Breaking News
light_mode
Beranda » Ekonomi » Perkuat Kedaulatan Industri Baja Nasional, Presiden RI Resmikan Groundbreaking Hilirisasi Nasional Fase 2

Perkuat Kedaulatan Industri Baja Nasional, Presiden RI Resmikan Groundbreaking Hilirisasi Nasional Fase 2

  • account_circle vritimes
  • calendar_month Kamis, 30 Apr 2026
  • visibility 17
  • comment 0 komentar

Cilegon (30/4) – Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, meresmikan peletakan batu pertama (groundbreaking) Proyek Hilirisasi Nasional Fase 2 yang dipusatkan di kawasan Kilang Pertamina RU IV Cilacap. Proyek ini merupakan satu dari sembilan proyek strategis nasional yang diluncurkan serentak untuk memperkuat ketahanan industri dalam negeri dan mengurangi ketergantungan pada pasar luar negeri.

PT Krakatau Steel (Persero) Tbk / Krakatau Steel
Group (KRAS) hadir sebagai pilar utama dalam agenda ini melalui dua proyek
investasi yang berlokasi di Cilegon untuk carbon steel dan Morowali untuk
stainless steel bersama mitra strategis. Proyek pertama adalah pembangunan
fasilitas produksi slab baja karbon berkapasitas 1,5 juta ton per tahun dengan
investasi sebesar USD 200 juta. Proyek kedua, di bawah koordinasi Danantara,
adalah fasilitas produksi slab stainless steel berkapasitas 1,2 juta ton per
tahun dengan investasi USD 320 juta.

Benteng Ekonomi di Tengah Ketidakpastian Global 

Inisiatif hilirisasi ini merupakan langkah
taktis Pemerintah dalam merespons dinamika geopolitik global, termasuk potensi
eskalasi konflik di Timur Tengah yang berisiko mengganggu jalur logistik
strategis seperti Selat Hormuz. Gangguan pada jalur tersebut berpotensi menekan
pasokan bahan baku industri seperti bijih besi (iron ore) dan memicu lonjakan
biaya produksi global.

Dalam pidatonya, Presiden RI menekankan bahwa
bangsa Indonesia perlu keberanian dan kemampuan untuk mengelola kekayaan alam
untuk dinikmati oleh bangsa Indonesia sendiri. 

“Hilirisasi adalah jalan utama menuju kemakmuran
rakyat. Juga inovasi teknologi, efisiensi, serta kolaborasi lintas sektor demi
kemajuan ekonomi dan kesejahteraan nasional,” tegas Presiden RI, Prabowo
Subianto.

Adopsi Teknologi Terkini dan Optimalisasi Sumber Daya Lokal 

Kedua proyek ini mengintegrasikan teknologi manufaktur
terbaru yang lebih efisien dan hemat energi. Kolaborasi dengan mitra strategis
memungkinkan Krakatau Steel mengadopsi proses produksi yang sangat efisien
untuk meningkatkan kapasitas nasional.

Selain peningkatan kapasitas, fokus utama proyek
ini adalah pemanfaatan bijih besi lokal sebagai campuran bahan baku utama.
Langkah ini tidak hanya meningkatkan efisiensi biaya, tetapi juga
mengoptimalkan utilisasi produksi baja domestik dan memperkuat rantai pasok
nasional agar lebih mandiri dan resilien.

Direktur Utama PT Krakatau Steel (Persero) Tbk,
Dr. Akbar Djohan, menyatakan, “Kolaborasi bersama mitra strategis ini melalui
penguatan teknologi mutakhir dan optimalisasi sumber daya lokal akan memperkuat
ketahanan industri baja nasional. Pemanfaatan bahan baku domestik adalah kunci
utama membangun industri yang mandiri, efisien, dan berkelanjutan,” ujar Dr.
Akbar Djohan, yang juga menjabat sebagai Chairman Indonesian Iron & Steel
Industry Association (IISIA).

Sejalan dengan itu, Managing Director
Non-Financial Holding Operasional di Badan Pengelola Investasi Daya Anagata
Nusantara (Danantara), Febriany Eddy, menambahkan bahwa sinergi ini akan
memberikan nilai tambah tinggi bagi ekosistem industri hulu hingga hilir,
sekaligus menciptakan multiplier effect terhadap penyerapan tenaga kerja.

Penciptaan Nilai Tambah Strategis 

Optimalisasi proyek dilakukan di lahan Kawasan
Industri Krakatau Steel, Cilegon, yang telah terintegrasi dengan ekosistem
industri lengkap, termasuk pelabuhan internasional, pembangkit listrik,
industri pengolahan air, dan konektivitas jalur kereta api. Integrasi ini
memastikan efisiensi logistik yang terpadu.

Secara strategis, proyek ini diarahkan untuk
mengurangi importasi secara bertahap, mengantisipasi risiko keterbatasan
pasokan global, serta mengoptimalkan aset Krakatau Steel, termasuk pemanfaatan
kembali fasilitas idle agar lebih produktif. Melalui langkah ini, Krakatau
Steel terus bertransformasi membangun ekosistem industri baja yang terintegrasi
dari hulu ke hilir, sekaligus memperkuat posisi Indonesia dalam rantai pasok
global untuk masa depan hijau yang berkelanjutan.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

  • Penulis: vritimes

Rekomendasi Untuk Anda

  • BRIliaN Branch Office Otista Region 6/Jakaarta 1 Gelar Kegiatan Tracking sebagai Bentuk Kepedulian terhadap Kesehatan

    BRIliaN Branch Office Otista Region 6/Jakaarta 1 Gelar Kegiatan Tracking sebagai Bentuk Kepedulian terhadap Kesehatan

    • calendar_month Rabu, 21 Jan 2026
    • account_circle editor News
    • visibility 54
    • 0Komentar

    Sebagai wujud komitmen dalam menjaga dan meningkatkan kesehatan karyawan, BRI Branch Office Otista menyelenggarakan kegiatan tracking yang diikuti oleh karyawan dari berbagai unit kerja. Kegiatan ini dilaksanakan sebagai bagian dari upaya perusahaan dalam mendorong gaya hidup sehat dan meningkatkan kebugaran jasmani karyawan. Melalui kegiatan tracking ini, para karyawan diajak untuk melakukan aktivitas fisik secara bersama-sama […]

  • Holding Perkebunan Nusantara Akselerasi Ketahanan Pangan, PTPN I Bangun Ekosistem Terintegrasi di Bone

    Holding Perkebunan Nusantara Akselerasi Ketahanan Pangan, PTPN I Bangun Ekosistem Terintegrasi di Bone

    • calendar_month Jumat, 10 Apr 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 27
    • 0Komentar

    BONE – PT Perkebunan Nusantara I (PTPN I), subholding dari Holding Perkebunan Nusantara PTPN III (Persero), terus memperkuat perannya dalam mendukung ketahanan pangan nasional melalui pengembangan hilirisasi terintegrasi di wilayah Indonesia Timur. Upaya tersebut ditandai dengan kegiatan site visit lahan sekaligus penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) yang dilaksanakan di Kebun Camming, Kabupaten Bone, Kamis (2/4/2026). Inisiatif […]

  • KAI dan BSI Resmikan Kerja Sama Naming Rights Stasiun LRT Jabodebek “Dukuh Atas Bank Syariah Indonesia”

    KAI dan BSI Resmikan Kerja Sama Naming Rights Stasiun LRT Jabodebek “Dukuh Atas Bank Syariah Indonesia”

    • calendar_month Jumat, 22 Mei 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 11
    • 0Komentar

    KAI bersama BSI melalui MITJ meresmikan kerja sama hak penamaan Stasiun LRT Dukuh Atas menjadi Stasiun Dukuh Atas Bank Syariah Indonesia. Peresmian dihadiri pimpinan KAI, BSI, LRT Jabodebek, dan MITJ. Kerja sama ini memperkuat ekosistem transit terpadu dan branding BSI di stasiun yang terhubung langsung dengan KRL, KA Bandara, MRT Jakarta, dan TransJakarta via JPM. […]

  • Follow Up Pelanggan Lebih Cepat dengan Fitur Auto Dialer dari Barantum

    Follow Up Pelanggan Lebih Cepat dengan Fitur Auto Dialer dari Barantum

    • calendar_month Selasa, 12 Mei 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 13
    • 0Komentar

    Barantum menyatukan CRM, AI Agent, Omnichannel dan WhatsApp Business API dalam satu dashboard, memudahkan bisnis mengelola semua percakapan pelanggan, meningkatkan efisiensi, serta mempercepat respon. Hasilnya, kepuasan pelanggan meningkat dan penjualan bisnis lebih optimal. Banyak bisnis kehilangan peluang penjualan karena proses follow up pelanggan berjalan terlalu lambat. Tim sales sering kewalahan menangani leads masuk ketika aktivitas […]

  • Pembiayaan Alat Berat Tumbuh 33,26%, BRI Finance Perkuat Diversifikasi Portofolio Produktif

    Pembiayaan Alat Berat Tumbuh 33,26%, BRI Finance Perkuat Diversifikasi Portofolio Produktif

    • calendar_month Selasa, 2 Jun 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 8
    • 0Komentar

    Jakarta, 1 Juni 2026 – PT BRI Multifinance Indonesia (“BRI Finance”) terus memperkuat strategi diversifikasi pembiayaan produktif sebagai bagian dari upaya menjaga pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan. Salah satu segmen yang menunjukkan kinerja positif adalah pembiayaan alat berat yang hingga kuartal I 2026 mencatatkan pertumbuhan sebesar 33,26% secara tahunan (year-on-year/yoy). Capaian tersebut diraih di tengah tantangan […]

  • Prediksi Semakin Akurat, Tapi Keputusan Masih Sulit: Ini Sorotan Prof. Tuga Mauritsius dalam Pengukuhan Guru Besar di BINUS University

    Prediksi Semakin Akurat, Tapi Keputusan Masih Sulit: Ini Sorotan Prof. Tuga Mauritsius dalam Pengukuhan Guru Besar di BINUS University

    • calendar_month Rabu, 22 Apr 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 19
    • 0Komentar

    Di tengah pesatnya perkembangan teknologi analitik dan kecerdasan buatan, banyak organisasi masih menghadapi tantangan mendasar: bagaimana menerjemahkan insight berbasis data menjadi keputusan yang tepat dan berdampak. Ketika kemampuan prediksi semakin canggih, proses pengambilan keputusan justru tidak selalu menjadi lebih pasti. Menjawab tantangan ini, BINUS University kembali menegaskan komitmennya dalam pengembangan keilmuan melalui pengukuhan Guru Besar. BINUS University […]

expand_less