Breaking News
light_mode
Beranda » Pemprov » Menjahit Simpul Pembangunan di Sulawesi Utara

Menjahit Simpul Pembangunan di Sulawesi Utara

  • account_circle editor reputasi
  • calendar_month 3 jam yang lalu
  • visibility 7
  • comment 0 komentar

REPUTASIPLUS.COM — Satu tahun kepemimpinan di Sulawesi Utara di bawah kendali Mayjen TNI (Purn) Yulius Selvanus dan Dr. J. Victor Mailangkay kini memasuki babak baru.

Dalam refleksi satu tahun masa bakti periode 2025-2029 yang digelar di Manado, Rabu (5/3/2026), pesan mengenai sinergi dan integritas menjadi inti dari perjalanan pengabdian tersebut.

​Bagi Yulius, masa satu tahun bukanlah sekadar deretan angka statistik atau laporan teknis di atas meja kerja.

Ia memilih melihat keberhasilan melalui kacamata yang lebih jernih: penilaian langsung dari warga masyarakat.

Ia mengibaratkan gerak pembangunan di Bumi Nyiur Melambai sebagai sebuah “simpul yang saling terikat”.

​”Kemajuan infrastruktur tidak boleh berdiri sendiri; ia harus berjalan seirama dengan kesejahteraan ekonomi mikro di tengah warga masyarakat,” ujar Yulius dalam sambutan yang bernada hangat namun tetap tegas.

Salah satu dinamika yang menarik perhatian publik adalah bagaimana dua latar belakang yang kontras, disiplin militer Yulius dan kematangan hukum-politik Victor, dapat melebur dalam satu ritme.

Perbedaan “warna” ini diakui justru menjadi kekuatan dalam menjaga stabilitas daerah.

​Yulius menegaskan bahwa pondasi yang diletakkan dalam setahun terakhir adalah awal dari perjalanan panjang yang dinamis.

Menurutnya, tantangan ke depan akan jauh lebih berat, sehingga membutuhkan komitmen “Satu Komando” yang tegak lurus pada kepentingan rakyat, bukan kepentingan golongan atau kelompok tertentu.

Di hadapan jajaran Pemerintah Provinsi, Gubernur kembali menitipkan pesan keras mengenai integritas. Ia meminta seluruh aparatur sipil negara untuk menjauhi praktik korupsi dan mengikuti prosedur birokrasi yang benar tanpa mencari celah.

​”Pegang teguh niat baik dan pastikan melalui proses yang benar. Tidak boleh ada jalan pintas yang merusak tatanan,” tegasnya.

​Selain urusan birokrasi, aspek sosiokultural tetap menjadi perhatian utama.

Yulius mengajak masyarakat untuk terus merawat Sulawesi Utara sebagai “laboratorium toleransi”.

Semangat gotong royong atau Mapalus disebut sebagai ruh yang menjaga stabilitas daerah.

Baginya, kemajuan fisik sehebat apa pun akan kehilangan makna tanpa rasa aman dan damai di tengah kemajemukan.

​Syukuran satu tahun ini menjadi momentum bagi duet Yulius-Victor untuk memperkuat simpul dengan warga.

Targetnya jelas, mewujudkan visi Sulawesi Utara yang maju, sejahtera, dan berkelanjutan dalam sisa masa jabatan mereka. (Advetorial)

  • Penulis: editor reputasi

Rekomendasi Untuk Anda

expand_less