Breaking News
light_mode
Beranda » Ekonomi » Indonesia–India Perkuat Kerja Sama Restorasi Kompleks Candi Prambanan

Indonesia–India Perkuat Kerja Sama Restorasi Kompleks Candi Prambanan

  • account_circle Vrit Time
  • calendar_month Rabu, 18 Mar 2026
  • visibility 92
  • comment 0 komentar

Indonesia dan India memperkuat kerja sama pelestarian warisan budaya melalui rencana restorasi kompleks Candi Prambanan. Hal ini dibahas dalam pertemuan antara Menteri Kebudayaan Indonesia Fadli Zon dan tim restorasi dari Archaeological Survey of India (ASI) di Kompleks Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Jakarta, Senin (16/3/2026).

Pertemuan tersebut menjadi langkah lanjutan dari kolaborasi kedua negara dalam konservasi situs bersejarah, sekaligus menegaskan komitmen bersama untuk menjaga salah satu kawasan warisan budaya terpenting di Asia Tenggara.

Prambanan sebagai Lanskap Budaya yang Terhubung

Dalam pertemuan itu, Fadli Zon menekankan bahwa upaya pelestarian Prambanan tidak dapat dilakukan secara terpisah dari situs-situs candi lain di sekitarnya. Kawasan ini, menurutnya, merupakan bagian dari lanskap budaya yang lebih luas yang mencerminkan pertemuan tradisi Hindu dan Buddha di Nusantara.

Ia menjelaskan bahwa kompleks Prambanan memiliki keterkaitan historis dan arsitektural dengan Candi Sewu dan Candi Plaosan, sehingga pendekatan konservasi perlu mempertimbangkan keseluruhan ekosistem budaya tersebut.

“Prambanan bukan kompleks yang berdiri sendiri. Ia merupakan bagian dari lanskap budaya yang lebih luas bersama Sewu dan Plaosan. Karena itu, upaya konservasi harus memulihkan bangunan candi sekaligus menjaga keseluruhan ekosistem budaya di kawasan tersebut,” ujar Fadli Zon.

Metode Anastylosis dan Tantangan Restorasi

Setelah melakukan kunjungan lapangan awal, tim ASI menilai bahwa sejumlah candi perwara di kompleks Prambanan memerlukan konservasi lanjutan. Salah satu metode yang direncanakan adalah anastylosis, teknik restorasi yang menyusun kembali bangunan menggunakan batu asli yang ditemukan di lokasi.

Melalui metode ini, struktur candi direkonstruksi sebanyak mungkin menggunakan material asli, sementara batu baru hanya ditambahkan secara terbatas untuk memastikan stabilitas bangunan.

Namun proses tersebut tidak lepas dari tantangan. Tim ASI mencatat bahwa banyaknya batu arsitektural yang tersebar di area situs membuat proses identifikasi menjadi kompleks. Setiap batu harus didokumentasikan dengan teliti untuk menentukan asalnya sebelum dapat dipasang kembali pada struktur yang tepat.

Karena itu, tahap awal restorasi akan difokuskan pada dokumentasi menyeluruh terhadap struktur candi dan komponen batu sebelum keputusan restorasi final diambil.

Proyek Percontohan Restorasi

Sebagai langkah awal, ASI mengusulkan proyek percontohan restorasi pada satu atau dua candi perwara. Proyek ini diharapkan dapat membantu menentukan metode kerja yang paling efektif sebelum restorasi dilakukan pada skala yang lebih luas.

Tim ASI yang dipimpin oleh Additional Director General Janhvij Sharma memaparkan rencana restorasi tersebut secara langsung kepada Menteri Kebudayaan Indonesia serta meminta arahan terkait pendekatan konservasi yang akan diterapkan di kawasan Prambanan.

“Selama ribuan tahun, India dan Indonesia terhubung bukan hanya melalui perdagangan dan ekonomi, tetapi juga melalui budaya yang hidup dan terus beresonansi dari timur hingga barat,” ujar perwakilan ASI.

Ia menambahkan bahwa tim ASI yang berada di Indonesia saat ini juga terus bekerja untuk mendukung pemulihan berbagai situs warisan dunia.

“Tim kami di Indonesia telah bekerja dengan tekun untuk membantu memulihkan lebih banyak situs Warisan Dunia,” tambahnya.

Dalam kesempatan yang sama, Fadli Zon menyampaikan bahwa Indonesia memiliki dokumentasi historis yang cukup lengkap mengenai kawasan candi tersebut. Dokumentasi ini diharapkan dapat menjadi sumber penting bagi tim restorasi dalam merancang proses pemulihan struktur candi secara akurat.

Kolaborasi Internasional untuk Warisan Dunia

Pemerintah Indonesia menyatakan terbuka terhadap kerja sama internasional yang dapat memperkuat upaya konservasi situs warisan budaya, khususnya di kawasan Prambanan yang merupakan salah satu situs bersejarah paling penting di Indonesia.

Fadli Zon juga menyoroti potensi pemanfaatan teknologi modern dalam proses konservasi. Menurutnya, pendekatan digital termasuk kecerdasan buatan dapat membantu proses identifikasi serta penyusunan kembali batu-batu candi yang tersebar di lokasi.

“Pemanfaatan teknologi, termasuk pendekatan digital dan kecerdasan buatan, dapat membantu mengidentifikasi serta menyusun kembali komponen batu candi secara lebih akurat,” ujarnya.

Melalui kerja sama restorasi ini, kedua negara berharap dapat memperkuat pelestarian warisan budaya yang tidak hanya bernilai sejarah, tetapi juga menjadi simbol hubungan panjang antara India dan Indonesia.

Press Release ini juga sudah tayang di VRITIMES

  • Penulis: Vrit Time

Rekomendasi Untuk Anda

  • Hari Pertama MBG di Talaud, Grace: Menunya Enak

    Hari Pertama MBG di Talaud, Grace: Menunya Enak

    • calendar_month Senin, 15 Sep 2025
    • account_circle Rey Reputasi
    • visibility 227
    • 0Komentar

    Nasinya lembut, ayamnya tidak terlalu keras, dan sayurnya juga enak!  Grace Maabuat, siswi SMP Negeri I Melonguane, menikmati menu MBG hari pertama, Senin (15/9/2025).  Melonguane, ReputasiPlus.com – Makan Bergizi Gratis (MBG). Janji Prabowo saat kampanye dan salah satu program utama pemerintahannya itu resmi dilaksanakan di Kabupaten Kepulauan Talaud, Sulawesi Utara, Senin (15/9/2025). Pada tahap awal, […]

  • BRI Insurance dan Bank Bengkulu Perkuat Sinergi Strategis melalui Perlindungan Aset BPD Bengkulu

    BRI Insurance dan Bank Bengkulu Perkuat Sinergi Strategis melalui Perlindungan Aset BPD Bengkulu

    • calendar_month Senin, 31 Agt 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 36
    • 0Komentar

    PT BRI Asuransi Indonesia (BRI Insurance) bersama PT Bank Pembangunan Daerah Bengkulu (Bank Bengkulu) memperkuat sinergi strategis melalui Perjanjian Kerja Sama tentang Asuransi Umum Aset Bank yang ditandatangi langsung oleh CE BRI Insurance Bpk. Budi Legowo dan Direktur Utama BPD Bengkulu Bpk. H. Iswahyudi, SE., MM didampingi jajarannya. Kolaborasi ini menjadi langkah penting dalam mendukung […]

  • Bingung Pilih Ekspedisi? Ini 5 Pengiriman Luar Negeri Terbaik dan Rute Unggulannya

    Bingung Pilih Ekspedisi? Ini 5 Pengiriman Luar Negeri Terbaik dan Rute Unggulannya

    • calendar_month Kamis, 19 Feb 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 96
    • 0Komentar

    Ingin mengetahui ekspedisi mana yang paling cocok dengan negara tujuan Anda? Bandingkan rute, harga, dan estimasi waktu melalui panduan berikut untuk hasil yan paling optimal. 1. DHL: Pilihan Terkuat untuk Eropa dan Pelosok Dunia DHL dikenal sebagai ekspedisi dengan jaringan global terbesar, sehingga pengiriman ke Eropa hingga negara-negara terpencil menjadi jauh lebih mudah. Selain itu, […]

  • Bittime Ungkap Tren Investor di Tengah Perkembangan Pasar Futures Kripto di Indonesia

    Bittime Ungkap Tren Investor di Tengah Perkembangan Pasar Futures Kripto di Indonesia

    • calendar_month Sabtu, 25 Jul 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 47
    • 0Komentar

    Pasar futures kripto Indonesia dinilai memiliki ruang pertumbuhan seiring meningkatnya aktivitas perdagangan aset digital dan beragamnya profil trader. Bittime melihat perkembangan futures dapat memperluas ekosistem aset digital domestik dengan tetap mengedepankan literasi dan manajemen risiko. Pasar derivatif aset kripto Indonesia memiliki ruang pertumbuhan seiring meningkatnya aktivitas perdagangan aset digital global. Secara global, volume perdagangan futures […]

  • Memajukan Masa Depan AI yang Inklusif bagi Global South

    Memajukan Masa Depan AI yang Inklusif bagi Global South

    • calendar_month Selasa, 17 Feb 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 88
    • 0Komentar

    Oleh Sandeep ChakravortyDuta Besar India untuk Indonesia JAKARTA — India akan menjadi tuan rumah Global AI Impact Summit 2026 di New Delhi pada 16–20 Februari 2026. KTT ini akan mempertemukan lebih dari 100 negara dan organisasi internasional, dengan tujuh kelompok kerja khusus, atau “Chakras,” yang diketuai bersama oleh India dan dua negara lainnya, untuk merumuskan […]

  • Apa Itu Spike dalam Trading Forex? yang Diwaspadai Trader

    Apa Itu Spike dalam Trading Forex? yang Diwaspadai Trader

    • calendar_month Sabtu, 23 Mei 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 46
    • 0Komentar

    Pergerakan harga di pasar forex sering kali bergerak dalam ritme yang teratur dan mengikuti tren tertentu yang dapat dipetakan secara teknikal. Namun, ada kalanya pasar mengalami anomali pergerakan ekstrem yang terjadi dalam waktu yang sangat singkat. Fenomena ini dikenal di kalangan pelaku pasar dengan sebutan spike. Bagi para trader, terutama yang memanfaatkan strategi jangka pendek, […]

expand_less