Breaking News
light_mode
Beranda » Ekonomi » Indonesia–India Perkuat Kerja Sama Restorasi Kompleks Candi Prambanan

Indonesia–India Perkuat Kerja Sama Restorasi Kompleks Candi Prambanan

  • account_circle Vrit Time
  • calendar_month Rabu, 18 Mar 2026
  • visibility 39
  • comment 0 komentar

Indonesia dan India memperkuat kerja sama pelestarian warisan budaya melalui rencana restorasi kompleks Candi Prambanan. Hal ini dibahas dalam pertemuan antara Menteri Kebudayaan Indonesia Fadli Zon dan tim restorasi dari Archaeological Survey of India (ASI) di Kompleks Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Jakarta, Senin (16/3/2026).

Pertemuan tersebut menjadi langkah lanjutan dari kolaborasi kedua negara dalam konservasi situs bersejarah, sekaligus menegaskan komitmen bersama untuk menjaga salah satu kawasan warisan budaya terpenting di Asia Tenggara.

Prambanan sebagai Lanskap Budaya yang Terhubung

Dalam pertemuan itu, Fadli Zon menekankan bahwa upaya pelestarian Prambanan tidak dapat dilakukan secara terpisah dari situs-situs candi lain di sekitarnya. Kawasan ini, menurutnya, merupakan bagian dari lanskap budaya yang lebih luas yang mencerminkan pertemuan tradisi Hindu dan Buddha di Nusantara.

Ia menjelaskan bahwa kompleks Prambanan memiliki keterkaitan historis dan arsitektural dengan Candi Sewu dan Candi Plaosan, sehingga pendekatan konservasi perlu mempertimbangkan keseluruhan ekosistem budaya tersebut.

“Prambanan bukan kompleks yang berdiri sendiri. Ia merupakan bagian dari lanskap budaya yang lebih luas bersama Sewu dan Plaosan. Karena itu, upaya konservasi harus memulihkan bangunan candi sekaligus menjaga keseluruhan ekosistem budaya di kawasan tersebut,” ujar Fadli Zon.

Metode Anastylosis dan Tantangan Restorasi

Setelah melakukan kunjungan lapangan awal, tim ASI menilai bahwa sejumlah candi perwara di kompleks Prambanan memerlukan konservasi lanjutan. Salah satu metode yang direncanakan adalah anastylosis, teknik restorasi yang menyusun kembali bangunan menggunakan batu asli yang ditemukan di lokasi.

Melalui metode ini, struktur candi direkonstruksi sebanyak mungkin menggunakan material asli, sementara batu baru hanya ditambahkan secara terbatas untuk memastikan stabilitas bangunan.

Namun proses tersebut tidak lepas dari tantangan. Tim ASI mencatat bahwa banyaknya batu arsitektural yang tersebar di area situs membuat proses identifikasi menjadi kompleks. Setiap batu harus didokumentasikan dengan teliti untuk menentukan asalnya sebelum dapat dipasang kembali pada struktur yang tepat.

Karena itu, tahap awal restorasi akan difokuskan pada dokumentasi menyeluruh terhadap struktur candi dan komponen batu sebelum keputusan restorasi final diambil.

Proyek Percontohan Restorasi

Sebagai langkah awal, ASI mengusulkan proyek percontohan restorasi pada satu atau dua candi perwara. Proyek ini diharapkan dapat membantu menentukan metode kerja yang paling efektif sebelum restorasi dilakukan pada skala yang lebih luas.

Tim ASI yang dipimpin oleh Additional Director General Janhvij Sharma memaparkan rencana restorasi tersebut secara langsung kepada Menteri Kebudayaan Indonesia serta meminta arahan terkait pendekatan konservasi yang akan diterapkan di kawasan Prambanan.

“Selama ribuan tahun, India dan Indonesia terhubung bukan hanya melalui perdagangan dan ekonomi, tetapi juga melalui budaya yang hidup dan terus beresonansi dari timur hingga barat,” ujar perwakilan ASI.

Ia menambahkan bahwa tim ASI yang berada di Indonesia saat ini juga terus bekerja untuk mendukung pemulihan berbagai situs warisan dunia.

“Tim kami di Indonesia telah bekerja dengan tekun untuk membantu memulihkan lebih banyak situs Warisan Dunia,” tambahnya.

Dalam kesempatan yang sama, Fadli Zon menyampaikan bahwa Indonesia memiliki dokumentasi historis yang cukup lengkap mengenai kawasan candi tersebut. Dokumentasi ini diharapkan dapat menjadi sumber penting bagi tim restorasi dalam merancang proses pemulihan struktur candi secara akurat.

Kolaborasi Internasional untuk Warisan Dunia

Pemerintah Indonesia menyatakan terbuka terhadap kerja sama internasional yang dapat memperkuat upaya konservasi situs warisan budaya, khususnya di kawasan Prambanan yang merupakan salah satu situs bersejarah paling penting di Indonesia.

Fadli Zon juga menyoroti potensi pemanfaatan teknologi modern dalam proses konservasi. Menurutnya, pendekatan digital termasuk kecerdasan buatan dapat membantu proses identifikasi serta penyusunan kembali batu-batu candi yang tersebar di lokasi.

“Pemanfaatan teknologi, termasuk pendekatan digital dan kecerdasan buatan, dapat membantu mengidentifikasi serta menyusun kembali komponen batu candi secara lebih akurat,” ujarnya.

Melalui kerja sama restorasi ini, kedua negara berharap dapat memperkuat pelestarian warisan budaya yang tidak hanya bernilai sejarah, tetapi juga menjadi simbol hubungan panjang antara India dan Indonesia.

Press Release ini juga sudah tayang di VRITIMES

  • Penulis: Vrit Time

Rekomendasi Untuk Anda

  • Strategi Komunikasi QRIS Jadi Model Implementasi UU Pelindungan Data Pribadi

    Strategi Komunikasi QRIS Jadi Model Implementasi UU Pelindungan Data Pribadi

    • calendar_month Sabtu, 16 Agt 2025
    • account_circle Editor Reputasi
    • visibility 128
    • 0Komentar

    Keberhasilan implementasi Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) dari Bank Indonesia menjadi bukti bahwa komunikasi efektif merupakan kunci utama dalam menjembatani regulasi dengan perilaku nyata masyarakat. Strategi komunikasi yang sederhana, masif, dan kolaboratif membuat regulasi yang awalnya kompleks dapat diterima hingga ke akar rumput.   Pola komunikasi yang diterapkan Bank Indonesia ini kini disebut relevan […]

  • Mengenal Kucing Mujair, Kucing Lokal dengan Karakter Unik yang Banyak Disukai

    Mengenal Kucing Mujair, Kucing Lokal dengan Karakter Unik yang Banyak Disukai

    • calendar_month Kamis, 14 Mei 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 13
    • 0Komentar

    Mengenal Kucing Mujair yang Viral di Kalangan Pet Lovers Belakangan ini, kucing mujair semakin populer di Indonesia karena memiliki pola bulu unik yang dianggap mirip dengan corak ikan mujair. Banyak Pawfriends penasaran dengan asal-usul kucing mujair, karakteristiknya, hingga cara merawatnya agar tetap sehat dan aktif. Tidak heran jika kucing mujair mulai sering muncul di media […]

  • Manjakan Pecinta Anime, MMAJ Jakarta 2026 Hadirkan Yoko Ishida, Ultraman, Hingga Gundam Workshop dengan Dukungan SMBC Indonesia

    Manjakan Pecinta Anime, MMAJ Jakarta 2026 Hadirkan Yoko Ishida, Ultraman, Hingga Gundam Workshop dengan Dukungan SMBC Indonesia

    • calendar_month Kamis, 21 Mei 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 8
    • 0Komentar

    Jakarta – Merah! Merah! Anime Japan!! (MMAJ) Jakarta 2026 akan segera digelar pada 30-31 Mei 2026 di Gandaria City, Jakarta Selatan. Acara ini hadir sebagai festival budaya pop Jepang terbesar dan paling otentik di Jakarta. Tidak hanya berfokus pada aspek bisnis, MMAJ Jakarta juga menjadi wadah kolaborasi yang menyatukan keluarga, komunitas, serta pelaku industri dalam […]

  • YBM BRI Region 6 Gelar Syukuran HUT ke-25 Secara Sederhana dan Penuh Kebersamaan

    YBM BRI Region 6 Gelar Syukuran HUT ke-25 Secara Sederhana dan Penuh Kebersamaan

    • calendar_month Jumat, 29 Mei 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 9
    • 0Komentar

    Yayasan Baitul Maal (YBM) BRI Region 6/Jakarta 1 menggelar acara syukuran Hari Ulang Tahun (HUT) ke-25 secara sederhana namun penuh makna di lingkungan Kantor BRI Region 6/Jakarta 1. Kegiatan tersebut dihadiri oleh pengurus YBM BRI, jajaran manajemen, serta para pekerja BRI Region 6/Jakarta 1 sebagai bentuk rasa syukur atas perjalanan dan kontribusi YBM BRI selama […]

  • BINUS ASO Kolaborasi dengan Hitachi, Ini Untungnya

    BINUS ASO Kolaborasi dengan Hitachi, Ini Untungnya

    • calendar_month Minggu, 21 Jun 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 2
    • 0Komentar

    Industri saat ini menuntut lulusan yang tidak hanya paham teori, tapi juga siap terjun langsung dengan pengalaman nyata di dunia kerja. Menjawab kebutuhan tersebut, BINUS ASO School of Engineering terus memperluas jejaring kolaborasi dengan berbagai perusahaan strategis dari Indonesia maupun Jepang. Salah satu kerja sama yang baru dijalin adalah bersama PT Hitachi Construction Machinery Indonesia […]

  • Kedutaan Besar India Gelar International Yoga Day 2026 di Bogor, Dihadiri Lebih dari 500 Peserta

    Kedutaan Besar India Gelar International Yoga Day 2026 di Bogor, Dihadiri Lebih dari 500 Peserta

    • calendar_month 17 jam yang lalu
    • account_circle vritimes
    • visibility 11
    • 0Komentar

    Bogor — Lebih dari 500 warga dan pecinta yoga mengikuti perayaan International Day of Yoga 2026 yang diselenggarakan oleh Kedutaan Besar India di Jakarta dengan tema “Yoga for Healthy Ageing” di Balai Kota, Kota Bogor, Minggu (21/06/2026). Acara ini digelar bekerja sama dengan Pemerintah Kota Bogor dan Perkumpulan Praktisi Yoga Nasional Indonesia (PPYNI), serta menjadi bagian […]

expand_less