggabiz membedah potensi perkembangan Inovasi Teknologi Sektor Keuangan (ITSK) serta merumuskan empat agenda penguatan agar para inovator lulusan regulatory sandbox mampu bertransformasi menjadi entitas bisnis yang patuh, terhubung, digunakan pasar, dan terukur.

Di era akselerasi keuangan digital, kelulusan dari tahap uji coba (regulatory sandbox) kerap dipersepsikan sebagai garis finis. Padahal bagi para inovator, kelulusan tersebut justru merupakan titik awal dari perjalanan bisnis yang sesungguhnya: izin usaha wajib diurus dalam waktu terbatas, mitra strategis harus ditemukan, dan pelindungan konsumen mutlak dipertahankan. Merespons tantangan krusial ini, Yoga Pratama Samsugiharja bersama Founder dan CEO PT Sangga Bisnis Anda (Sanggabiz), Dwi Andi Rohmatika, menuangkan gagasan komprehensifnya dalam Buletin Beyond Infinity Edisi 07 (September 2026) terbitan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang mengangkat tema besar “From Sandbox to Scale”.

Lewat kajian berjudul “Sandbox Bukan Garis Finis: Orkestrasi Pasca Lulus untuk Keuangan Digital Indonesia”, Sanggabiz membedah data terkini OJK mengenai perkembangan sandbox sekaligus mengajukan peta jalan ( roadmap) pasca-lulus. Tujuannya jelas: memastikan setiap inovasi yang lulus tidak berhenti di atas kertas, melainkan berujung pada operasional usaha yang patuh regulasi, terintegrasi dengan ekosistem, digunakan secara nyata oleh masyarakat, dan terukur dampaknya.

Sejak diterbitkannya POJK Nomor 3 Tahun 2024 tentang Penyelenggaraan Inovasi Teknologi Sektor Keuangan (ITSK), ekosistem inovasi keuangan digital menunjukkan dinamika yang sangat aktif. Per 31 Agustus 2026, OJK mencatat adanya 351 permintaan konsultasi dari calon inovator, 36 permohonan resmi untuk menjadi peserta sandbox, 2 peserta yang tengah menjalani uji coba, serta 7 peserta yang dinyatakan lulus dengan mewakili enam model bisnis. Pada periode yang sama, tercatat pula 24 penyelenggara ITSK yang resmi terdaftar di OJK.

Dalam analisisnya, Sanggabiz mengingatkan bahwa setiap angka tersebut merepresentasikan status operasional yang berbeda. Permintaan konsultasi bukanlah pengajuan aplikasi, dan penyelenggara yang terdaftar tidak seluruhnya berasal dari lulusan sandbox. Oleh sebab itu, tolok ukur keberhasilan ekosistem berikutnya bukan lagi sekadar seberapa banyak inovasi yang masuk atau lulus uji coba, melainkan berapa banyak inovator yang berhasil mengantongi izin usaha penuh, mengunci kemitraan strategis, membukukan transaksi berkelanjutan, dan menjaga keamanan konsumen pasca-pengujian.

Aturan Main dan Tantangan Skala yang Tidak Seragam POJK Nomor 3 Tahun 2024 secara tegas menempatkan sandbox sebagai ruang transisi dengan jendela waktu yang ketat:

Masa Uji Coba: Berlangsung paling lama satu tahun.

Surat Lulus: Berlaku selama enam bulan dan hanya dapat diperpanjang berdasarkan pertimbangan khusus OJK.

Kewajiban Izin Usaha: Selama surat lulus berlaku, peserta hanya diizinkan beroperasi dalam batasan sandbox dan wajib segera mengajukan izin usaha.

Kebijakan Keluar (Exit Policy): Apabila izin usaha tidak diajukan hingga masa berlaku surat lulus berakhir, peserta wajib menghentikan kegiatan operasional, menyelesaikan seluruh kewajiban kepada konsumen maupun pihak ketiga, serta menjalankan exit policy paling lama tiga bulan.

Ketatnya batas waktu ini menuntut kesiapan perizinan dibangun sejak masa pengujian berlangsung, bukan baru dimulai setelah status lulus diberikan. Terlebih, ketujuh peserta yang lulus mencakup enam model bisnis yang sangat beragam—mulai dari tokenisasi emas, tokenisasi surat berharga dengan skema kontrak pengelolaan dana, tokenisasi manfaat kepemilikan properti, penerbitan stablecoin rupiah, kustodian aset keuangan digital nonperdagangan, hingga manajer dana kripto.

Meskipun OJK telah mencatat adanya kolaborasi positif seperti tokenisasi emas bersama Pegadaian serta keterlibatan manajer investasi dan bank kustodian dalam tokenisasi surat berharga, Sanggabiz menyoroti bahwa data publik belum menampilkan metrik pasca-lulus secara spesifik (seperti status izin, pilot komersial, volume transaksi, atau pendanaan). Setiap model bisnis juga menghadapi hambatan eskalasi (scaling) yang berbeda:

Tokenisasi (Tokenization): Membutuhkan kepastian hukum atas hak aset dasar (underlying asset), mekanisme verifikasi kepemilikan yang presisi, serta ketersediaan pasar sekunder yang memadai.

Kustodian (Custody): Sangat bergantung pada ketahanan keamanan operasional dan kejelasan pembagian tanggung jawab saat terjadi insiden.

Aset Penyelesaian (Settlement Asset): Memerlukan kepastian finalitas transaksi serta integrasi yang mulus dengan sistem pembayaran nasional.

Empat Agenda Penguatan dari Sanggabiz Untuk menjembatani jurang antara kelulusan sandbox dan keberhasilan komersial di pasar, Dwi Andi Rohmatika dan Yoga Pratama Samsugiharja mengusulkan empat agenda orkestrasi yang saling melengkapi:

1. Kesiapan Izin Sejak Masa Sandbox (Licensing Readiness): Masa uji coba harus dimanfaatkan untuk memetakan kebutuhan kelembagaan, tata kelola, teknologi, kemitraan, dan manajemen risiko, sehingga masa berlaku surat lulus yang hanya enam bulan fokus digunakan untuk menutup celah terakhir. Peserta idealnya keluar dari sandbox dengan dokumen fundamental yang hampir siap diajukan—meliputi struktur badan hukum, kebijakan pelindungan data, rencana kesinambungan bisnis (business continuity plan), kerangka keamanan siber, prosedur penanganan pengaduan, hingga bukti kesiapan modal dan SDM.

2. Akselerasi untuk Validasi Permintaan (Demand Validation): Program akselerasi perlu diarahkan pada pembuktian bahwa layanan tersebut benar-benar dibutuhkan pasar. Meski OJK mencatat 1.357 kemitraan oleh penyelenggara ITSK terdaftar pada Juli 2026 serta memfasilitasi mentoring, demo day, dan business matching melalui OJK Fintech Startup Accelerator, Sanggabiz mengusulkan agar indikator keberhasilannya diperkuat dengan jumlah proyek pilot yang tervalidasi, kemitraan yang berlanjut ke tahap komersial, dan bukti penggunaan berulang (repeat usage).

3. Interoperabilitas Bersama Pelaku Pasar (Interoperability): Memastikan inovasi baru dapat terhubung dengan infrastruktur keuangan yang sah dan diawasi, mencakup aspek identitas aset, pertukaran data, kustodi, finalitas penyelesaian, keamanan, dan pembagian tanggung jawab. Khusus untuk model bisnis tokenisasi, keseragaman definisi data, verifikasi aset dasar, rekonsiliasi kepemilikan, dan mekanisme penyelesaian sengketa harus disertai aturan tanggung jawab yang jelas agar efisiensi teknologi tidak justru memindahkan risiko baru kepada konsumen.

4. Metrik Pasca-Sandbox yang Transparan (Post-Sandbox Metrics): Sanggabiz mendorong penerbitan metrik kinerja pada tingkat agregat yang mencakup rasio pengajuan dan perolehan izin, keberlanjutan pilot, kemitraan aktif, volume transaksi, pendanaan, hingga catatan keluhan dan insiden. Tanpa perlu membuka identitas atau rahasia komersial perusahaan, penyajian data agregat berdasarkan kohor dan model bisnis dalam rentang waktu 6, 12, dan 24 bulan pasca-lulus akan sangat membantu publik dan industri melihat apakah kelulusan sandbox benar-benar menghasilkan adopsi pasar yang sehat.

Kelulusan dari regulatory sandbox pada hakikatnya adalah awal dari pembuktian di pasar yang sesungguhnya. Melalui inisiatif OJK Infinity yang telah meletakkan fondasi konsultasi, akselerasi, pengujian, dan implementasi, Sanggabiz meyakini bahwa penguatan pada aspek kesiapan izin dini, validasi permintaan, interoperabilitas standar, serta transparansi metrik pasca-lulus akan mampu membawa inovasi keuangan digital Indonesia bertumbuh secara masif tanpa mengorbankan kualitas tata kelola dan pelindungan konsumen.

Sumber Publikasi: Samsugiharja, Y. P., & Rohmatika, D. A. (2026). Sandbox Bukan Garis Finis: Orkestrasi Pasca Lulus untuk Keuangan Digital Indonesia. Buletin Beyond Infinity, Edisi 07 (September 2026), hlm. 10–13. Otoritas Jasa Keuangan.Kustodian (Custody)

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

  • Penulis: vritimes

Rekomendasi Untuk Anda

  • Bittime Futures Soroti Lonjakan Aktivitas Derivatives di Tengah Tren Pasar

    Bittime Futures Soroti Lonjakan Aktivitas Derivatives di Tengah Tren Pasar

    • calendar_month Rabu, 16 Sep 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 15
    • 0Komentar

    Bittime Futures, platform futures Bittime yang memungkinkan pengguna mengambil posisi untuk memanfaatkan peluang pasar baik saat harga aset kripto naik maupun turun, menyoroti meningkatnya aktivitas di pasar crypto derivatives di tengah pergerakan sejumlah aset kripto. Bittime Futures, platform futures Bittime yang memungkinkan pengguna mengambil posisi untuk memanfaatkan peluang pasar baik saat harga aset kripto naik […]

  • BRI Finance Jalin Kerja Sama Strategis dengan Kejaksaan Negeri Padang, Dukung Tata Kelola Bisnis Akuntabel

    BRI Finance Jalin Kerja Sama Strategis dengan Kejaksaan Negeri Padang, Dukung Tata Kelola Bisnis Akuntabel

    • calendar_month Sabtu, 6 Jun 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 25
    • 0Komentar

    Padang, 6 Juni 2026 – PT BRI Multifinance Indonesia (“BRI Finance”) terus memperkuat komitmennya dalam menerapkan tata kelola perusahaan yang baik serta pengelolaan risiko yang prudent melalui penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) dengan Kejaksaan Negeri Padang. Penandatanganan kerja sama tersebut dilaksanakan di Kantor Kejaksaan Negeri Padang pada Jumat, 5 Juni 2026. Kerja sama ini menjadi […]

  • Mudik Aman Berbagi Harapan, PT Pelindo Sinergi Lokaseva Berangkatkan Peserta Mudik Bersama 2026

    Mudik Aman Berbagi Harapan, PT Pelindo Sinergi Lokaseva Berangkatkan Peserta Mudik Bersama 2026

    • calendar_month Senin, 16 Mar 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 59
    • 0Komentar

    Jakarta, 16 Maret 2026 – Senyum haru dan semangat pulang kampung mewarnai pelepasan peserta Program Mudik Bersama BUMN dan Pelindo Group Tahun 2026 yang mengusung tema “Mudik Aman Berbagi Harapan”. Program ini menjadi bagian dari komitmen Pelindo Group dalam memfasilitasi masyarakat agar dapat kembali ke kampung halaman dengan perjalanan yang aman, nyaman, dan tertib menjelang […]

  • DARI TRADISI MASA LALU MENJADI GAYA HIDUP MODERN – FUGUKU LUNCURKAN TAS ‘AIKIDO’ DAN KOLEKSI BUSANA READY-TO-WEAR

    DARI TRADISI MASA LALU MENJADI GAYA HIDUP MODERN – FUGUKU LUNCURKAN TAS ‘AIKIDO’ DAN KOLEKSI BUSANA READY-TO-WEAR

    • calendar_month Kamis, 16 Apr 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 47
    • 0Komentar

    JAKARTA, Indonesia – Bagaimana sebuah tradisi tekstil yang berusia ratusan tahun dapat bertahan melintasi zaman? Jawabannya adalah dengan beradaptasi. Dalam edisi kedua dari seri Literasi Budaya kami, Fuguku mengeksplorasi titik temu yang indah antara siluet budaya tradisional dengan fungsionalitas mode modern yang berkelanjutan. Sepanjang sejarah mode, para desainer selalu meminjam inspirasi dari kejeniusan struktur pakaian […]

  • BRI KCP Rawasari Layani Nasabah Tetap Optimal Saat Libur Weekend

    BRI KCP Rawasari Layani Nasabah Tetap Optimal Saat Libur Weekend

    • calendar_month Senin, 1 Jun 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 32
    • 0Komentar

    Komitmen dalam memberikan pelayanan prima kepada masyarakat terus ditunjukkan oleh BRI KCP Rawasari melalui kehadiran layanan Weekend Banking yang tetap beroperasi di saat akhir pekan dan hari libur. Melalui layanan ini, nasabah tetap dapat melakukan berbagai transaksi perbankan dengan mudah dan nyaman tanpa harus menunggu hari kerja. Adapun layanan yang tersedia meliputi setor tunai, tarik […]

  • Efisiensi Terintegrasi dan Penguatan Operasional Perkuat Daya Saing Industri Baja Nasional

    Efisiensi Terintegrasi dan Penguatan Operasional Perkuat Daya Saing Industri Baja Nasional

    • calendar_month Jumat, 15 Mei 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 38
    • 0Komentar

    Cilegon, 15 Mei 2026 – PT Krakatau Steel (Persero) Tbk / Krakatau Steel Group (KRAS) terus memperkuat transformasi operasional melalui peningkatan utilisasi produksi dan program efisiensi terintegrasi guna menjaga daya saing industri baja nasional di tengah tekanan produk impor. Direktur Infrastruktur & Operasi PT Krakatau Steel (Persero) Tbk, Sidik Darusulistyo, menyampaikan bahwa peningkatan produksi Hot […]

expand_less