Breaking News
light_mode
Beranda » Ekonomi » Ketika Mantan PETI Bersama-sama Membangun Pongkor

Ketika Mantan PETI Bersama-sama Membangun Pongkor

  • account_circle adm9l9jps
  • calendar_month 4 jam yang lalu
  • visibility 5
  • comment 0 komentar

Bogor – Penambang Tanpa Izin (PETI) menjadi permasalahan di banyak wilayah tambang, praktik penambangan ilegal yang tidak hanya menimbulkan keresahan lingkungan dan sosial, tetapi tak jarang membahayakan nyawa. Tak terkecuali di wilayah Pongkor, Kabupaten Bogor, isu PETI bergulir sejak lama.

Namun, seiring waktu, kesadaran baru tumbuh. Tidak sedikit mantan PETI yang mulai menyadari banyaknya sisiko yang muncul dari pekerjaan yang dilakukan. Di berbagai sudut desa sekitar Pongkor, muncul kegelisahan yang sama, keinginan untuk menemukan penghidupan yang lebih aman dan berkelanjutan.

Kampung Cisangku, Desa Malasari, Kecamatan Nanggung, menjadi salah satu cermin perubahan tersebut. Kawasan yang berada dalam bentang Taman Nasional Gunung Halimun Salak ini pernah menghadapi tekanan sosial ekonomi yang kuat.

Sebagian warga kala itu menggantungkan hidup pada aktivitas yang beririsan dengan pembalakan liar dan penambangan ilegal. Hutan menjadi ruang yang rentan, sementara masyarakat berada dalam situasi yang serba terbatas.

Di tengah situasi itulah Hendrik mulai bergerak dengan niat untuk kembali membangun desa agar kembali memberikan manfaat bagi masyarakatnya.

“Di Pongkor dulu isu penambang liar itu seperti hal yang biasa terdengar. Banyak orang melihatnya sebagai pilihan hidup, tapi semakin dijalani, saya merasa itu bukan sesuatu yang baik untuk jangka panjang. Risiko besar, hasil tidak pasti, hidup juga penuh rasa khawatir,” ujar Hendrik.

Kesadaran itu menjadi titik balik. Bersama masyarakat, Hendrik terlibat dalam penguatan Kelompok Model Kampung Konservasi Cisangku, sebuah ruang kolektif yang perlahan menggeser orientasi dari eksploitasi menuju pelestarian. Perubahan tersebut kemudian menemukan momentumnya melalui kolaborasi berbagai pihak, termasuk program pemberdayaan masyarakat yang dijalankan PT Antam (Persero) Tbk UBPE Pongkor.

Melalui Program Pepeling Cisangku, masyarakat diperkenalkan pada alternatif mata pencaharian yang bertumpu pada konservasi dan pemulihan lingkungan. Persemaian bibit tanaman endemik, pengembangan pupuk bokashi, hingga inovasi pupuk hayati mikoriza menjadi bagian dari ekosistem baru yang dibangun bersama.

Lahan yang dahulu menyimpan jejak aktivitas PETI kini menampilkan pemandangan berbeda. Bibit-bibit tanaman tumbuh teratur dalam polybag. Aktivitas yang berjalan bukan lagi menggali, melainkan menanam. Bagi masyarakat, perubahan itu menghadirkan stabilitas baru sekaligus rasa aman yang sebelumnya jarang dirasakan.

“Sekarang kami belajar melihat alam dengan cara yang berbeda. Dulu mungkin orang berpikir bagaimana mengambil dari hutan. Sekarang kami justru merawat dan menanam. Ada rasa bangga ketika melihat pohon tumbuh di tempat yang dulu rusak.” lanjut Hendrik.

Transformasi di Cisangku tidak hanya mengubah lanskap fisik, tetapi juga struktur sosial dan ekonomi warga. Kegiatan produktif melibatkan lebih banyak elemen masyarakat, dari kelompok ibu ibu hingga pemuda desa. Potensi alam berkembang menjadi ruang eduekowisata, sementara aktivitas konservasi menciptakan sumber penghidupan alternatif yang lebih stabil.

Cerita perubahan di Pongkor tidak berhenti di Cisangku. Di desa lain yang masih berada dalam bentang wilayah yang sama, kisah serupa tumbuh dengan warna berbeda.

Sudin, yang lebih dikenal sebagai Kang Gemer, adalah salah satu di antaranya. Lahir dan besar di Kampung Parigi, Desa Cisarua, Kang Gemer pernah menjalani kehidupan sebagai gurandil dalam kurun waktu yang panjang. Selama bertahun tahun, aktivitas PETI menjadi bagian dari realitas hidupnya. Namun perjalanan waktu membawa refleksi yang tak terhindarkan.

“Dulu saya berpikir yang penting bisa bekerja dan ada penghasilan, Tapi lama lama terasa, pekerjaan itu penuh risiko. Bukan cuma soal keselamatan, tapi juga kesehatan dan keluarga. Ada rasa khawatir yang terus mengikuti.” ujar Kang Gemer.

Keputusan untuk beralih profesi menjadi titik balik penting dalam hidupnya. Melalui Program Sistem Pengembangan Usaha dan Perlindungan Lingkungan Cisarua atau Sundung Cisarua yang dijalankan Antam UBPE Pongkor, Kang Gemer mulai mengenal dunia yang sepenuhnya berbeda: peternakan.

Dari serangkaian pelatihan dan pendampingan, ia menapaki usaha budidaya domba. Aktivitas yang awalnya asing perlahan menjadi sumber penghidupan yang stabil sekaligus ruang pembelajaran baru.

“Beternak domba memberi saya rasa yang berbeda, Ada kepastian yang dulu tidak saya rasakan. Kami bisa merencanakan, bisa mengembangkan. Hidup terasa lebih tenang.” Lanjut Kang Gemer.

Seiring waktu, peran Kang Gemer berkembang melampaui dirinya sendiri. Ia dikenal sebagai mantri domba, aktif berbagi pengetahuan kepada warga dan bahkan menjadi narasumber di berbagai kegiatan pelatihan. Kisahnya menjadi contoh nyata bagaimana perubahan individu dapat memicu perubahan sosial yang lebih luas.

Baik di Cisangku maupun Cisarua, benang merahnya serupa. Kesadaran, ketika bertemu dengan kesempatan dan dukungan yang tepat, mampu menggeser arah hidup. Dari aktivitas berisiko tinggi menuju penghidupan yang lebih aman, dari eksploitasi menuju keberlanjutan.

Sekretaris Perusahaan Antam, Wisnu Danandi Haryanto menyebutkan, upaya pengelolaan lingkungan di sekitar wilayah operasi menjadi tanggung jawab dan bagian yang integral dari bisnis Antam. Di Pongkor, Antam bersama masyarakat bersinergi untuk bersama-sama menjaga kelestarian lingkungan dan kemandirian masyarakat melalui berbagai program tanggung jawab sosial dan lingkungan.

Pelibatan para mantan PETI menjadi bagian dari upaya perusahaan tambang tersebut untuk meningkatkan kesadaran masyarakat pentingnya menjaga lingkungan dan memingkatkan perekonomian melalui cara yang harmonis dengan alam.

“Melalui berbagai program inovasi sosial yang dilakukan UBPE Pongkor, kami bersama masyarakat termasuk para mantan PETI berjalan bersama untuk membangun Pongkor menjadi desa yang mandiri dan hijau,” kata Wisnu.

Wisnu menegaskan, komitmen para mantan PETI dalam membangun Pongkor sangatlah penting karena alam yang ada saat ini bukan hanya untuk generasi saat ini, tetapi perlu dilestarikan demi generasi yang akan datang.

“Kami sangat bersyukur tidak sedikit mantan PETI yang sudah bergerak bersama untuk membangun Pongkor. Kami berkomitmen untuk terus bersama-sama memajukan perekonomian wilayah sejalan dengan pengelolaan lingkungan yang baik demi masa depan yang lebih baik,” tutup Wisnu.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

  • Penulis: adm9l9jps

Rekomendasi Untuk Anda

  • Siswa Kelas 7 BINUS SCHOOL Surabaya Raih Silver Medal di NASPO Lewat Inovasi Pangan Darurat dan AI Pemilah Sampah

    Siswa Kelas 7 BINUS SCHOOL Surabaya Raih Silver Medal di NASPO Lewat Inovasi Pangan Darurat dan AI Pemilah Sampah

    • calendar_month Jumat, 20 Feb 2026
    • account_circle adm9l9jps
    • visibility 5
    • 0Komentar

    Siswa kelas 7 BINUS SCHOOL Surabaya hadirkan solusi inovatif yang berfokus pada isu lingkungan dan ketahanan pangan. Surabaya, 20 Februari 2026 – Siswa kelas 7 BINUS SCHOOL Surabaya kembali menorehkan prestasi membanggakan dengan meraih Silver Medal dalam ajang National Applied Science Project Olympiad (NASPO) 2025. Kompetisi sains terapan ini menjadi wadah bagi pelajar untuk mengembangkan […]

  • KAI Daop 7 Madiun Gandeng Taruna dan Taruni PPI, Perkuat Edukasi Keselamatan di Perlintasan Sebidang

    KAI Daop 7 Madiun Gandeng Taruna dan Taruni PPI, Perkuat Edukasi Keselamatan di Perlintasan Sebidang

    • calendar_month Jumat, 23 Jan 2026
    • account_circle editor News
    • visibility 29
    • 0Komentar

    Dalam upaya memperkuat budaya keselamatan dan menekan risiko kecelakaan lalu lintas di perlintasan sebidang, PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 7 Madiun menggandeng taruna dan taruni Politeknik Perkeretaapian Indonesia (PPI) Madiun untuk menggelar Sosialisasi Keselamatan dan Keamanan Perjalanan Kereta Api. KAI Daop 7 Madiun Gandeng Taruna dan Taruni PPI, Perkuat Edukasi Keselamatan di Perlintasan […]

  • Sambut Libur Imlek 2577, KAI Daop 9 Jember Siap Berikan Layanan Terbaik Bagi Pelanggan

    Sambut Libur Imlek 2577, KAI Daop 9 Jember Siap Berikan Layanan Terbaik Bagi Pelanggan

    • calendar_month Rabu, 18 Feb 2026
    • account_circle adm9l9jps
    • visibility 13
    • 0Komentar

    PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 9 Jember menyatakan kesiapannya dalam melayani masyarakat pada periode libur panjang Tahun Baru Imlek 2577 Kongzili. Untuk mengakomodasi tingginya mobilitas pelanggan, KAI Daop 9 Jember mengoperasikan 24 perjalanan kereta api setiap harinya, dengan total ketersediaan 38.710 tempat duduk untuk keberangkatan selama periode 13 hingga 17 Februari 2026. Jember, […]

  • Final Week #BittimeMiningPoints, Hadirkan Peluang Strategis di Tengah Bear Market

    Final Week #BittimeMiningPoints, Hadirkan Peluang Strategis di Tengah Bear Market

    • calendar_month Jumat, 27 Feb 2026
    • account_circle adm9l9jps
    • visibility 6
    • 0Komentar

    Jakarta, 27 Februari 2026 – Di tengah tekanan harga dan sentimen pasar aset kripto yang lebih berhati-hati, Bittime, platform Pedagang Aset Keuangan Digital (PAKD) Berizin dan diawasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menghadirkan Bittime Mining-Points. Program ini merupakan peluang bagi para trader untuk mengoptimalkan aktivitas mereka sekaligus berkesempatan memperoleh total hadiah hingga Rp1,600,000,000. #BittimeMiningPoints dirancang agar […]

  • LRT Jabodebek: Mengantar Ritme Baru Mobilitas Perkotaan

    LRT Jabodebek: Mengantar Ritme Baru Mobilitas Perkotaan

    • calendar_month Rabu, 4 Feb 2026
    • account_circle Vrit Time
    • visibility 17
    • 0Komentar

    LRT Jabodebek hadir sebagai bagian dari keseharian masyarakat Jabodebek, menghadirkan perjalanan yang teratur, nyaman, dan membentuk ritme baru mobilitas perkotaan yang lebih tertata. Setiap pagi, ribuan langkah bertemu di peron. Ada yang berangkat bekerja, ada yang mengejar waktu, ada pula yang sekadar ingin perjalanan yang lebih tenang. Di tengah dinamika kota yang bergerak cepat, LRT […]

  • Membangun Kekayaan Melalui Literasi Aset Kripto, Belajar dari Konsistensi Strategi Global dan Keunggulan Bitcoin

    Membangun Kekayaan Melalui Literasi Aset Kripto, Belajar dari Konsistensi Strategi Global dan Keunggulan Bitcoin

    • calendar_month Kamis, 12 Feb 2026
    • account_circle adm9l9jps
    • visibility 12
    • 0Komentar

    Jakarta, 12 Februari 2026 – Akhir-akhir ini Michael Saylor, sebagai tokoh sentral di balik transformasi perusahaan Strategy, telah memposisikan dirinya sebagai salah satu pendukung Bitcoin paling vokal di dunia melalui strategi akumulasi yang sangat konsisten. Hingga awal tahun 2026, perusahaan yang dipimpinnya telah memiliki lebih dari 714.644 BTC. Sebuah jumlah yang luar biasa dan menempatkan […]

expand_less