Breaking News
light_mode
Beranda » Ekonomi » Ketika Mantan PETI Bersama-sama Membangun Pongkor

Ketika Mantan PETI Bersama-sama Membangun Pongkor

  • account_circle vritimes
  • calendar_month Senin, 2 Mar 2026
  • visibility 37
  • comment 0 komentar

Bogor – Penambang Tanpa Izin (PETI) menjadi permasalahan di banyak wilayah tambang, praktik penambangan ilegal yang tidak hanya menimbulkan keresahan lingkungan dan sosial, tetapi tak jarang membahayakan nyawa. Tak terkecuali di wilayah Pongkor, Kabupaten Bogor, isu PETI bergulir sejak lama.

Namun, seiring waktu, kesadaran baru tumbuh. Tidak sedikit mantan PETI yang mulai menyadari banyaknya sisiko yang muncul dari pekerjaan yang dilakukan. Di berbagai sudut desa sekitar Pongkor, muncul kegelisahan yang sama, keinginan untuk menemukan penghidupan yang lebih aman dan berkelanjutan.

Kampung Cisangku, Desa Malasari, Kecamatan Nanggung, menjadi salah satu cermin perubahan tersebut. Kawasan yang berada dalam bentang Taman Nasional Gunung Halimun Salak ini pernah menghadapi tekanan sosial ekonomi yang kuat.

Sebagian warga kala itu menggantungkan hidup pada aktivitas yang beririsan dengan pembalakan liar dan penambangan ilegal. Hutan menjadi ruang yang rentan, sementara masyarakat berada dalam situasi yang serba terbatas.

Di tengah situasi itulah Hendrik mulai bergerak dengan niat untuk kembali membangun desa agar kembali memberikan manfaat bagi masyarakatnya.

“Di Pongkor dulu isu penambang liar itu seperti hal yang biasa terdengar. Banyak orang melihatnya sebagai pilihan hidup, tapi semakin dijalani, saya merasa itu bukan sesuatu yang baik untuk jangka panjang. Risiko besar, hasil tidak pasti, hidup juga penuh rasa khawatir,” ujar Hendrik.

Kesadaran itu menjadi titik balik. Bersama masyarakat, Hendrik terlibat dalam penguatan Kelompok Model Kampung Konservasi Cisangku, sebuah ruang kolektif yang perlahan menggeser orientasi dari eksploitasi menuju pelestarian. Perubahan tersebut kemudian menemukan momentumnya melalui kolaborasi berbagai pihak, termasuk program pemberdayaan masyarakat yang dijalankan PT Antam (Persero) Tbk UBPE Pongkor.

Melalui Program Pepeling Cisangku, masyarakat diperkenalkan pada alternatif mata pencaharian yang bertumpu pada konservasi dan pemulihan lingkungan. Persemaian bibit tanaman endemik, pengembangan pupuk bokashi, hingga inovasi pupuk hayati mikoriza menjadi bagian dari ekosistem baru yang dibangun bersama.

Lahan yang dahulu menyimpan jejak aktivitas PETI kini menampilkan pemandangan berbeda. Bibit-bibit tanaman tumbuh teratur dalam polybag. Aktivitas yang berjalan bukan lagi menggali, melainkan menanam. Bagi masyarakat, perubahan itu menghadirkan stabilitas baru sekaligus rasa aman yang sebelumnya jarang dirasakan.

“Sekarang kami belajar melihat alam dengan cara yang berbeda. Dulu mungkin orang berpikir bagaimana mengambil dari hutan. Sekarang kami justru merawat dan menanam. Ada rasa bangga ketika melihat pohon tumbuh di tempat yang dulu rusak.” lanjut Hendrik.

Transformasi di Cisangku tidak hanya mengubah lanskap fisik, tetapi juga struktur sosial dan ekonomi warga. Kegiatan produktif melibatkan lebih banyak elemen masyarakat, dari kelompok ibu ibu hingga pemuda desa. Potensi alam berkembang menjadi ruang eduekowisata, sementara aktivitas konservasi menciptakan sumber penghidupan alternatif yang lebih stabil.

Cerita perubahan di Pongkor tidak berhenti di Cisangku. Di desa lain yang masih berada dalam bentang wilayah yang sama, kisah serupa tumbuh dengan warna berbeda.

Sudin, yang lebih dikenal sebagai Kang Gemer, adalah salah satu di antaranya. Lahir dan besar di Kampung Parigi, Desa Cisarua, Kang Gemer pernah menjalani kehidupan sebagai gurandil dalam kurun waktu yang panjang. Selama bertahun tahun, aktivitas PETI menjadi bagian dari realitas hidupnya. Namun perjalanan waktu membawa refleksi yang tak terhindarkan.

“Dulu saya berpikir yang penting bisa bekerja dan ada penghasilan, Tapi lama lama terasa, pekerjaan itu penuh risiko. Bukan cuma soal keselamatan, tapi juga kesehatan dan keluarga. Ada rasa khawatir yang terus mengikuti.” ujar Kang Gemer.

Keputusan untuk beralih profesi menjadi titik balik penting dalam hidupnya. Melalui Program Sistem Pengembangan Usaha dan Perlindungan Lingkungan Cisarua atau Sundung Cisarua yang dijalankan Antam UBPE Pongkor, Kang Gemer mulai mengenal dunia yang sepenuhnya berbeda: peternakan.

Dari serangkaian pelatihan dan pendampingan, ia menapaki usaha budidaya domba. Aktivitas yang awalnya asing perlahan menjadi sumber penghidupan yang stabil sekaligus ruang pembelajaran baru.

“Beternak domba memberi saya rasa yang berbeda, Ada kepastian yang dulu tidak saya rasakan. Kami bisa merencanakan, bisa mengembangkan. Hidup terasa lebih tenang.” Lanjut Kang Gemer.

Seiring waktu, peran Kang Gemer berkembang melampaui dirinya sendiri. Ia dikenal sebagai mantri domba, aktif berbagi pengetahuan kepada warga dan bahkan menjadi narasumber di berbagai kegiatan pelatihan. Kisahnya menjadi contoh nyata bagaimana perubahan individu dapat memicu perubahan sosial yang lebih luas.

Baik di Cisangku maupun Cisarua, benang merahnya serupa. Kesadaran, ketika bertemu dengan kesempatan dan dukungan yang tepat, mampu menggeser arah hidup. Dari aktivitas berisiko tinggi menuju penghidupan yang lebih aman, dari eksploitasi menuju keberlanjutan.

Sekretaris Perusahaan Antam, Wisnu Danandi Haryanto menyebutkan, upaya pengelolaan lingkungan di sekitar wilayah operasi menjadi tanggung jawab dan bagian yang integral dari bisnis Antam. Di Pongkor, Antam bersama masyarakat bersinergi untuk bersama-sama menjaga kelestarian lingkungan dan kemandirian masyarakat melalui berbagai program tanggung jawab sosial dan lingkungan.

Pelibatan para mantan PETI menjadi bagian dari upaya perusahaan tambang tersebut untuk meningkatkan kesadaran masyarakat pentingnya menjaga lingkungan dan memingkatkan perekonomian melalui cara yang harmonis dengan alam.

“Melalui berbagai program inovasi sosial yang dilakukan UBPE Pongkor, kami bersama masyarakat termasuk para mantan PETI berjalan bersama untuk membangun Pongkor menjadi desa yang mandiri dan hijau,” kata Wisnu.

Wisnu menegaskan, komitmen para mantan PETI dalam membangun Pongkor sangatlah penting karena alam yang ada saat ini bukan hanya untuk generasi saat ini, tetapi perlu dilestarikan demi generasi yang akan datang.

“Kami sangat bersyukur tidak sedikit mantan PETI yang sudah bergerak bersama untuk membangun Pongkor. Kami berkomitmen untuk terus bersama-sama memajukan perekonomian wilayah sejalan dengan pengelolaan lingkungan yang baik demi masa depan yang lebih baik,” tutup Wisnu.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

  • Penulis: vritimes

Rekomendasi Untuk Anda

  • Sandwich Generation Hadapi Tekanan Finansial Berlapis, Perlindungan Jadi Semakin Penting

    Sandwich Generation Hadapi Tekanan Finansial Berlapis, Perlindungan Jadi Semakin Penting

    • calendar_month 18 jam yang lalu
    • account_circle vritimes
    • visibility 4
    • 0Komentar

    Jakarta, 20 Juli 2026 – Bagi sebagian masyarakat Indonesia, menjadi tulang punggung keluarga tidak lagi berarti hanya memenuhi kebutuhan pasangan dan anak. Banyak masyarakat usia produktif turut memenuhi kebutuhan orang tua yang memasuki usia lanjut, bahkan anggota keluarga lainnya. Kondisi yang dikenal sebagai sandwich generation ini membuat banyak keluarga menghadapi tekanan finansial yang semakin kompleks, […]

  • Universitas Brawijaya Perkuat Posisi sebagai Pusat Unggulan Cybersecurity Indonesia Lewat Kemitraan Strategis dengan Positive Technologies

    Universitas Brawijaya Perkuat Posisi sebagai Pusat Unggulan Cybersecurity Indonesia Lewat Kemitraan Strategis dengan Positive Technologies

    • calendar_month Kamis, 28 Mei 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 13
    • 0Komentar

    Universitas Brawijaya (UB) resmi menandatangani perjanjian kerja sama dengan Positive Technologies, perusahaan keamanan siber terkemuka asal Rusia, dalam rangkaian Forum Ekonomi Internasional Russia–Islamic World: KazanForum 2026. Penandatanganan MoU di forum internasional ini juga dilakukan oleh Universitas Padjajaran (UNPAD), Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), Politeknik Manufaktur Bandung (Polman), Institut Teknologi dan Sains Mandala (ITSM), dan Universitas Darul […]

  • Dolar Perkasa Tekan Minyak WTI, Harga Berisiko Lanjutkan Penurunan

    Dolar Perkasa Tekan Minyak WTI, Harga Berisiko Lanjutkan Penurunan

    • calendar_month Senin, 25 Mei 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 12
    • 0Komentar

    Harga minyak mentah jenis West Texas Intermediate (WTI) diperkirakan masih akan bergerak dalam tekanan pada perdagangan hari Senin (25/5), seiring dominasi sentimen negatif yang masih kuat di pasar energi global. Berdasarkan analisis Dupoin Futures yang disampaikan oleh analis Geraldo Kofit, pergerakan harga WTI pada timeframe daily menunjukkan kecenderungan tren bearish yang semakin jelas, dengan peluang […]

  • Tingkatkan Kesadaran Keselamatan dan Antipelecehan, KAI Daop 9 Jember Edukasi 1.000 Siswa SMAN Kalisat

    Tingkatkan Kesadaran Keselamatan dan Antipelecehan, KAI Daop 9 Jember Edukasi 1.000 Siswa SMAN Kalisat

    • calendar_month Kamis, 26 Feb 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 69
    • 0Komentar

    PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 9 Jember terus berkomitmen membangun budaya sadar keselamatan bertransportasi sejak dini. Komitmen ini diwujudkan melalui kegiatan “KAI Goes to School” yang digelar di SMA Negeri Kalisat pada Rabu (25/2). Acara ini diikuti dengan antusias oleh sekitar 1.000 siswa-siswi beserta jajaran guru sekolah setempat. Jember, 25 Februari 2026 – […]

  • KAI Bandara dan Paguyuban Wartawan Kulon Progo Salurkan Bantuan Sembako dalam Rangka Hari Pers Nasional 2026

    KAI Bandara dan Paguyuban Wartawan Kulon Progo Salurkan Bantuan Sembako dalam Rangka Hari Pers Nasional 2026

    • calendar_month Rabu, 11 Feb 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 58
    • 0Komentar

    Dalam rangka memperingati Hari Pers Nasional (HPN) 2026, PT Railink (KAI Bandara) bersama Paguyuban Wartawan Kulon Progo menyalurkan bantuan paket sembako kepada masyarakat di wilayah Nanggulan, Kabupaten Kulon Progo, pada Minggu (9/2). Sebanyak kurang lebih 50 kepala keluarga menerima bantuan paket sembako yang diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan pokok masyarakat serta mempererat hubungan antara perusahaan, […]

  • Telkom AI Center Padang Tegaskan AI sebagai Mitra Transformasi Fesyen dan Kriya Tanpa Menghilangkan Nilai Karya

    Telkom AI Center Padang Tegaskan AI sebagai Mitra Transformasi Fesyen dan Kriya Tanpa Menghilangkan Nilai Karya

    • calendar_month Selasa, 24 Feb 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 42
    • 0Komentar

    Di tengah pesatnya perkembangan kecerdasan buatan, pertanyaan tentang nilai karya khususnya di sektor fesyen, kriya, dan aneka menjadi semakin relevan. Apakah teknologi akan menggerus makna karya, atau justru membuka ruang transformasi baru? Isu inilah yang diangkat dalam AI Connect Offline Series: Fesyen, Kriya, dan Aneka di Era AI: Nilai yang Terancam atau Bertransformasi? yang diselenggarakan […]

expand_less