Breaking News
light_mode
Beranda » Nasional » BINUS University Bekasi Gelar Research Roadmap Session Living Lab Greening Corridors Indonesia–Netherlands

BINUS University Bekasi Gelar Research Roadmap Session Living Lab Greening Corridors Indonesia–Netherlands

  • account_circle Vrit Time
  • calendar_month Selasa, 27 Jan 2026
  • visibility 90
  • comment 0 komentar

BINUS University Kampus Bekasi menjadi tuan rumah penyelenggaraan Research Roadmap Session Living Lab Greening Corridors Indonesia–Netherlands (LLGCI-NL), sebuah forum kolaboratif internasional yang mempertemukan akademisi, industri, dan pemerintah dari Indonesia dan Belanda dalam rangka merumuskan peta jalan riset bersama di bidang logistik berkelanjutan.

Kegiatan ini merupakan bagian dari penguatan kerja sama Triple Helix antara perguruan tinggi, sektor industri, dan institusi pemerintah untuk mendorong inovasi di sektor logistik melalui pendekatan living lab, yaitu riset yang dilakukan langsung pada konteks dunia nyata dengan melibatkan para pemangku kepentingan.

Acara dibuka dengan sambutan dari BINUS University, dilanjutkan dengan keynote speech dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) serta HAN University of Applied Sciences, Belanda. Dalam paparannya, BRIN menekankan pentingnya penerapan green logistics sebagai respons terhadap tingginya kontribusi sektor transportasi terhadap emisi karbon di Indonesia, yang mencapai sekitar 19,2% dari total emisi nasional. Praktik logistik hijau dinilai krusial untuk mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 12 (Responsible Consumption and Production) dan SDG 13 (Climate Action).

Sementara itu, perwakilan dari HAN University of Applied Sciences, Erik van Zanten, memaparkan peluang pendanaan riset dari skema EU–ASEAN yang mendukung model kolaborasi Triple Helix, khususnya pada bidang Technical and Vocational Education and Training (TVET). Skema ini membuka peluang pendanaan hingga €180.000 untuk proyek-proyek riset terapan yang berfokus pada infrastruktur logistik, green logistics, dan smart logistics.

Melalui sesi project mapping dan diskusi kelompok, para peserta merumuskan tiga grand themes utama, yaitu Infrastructure Optimization, Green Logistics, dan Smart Logistics. Ketiga tema ini diharapkan menjadi fondasi pengembangan riset kolaboratif selama tiga tahun ke depan (2026–2028), dengan fokus pada isu-isu utama seperti tingginya biaya logistik nasional, rendahnya adopsi teknologi, fragmentasi rantai pasok, serta tantangan emisi karbon dan keberlanjutan lingkungan.

Sebagai penutup rangkaian acara, dilakukan signing ceremony sebagai simbol komitmen para anggota konsorsium LLGCI-NL dalam mengimplementasikan peta jalan riset yang telah disepakati bersama. Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi tonggak penting dalam memperkuat ekosistem riset logistik berkelanjutan serta meningkatkan daya saing sektor logistik Indonesia di tingkat global.

Dengan pendekatan living lab, LLGCI-NL tidak hanya berfokus pada pengembangan riset, tetapi juga pada pelibatan aktif mahasiswa melalui tesis, magang, studi kasus, dan proyek terapan, sehingga mampu menjembatani kesenjangan antara dunia akademik dan kebutuhan industri secara nyata.

Tentang LLGCI-NL Living Lab Greening Corridors Indonesia–Netherlands (LLGCI-NL) merupakan inisiatif kolaboratif internasional yang bertujuan mengembangkan solusi inovatif di bidang logistik berkelanjutan melalui kerja sama antara universitas, industri, dan pemerintah di Indonesia dan Belanda. Inisiatif ini berfokus pada penguatan infrastruktur logistik, transisi energi, digitalisasi, serta pengurangan emisi karbon dalam rantai pasok. Inisiatif ini digaungi oleh empat founding fathers yaitu Binus University melalui Business Management program di kampus Binus @Bekasi, HAN University of Applied Sciences, Belanda, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), dan Cikarang Dry Port. Berbagai institusi pendidikan, pemerintah serta industri telah bergabung sebagai anggota dari living lab ini demi memajukan rantai pasok berkelanjutan di Indonesia.

Press release ini juga sudah tayang di VRITIMES

  • Penulis: Vrit Time

Rekomendasi Untuk Anda

  • Respons Pertumbuhan Industri Konsumsi Nasional, KAI Logistik Tambah Kapasitas Angkut Kontainer

    Respons Pertumbuhan Industri Konsumsi Nasional, KAI Logistik Tambah Kapasitas Angkut Kontainer

    • calendar_month Jumat, 6 Mar 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 63
    • 0Komentar

    Menjawab meningkatnya kebutuhan distribusi sektor industri konsumsi nasional, PT Kereta Api Logistik (KAI Logistik) mengambil langkah strategis dengan meningkatkan kapasitas angkut kontainer pada layanan KALOG Plus, khususnya rangkaian KA KALOG 3. Kebijakan ini menjadi bagian dari upaya perusahaan dalam menjaga ketahanan pasokan serta mendorong efisiensi distribusi barang, terutama untuk sektor Fast Moving Consumer Goods (FMCG). […]

  • Emas Masih di Jalur Penguatan, Kombinasi Sentimen Safe-Haven dan Sinyal Teknikal Buka Peluang Menuju .220

    Emas Masih di Jalur Penguatan, Kombinasi Sentimen Safe-Haven dan Sinyal Teknikal Buka Peluang Menuju $5.220

    • calendar_month Senin, 23 Feb 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 62
    • 0Komentar

    Harga emas dunia menunjukkan kecenderungan melanjutkan penguatan pada perdagangan hari ini, didorong oleh kombinasi sentimen fundamental dan sinyal teknikal yang mendukung tren kenaikan. Berdasarkan analisis harian oleh Andy Nugraha selaku analis Dupoin Futures mengungkapkan bahwa lonjakan harga emas yang terjadi baru-baru ini dipicu oleh perlambatan pertumbuhan ekonomi Amerika Serikat dan meningkatnya tekanan inflasi. Data terbaru dari […]

  • Jajaki Peluang Bisnis Baru Pengiriman Hewan Ternak, KAI Logistik Teken MoU dengan Bogantara

    Jajaki Peluang Bisnis Baru Pengiriman Hewan Ternak, KAI Logistik Teken MoU dengan Bogantara

    • calendar_month Sabtu, 9 Mei 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 33
    • 0Komentar

    Dalam upaya memperluas layanan pengiriman logistik nasional, KAI Logistik, anak usaha PT Kereta Api Indonesia (Persero), resmi menjalin kerja sama strategis melalui penandatanganan nota kesepahaman (MoU) dengan PT Bogantara Indo Transport (Bogantara) pada Kamis (07/05). Kolaborasi ini menjadi langkah awal yang penting dalam pengembangan layanan pengiriman komoditas baru, khususnya hasil bumi dan hewan ternak. Kerja […]

  • UMKM Go Global: Strategi Kirim Paket Ke Luar Negeri dengan Aman dan Terjangkau

    UMKM Go Global: Strategi Kirim Paket Ke Luar Negeri dengan Aman dan Terjangkau

    • calendar_month Rabu, 1 Apr 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 47
    • 0Komentar

    Tingkatkan skala bisnis UMKM Anda ke pasar global. Temukan strategi kirim paket ke luar negeri yang aman, cepat, dan tetap menjaga margin keuntungan bisnis Anda. Peluang Emas Ekspor Bagi Pelaku UMKM Lokal Saat ini, peluang untuk menembus pasar internasional semakin terbuka lebar bagi para pelaku bisnis lokal di Indonesia. Berkat pesatnya perkembangan marketplace global dan […]

  • Bitcoin Sentuh Level Tertinggi 5 Minggu, FLOQ Lihat Momentum Positif Masih Terbuka

    Bitcoin Sentuh Level Tertinggi 5 Minggu, FLOQ Lihat Momentum Positif Masih Terbuka

    • calendar_month Minggu, 26 Jul 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 23
    • 0Komentar

    Jakarta, 26 Juli 2026 — Harga Bitcoin bergerak fluktuatif setelah sempat menyentuh level tertinggi dalam lima minggu di kisaran US$66.400–US$66.500 pada 21 Juli 2026. Namun, penguatan tersebut tertahan setelah BTC terkoreksi ke area US$65.600–US$65.700 pada 22 Juli 2026.  Koreksi terjadi seiring lonjakan harga minyak dunia, dengan WTI menembus US$85 per barel dan Brent mendekati US$90 per barel. Kondisi ini kembali memicu kekhawatiran pasar terhadaptekanan inflasi global dan arah kebijakan suku bunga The Fed.  CEO dan Founder FLOQ, Yudhono Rawis, menilai koreksi Bitcoin tidak serta-merta menghapus peluang penguatan, tetapi pasar membutuhkan konfirmasi yang lebih kuat dari faktor makro dan arus dana institusional.  “Koreksi setelah Bitcoin menyentuh level tertinggi lima minggu adalah hal yang wajar, terutama ketika pasar menghadapi tekanan dari harga minyak dan geopolitik. Peluang penguatan tetap terbuka, tetapi pasar membutuhkan dukungan yang lebih solid, baik dari stabilisasi makro, meredanya risiko energi, maupun keberlanjutan inflow institusional,” ujar Yudho.  Menurut Yudho, harga minyak kini menjadi salah satu indikator penting yang perlu diperhatikan pelaku pasar dalam membaca arah Bitcoin jangka pendek. Selama tekanan energi dan eskalasigeopolitik masih berlangsung, volatilitas pasar kripto berpotensi tetap tinggi.  “Dalam kondisi saat ini, harga minyak menjadi variabel yang sangat penting untuk diperhatikan. Jika kenaikan harga energi berlanjut dan kembali mendorong kekhawatiran inflasi, ekspektasiterhadap arah suku bunga The Fed juga bisa berubah. Dampaknya dapat langsung terasa pada aset berisiko seperti Bitcoin,” jelasnya.  Menurut data riset Market Outlook FLOQ, level US$66.500 menjadi resistance jangka pendek Bitcoin setelah dua kali gagal ditembus sepanjang bulan ini. Sementara itu, area US$64.000 menjadisupport penting yang perlu diperhatikan pelaku pasar.  Harga Minyak dan Geopolitik Jadi Fokus  Data FLOQ mencatat eskalasi konflik AS-Iran menjadi salah satu faktor utama yang mendorong kenaikan harga minyak. Selama tekanan geopolitik dan risiko pasokan energi belum mereda, hargaminyak diperkirakan tetap menjadi variabel penting yang memengaruhi pergerakan Bitcoin dalam jangka pendek.  “Dalam kondisi saat ini, harga minyak menjadi indikator penting untuk membaca arah Bitcoin. […]

  • Apa Itu Social Trading? Cara Kerja dan Keuntungannya

    Apa Itu Social Trading? Cara Kerja dan Keuntungannya

    • calendar_month Jumat, 29 Mei 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 30
    • 0Komentar

    Perkembangan teknologi digital telah mengubah lanskap industri keuangan secara revolusioner, terutama dalam cara masyarakat mengakses dan berinteraksi dengan pasar modal. Salah satu inovasi paling transformatif yang kini tengah menjadi tren global adalah social trading. Konsep ini berhasil meruntuhkan tembok pembatas yang selama ini membuat dunia perdagangan finansial terkesan eksklusif, rumit, dan hanya bisa diakses oleh […]

expand_less