Breaking News
light_mode
Beranda » Ekonomi » KAI Daop 2 Bandung Catat Okupansi Angkutan Lebaran 2026 Melebihi 1% dari Program, Meningkat 5% dari Tahun Lalu, dengan Relasi Favorit Didominasi Tujuan Jakarta dan Jawa Tengah

KAI Daop 2 Bandung Catat Okupansi Angkutan Lebaran 2026 Melebihi 1% dari Program, Meningkat 5% dari Tahun Lalu, dengan Relasi Favorit Didominasi Tujuan Jakarta dan Jawa Tengah

  • account_circle vritimes
  • calendar_month Sabtu, 4 Apr 2026
  • visibility 37
  • comment 0 komentar

Bandung (Jawa Barat), 3 April 2026 – PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 2 Bandung mencatat kinerja positif pada penyelenggaraan Angkutan Lebaran 2026, khususnya dari sisi penjualan tiket, tingkat okupansi, serta tingginya minat masyarakat terhadap sejumlah relasi favorit. Tingginya kepercayaan pelanggan terhadap moda transportasi kereta api kembali tercermin dalam capaian tahun ini.

Selama masa Angkutan Lebaran 2026 yang berlangsung selama 22 hari, KAI Daop 2 Bandung mengoperasikan sebanyak 29 perjalanan Kereta Api Jarak Jauh yang berangkat dari seluruh wilayah Daop 2 Bandung. Jumlah tersebut mencakup 24 perjalanan KA reguler, 1 perjalanan KA Fakultatif, dan 4 perjalanan KA Tambahan yang dihadirkan guna mengakomodasi lonjakan kebutuhan masyarakat.

Dari total kapasitas tempat duduk yang disediakan sebanyak 345.840 kursi, dengan program angkutan sebesar 439.061 pelanggan. Dari program yang dicanangkan KAI Daop 2 Bandung berhasil mencatat penjualan tiket keberangkatan mencapai 441.610 tiket.

Manager Humasda KAI Daop 2 Bandung, Kuswardojo, menyampaikan bahwa capaian ini merupakan hasil dari berbagai upaya peningkatan layanan serta penyesuaian kapasitas angkutan. “Tingginya tingkat okupansi hingga program angkutan menunjukkan bahwa kereta api masih menjadi pilihan utama masyarakat dalam melakukan perjalanan mudik dan balik pada momen Lebaran,” ujarnya.

Secara keseluruhan, jumlah penumpang yang dilayani di wilayah Daop 2 Bandung pada Angkutan Lebaran 2026 tercatat sebanyak 441.610 pelanggan melebihi 1% dari target sebesar 439.061 pelanggan yang diprogramkan. Angka ini mengalami peningkatan sebesar 5 persen dibandingkan tahun 2025 yang mencatat sebanyak 420.468 pelanggan pada periode yang sama.

Puncak penjualan tiket keberangkatan tertinggi selama masa Angkutan Lebaran 2026 terjadi pada tanggal 23 Maret dengan jumlah pelanggan mencapai 26.517 orang. Sementara itu, pada masa arus mudik, puncak keberangkatan tercatat pada tanggal 18 Maret dengan total 20.619 pelanggan yang diberangkatkan dari berbagai stasiun di wilayah Daop 2 Bandung.

Kuswardojo menambahkan bahwa tingginya volume penumpang pada tanggal-tanggal tertentu telah diantisipasi melalui pengoperasian KA tambahan serta pengaturan pola perjalanan yang adaptif. “Kami terus memantau dinamika penjualan tiket dan melakukan langkah-langkah antisipatif agar seluruh pelanggan tetap mendapatkan layanan yang aman, nyaman, dan tepat waktu,” tambahnya.

Adapun sejumlah relasi favorit pada Angkutan Lebaran 2026 didominasi oleh rute-rute menuju Jakarta dan wilayah Jawa Tengah serta Jawa Timur. Relasi Bandung – Gambir menjadi yang paling diminati, diikuti oleh Bandung – Yogyakarta, Kiaracondong – Kutoarjo, Kiaracondong – Gombong, Bandung – Solo Balapan, serta Bandung – Surabaya Gubeng.

Tingginya minat pada relasi tersebut menunjukkan kuatnya mobilitas masyarakat antara Kota Bandung dengan kota-kota besar di Pulau Jawa, baik untuk keperluan mudik, silaturahmi, liburan, maupun aktivitas lainnya selama periode Lebaran.

Kuswardojo menyampaikan apresiasi kepada seluruh pelanggan yang telah mempercayakan perjalanan mereka kepada kereta api. “Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh pelanggan yang telah memilih kereta api sebagai moda transportasi selama Angkutan Lebaran 2026. Kepercayaan ini akan terus kami jaga dengan menghadirkan layanan yang semakin baik ke depannya,” pungkasnya.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

  • Penulis: vritimes

Rekomendasi Untuk Anda

  • Yudhi Isman: Sebuah Perjalanan dari Indonesia Menuju Panggung Teknologi Global

    Yudhi Isman: Sebuah Perjalanan dari Indonesia Menuju Panggung Teknologi Global

    • calendar_month Jumat, 10 Apr 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 30
    • 0Komentar

    Di tengah pesatnya pertumbuhan teknologi global, muncul satu nama dari Indonesia yang menghimpun perhatian banyak kalangan: Yudhi Isman (Founder & CEO of Orbis Elite), perusahaan teknologi multinasional yang membangun ekosistem digital generasi baru. Cerita perjalanan hidupnya tidak dimulai dari Silicon Valley, Singapura, ataupun Tokyo—melainkan dari sebuah kota yang jauh dari pusat industri teknologi dunia: Pekanbaru. […]

  • Tren Harga Komoditas, Kinerja Solid MIND ID Grup Dukung Kinerja Pertumbuhan Ekonomi

    Tren Harga Komoditas, Kinerja Solid MIND ID Grup Dukung Kinerja Pertumbuhan Ekonomi

    • calendar_month Selasa, 14 Apr 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 32
    • 0Komentar

    JAKARTA — Di tengah gejolak harga komoditas global dan dinamika industri pertambangan, Holding Industri Pertambangan MIND ID mampu terus mencatatkan kinerja positif sepanjang 2025. Perusahaan juga memastikan strategi hilirisasi tetap berjalan sebagai pilar utama peningkatan nilai tambah sekaligus motor bagi penguatan kinerja ekonomi Indonesia. Dalam Rapat Dengar Pendapat Komisi XII DPR RI di Jakarta, Senin […]

  • Apakah Bitcoin Akan Menembus US0.000? Clarity Act dan Sentimen Makro Jadi Sorotan Pasar Kripto

    Apakah Bitcoin Akan Menembus US$100.000? Clarity Act dan Sentimen Makro Jadi Sorotan Pasar Kripto

    • calendar_month Senin, 18 Mei 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 22
    • 0Komentar

    Jakarta, Indonesia (17 May 2026) Pasar aset kripto global memasuki minggu ketiga Mei dengan sentimen yang semakin dipengaruhi oleh perkembangan regulasi Amerika Serikat, penguatan narasi institusional Bitcoin, serta dinamika geopolitik global yang mempengaruhi energi dan pergerakan dolar AS.  Berdasarkan data pasar pada 17 Mei 2026 pukul 17.00 WIB, harga Bitcoin (BTC) diperdagangkan di kisaran US$78,235, di tengah meningkatnya perhatian pasar terhadap perkembangan Clarity Act di Amerika Serikat dan potensi perubahan struktur pasar aset digital global.  Tim trading desk di FLOQ menyoroti bahwa pasar saat ini mulai bergerak bukan hanya berdasarkan volatilitas jangka pendek, tetapi juga berdasarkan perubahan persepsi terhadap legitimasi aset digital secara global.  Salah satu perkembangan terbesar minggu ini datang dari Amerika Serikat setelah Senate Banking Committee mendorong Clarity Act maju pada 14 Mei. Bagi pasar, perkembangan ini dipandang sebagai langkah penting menuju kerangka regulasi aset digital yang lebih jelas, khususnya terkait pengawasan token, struktur pasar, dan batas otoritas regulator.  Menurut FLOQ, arah regulasi yang semakin jelas berpotensi meningkatkan kepercayaan investor institusional terhadap industri aset digital.  “Pasar mulai melihat Bitcoin bukan hanya sebagai aset spekulatif, tetapi sebagai aset yang semakin mendekati legitimasi finansial arus utama. Ketika regulasi mulai lebih jelas, investor institusional cenderung lebih percaya diri untuk membangun eksposur jangka panjang terhadap aset digital,” ujar Yudhono Rawis, CEO dan founder FLOQ.  Sentimen tersebut turut mendorong kembali narasi Bitcoin menuju level psikologis US$100.000. FLOQ melihat bahwa penguatan narasi ini tidak berdiri sendiri, tetapi datang bersamaan dengan meningkatnya pembahasan mengenai adopsi institusional, aliran modal ke ETF Bitcoin, dan perubahan cara pasar melakukan valuasi terhadap aset digital.  Di sisi lain, pasar global […]

  • Pelindo Parepare Layani 105 Ribu Penumpang Selama Angkutan Lebaran 2026

    Pelindo Parepare Layani 105 Ribu Penumpang Selama Angkutan Lebaran 2026

    • calendar_month Selasa, 14 Apr 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 30
    • 0Komentar

    Parepare, April 2026 – Aktivitas penumpang di Pelabuhan Nusantara Kota Parepare selama periode angkutan Lebaran 2026 mengalami peningkatan dibandingkan tahun sebelumnya, berdasarkan data yang dihimpun PT Pelindo Multi Terminal Branch Parepare dalam rentang waktu H-15 hingga H+16 Lebaran. Branch Manager Pelindo Multi Terminal Parepare, Beny, mengungkapkan total pergerakan penumpang pada periode tersebut tahun 2026 mencapai […]

  • Stablecoin Jadi Lapisan Proteksi Portofolio di Tengah Tekanan Rupiah dan Ketidakpastian Global

    Stablecoin Jadi Lapisan Proteksi Portofolio di Tengah Tekanan Rupiah dan Ketidakpastian Global

    • calendar_month Minggu, 3 Mei 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 20
    • 0Komentar

    Jakarta, 3 Mei 2026 – Di tengah meningkatnya ketidakpastian global dan tekanan terhadap mata uang emerging markets, investor mulai menggeser fokus dari sekadar mengejar imbal hasil ke arah yang lebih strategis: melindungi nilai portofolio tanpa kehilangan fleksibilitas untuk menangkap peluang.  Dalam beberapa waktu terakhir, rupiah bergerak di kisaran Rp17.300–Rp17.400 per dolar AS, mencerminkan tekanan dari penguatan dolar global serta ekspektasi kebijakan suku bunga yang bertahan lebih tinggi dalam jangka waktu lebih lama. Kondisi ini mendorong investor untuk semakin selektif dalam mengelola eksposur risiko, sekaligus mencari instrumen yang mampu menjaga nilai di tengah volatilitas pasar.  Dalam konteks tersebut, pendekatan terhadap portofolio pun mulai berubah. Portofolio tidak lagi dipandang semata sebagai alat untuk pertumbuhan, tetapi sebagai sistem yang membutuhkan keseimbangan antara proteksi, likuiditas, dan potensi upside. Di tengah dinamika ini, stablecoin mulai memainkan peran yang semakin signifikan sebagai bagian dari strategi alokasi aset modern.  Fenomena ini tercermin dari perkembangan pasar dalam beberapa waktu terakhir. Kapitalisasi stablecoin global terus menunjukkan peningkatan, dengan USDT berada di kisaran US$189 miliar, diikuti USDC sekitar US$77 miliar, sementara pemain baru seperti RLUSD telah menembus US$1,5 miliar dalam waktu relatif singkat. Menariknya, pertumbuhan ini terjadi di tengah volatilitas pasar kripto, mengindikasikan bahwa likuiditas tidak keluar dari ekosistem, melainkan berpindah ke posisi yang lebih defensif.  Peningkatan ini tidak terjadi secara terisolasi. Dalam beberapa bulan terakhir, kombinasi faktor global telah mendorong investor untuk mencari aset yang lebih stabil dan likuid. Ketegangan geopolitik, termasuk konflik di Timur Tengah yang memicu volatilitas harga energi, serta inflasi global yang masih berada di atas target, menciptakan lingkungan pasar yang lebih defensif.  Di saat yang sama, kebijakan moneter yang cenderung higher-for-longer membuat biaya risiko menjadi lebih tinggi, sehingga investor semakin berhati-hati dalam menempatkan modal. Dalam kondisi seperti ini, terjadi pergeseran alokasi aset secara global, dari aset berisiko tinggi menuju instrumen yang mampu menjaga nilai sekaligus mempertahankan fleksibilitas.  Stablecoin berada di titik pertemuan dari kebutuhan tersebut. Berbeda dengan emas yang bersifat defensif namun kurang likuid dalam konteks repositioning cepat, atau dolar konvensional yang memiliki keterbatasan dalam mobilitas, stablecoin menawarkan eksposur terhadap dolar AS dengan likuiditas tinggi serta akses pasar selama 24 jam. Hal ini menjadikannya alternatif yang semakin relevan bagi investor yang ingin tetap berada dalam ekosistem pasar global tanpa terekspos langsung pada volatilitas tinggi.  Akibatnya, aliran dana yang sebelumnya berpotensi keluar dari pasar kripto tidak sepenuhnya meninggalkan ekosistem, melainkan berpindah ke stablecoin sebagai bentuk reposisi sementara. Dalam konteks ini, pertumbuhan stablecoin bukan sekadar refleksi dari kehati-hatian investor, tetapi indikasi bahwa likuiditas global masih berada di dalam system, menunggu momentum berikutnya.  Perubahan ini juga mencerminkan pergeseran perilaku investor. Jika sebelumnya kondisi risk-off sering diartikan sebagai keluar dari pasar sepenuhnya, kini semakin banyak pelaku pasar yang memilih untuk tetap berada dalam ekosistem melalui stablecoin. Dengan demikian, mereka tetap memiliki fleksibilitas untuk kembali masuk ke aset berisiko ketika kondisi mulai membaik.  Dalam konteks Indonesia, pilihan safe haven juga menjadi semakin beragam. Emas tetap menjadi instrumen lindung nilai dalam jangka panjang, sementara dolar AS mempertahankan posisinya sebagai mata uang global yang dominan. Namun, stablecoin menghadirkan dimensi baru dengan menggabungkan karakteristik dolar dengan fleksibilitas aset digital yang dapat diakses secara real-time.  “Kita sedang berada di fase pasar yang tidak nyaman, dan justru di situlah peluang biasanya muncul. Dalam jangka pendek, tekanan makro masih tinggi dan volatilitas tidak akan hilang. Karena itu, sebagian investor mulai lebih taktis, termasuk meningkatkan alokasi ke stablecoin sebagai ‘dry powder’,” ujar Yudhono Rawis, CEO dan Founder FLOQ.  Menurut Yudhono, pertanyaan yang lebih relevan bagi investor saat ini bukan lagi sekadar arah pasar, tetapi kesiapan dalam merespons perubahan tersebut. “Bukan soal apakah pasar akan naik atau turun, tetapi apakah kita siap saat likuiditas kembali masuk. […]

  • Hilirisasi Untuk Kemaslahatan Bangsa, MIND ID Pastikan Nilai Tambah Hulu Hilir

    Hilirisasi Untuk Kemaslahatan Bangsa, MIND ID Pastikan Nilai Tambah Hulu Hilir

    • calendar_month Jumat, 6 Mar 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 58
    • 0Komentar

    JAKARTA — Holding Industri Pertambangan Indonesia MIND ID menegaskan perannya sebagai penggerak hilirisasi mineral dan batu bara nasional dengan memastikan pengelolaan sumber daya alam dilakukan secara terintegrasi dari hulu hingga hilir. MIND ID mendorong terciptanya nilai tambah industri yang lebih besar sekaligus memastikan manfaat ekonomi dan sosialnya dapat dirasakan secara luas oleh masyarakat. Corporate Secretary […]

expand_less