Breaking News
light_mode
Beranda » Ekonomi » Potensi Tekan Impor 75%, Reformasi Subsidi DME Jadi Kunci Keberhasilan

Potensi Tekan Impor 75%, Reformasi Subsidi DME Jadi Kunci Keberhasilan

  • account_circle vritimes
  • calendar_month Minggu, 10 Mei 2026
  • visibility 43
  • comment 0 komentar

Jakarta – Arsitektur subsidi energi nasional kini berada di persimpangan jalan. Ketergantungan terhadap LPG impor yang kian masif tidak hanya membebani devisa, tetapi juga membuat belanja subsidi dalam APBN menjadi tidak optimal karena lebih banyak digunakan untuk menopang komoditas impor ketimbang menggerakkan sumber daya domestik.

Melansir Laporan Kinerja Ditjen Migas Kementerian ESDM tahun 2025, ketergantungan Indonesia terhadap gas impor terus memburuk dalam lima tahun terakhir.

Porsi impor LPG kini telah mendominasi lebih dari 75% konsumsi nasional. Pada 2021, dari konsumsi 8,36 juta ton, impor mencapai 6,34 juta ton. Angka ini melonjak menjadi 7,49 juta ton impor pada 2025 dari total konsumsi 9,24 juta ton.

“Devisa kita setiap tahun hanya untuk membeli LPG saja itu sekitar Rp120 triliun sampai Rp150 triliun. Apalagi kalau harga minyak dunia naik, pasti lebih besar lagi,” ujar Bahlil saat ditemui usai pelantikan pejabat eselon II di Kementerian ESDM di Jakarta pekan ini.

Selain tekanan devisa, Bahlil juga menyoroti beban subsidi LPG di dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) yang terus merangkak.

Kementerian Keuangan mencatat belanja subsidi LPG mencapai Rp67,6 triliun pada 2021, melonjak menjadi Rp100,4 triliun pada 2022, kemudian sebesar Rp74,3 triliun pada 2023, Rp80,9 triliun pada 2024, dan mencapai Rp87 triliun pada 2025.

”Tidak ada cara lain dalam rangka efisiensi selain mencari jalan agar bahan baku yang tersedia di dalam negeri bisa dikonversi untuk mengganti LPG,” imbuh Bahlil.

Salah satu strategi yang digenjot guna menutup gap besar impor LPG ialah melalui hilirisasi batu bara kalori rendah menjadi Dimethyl Ether (DME) yang dikembangkan oleh MIND ID, Pertamina, Bukit Asam, dan Pertamina Patra Niaga. Proyek ini telah diresmikan Percepatan Pengembangan Coal to DME oleh Presiden Prabowo dalam Rangkaian Groundbreaking Proyek Hilirisasi Ke-2 di akhir April 2026.

Sejumlah akademisi dan pengamat memberi catatan kritis atas grounbreaking proyek tersebut. Pengamat energi sekaligus Guru Besar Fakultas Teknik Universitas Indonesia (FTUI) Iwa Garniwa menilai keberhasilan DME sebagai substitusi LPG tidak hanya bergantung pada pembangunan pabrik, tapi juga butuh dukungan dari sisi insentif fiskal dan konsistensi kebijakan.

DME kata Iwa perlu disokong oleh kepastian harga batu bara dan stimulus kebijakan berupa subsidi agar harga jualnya lebih terjangkau diterima masyarakat.

”DME sangat sensitif terhadap harga batu bara dan capex gasifikasi itu tinggi. Jika harga batu bara di atas US$60 per ton, DME tidak kompetitif tanpa subsidi,’’ ujar Iwa.

Dalam hal ini, Iwa mendorong dilakukannya reformasi subsidi energi secara bertahap dari komoditas ke individu melalui Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS). Tanpa reformasi ini, insentif untuk beralih ke jaringan gas (jargas), listrik, atau DME menjadi lemah.

Selain itu, pemerintah diminta mengembangkan indikator kinerja proyek ini. Keberhasilan tidak hanya diukur dari jumlah pabrik DME, melainkan dari penurunan volume impor LPG, penghematan subsidi, dan penurunan intensitas emisi per kapita.

”Diversifikasi energi rumah tangga adalah isu multidimensi yang menyangkut fiskal, ketahanan energi, lingkungan, dan keadilan sosial. Keberhasilannya bergantung pada konsistensi kebijakan lintas periode pemerintahan dan kemampuan mengelola transisi secara berkeadilan,” jelas Iwa saat dihubungi. 

Tak hanya itu, pemerintah juga perlu menyusun peta jalan diversifikasi energi rumah tangga berdasarkan karakteristik wilayah.

Misalnya, pemanfaatan jaringan gas bumi (jargas) di kota besar yang dekat dengan jaringan transmisi gas, penggunaan kompor listrik di daerah dengan surplus daya listrik, serta pemanfaatan DME di wilayah non-pipa seperti Sumatera Selatan dan Kalimantan.

Dengan skema tersebut, potensi substitusi LPG diperkirakan dapat mencapai 4,5 juta ton hingga 6,5 juta ton per tahun atau setara 55%-75% dari volume impor LPG saat ini.

Selain dukungan kebijakan, Pengamat Energi Migas Hadi Ismoyo juga menekankan pentingnya kolaborasi pemerintah dan pelaku usaha untuk mengembangkan infrastruktur DME.

”Infrastruktur kompor DME sudah ada di Lemigas. Tidak masalah. Tinggal membuat pabrik skala besar. Danantara bisa kolaborasi dengan Pertamina yang sudah punya jaringan distribusi yang matang dan terukur,” ungkap Hadi.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

  • Penulis: vritimes

Rekomendasi Untuk Anda

  • Holding Perkebunan Nusantara melalui RPN Hadirkan Museum Gula Indonesia: Rumah Sejarah dan Inovasi Pergulaan

    Holding Perkebunan Nusantara melalui RPN Hadirkan Museum Gula Indonesia: Rumah Sejarah dan Inovasi Pergulaan

    • calendar_month Kamis, 28 Mei 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 29
    • 0Komentar

    Pasuruan – Sejarah baru industri gula nasional terukir pada Rabu (29/4). Di Gedung P3GI, Kota Pasuruan, PT Riset Perkebunan Nusantara (RPN) melalui Pusat Penelitian Perkebunan Gula Indonesia (P3GI), salah satu entitas dari Holding Perkebunan Nusantara tersebut menggelar soft launching Museum Gula Indonesia dalam rangkaian Pertemuan Teknis IKAGI (Ikatan Ahli Gula Indonesia) 2026. Museum Gula Indonesia […]

  • Fatmawati City Center: Pilihan Hunian Modern 3 Lantai di Kawasan Strategis Jakarta Selatan

    Fatmawati City Center: Pilihan Hunian Modern 3 Lantai di Kawasan Strategis Jakarta Selatan

    • calendar_month Senin, 20 Apr 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 38
    • 0Komentar

    Fatmawati City Center hadir sebagai kawasan hunian terpadu yang menawarkan kenyamanan tinggal sekaligus kemudahan akses di salah satu lokasi strategis Jakarta Selatan. Fatmawati City Center hadir sebagai kawasan hunian terpadu yang menawarkan kenyamanan tinggal sekaligus kemudahan akses di salah satu lokasi strategis Jakarta Selatan. Menghadirkan landed house modern dengan konsep tiga lantai siap huni, proyek […]

  • Audit Trail pada Dokumen Digital: Cara Kerja dan Manfaatnya Untuk Bisnis

    Audit Trail pada Dokumen Digital: Cara Kerja dan Manfaatnya Untuk Bisnis

    • calendar_month Jumat, 31 Jul 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 20
    • 0Komentar

    Pelajari cara kerja audit trail pada dokumen digital dan manfaatnya dalam menjaga transparansi, keamanan, serta keabsahan proses persetujuan bisnis. Fitur ini membantu melacak setiap aktivitas dokumen secara otomatis sehingga risiko sengketa dan manipulasi dapat diminimalkan. Banyak bisnis kesulitan melacak siapa saja yang menyetujui sebuah dokumen. Revisi yang dilakukan berkali-kali sering membuat versi terbaru sulit dipastikan. […]

  • KAI BANDARA CATAT 1,56 JUTA PENUMPANG KA BANDARA YIA HINGGA JULI 2026

    KAI BANDARA CATAT 1,56 JUTA PENUMPANG KA BANDARA YIA HINGGA JULI 2026

    • calendar_month Kamis, 13 Agt 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 16
    • 0Komentar

    PT Railink atau KAI Bandara mencatat kinerja positif layanan KA Bandara YIA sepanjang Januari hingga Juli 2026. Dalam periode tersebut, sebanyak 1,56 juta penumpang telah menggunakan layanan KA Bandara YIA untuk mendukung mobilitas masyarakat dari dan menuju Bandara Internasional Yogyakarta (YIA). Dari total tersebut, sebanyak 1 juta penumpang merupakan pengguna layanan KA Bandara YIA PSO, […]

  • RAYAKAN “LIVABLE ART” DAN DEKONSTRUKSI MONOKROM: PURANA DAN PURAGRAPH RESMI LUNCURKAN KOLABORASI BERSAMA AFGANIAL DI HÖRBISS, YATS COLONY

    RAYAKAN “LIVABLE ART” DAN DEKONSTRUKSI MONOKROM: PURANA DAN PURAGRAPH RESMI LUNCURKAN KOLABORASI BERSAMA AFGANIAL DI HÖRBISS, YATS COLONY

    • calendar_month Senin, 29 Jun 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 21
    • 0Komentar

    YOGYAKARTA, 27 Juni 2026 – Hari ini, ruang kreatif rindang Hörbiss di YATS Colony Yogyakarta menjadi pusat desain kontemporer tanah air. PURANA dan PURAGRAPH secara resmi meluncurkan koleksi kolaborasi yang telah lama dinantikan bersama desainer dan seniman ternama, Anton Afganial. Peluncuran ini ditandai dengan pameran privat berkonsep tinggi dan instalasi interaktif, menerjemahkan bentuk arsitektural menjadi […]

  • Hadirkan Ratusan Pengembangan Inovasi Fitur, Bank Raya Raih Most Trusted Financial Brand Awards 2026

    Hadirkan Ratusan Pengembangan Inovasi Fitur, Bank Raya Raih Most Trusted Financial Brand Awards 2026

    • calendar_month Kamis, 23 Apr 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 31
    • 0Komentar

    Bank Raya bank digital BRI Group kembali meraih penghargaan Most Trusted Financial Brands Awards 2026 pada kategori Mobile Banking App yaitu Aplikasi Raya. Penghargaan ini merupakan bentuk apresiasi kepada brand di industri keuangan yang dinilai berhasil membangun kepercayaan publik dan menjaga reputasi positif secara konsisten. Ajang penganugerahan ini diselenggarakan pada Selasa, 31 Maret 2026, bertempat […]

expand_less