Breaking News
light_mode
Beranda » Ekonomi » Tourism India Showcase 2026 Dorong Kolaborasi Pariwisata India–Indonesia

Tourism India Showcase 2026 Dorong Kolaborasi Pariwisata India–Indonesia

  • account_circle adm9l9jps
  • calendar_month 22 jam yang lalu
  • visibility 5
  • comment 0 komentar

JAKARTA — Kedutaan Besar India di Jakarta menyelenggarakan Tourism India Showcase 2026 di Hotel Aryaduta, Jakarta, Selasa (10/3/2026). Acara ini mempertemukan pejabat pemerintah, pelaku industri pariwisata, asosiasi perjalanan, serta operator tur dari India dan Indonesia untuk membahas peluang kolaborasi sekaligus memperkuat konektivitas pariwisata antara kedua negara.

Dalam sambutan pembukaannya, Duta Besar India untuk Indonesia, Sandeep Chakravorty menekankan bahwa hubungan antara India dan Indonesia memiliki fondasi sejarah dan budaya yang sangat kuat, yang dapat menjadi dasar pengembangan kerja sama pariwisata.

Ia menyoroti bahwa wisatawan India telah menjadi salah satu kontributor utama bagi sektor pariwisata Indonesia.

“Pada tahun lalu sekitar 735.000 wisatawan India berkunjung ke Indonesia, sebagian besar ke Bali. Pertanyaannya sekarang adalah bagaimana kita juga dapat mendorong lebih banyak wisatawan Indonesia untuk berkunjung ke India,” ujarnya.

Dubes Sandeep juga menekankan pentingnya peningkatan konektivitas penerbangan antara kedua negara.

“Pada Juli 2023 kita bahkan belum memiliki satu pun penerbangan langsung antara India dan Indonesia. Sekarang sudah ada beberapa penerbangan setiap hari, tetapi kita masih membutuhkan konektivitas yang lebih kuat, terutama antara ibu kota kedua negara,” katanya.

Ia juga menyebut bahwa India telah memberikan fasilitas e-visa gratis bagi wisatawan Indonesia hingga lima tahun, dan berharap Indonesia dapat mempertimbangkan kebijakan serupa untuk wisatawan India.

Pariwisata sebagai Jembatan Peradaban

Wakil Menteri Pariwisata Republik Indonesia, Ni Luh Puspa dalam pidato pembukaannya menegaskan bahwa pariwisata menjadi salah satu jembatan penting yang menghubungkan masyarakat kedua negara.

“Selama berabad-abad, Indonesia dan India telah terhubung melalui budaya, perdagangan, spiritualitas, dan pertukaran masyarakat,” ujarnya.

Ia juga menyampaikan bahwa India kini menjadi salah satu pasar wisata terbesar bagi Indonesia.

“Tahun 2025 Indonesia menerima lebih dari 734 ribu wisatawan dari India, menjadikan India salah satu kontributor utama bagi pariwisata kita,” katanya.

Namun demikian, ia menilai promosi destinasi Indonesia bagi wisatawan India masih perlu diperluas di luar Bali.

“Sebagian besar wisatawan India masih datang ke Bali. Kita ingin memperkenalkan destinasi lain seperti Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Yogyakarta, termasuk Borobudur, Bromo, dan Banyuwangi,” ujarnya.

Menurutnya, hubungan kedua negara bukan sekadar hubungan diplomatik, melainkan juga hubungan peradaban yang telah terjalin lama.

“Pariwisata bukan hanya tentang perjalanan, tetapi juga menjadi jembatan yang merayakan warisan bersama, harmoni budaya, dan saling menghormati antar peradaban,” tambahnya.

Digitalisasi Pariwisata

Thampy Koshy, Technical Advisor Kementerian Pariwisata India, menyoroti pentingnya digitalisasi dalam membangun ekosistem pariwisata yang lebih terintegrasi.

Menurutnya, wisatawan saat ini masih menghadapi kesulitan karena harus menggunakan banyak platform berbeda untuk merencanakan perjalanan.

“Saat ini wisatawan harus membuka banyak aplikasi atau platform yang berbeda, dan sering kali tidak semuanya dapat dipercaya. Hal ini membuat pengalaman merencanakan perjalanan menjadi rumit,” ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa ke depan diperlukan sistem digital terpadu yang memungkinkan wisatawan merencanakan seluruh perjalanan dalam satu platform.

“Seorang wisatawan seharusnya bisa membuka satu aplikasi, memilih berbagai opsi perjalanan, menyusun paket perjalanan, dan cukup menekan satu tombol untuk memesan semuanya,” kata Koshy.

Strategi Menarik Wisatawan Indonesia ke India

Panel pertama bertajuk “Incredible India: Opportunities for Collaborations in the Tourism Sector” dimoderatori oleh Duta Besar Sandeep Chakravorty.

Panel ini menghadirkan Arie Prasetyo, Sekretaris Deputi Bidang Industri dan Investasi Kementerian Pariwisata Indonesia; Pauline Suharno, President ASTINDO; Atul Gogna dari BCG Consultancy; Amit Kumar dari Shashi Travels & Tours; Ankit Kumar dari Magadh Travels & Tours; serta Hendro Tan, Country Head OYO Indonesia.

Dalam diskusi tersebut, konektivitas penerbangan disebut sebagai faktor utama dalam meningkatkan arus wisatawan antara kedua negara.

“Aturan paling dasar dalam pariwisata adalah konektivitas udara. Ketika jumlah penerbangan meningkat, jumlah wisatawan juga akan meningkat secara langsung,” ujar Atul Gogna.

Ia juga menilai promosi pariwisata perlu difokuskan pada destinasi tertentu terlebih dahulu agar lebih efektif.

“Jangan mencoba mempromosikan seluruh India sekaligus. Pilih satu atau dua destinasi utama, seperti Agra atau Kashi, lalu promosikan secara kuat,” katanya.

Sementara itu, Pauline Suharno menekankan bahwa promosi pariwisata harus dilakukan secara konsisten agar dapat membangun minat pasar.

“Promosi tidak bisa dilakukan hanya sekali. Untuk membangun permintaan pasar biasanya membutuhkan waktu dua hingga tiga tahun,” ujarnya.

Ia juga menyoroti perubahan perilaku wisatawan Indonesia setelah pandemi.

“Wisatawan Indonesia kini lebih sering melakukan perjalanan keluarga lintas generasi, membawa kakek-nenek, orang tua, hingga anak-anak dalam satu perjalanan,” katanya.

Dalam diskusi tersebut juga muncul potensi pengembangan medical tourism ke India yang menawarkan layanan kesehatan dengan biaya lebih terjangkau.

“India memiliki teknologi medis yang maju dengan biaya yang jauh lebih terjangkau, namun masih ada kekhawatiran wisatawan mengenai aspek kebersihan dan keamanan,” ujar Ankit Kumar.

Potensi Destinasi Indonesia bagi Wisatawan India

Panel kedua bertajuk “Wonderful Indonesia: An Outlook of Indonesian Tourism Industry 2026 and Beyond” dimoderatori oleh Manoj Bhat, Honorary Consul of India di Surabaya.

Diskusi ini menghadirkan Hanung Triyono, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Jawa Tengah; Heli Suyanto, Wakil Wali Kota Batu; Sachin Gopalan, Founder Indonesia Economic Forum; Hairani Tarigan, Vice Secretary General ASITA; Yohanes Susanto, Ketua ASPPI; Mardijono Nugroho, Direktur PT Taman Wisata Candi Borobudur; serta Evy Afianasari, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Jawa Timur.

Hanung Triyono menekankan bahwa Jawa Tengah memiliki hubungan historis yang kuat dengan India melalui warisan budaya dan agama.

“Jawa Tengah menunjukkan kuatnya hubungan sejarah antara Indonesia dan India, yang tercermin dari keberadaan Candi Borobudur dan Candi Prambanan,” ujarnya.

Sementara itu, Wakil Wali Kota Batu Heli Suyanto mempromosikan Kota Batu sebagai destinasi wisata yang menawarkan kombinasi wisata alam dan buatan.

“Kota Batu dikenal sebagai kota wisata sejak zaman Belanda, bahkan pernah dijuluki ‘Little Switzerland of East Java’,” katanya.

Sachin Gopalan menyoroti potensi festival tourism sebagai strategi untuk menarik wisatawan internasional.

“Festival dapat menarik pengunjung dari berbagai negara. Contohnya Java Jazz Festival yang mampu mendatangkan puluhan ribu pengunjung,” ujarnya.

Ia juga mengusulkan pengembangan festival seni pertunjukan yang melibatkan Indonesia dan India untuk memperkuat pertukaran budaya.

Sementara itu, Evy Afianasari menekankan potensi Jawa Timur sebagai bagian dari paket perjalanan wisata yang terintegrasi.

“Wisatawan India sangat tertarik pada paket perjalanan yang menghubungkan Bali, Jawa Timur, dan Yogyakarta dalam satu perjalanan,” ujarnya.

Memperkuat Kemitraan Pariwisata

Melalui forum ini, pemerintah dan pelaku industri dari kedua negara berharap dapat memperkuat kerja sama pariwisata, meningkatkan konektivitas perjalanan, serta membuka peluang kolaborasi baru dalam mempromosikan destinasi wisata India dan Indonesia kepada pasar yang lebih luas.

Dengan potensi wisata budaya, spiritual, alam, hingga kesehatan yang dimiliki kedua negara, kerja sama pariwisata India dan Indonesia diharapkan tidak hanya meningkatkan arus wisatawan, tetapi juga memperkuat hubungan masyarakat dan pertukaran budaya antara kedua bangsa.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

  • Penulis: adm9l9jps

Rekomendasi Untuk Anda

  • KAI Daop 4 Semarang Pastikan Kesehatan Petugas Prasarana Selama Penanganan Genangan di Pekalongan

    KAI Daop 4 Semarang Pastikan Kesehatan Petugas Prasarana Selama Penanganan Genangan di Pekalongan

    • calendar_month Senin, 19 Jan 2026
    • account_circle editor News
    • visibility 26
    • 0Komentar

    ​KAI Daop 4 Semarang terus berupaya maksimal dalam melakukan proses normalisasi jalur kereta api di Pekalongan yang terdampak banjir selama dua hari terakhir. ​KAI Daop 4 Semarang terus berupaya maksimal dalam melakukan proses normalisasi jalur kereta api di Pekalongan yang terdampak banjir selama dua hari terakhir. Di tengah tantangan cuaca ekstrim, KAI memberikan perhatian khusus […]

  • Waringin Megah General Contractor Tegaskan Komitmen Dengan Perkuat Standar Kualitas dan SDM

    Waringin Megah General Contractor Tegaskan Komitmen Dengan Perkuat Standar Kualitas dan SDM

    • calendar_month Rabu, 18 Feb 2026
    • account_circle adm9l9jps
    • visibility 7
    • 0Komentar

    Di tengah persaingan industri konstruksi yang semakin dinamis, Waringin Megah General Contractor menegaskan komitmennya sebagai perusahaan kontraktor nasional yang mengedepankan kualitas, keselamatan kerja, serta pengembangan sumber daya manusia (SDM) secara berkelanjutan. Berdiri sejak 1987, Waringin Megah memulai perjalanan bisnisnya dengan mengerjakan proyek- proyek pengembangan internal sebelum berkembang dan menangani berbagai proyek berskala nasional, khususnya di […]

  • BINUS Perkuat Dampak Global: Professor BINUS Business School Raih Pengakuan Global sebagai Top 50 Most Influential People in Tacit Knowledge Management 2025

    BINUS Perkuat Dampak Global: Professor BINUS Business School Raih Pengakuan Global sebagai Top 50 Most Influential People in Tacit Knowledge Management 2025

    • calendar_month Kamis, 26 Feb 2026
    • account_circle adm9l9jps
    • visibility 9
    • 0Komentar

    BINUS kembali mencatatkan pencapaian luar biasa di tingkat internasional. Prof. Dr. Elidjen, S.Kom., MInfoCommTech., CKM, Professor of Knowledge Management di BINUS Business School, meraih pengakuan global sebagai salah satu dari Top 50 Most Influential People in Tacit Knowledge Management (TKM) 2025. Penghargaan ini diberikan kepada para profesional dan akademisi dunia yang dinilai memiliki kontribusi signifikan dalam […]

  • Skor ESG Tinggi dan Free Float Saham Kuat, WIKA Beton Wakili  Emiten Indonesia Berstandar Global

    Skor ESG Tinggi dan Free Float Saham Kuat, WIKA Beton Wakili Emiten Indonesia Berstandar Global

    • calendar_month Jumat, 13 Feb 2026
    • account_circle adm9l9jps
    • visibility 12
    • 0Komentar

    PT Wijaya Karya Beton Tbk (WIKA Beton) kian mengukuhkan reputasinya di kancah internasional lewat capaian skor Environmental, Social, and Governance (ESG) sebesar 71 dari 100 dalam penilaian S&P Global Corporate Sustainability Assessment (CSA) yang diumumkan pada 6 Februari 2026. Skor tersebut menempatkan WIKA Beton di kelompok teratas perusahaan industri material konstruksi global dan mempertegas posisinya […]

  • PT RPN melalui Pusat Penelitian Karet Salurkan Bantuan TJSL bagi Masyarakat Terdampak Banjir di Aceh Tamiang

    PT RPN melalui Pusat Penelitian Karet Salurkan Bantuan TJSL bagi Masyarakat Terdampak Banjir di Aceh Tamiang

    • calendar_month Jumat, 23 Jan 2026
    • account_circle editor News
    • visibility 26
    • 0Komentar

    Aceh Tamiang – Holding Perkebunan Nusantara PTPN III (Persero) melalui entitasnya, PT Riset Perkebunan Nusantara (RPN) Cabang Pusat Penelitian Karet, menyalurkan bantuan kemanusiaan kepada masyarakat terdampak banjir di Kabupaten Aceh Tamiang, Provinsi Aceh, melalui Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL). Kegiatan ini merupakan wujud kepedulian dan tanggung jawab sosial institusi dalam membantu masyarakat yang […]

  • Netanyahu Menggila di PBB: Sebut Negara Palestina Sebagai ‘Bunuh Diri Nasional’ Israel, Tuding Eropa Dukung Teroris!

    Netanyahu Menggila di PBB: Sebut Negara Palestina Sebagai ‘Bunuh Diri Nasional’ Israel, Tuding Eropa Dukung Teroris!

    • calendar_month Sabtu, 27 Sep 2025
    • account_circle redaktur reputasi
    • visibility 90
    • 0Komentar

    New York, ReputasiPlus.com – Dunia internasional kembali diguncang oleh pernyataan kontroversial Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, dalam pidato panasnya di hadapan Sidang Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Jumat (26/9) waktu setempat. Dalam nada tinggi dan penuh kemarahan, Netanyahu menuduh negara-negara Eropa yang mengakui negara Palestina sebagai “pengkhianat yang mendorong Israel ke jurang bunuh diri nasional.” Netanyahu […]

expand_less