Breaking News
light_mode
Beranda » Ekonomi » IndCham dan Kedutaan Besar India Dorong Kepemimpinan Perempuan di Indonesia lewat Diskusi Hari Kartini 2026

IndCham dan Kedutaan Besar India Dorong Kepemimpinan Perempuan di Indonesia lewat Diskusi Hari Kartini 2026

  • account_circle vritimes
  • calendar_month Selasa, 21 Apr 2026
  • visibility 23
  • comment 0 komentar

Jakarta — IndCham bekerja sama dengan Kedutaan Besar India di Jakarta menggelar forum diskusi Hari Kartini 2026 di Wayang Auditorium, Kedutaan Besar India, Jakarta, Senin (20/4/2026). Mengusung tema “Celebrating Women Thought Leaders”, acara ini menghadirkan sejumlah tokoh perempuan lintas sektor untuk membahas kepemimpinan, kesetaraan, dan masa depan perempuan di tengah perubahan global.

Forum ini tidak hanya menjadi ruang refleksi atas warisan R.A. Kartini, tetapi juga menegaskan peran perempuan sebagai penggerak utama dalam pembangunan ekonomi, kesehatan, hingga teknologi di Indonesia.

Warisan Kartini dan Relevansinya Hari Ini

Acara dibuka oleh Joint Secretary IndCham, Bipin Mishra, yang menekankan bahwa perempuan saat ini tidak lagi sekedar menjadi bagian dari kemajuan, tetapi telah berada di garis depan sebagai pemimpin perubahan.

“Hari ini adalah tentang perempuan yang bukan hanya menjadi bagian dari kemajuan, tetapi juga memimpin kemajuan itu sendiri,” ujarnya.

Sambutan resmi kemudian disampaikan oleh Malvika Priyadarshani dari Kedutaan Besar India di Jakarta yang mengangkat kembali nilai-nilai perjuangan Kartini, terutama dalam hal pendidikan dan kesetaraan.

Ia menegaskan bahwa pemikiran Kartini tetap relevan hingga saat ini. “Di jantung perjuangan Kartini adalah keyakinan sederhana namun kuat bahwa perempuan berhak memiliki kesempatan yang sama dengan laki-laki untuk belajar, berkembang, dan berkontribusi,” ujarnya.

Malvika juga mengingatkan bahwa perjuangan tersebut belum sepenuhnya selesai dan membutuhkan keberanian untuk terus mempertanyakan norma serta bertindak nyata dalam kehidupan sehari-hari.

Kepemimpinan Perempuan dalam Kebijakan, Pembangunan, dan Kesehatan

Panel pertama menghadirkan Gita Sabharwal sebagai United Nations Resident Coordinator Indonesia dan Leona A. Karnali sebagai CEO Primaya Hospital, yang dimoderatori oleh Aasthaa Maheshwari.

Dalam diskusi tersebut, Gita menekankan bahwa kehadiran perempuan dalam ruang pengambilan keputusan membawa perspektif yang berbeda dan berdampak nyata terhadap keberlanjutan kebijakan.

“Ketika perempuan dilibatkan dalam proses penyelesaian konflik, hasilnya cenderung lebih bertahan dan tidak mudah runtuh,” ujarnya.

Ia juga menyoroti bahwa Indonesia telah mengalami kemajuan signifikan dalam pemberdayaan perempuan, namun masih menghadapi tantangan struktural, terutama dalam hal keterwakilan di posisi strategis.

“Ini bukan soal kurangnya talenta, karena talenta perempuan di Indonesia sangat banyak. Tantangannya ada pada faktor sistemik yang masih menjadi hambatan,” jelasnya.

Sementara itu, Leona menekankan pentingnya kolaborasi lintas gender dalam membangun sistem kesehatan yang lebih baik dan inklusif.

“Kita semua bekerja untuk satu tujuan yang sama, yaitu meningkatkan kualitas layanan kesehatan,” ujarnya.

Ia juga membagikan prinsip kepemimpinan yang ia pegang dalam membangun tim.

“Cintai diri sendiri, cintai tim, dan cintai pekerjaan,” katanya.

Peran Laki-laki dalam Mendorong Kesetaraan

Duta Besar India untuk Indonesia, Sandeep Chakravorty, dalam pidato kuncinya menyoroti aspek yang sering luput dalam diskusi kesetaraan gender, yaitu peran laki-laki sebagai bagian dari solusi.

Ia menegaskan bahwa perubahan tidak bisa hanya dibebankan kepada perempuan.

“Kalau kondisi perempuan ingin menjadi lebih baik, maka laki-laki juga harus berubah dan menciptakan ruang serta peluang,” ujarnya.

Dalam pidatonya, ia juga berbagi refleksi personal sebagai seorang ayah dari dua anak perempuan yang menghadapi tantangan di dunia kerja. Ia menekankan bahwa pengalaman tersebut membuka pemahamannya terhadap realitas yang dihadapi perempuan di lingkungan profesional.

Ia juga mengangkat contoh sejarah dari India, yakni sosok reformis sosial Maharshi Karve, yang berani menentang norma sosial pada masanya untuk memperjuangkan pendidikan dan hak perempuan.

“Perubahan nyata terjadi ketika ada keberanian untuk bertindak, bahkan ketika harus menghadapi tekanan sosial,” ujarnya, merujuk pada perjuangan tokoh tersebut.

Lebih lanjut, Sandeep menegaskan bahwa kesetaraan gender membutuhkan perubahan pola pikir yang lebih luas di masyarakat.

“Kesetaraan tidak akan tercapai jika hanya perempuan yang bergerak. Ini harus menjadi tanggung jawab bersama, termasuk laki-laki dalam posisi kepemimpinan,” tambahnya.

Perempuan dalam Media, Teknologi, dan Ekonomi Kreatif

Panel kedua menghadirkan Svida Alisjahbana sebagai CEO GCM Group sekaligus Chair Jakarta Fashion Week, serta Catherine Hindra Sutjahyo sebagai Commissioner GoTo Group, dengan moderator Aparna Saxena.

Diskusi ini menyoroti perjalanan karier, kepemimpinan, serta tantangan perempuan dalam sektor yang terus berkembang, khususnya media dan teknologi.

Catherine menekankan pentingnya keberanian untuk terus berkembang di tengah perubahan yang cepat, terutama dengan hadirnya teknologi baru.

“Ketika kita mulai merasa nyaman, mungkin justru itu saatnya untuk menaikkan standar dan keluar dari zona nyaman,” ujarnya.

Ia juga menekankan bahwa kesetaraan tidak berarti menyeragamkan peran antara laki-laki dan perempuan.

“Setara tidak berarti harus sama, justru perbedaan itu yang menjadi kekuatan dalam kepemimpinan,” katanya.

Sementara itu, Svita menyoroti pentingnya kesiapan dalam menangkap peluang sebagai kunci kesuksesan.

“Keberuntungan itu terjadi ketika kesempatan bertemu dengan kesiapan,” ujarnya.

Ia juga menekankan bahwa perempuan perlu terus membangun ekosistem yang saling mendukung agar dapat berkembang secara berkelanjutan di berbagai sektor.

Mendorong Aksi Nyata untuk Kesetaraan

Diskusi sepanjang acara menegaskan bahwa semangat Kartini tetap relevan dalam konteks modern, terutama dalam mendorong perempuan untuk mengambil peran kepemimpinan di berbagai bidang.

Meskipun berbagai kemajuan telah dicapai, forum ini menyoroti bahwa perjalanan menuju kesetaraan masih panjang dan membutuhkan kolaborasi lintas sektor.

Melalui sinergi antara IndCham, Kedutaan Besar India, serta para pemangku kepentingan, acara ini diharapkan dapat menjadi momentum untuk mendorong lebih banyak perempuan tampil sebagai pemimpin dan agen perubahan di masa depan.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

  • Penulis: vritimes

Rekomendasi Untuk Anda

  • Bittime Mining Points Resmi Berakhir, Volume Perdagangan Naik Lebih dari 50%

    Bittime Mining Points Resmi Berakhir, Volume Perdagangan Naik Lebih dari 50%

    • calendar_month Senin, 9 Mar 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 42
    • 0Komentar

    Jakarta, 9 Maret 2026 – Kampanye Bittime Mining Points resmi berakhir pada 5 Maret 2026, dengan total volume perdagangan di Bittime yang meningkat hingga lebih dari 50% sepanjang periode kampanye berlangsung. Capaian positif ini menandakan besarnya antusiasme trader terhadap aktivitas trading di tengah kondisi volatilitas pasar. Pada puncak aktivitasnya, momentum perdagangan harian bahkan sempat melonjak […]

  • BINUS @Malang Hadirkan Workshop untuk Kesehatan Mental dan Performa Akademik

    BINUS @Malang Hadirkan Workshop untuk Kesehatan Mental dan Performa Akademik

    • calendar_month Selasa, 3 Mar 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 63
    • 0Komentar

    Di tengah dinamika perkuliahan yang menuntut fokus akademik sekaligus ketahanan emosional, BINUS @Malang menghadirkan Mental Health Workshop: Building Connection, Meaning, and Healthy Sleep sebagai ruang reflektif bagi Binusian untuk berhenti sejenak, memahami diri, dan membangun keseimbangan yang lebih sehat dalam menjalani kehidupan kampus. Workshop ini dirancang sebagai pengalaman yang membantu mahasiswa mengenali perjalanan pribadinya, termasuk […]

  • Regulasi Baru Amerika Serikat Permudah Akses Perbankan Aset Kripto, Bittime Tekankan Pentingnya Literasi Digital bagi Investor Indonesia

    Regulasi Baru Amerika Serikat Permudah Akses Perbankan Aset Kripto, Bittime Tekankan Pentingnya Literasi Digital bagi Investor Indonesia

    • calendar_month Kamis, 26 Feb 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 42
    • 0Komentar

    Jakarta, 26 Februari 2026 – Bank Sentral Amerika Serikat, atau Federal Reserve (The Fed), baru-baru ini mengambil langkah strategis yang dinantikan oleh para pelaku industri aset digital dengan mengumumkan usulan peraturan baru yang bertujuan memperbaiki akses perbankan bagi perusahaan aset kripto.  Sebelumnya, dalam kebijakan ini The Fed membuka masa tanggapan publik selama 60 hari untuk […]

  • Penanganan Gogosan Jalur KA Cibeber–Lampegan Selesai, Perjalanan KA Siliwangi Kembali Normal

    Penanganan Gogosan Jalur KA Cibeber–Lampegan Selesai, Perjalanan KA Siliwangi Kembali Normal

    • calendar_month Senin, 20 Apr 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 28
    • 0Komentar

    Bandung (Jawa Barat), 20 April 2026 — PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 2 Bandung memastikan bahwa penanganan gangguan prasarana berupa gogosan pada jalur kereta api di petak jalan antara Stasiun Cibeber dan Stasiun Lampegan telah selesai dilakukan. Jalur yang sebelumnya tidak dapat dilalui akibat adanya gogosan di Km 74+9/0 tersebut kini telah dinyatakan […]

  • Barantum Dorong Engagement Pelanggan lewat WhatsApp CRM

    Barantum Dorong Engagement Pelanggan lewat WhatsApp CRM

    • calendar_month Senin, 27 Apr 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 18
    • 0Komentar

    Barantum menyatukan CRM, AI Agent, Omnichannel dan WhatsApp Business API dalam satu dashboard, memudahkan bisnis mengelola semua percakapan pelanggan, meningkatkan efisiensi, serta mempercepat respon. Hasilnya, kepuasan pelanggan meningkat dan penjualan bisnis lebih optimal. Banyak bisnis merasa sudah rutin kirim pesan ke pelanggan. Promo jalan, broadcast dikirim, tapi hasilnya tetap datar. Tidak ada respons signifikan, apalagi […]

  • Para Insinyur Akan Membangun Babak Baru Kemitraan Indonesia–India: Dari Peradaban Bersama Menuju Inovasi Bersama

    Para Insinyur Akan Membangun Babak Baru Kemitraan Indonesia–India: Dari Peradaban Bersama Menuju Inovasi Bersama

    • calendar_month Sabtu, 18 Jul 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 10
    • 0Komentar

    Oleh Dr. Ilham A. Habibie* Jakarta — Ketika berbicara mengenai Indonesia dan India, kebanyakan orang akan memulai dari sejarah. Mereka mengingat jalur perdagangan kuno, peradaban yang saling terhubung, kisah Ramayana, kerajaan-kerajaan maritim, serta pertukaran budaya yang telah menyatukan kedua bangsa selama lebih dari dua milenium. Kisah-kisah tersebut memang layak untuk terus dikenang karena mengingatkan kita bahwa kerja […]

expand_less