Breaking News
light_mode
Beranda » Ekonomi » Emas Diproyeksikan Lanjut Menguat, Berpeluang Sentuh Level $5.250 Seiring Kuatnya Sentimen Safe Haven

Emas Diproyeksikan Lanjut Menguat, Berpeluang Sentuh Level $5.250 Seiring Kuatnya Sentimen Safe Haven

  • account_circle vritimes
  • calendar_month Selasa, 24 Feb 2026
  • visibility 71
  • comment 0 komentar

Harga emas dunia diperkirakan masih mempertahankan kecenderungan positif pada perdagangan hari Selasa, 24 Februari 2026, setelah mencatat kenaikan selama empat sesi berturut-turut dan kembali melampaui level penting $5.200 per troy ounce. Analis Dupoin Futures, Andy Nugraha, menilai bahwa kombinasi faktor global dan sinyal teknikal yang kuat menjadi pendorong utama yang menjaga momentum kenaikan logam mulia. Pada sesi perdagangan Asia, harga emas bahkan sempat bergerak naik hingga mendekati level $5.230, mencerminkan meningkatnya minat investor terhadap aset lindung nilai di tengah kondisi ekonomi dan politik global yang belum stabil.

Menurut Andy Nugraha, pelemahan mata uang Dolar AS menjadi salah satu katalis utama yang memperkuat posisi emas. Tekanan terhadap dolar dipicu oleh ketidakpastian baru terkait arah kebijakan perdagangan Amerika Serikat, terutama setelah Mahkamah Agung AS memutuskan bahwa tarif perdagangan besar yang sebelumnya diterapkan oleh pemerintahan Donald Trump tidak memiliki dasar hukum yang kuat. Meskipun pemerintah kemudian mengumumkan kebijakan tarif baru, langkah tersebut justru meningkatkan kekhawatiran pelaku pasar terhadap stabilitas perdagangan global, sehingga mendorong permintaan terhadap emas sebagai aset yang dianggap lebih aman.

Selain isu perdagangan, perkembangan geopolitik internasional juga memberikan kontribusi signifikan terhadap kenaikan harga emas. Rencana dialog lanjutan antara Amerika Serikat dan Iran terkait isu nuklir menjadi perhatian pasar. Situasi geopolitik yang masih penuh ketidakpastian cenderung meningkatkan preferensi investor terhadap emas, yang secara historis dianggap sebagai instrumen perlindungan nilai di tengah potensi konflik dan ketegangan global. Namun demikian, setiap sinyal positif dari proses diplomasi berpotensi membatasi penguatan emas dalam jangka pendek karena dapat mengurangi kekhawatiran pasar.

Faktor lain yang turut memperkuat harga emas adalah penurunan imbal hasil obligasi pemerintah Amerika Serikat serta melemahnya indeks dolar. Penurunan imbal hasil obligasi tenor 10 tahun membuat emas menjadi lebih kompetitif dibandingkan instrumen berbasis bunga. Dalam kondisi seperti ini, investor cenderung meningkatkan eksposur terhadap emas karena biaya peluang untuk memegang aset non-yielding menjadi lebih rendah. Kondisi tersebut memberikan ruang bagi harga emas untuk mempertahankan tren kenaikan yang telah terbentuk dalam beberapa hari terakhir.

Pelaku pasar juga menantikan rilis data ekonomi penting dari Amerika Serikat, khususnya data Indeks Harga Produsen (PPI), yang dapat memberikan gambaran mengenai arah inflasi dan kebijakan suku bunga. Kebijakan moneter yang lebih longgar berpotensi memberikan dorongan tambahan bagi harga emas. Pejabat Federal Reserve, termasuk Christopher Waller, sebelumnya menyampaikan bahwa bank sentral masih membuka kemungkinan untuk mempertahankan suku bunga atau bahkan menurunkannya jika kondisi ekonomi mendukung. Sikap yang cenderung fleksibel ini memberikan sentimen positif bagi emas, karena suku bunga yang lebih rendah biasanya meningkatkan daya tarik logam mulia.

Dari perspektif teknikal, Andy Nugraha menjelaskan bahwa struktur grafik saat ini memperlihatkan tren naik yang semakin solid. Pola candlestick yang terbentuk menunjukkan dominasi tekanan beli yang konsisten, sementara indikator Moving Average mengonfirmasi bahwa harga bergerak dalam jalur bullish. Hal ini mengindikasikan bahwa minat beli masih kuat dan potensi kenaikan lanjutan masih terbuka dalam jangka pendek.

Dupoin Futures memproyeksikan bahwa jika momentum bullish tetap terjaga, harga emas berpeluang melanjutkan kenaikan menuju area resistance di kisaran $5.250 per troy ounce. Level ini menjadi target terdekat yang dapat dicapai apabila kondisi pasar tetap mendukung, terutama jika dolar AS masih berada dalam tekanan dan ketidakpastian global belum mereda. Sebaliknya, apabila terjadi tekanan jual atau aksi ambil untung, maka harga emas berpotensi mengalami koreksi menuju level support terdekat di sekitar $5.127 per troy ounce. Area tersebut diperkirakan akan menjadi zona penting yang dapat menahan penurunan lebih lanjut.

Secara keseluruhan, prospek harga emas dalam jangka pendek masih menunjukkan kecenderungan positif. Kombinasi antara pelemahan dolar AS, penurunan imbal hasil obligasi, ketidakpastian perdagangan global, serta dukungan sinyal teknikal yang kuat menjadi faktor utama yang menopang tren kenaikan. Andy Nugraha menegaskan bahwa selama harga emas mampu bertahan di atas level support kunci, peluang untuk melanjutkan penguatan tetap terbuka. Oleh karena itu, investor disarankan untuk terus mencermati perkembangan ekonomi global, arah kebijakan moneter, serta dinamika geopolitik yang dapat memengaruhi pergerakan harga emas dalam waktu dekat.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

  • Penulis: vritimes

Rekomendasi Untuk Anda

  • MiiTel Workspace: Platform Campaign Management untuk Outbound Call Berbasis Preview Dialer

    MiiTel Workspace: Platform Campaign Management untuk Outbound Call Berbasis Preview Dialer

    • calendar_month Rabu, 11 Feb 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 84
    • 0Komentar

    Jakarta, 11 Februari 2026 – Panggilan keluar (outbound call) masih menjadi salah satu kanal utama bagi perusahaan untuk terhubung dengan prospek atau pelanggan secara lebih cepat dan personal, mulai dari fungsi sales, telemarketing, hingga collection.  Namun, dalam praktiknya, tugas agent outbound call tidak hanya berkomunikasi via telepon, tetapi juga harus membaca script, membuka data pelanggan […]

  • Januari 2026 Mengawali Tren Positif Pertumbuhan Layanan Ritel KAI Logistik

    Januari 2026 Mengawali Tren Positif Pertumbuhan Layanan Ritel KAI Logistik

    • calendar_month Rabu, 11 Feb 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 80
    • 0Komentar

    KAI Logistik, anak usaha PT Kereta Api Indonesia (Persero), mengawali tahun 2026 dengan kinerja yang menunjukkan tren pertumbuhan positif. Melalui layanan ritel KALOG Express, perusahaan mencatatkan peningkatan volume angkutan kurir sebesar 35%, dari 4.880 ton pada Januari 2025 menjadi 6.587 ton di Januari 2026. Capaian tersebut menjadi indikator awal atas prospek pertumbuhan layanan ritel KAI […]

  • Bersama Pertamina Group, Elnusa Petrofin Dukung Implementasi Green Terminal Tanjung Sekong dan Perluas Portofolio Bisnis Rendah Karbon

    Bersama Pertamina Group, Elnusa Petrofin Dukung Implementasi Green Terminal Tanjung Sekong dan Perluas Portofolio Bisnis Rendah Karbon

    • calendar_month Sabtu, 14 Feb 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 70
    • 0Komentar

    PT Elnusa Petrofin (EPN), anak usaha PT Elnusa Tbk (IDX: ELSA) yang tergabung dalam Subholding Upstream Pertamina, mendukung implementasi inisiatif Green Terminal di Terminal LPG Tanjung Sekong, Cilegon, Banten. Peresmian oleh PT Pertamina (Persero) ini menjadi tonggak penting dalam penguatan praktik ESG dan pengembangan ekosistem energi rendah karbon, sekaligus membuka ruang pertumbuhan bisnis baru berbasis […]

  • 10 Jenis Kucing Besar yang Bisa Dipelihara di Rumah

    10 Jenis Kucing Besar yang Bisa Dipelihara di Rumah

    • calendar_month Kamis, 24 Sep 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 12
    • 0Komentar

    Kucing besar yang dipelihara di rumah memberikan sensasi memelihara hewan peliharaan eksotis namun dengan kelembutan layaknya anabul domestik pada umumnya. Pawfriends, banyak pet owner maupun calon pemilik hewan peliharaan yang sangat menyukai dan ingin memelihara kucing besar, namun sering kali terhalang oleh minimnya informasi. Mereka ragu dan bingung mengenai jenis kucing besar apa saja yang […]

  • Mengapa Banyak Bisnis Memilih Vendor AI Agent Barantum?

    Mengapa Banyak Bisnis Memilih Vendor AI Agent Barantum?

    • calendar_month Jumat, 26 Jun 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 43
    • 0Komentar

    Barantum menyatukan CRM, AI Agent, Omnichannel dan WhatsApp Business API dalam satu dashboard, memudahkan bisnis mengelola semua percakapan pelanggan, meningkatkan efisiensi, serta mempercepat respon. Hasilnya, kepuasan pelanggan meningkat dan penjualan bisnis lebih optimal. Penggunaan AI Agent kini semakin meluas di berbagai industri karena membantu bisnis merespons pelanggan dengan lebih cepat dan efisien. Namun, memilih vendor […]

  • India Perluas Jejak Investasi di Jawa Tengah, Fokus Ekonomi Hijau hingga Industri Medis

    India Perluas Jejak Investasi di Jawa Tengah, Fokus Ekonomi Hijau hingga Industri Medis

    • calendar_month Kamis, 19 Feb 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 71
    • 0Komentar

    SEMARANG — Hubungan ekonomi India dan Indonesia terus menunjukkan dinamika positif. Dalam kunjungan kehormatan ke Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, Duta Besar India untuk Indonesia, Sandeep Chakravorty, menegaskan komitmen India untuk memperluas kerjasama investasi, khususnya di sektor ekonomi hijau, industri padat karya, serta layanan kesehatan dan tenaga medis profesional. Pertemuan dengan Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, […]

expand_less