Breaking News
light_mode
Beranda » Ekonomi » Pendapatan Wisata dan Anggaran Ekologis Bantu 300 Anak di Desa Tukamasea Bersekolah

Pendapatan Wisata dan Anggaran Ekologis Bantu 300 Anak di Desa Tukamasea Bersekolah

  • account_circle vritimes
  • calendar_month Senin, 19 Okt 2026
  • visibility 10
  • comment 0 komentar

Sepanjang 2021–2025, sebanyak 300 anak dari keluarga kurang mampu di Desa Tukamasea, Kecamatan Bantimurung, Kabupaten Maros, menerima bantuan pendidikan dari pendapatan desa. Dana itu berasal dari Pendapatan Asli Desa (PADes) sektor wisata, terutama dari Wisata Dolli Bungaeja, kawasan pemandian dan wisata alam yang dikelola desa di kaki Gunung Karst Dolli sejak 2019. Kelompok Baca Anggaran (KBA) Tukamasea, kelompok warga yang dipimpin perempuan, mendorong agar pendapatan wisata itu dialokasikan untuk beasiswa. Pada Minggu (18/10), Duta Besar Inggris untuk Indonesia, H.E. Dominic Jermey CVO OBE, mengunjungi Tukamasea untuk melihat cerita inspiratif ini. Kunjungan ini bagian dari program SETAPAK 4, yang didanai Pemerintah Inggris melalui Foreign, Commonwealth & Development Office (FCDO) dan dijalankan The Asia Foundation (TAF) bersama Pilar Nusantara (PINUS) Sulawesi Selatan dan Tim Layanan Kehutanan Masyarakat (TLKM).

Tukamasea punya bentang alam karst dan sumber air alami yang melimpah, tetapi rentan rusak. Karena itu, desa perlu menjaga keseimbangan antara kelestarian lingkungan dan pengembangan ekonomi warga. Sepanjang 2021–2026, PINUS Sulawesi Selatan mendampingi KBA bersama Pemerintah Desa Tukamasea, Pemkab Maros, kelompok perempuan, dan pemuda. Anggota KBA belajar membaca dan mengawal dokumen perencanaan desa, yaitu Rencana Pembangunan Jangka Menengah Desa (RPJMDes), Rencana Kerja Pemerintah Desa (RKPDes), dan Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDes), agar memuat kebutuhan lingkungan dan kelompok rentan. Pengelolaan kawasan wisata ini memberi warga pilihan mata pencaharian selain bekerja di industri semen (tambang), yang umum ditemui di wilayah karst.

Hasilnya terlihat di anggaran. Pada 2022, Desa Tukamasea mengalokasikan Rp200 juta dari Dana Desa untuk pembangunan ramah lingkungan, salah satunya pengembangan kawasan pemandian Dolli Bungaeja. Desa juga menerima insentif Transfer Anggaran Kabupaten berbasis Ekologi (TAKE) sebesar Rp110 juta pada 2022 dan Rp62 juta pada 2023, yang dipakai untuk memperbaiki jalan, membangun jembatan, dan menata kawasan wisata. KBA ikut mendorong agar dana TAKE itu dialokasikan ke kawasan Dolli. Pemerintah desa kini mempublikasikan APBDes dan merevisi alokasi anggaran agar lebih berpihak pada kelompok rentan, perempuan, dan lingkungan. Pada tahun anggaran 2024, KBA ikut mengawal indikator ekologi dan gender dalam perencanaan desa. Pendapatan desa Tukamasea mencapai Rp1,5 miliar pada 2021–2023, tertinggi di Kabupaten Maros.

Kabupaten Maros menerapkan TAKE sejak 2022. Lewat skema ini, Alokasi Dana Desa diberikan berdasarkan Indeks Kinerja Desa yang menilai empat hal: perlindungan lingkungan, ketahanan bencana, pengelolaan anggaran yang responsif gender, dan pemerataan pembangunan desa. Sepanjang 2022–2025, Pemkab Maros menyalurkan Rp11.478.041.433 kepada 40 dari 80 desa di 14 kecamatan melalui skema ini. Pada 2026, Bupati Maros melanjutkan skema ini dan menyalurkan Rp1.095.408.460 kepada 40 desa berdasarkan Peraturan Bupati Maros Nomor 36 Tahun 2025. Indikator penilaiannya kini diperbarui menjadi kinerja tata kelola desa, kinerja pembangunan desa yang responsif gender, kinerja ekonomi, dan kinerja lingkungan.

“Kelompok Baca Anggaran adalah upaya warga untuk terlibat secara partisipatif dalam perencanaan, penganggaran, dan pembangunan desa. Di Tukamasea, kita melihat hasilnya: anggaran publik memberi insentif bagi desa yang menjaga lingkungannya. Ketika perempuan aktif menyusun dan mengawasi anggaran, warga merasakan dampaknya secara nyata, mulai dari lapangan kerja di sektor pariwisata hingga beasiswa untuk anak-anak desa. Skema ini telah direplikasi di beberapa kabupaten di Sulawesi Selatan dan terus kami dorong di wilayah lain,” ujar Director, Environmental Governance, The Asia Foundation Indonesia, Frans Siahaan.

Pendekatan yang sama kini meluas. Kabupaten Jeneponto telah menetapkan Peraturan Bupati Jeneponto Nomor 3 Tahun 2025 tentang tata cara pengalokasian, penyaluran, dan pencairan Alokasi Dana Desa tahun anggaran 2025. Rancangan Peraturan Bupati Barru tentang Alokasi Dana Desa Berbasis Kinerja (ADD Kinerja) sedang diharmonisasi di Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) dan ditargetkan terbit pada 2026. PINUS Sulsel juga telah membuat kesepakatan penerapan TAKE dengan Kabupaten Sinjai dan memantau penerapan TAKE di Kota Parepare.

Selain anggaran desa, SETAPAK 4 mendampingi masyarakat mengelola hutan secara legal melalui perhutanan sosial. Kabupaten Maros memiliki kawasan hutan sekitar 60.000 hektare atau 40 persen dari luas wilayahnya. Di seluruh kabupaten, sebanyak 37 persetujuan pengelolaan perhutanan sosial seluas 5.800 hektare telah terbit di 19 desa dan kelurahan, dengan 45 kelompok usaha terbentuk. TLKM mendorong agar dokumen Pengembangan Kawasan Terpadu (Integrated Area Development, IAD) di Maros dan Enrekang memperhatikan kebutuhan perempuan, dan IAD Maros kini masuk ke rencana pembangunan daerah. Kedua mitra juga merehabilitasi hutan dan lahan: PINUS Sulsel 50 hektare dari target 85 hektare, dan TLKM 111 hektare dari target 300 hektare.

Salah satu kelompok usaha itu adalah Kelompok Usaha Perhutanan Sosial (KUPS) Aren Jaya di Desa Bontomanurung, Kecamatan Tompobulu. Kelompok perempuan di desa ini mengelola 96 hektare hutan kemasyarakatan yang izinnya terbit pada 2019. Anggota KUPS ini 26 perempuan yang mengolah nira aren menjadi gula aren batok, gula semut, dan gula cetak. Kelompok ini menjual 100–150 kilogram per bulan dengan omzet Rp4–5 juta. Dengan pendampingan PINUS Sulsel, mereka bermitra dengan Perusda Maros, Aren Sulawesi, dan eksportir PT Golata Healthy Brand. Gula aren mereka telah dikirim ke Korea Selatan sebanyak 5 ton pada 2023, ke Inggris sebanyak 3 ton pada 2024, dan sejak 2025 ke Dubai sekitar 500 kilogram per bulan lewat pesawat.

Perempuan Bontomanurung juga menjaga hutannya. Women Forest Defenders (WFD) Kabupaten Maros dibentuk pada 2024 lewat program SETAPAK. Anggotanya dilatih memetakan dan memantau hutan dengan aplikasi seperti Avenza, SW Map, Forest Watcher, dan SMART Patrol, serta pelatihan paralegal. Menurut kelompok ini, patroli mereka ikut menekan potensi kebakaran hutan dalam dua tahun terakhir. Tantangan masih ada, termasuk keraguan sebagian warga terhadap kemampuan perempuan mengawasi hutan.

Duta Besar Inggris untuk Indonesia, Dominic Jermey, mengatakan: “Sulawesi Selatan merupakan rumah bagi inovasi, warisan budaya, dan kepemimpinan masyarakat. Dari para peneliti dan akademisi yang mengembangkan dan mengimplementasikan solusi rendah karbon, perempuan yang berwirausaha serta membangun usaha baru, hingga komunitas yang melindungi lingkungan alam mereka, saya melihat berbagai contoh inspiratif tentang bagaimana aksi lokal dapat menciptakan dampak nyata. Inggris bangga bermitra dengan Sulawesi Selatan dalam mewujudkan masa depan yang lebih hijau, lebih inklusif, dan lebih sejahtera.”

Langkah berikutnya ada di tangan pemerintah daerah. Insentif TAKE perlu terus dianggarkan setiap tahun agar desa punya alasan untuk menjaga lingkungannya. Bagi daerah lain di Sulawesi Selatan, Tukamasea menunjukkan bahwa anggaran berbasis ekologi bisa dirasakan langsung oleh warga, terutama perempuan dan anak-anak desa.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

  • Penulis: vritimes

Rekomendasi Untuk Anda

  • BPOM di Surabaya Percepat Izin Edar Produk Nasional Lewat One Stop Services

    BPOM di Surabaya Percepat Izin Edar Produk Nasional Lewat One Stop Services

    • calendar_month Rabu, 8 Jul 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 42
    • 0Komentar

    Surabaya, 08 Juli 2026 – Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) terus memperkuat komitmennya dalam mempercepat lahirnya produk-produk unggulan Indonesia melalui penyelenggaraan One Stop Services Registrasi Obat Bahan Alam (OBA), Obat Kuasi (OK), Suplemen Kesehatan (SK), dan Kosmetik yang digelar pada 8–9 Juli 2026 di BPOM di Surabaya. Kegiatan yang diinisiasi oleh Direktorat Registrasi Obat […]

  • Langkah Baru, Semangat Baru:  PT Pelindo Sinergi Lokaseva Hadirkan Harapan dan Kemandirian bagi Penyandang Disabilitas

    Langkah Baru, Semangat Baru: PT Pelindo Sinergi Lokaseva Hadirkan Harapan dan Kemandirian bagi Penyandang Disabilitas

    • calendar_month Senin, 4 Mei 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 48
    • 0Komentar

    Jakarta, 4 Mei 2026 – Sebagai wujud komitmen dalam mendukung pembangunan dan pemberdayaan yang inklusif, PT Pelindo Sinergi Lokaseva (SPSL) melalui Program Sahabat Inspiratif Pelindo menyampaikan bantuan kaki palsu gratis bagi 20 penerima manfaat di wilayah operasional Jakarta. Mengusung tema “Langkah Baru, Semangat Baru”, program ini menjadi bagian dari upaya perusahaan dalam mendorong kemandirian, meningkatkan […]

  • Kalibrr Indonesia Ungkap Mismatch Ekspektasi Rekrutmen 2026: 62% Rekruter Mengira Kandidat Utamakan Gaji

    Kalibrr Indonesia Ungkap Mismatch Ekspektasi Rekrutmen 2026: 62% Rekruter Mengira Kandidat Utamakan Gaji

    • calendar_month Kamis, 14 Mei 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 48
    • 0Komentar

    Kalibrr Indonesia bersama Jakpat melalui Kalibrr Communities merilis studi terbaru terkait tantangan rekrutmen di Indonesia, mulai dari perubahan ekspektasi kandidat hingga meningkatnya tantangan perusahaan dalam mempertahankan kandidat selama proses rekrutmen. Jakarta, Indonesia – Kalibrr Indonesia sebagai perusahaan penyedia platform lowongan kerja, bersama Jakpat sebagai platform mobile survei daring melalui inisiatif Kalibrr Communities, mengungkap adanya gap […]

  • Belajar dari Indonesia: Ketika Sebuah Negeri Mengubah Cara Pandang Hidup

    Belajar dari Indonesia: Ketika Sebuah Negeri Mengubah Cara Pandang Hidup

    • calendar_month Sabtu, 4 Jul 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 41
    • 0Komentar

    Oleh Gunjan Prasad* Jakarta — Salah satu konsekuensi tak terduga ketika membangun kehidupan di negara lain adalah tanpa disadari kita berubah menjadi seorang antropolog. Selama hampir dua belas tahun Indonesia menjadi rumah bagi keluarga kami, saya merasa cukup hanya dengan mengamati. Baru ketika diminta menulis refleksi ini saya mulai mencari kata-kata untuk menjelaskan apa yang selama […]

  • KAI Daop 7 Madiun Gandeng Taruna dan Taruni PPI, Perkuat Edukasi Keselamatan di Perlintasan Sebidang

    KAI Daop 7 Madiun Gandeng Taruna dan Taruni PPI, Perkuat Edukasi Keselamatan di Perlintasan Sebidang

    • calendar_month Jumat, 23 Jan 2026
    • account_circle editor News
    • visibility 133
    • 0Komentar

    Dalam upaya memperkuat budaya keselamatan dan menekan risiko kecelakaan lalu lintas di perlintasan sebidang, PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 7 Madiun menggandeng taruna dan taruni Politeknik Perkeretaapian Indonesia (PPI) Madiun untuk menggelar Sosialisasi Keselamatan dan Keamanan Perjalanan Kereta Api. KAI Daop 7 Madiun Gandeng Taruna dan Taruni PPI, Perkuat Edukasi Keselamatan di Perlintasan […]

  • Urusan Bisnis Lancar, Cara Profesional Kirim Paket Ke Luar Negeri Berupa Dokumen Legal

    Urusan Bisnis Lancar, Cara Profesional Kirim Paket Ke Luar Negeri Berupa Dokumen Legal

    • calendar_month Sabtu, 11 Apr 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 62
    • 0Komentar

    Pastikan dokumen kontrak dan visa Anda aman tanpa cacat. Pelajari standar penanganan profesional saat kirim paket ke luar negeri berupa dokumen legal yang sensitif. Mengapa Pengiriman Dokumen Legal Membutuhkan Perhatian Ekstra? Dibandingkan dengan pengiriman barang komersial atau paket pribadi biasa, mengirimkan dokumen fisik berskala resmi memiliki tingkat risiko operasional yang jauh lebih sensitif. Saat Anda […]

expand_less