Breaking News
light_mode
Beranda » Ekonomi » Holding Perkebunan Nusantara Dorong Kinerja Kopi PalmCo Tetap Solid di Tengah Tekanan Cuaca

Holding Perkebunan Nusantara Dorong Kinerja Kopi PalmCo Tetap Solid di Tengah Tekanan Cuaca

  • account_circle vritimes
  • calendar_month Selasa, 21 Apr 2026
  • visibility 55
  • comment 0 komentar

JAKARTA — PT Perkebunan Nusantara IV PalmCo yang merupakan bagian dari Holding Perkebunan Nusantara mencatatkan kinerja positif pada segmen komoditas kopi di tengah tantangan anomali iklim pada awal 2026. Tingginya curah hujan yang memengaruhi ritme produksi tidak menghalangi perusahaan untuk tetap membukukan laba pada triwulan I 2026.

Subholding PTPN III (Persero) tersebut mencatat laba sebelum pajak dari komoditas kopi sebesar Rp3,43 miliar pada triwulan I 2026. Capaian ini diraih di tengah keputusan manajemen untuk menunda panen raya guna menjaga kualitas biji kopi.

Direktur Utama PTPN IV PalmCo, Jatmiko K. Santosa, mengatakan peningkatan kinerja terutama ditopang oleh lonjakan penjualan yang signifikan pada awal tahun.

“Penjualan meningkat cukup tinggi. Di saat yang sama, kami tetap menjaga arus kas operasional agar tetap sehat,” ujar Jatmiko, Selasa (7/4/2026).

Data perusahaan menunjukkan penjualan bersih kopi hampir berlipat ganda secara tahunan. Pada triwulan I 2025, penjualan tercatat Rp10,94 miliar, sementara pada periode yang sama tahun ini meningkat menjadi Rp21,78 miliar.

Kendati demikian, peningkatan penjualan tidak sepenuhnya diikuti lonjakan laba operasional. EBITDA tercatat sebesar Rp3,70 miliar per Maret 2026, sedikit menurun dibandingkan Rp3,82 miliar pada periode yang sama tahun lalu. Meski demikian, perusahaan menilai kemampuan menghasilkan kas masih relatif terjaga.

Panen Diundur, Mutu Dijaga

Di balik capaian finansial tersebut, perusahaan menghadapi tantangan di sisi hulu. Curah hujan tinggi menyebabkan berkurangnya intensitas penyinaran matahari yang dibutuhkan tanaman kopi untuk proses fotosintesis dan pematangan buah.

Akibatnya, buah kopi atau cherry berkembang lebih lambat dari biasanya. Kondisi ini terjadi di sejumlah wilayah operasional utama.

Di kawasan Java Coffee Estate (JCE) di lereng Dataran Ijen, Jawa Timur, misalnya, curah hujan mencapai 120 milimeter dengan 21 hari hujan sepanjang triwulan pertama. Sementara itu, di wilayah Jambi, tercatat curah hujan 57 milimeter dengan 10 hari hujan.

Manajer KSO Java Coffee Estate, Hastudy Yunarko, menjelaskan bahwa kondisi tersebut membuat perusahaan harus mengambil langkah antisipatif.

“Kalau panen dipaksakan saat buah belum matang sempurna, kualitas seduhan kopi akan turun. Itu berisiko terhadap standar mutu produk,” kata Hastudy.

Karena itu, manajemen memutuskan untuk menggeser jadwal panen raya ke Mei 2026 sesuai dengan potensi kematangan kopi cherry merah secara alami. Langkah ini dinilai memberi waktu tambahan bagi buah kopi untuk mencapai tingkat kematangan optimal.

Menurut Hastudy, keputusan tersebut merupakan bagian dari strategi menjaga kualitas di tengah tekanan faktor cuaca. “Kami memilih menunggu agar kualitas tetap terjaga saat produk masuk ke pasar,” ujarnya.

Di tengah dinamika iklim yang semakin sulit diprediksi, pelaku industri perkebunan dituntut lebih adaptif. Bagi PTPN IV PalmCo, menjaga keseimbangan antara kuantitas produksi dan kualitas hasil menjadi kunci untuk mempertahankan kinerja sekaligus menjaga daya saing kopi di pasar.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

  • Penulis: vritimes

Rekomendasi Untuk Anda

  • PTPN I, Subholding Perkebunan Nusantara Teguhkan Komitmen sebagai Pilar Kedaulatan Negara

    PTPN I, Subholding Perkebunan Nusantara Teguhkan Komitmen sebagai Pilar Kedaulatan Negara

    • calendar_month Selasa, 1 Sep 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 29
    • 0Komentar

    JAKARTA – Lima aspek fundamental pembentuk kedaulatan negara melekat pada bisnis PTPN I (Persero). Bergerak di industri agro, anak usaha PTPN III (Persero) ini segaris dengan ketersediaan pangan. Sifat padat karyanya menjadikan PTPN I menyerap banyak tenaga kerja. Lokasinya yang tersebar di pelosok negeri membuka isolasi wilayah dan mendorong pemerataan pembangunan. Hadir dengan budidaya agronomi […]

  • PT Pelindo Sinergi Lokaseva Berbagi Hewan Kurban, Perkuat Kepedulian Sosial dan Dukung Peternak Lokal

    PT Pelindo Sinergi Lokaseva Berbagi Hewan Kurban, Perkuat Kepedulian Sosial dan Dukung Peternak Lokal

    • calendar_month Selasa, 26 Mei 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 41
    • 0Komentar

    Jakarta, 26 Mei 2026 – Menyambut Hari Raya Idul Adha 1447 H/2026 M, PT Pelindo Sinergi Lokaseva (SPSL) Group kembali menyalurkan hewan kurban kepada masyarakat di berbagai wilayah Indonesia melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) bertajuk Pelindo Berbagi Qurban tahun 2026. Tahun ini, sebanyak 49 ekor hewan kurban disalurkan kepada masyarakat di beberapa […]

  • Gubernur Yulius Selvanus Komaling Bahas Penguatan Sektor Kelautan Sulut Bersama Menteri KKP RI

    Gubernur Yulius Selvanus Komaling Bahas Penguatan Sektor Kelautan Sulut Bersama Menteri KKP RI

    • calendar_month Senin, 3 Nov 2025
    • account_circle redaktur reputasi
    • visibility 132
    • 0Komentar

    Jakarta, ReputasiPlus.com — Langkah serius Gubernur Sulawesi Utara, Mayjen TNI (Purn) Yulius Selvanus Komaling, dalam memperkuat sektor kelautan dan perikanan kembali ditunjukkan melalui pertemuannya dengan Menteri Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia di Jakarta, Senin (3/11/2025). Pertemuan yang berlangsung hangat dan penuh substansi itu turut dihadiri oleh jajaran pejabat eselon I Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP). […]

  • Perusahaan Jepang Bidik Pasar Indonesia di Era AI: Firma Hukum dan Startup Legal-Tech Gelar Seminar Strategi Masuk Pasar di Tokyo.

    Perusahaan Jepang Bidik Pasar Indonesia di Era AI: Firma Hukum dan Startup Legal-Tech Gelar Seminar Strategi Masuk Pasar di Tokyo.

    • calendar_month Selasa, 18 Agt 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 23
    • 0Komentar

    GHP Law Firm, Gani.AI, dan Marunouchi Sogo Law Office mempertemukan perspektif hukum, investasi, dan teknologi untuk membahas strategi perusahaan Jepang dalam menentukan waktu, struktur, dan tata kelola yang tepat untuk memasuki pasar Indonesia. TOKYO, Jepang – 5 Agustus 2026 – Seiring dengan meningkatnya minat perusahaan Jepang untuk berekspansi ke Indonesia, sebuah seminar yang diselenggarakan hari […]

  • TNI Habema Bergerak Lebih Cepat, Ancaman Kelompok Bersenjata di Intan Jaya Berhasil Dicegah

    TNI Habema Bergerak Lebih Cepat, Ancaman Kelompok Bersenjata di Intan Jaya Berhasil Dicegah

    • calendar_month Senin, 20 Jul 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 37
    • 0Komentar

    Intan Jaya, Papua Tengah, 20 Juli 2026 – Komando Operasi (Koops) TNI Habema kembali menunjukkan komitmennya dalam menjaga stabilitas keamanan di Papua. Melalui operasi yang dilaksanakan secara terukur dan berbasis informasi intelijen, pasukan berhasil menguasai sebuah honai yang diduga menjadi lokasi transit kelompok bersenjata TPNPB-OPM pimpinan Daniel Aibon Kogoya di Kampung Abundoga, Kabupaten Intan Jaya. […]

  • India–Indonesia: Dua Sahabat Sejiwa di Era Baru

    India–Indonesia: Dua Sahabat Sejiwa di Era Baru

    • calendar_month Sabtu, 4 Jul 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 37
    • 0Komentar

    Jakarta — India-Indonesia Track 1.5 Dialogue merupakan inisiatif kerja sama selama dua tahun yang digagas oleh Gateway House: Indian Council on Global Relations di Mumbai dan Centre for Strategic and International Studies (CSIS) Indonesia di Jakarta. Forum ini mempertemukan para pakar dari lembaga pemikir, pejabat pemerintah, serta pelaku usaha dari kedua negara setiap dua tahun […]

expand_less