Breaking News
light_mode
Beranda » Ekonomi » Sampoerna Pertahankan Kepemimpinan Pasar di 2025 di Tengah Tantangan pada Industri Tembakau

Sampoerna Pertahankan Kepemimpinan Pasar di 2025 di Tengah Tantangan pada Industri Tembakau

  • account_circle vritimes
  • calendar_month Selasa, 19 Mei 2026
  • visibility 39
  • comment 0 komentar

PT HM Sampoerna Tbk. (Sampoerna/BEI: HMSP) hari ini mengumumkan hasil kinerja tahun buku 2025 dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST), dengan mencatatkan volume penjualan sebanyak 79,4 miliar batang, serta berhasil mempertahankan posisi sebagai pemimpin di industri hasil tembakau Indonesia dengan pangsa pasar sebesar 30,7%.

JAKARTA, 18 Mei 2026 – PT HM Sampoerna Tbk. (Sampoerna/BEI: HMSP)
hari ini mengumumkan hasil kinerja tahun buku 2025 dalam Rapat Umum Pemegang
Saham Tahunan (RUPST), dengan mencatatkan volume penjualan sebanyak 79,4 miliar
batang, serta berhasil mempertahankan posisi sebagai pemimpin di industri hasil
tembakau Indonesia dengan pangsa pasar sebesar 30,7%.

Seiring dengan capaian tersebut, Sampoerna mencatatkan kinerja peningkatan laba
bruto  sebesar 11,2% menjadi Rp20,6
triliun, yang didukung oleh penerapan strategi penetapan harga di tengah
kondisi pasar yang menantang. Laba bersih tercatat relatif stabil dibandingkan tahun
sebelumnya sebesar Rp6,6 triliun, mencerminkan kekuatan fundamental bisnis
Perseroan serta konsistensi dalam menjalankan fokus strategi.

“Strategi kami berfokus pada inovasi dan penguatan
portofolio produk yang berorientasi pada konsumen dewasa untuk mempertahankan
kepemimpinan di seluruh segmen di tengah dinamika industri yang terus
berkembang. Kami juga terus menyeimbangkan pertumbuhan bisnis dengan memperkuat
hilirisasi di industri tembakau serta berkontribusi pada penciptaan nilai di
seluruh rantai pasok,”
ujar Presiden Direktur Sampoerna Ivan Cahyadi pada Rapat Umum
Pemegang Saham Tahunan (RUPST) 2025 di Jakarta, Senin (18/5/2026).

Perekonomian Indonesia tetap menunjukkan resiliensi pada tahun 2025. Namun
demikian, Industri Hasil Tembakau (IHT) terus menghadapi tantangan seiring
tekanan daya beli yang berkelanjutan, berlanjutnya tren downtrading ke
produk dengan harga lebih rendah, dan meningkatnya peredaran rokok ilegal. Kondisi
ini tecermin dari kinerja IHT Nasional yang mengalami penurunan penjualan
sekitar 3% dibandingkan tahun sebelumnya.

Dampak terbesar dirasakan pada Rokok Golongan I, yang merupakan penyerap
tenaga kerja terbesar sekaligus kontributor utama terhadap penerimaan cukai
negara. Pangsa pasar Rokok Golongan I telah tergerus secara signifikan, turun
sekitar 22 poin dalam enam tahun terakhir—dari 80% pada tahun 2019 dan sudah
mendekati 50% pada Kuartal I 2026. Hal ini turut tecermin pada penurunan volume penjualan
Perseroan sebesar 8,7% pada Kuartal I 2026, dengan penurunan volume terbesar pada kategori Sigaret Kretek Tangan
(SKT) yang merupakan segmen padat karya

“Kami mengapresiasi keputusan Pemerintah untuk
tidak menaikkan tarif cukai pada 2026 sebagai langkah strategis dalam menjaga
stabilitas industri tembakau. Kebijakan ini, yang didukung oleh upaya pemerintah
dalam pemberantasan rokok ilegal, memberi ruang pelaku industri legal untuk dapat
terus berkontribusi terhadap penerimaan negara dan penciptaan lapangan kerja.
Namun, penurunan pangsa pasar di  segmen Rokok Golongan 1 yang terus
berlanjut dan perlindungan segmen SKT
yang padat karya, perlu mendapatkan perhatian dari pemangku kepentingan. Dengan iklim usaha yang lebih kondusif,
kami optimis dapat terus memperkuat ekosistem ekonomi nasional secara
berkelanjutan,”
ujar Ivan.

 Dukungan Sampoerna terhadap Sigaret Kretek Tangan
(SKT) yang Padat Karya dan Perekonomian Nasional

Sampoerna secara konsisten memperkuat portofolio SKT guna menjaga mata
pencaharian sekitar 70 ribu tenaga pelinting—yang sebagian besar adalah
perempuan—dan bekerja di enam fasilitas produksi yang dimiliki perseroan serta
43 fasilitas produksi yang dimiliki dan dioperasikan oleh Koperasi dan
Pengusaha Daerah yang tersebar di 35 kabupaten dan kota di pulau Jawa.

Urgensi untuk menjaga keberlangsungan segmen ini semakin nyata mengingat
hasil studi Universitas Airlangga yang mencatat efek ekonomi berganda hingga
3,8 kali lipat. Artinya, setiap Rp1.000 aktivitas ekonomi yang dihasilkan
fasilitas produksi SKT berpotensi menciptakan perputaran ekonomi sebesar
Rp3.800 di masyarakat sekitar.

Oleh karena itu, keterlibatan dan sinergi seluruh pemangku kepentingan
menjadi penting dalam merumuskan kebijakan yang mendukung keberlanjutan
industri tembakau nasional, khususnya di segmen SKT, guna menjaga ekosistem
ekonomi daerah serta melindungi puluhan ribu lapangan kerja yang bergantung
pada sektor ini.

Sementara itu, dalam mendukung pertumbuhan ekonomi nasional, Sampoerna
terus menciptakan nilai di seluruh rantai nilai perseroan, mulai dari kemitraan
dengan lebih dari 22.500 petani tembakau dan cengkih, bekerja sama dengan lebih
dari 1,5 juta toko ritel, serta penciptaan sekitar 90.000 lapangan kerja di
Indonesia dari kegiatan usaha Perseroan. Berdasarkan Studi  Litbang Kompas pada tahun 2025, dampak
berganda aktivitas usaha Sampoerna mencapai sekitar Rp204,1 triliun per tahun
atau setara dengan sekitar 1% Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia, dengan
rasio multiplier sebesar 1,7 kali.

Sejalan dengan kontribusi tersebut, Perseroan juga terus memperkuat
pengembangan sumber daya manusia sebagai kunci pertumbuhan berkelanjutan
melalui berbagai inisiatif pelatihan, pengembangan talenta, serta program pembinaan
dengan pengusaha UMKM lokal di seluruh Indonesia. Beberapa program yang telah
dijalankan adalah Sampoerna Retail Community (SRC) yang diluncurkan pada tahun
2008 dan  telah membina 250.000 toko
kelontong di seluruh Indonesia dan menghasilkan total omzet sebesar Rp251 triliun
per tahun atau setara dengan 9,46% PDB Retail Nasional 2025, Sampoerna
Entrepreneurship Training Center (SETC) yang dimulai dari tahun 2007 dan telah
menjangkau lebih dari 108.000 pelaku UMKM, serta Sampoerna Karya Bangsa yang memiliki
 berbagai program pengembangan kapasitas,
termasuk program HOPE yang telah melibatkan lebih dari 9.000 peserta dan
pelatihan vokasional dengan lebih dari 1.500 peserta.

Dengan pengalaman selama lebih dari 112 tahun di Indonesia, Sampoerna terus
memperkuat perannya sebagai bagian integral dari perekonomian nasional melalui
inovasi, keberlanjutan, serta penciptaan nilai jangka panjang bagi seluruh
pemangku kepentingan.

Dalam RUPST, Sampoerna juga mengumumkan pembagian dividen dari laba tahun
buku 2025 dengan total sekitar Rp6,55 triliun dari saldo laba Perseroan, dengan
rasio pembayaran dividen sebesar 99,95% atau Rp56,3 per saham, mencerminkan
komitmen perusahaan terhadap pemegang saham.

Perubahan Susunan Direksi

Dalam RUPST, para pemegang saham menyetujui perubahan susunan Direksi
Perseroan. RUPST menyetujui pengunduran diri Elvira Lianita dari jabatannya
selaku Direktur Perseroan, sehubungan dengan penunjukan beliau pada peran baru sebagai
Vice President Corporate Affairs East & Southeast Asia, Pacific and PMI
Global Travel Retail, Philip Morris Asia Limited. Perseroan menyampaikan
apresiasi atas kontribusi yang telah diberikan selama masa jabatan beliau di
Perseroan.

Sejalan dengan hal tersebut, RUPST juga menyetujui pengangkatan Joy Kartika
Widjaja dan Virawaty sebagai anggota Direksi Perseroan, serta Umer Jawaid
sebagai Direktur Perseroan yang menggantikan Johan Bink, efektif sejak
ditutupnya RUPST 2026.

“Perubahan dalam jajaran Direksi ini merupakan bagian dari upaya
berkelanjutan Perseroan untuk memastikan kepemimpinan yang solid dan relevan
dengan dinamika bisnis. Kami menyampaikan terima kasih atas dedikasi Ibu Elvira
Lianita dan Bapak Johan Bink serta mengucapkan selamat menjalankan tugas kepada
Ibu Joy Kartika Widjaja, Ibu Virawaty, dan Bapak Umer Jawaid,” ujar Ivan.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

  • Penulis: vritimes

Rekomendasi Untuk Anda

  • Dari Packaging Mewah hingga Undangan Digital, PEPA Hadirkan Solusi Event & Bisnis yang “Seamless”

    Dari Packaging Mewah hingga Undangan Digital, PEPA Hadirkan Solusi Event & Bisnis yang “Seamless”

    • calendar_month Minggu, 8 Feb 2026
    • account_circle Vrit Time
    • visibility 87
    • 0Komentar

    PEPA, Solusi Cerdas “Fisik & Digital” dalam Satu Pintu Warna Makmur Persada (PEPA) adalah mitra terbaik untuk meningkatkan level acara dan bisnis Anda melalui dua pilar utama: Produk Fisik Premium: Cetak Undangan, Paperbag, dan Packaging dengan kualitas material berkelas untuk kesan pertama yang mewah. Teknologi Digital Modern: Sistem Undangan Digital, RSVP WhatsApp Official, dan Digital […]

  • Peringatan Bos AI Guncang Pasar, Investor Mulai Waspadai Saham Teknologi

    Peringatan Bos AI Guncang Pasar, Investor Mulai Waspadai Saham Teknologi

    • calendar_month Senin, 14 Sep 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 14
    • 0Komentar

    Perkembangan industri kecerdasan buatan (AI) kembali menjadi perhatian pasar setelah sejumlah pemimpin perusahaan AI terbesar di dunia mulai menyerukan agar laju pengembangan teknologi tersebut tidak dilakukan tanpa batas. Pernyataan tersebut memicu kekhawatiran investor dan menekan saham-saham yang selama beberapa tahun terakhir menjadi pendorong utama reli sektor teknologi. CEO Anthropic Dario Amodei menjadi salah satu tokoh […]

  • Gaji Berhenti Saat Pensiun, Dhiraj Kelly Ingatkan Biaya Hidup Tetap Berjalan

    Gaji Berhenti Saat Pensiun, Dhiraj Kelly Ingatkan Biaya Hidup Tetap Berjalan

    • calendar_month Rabu, 23 Sep 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 10
    • 0Komentar

    JAKARTA, 23 September 2026 – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencanangkan Bulan Dana Pensiun 2026 pada 6 September 2026 untuk mendorong masyarakat menyiapkan masa purnabakti sejak dini. Momentum ini mengangkat kebutuhan pekerja muda untuk menghitung biaya hidup dan sumber pendapatan setelah tidak lagi menerima gaji dari pekerjaan utama. [1] Dalam acara tersebut, Ketua Dewan Komisioner OJK […]

  • Kementerian PU Tangani Banjir Tol Tangerang–Merak KM 50, Siapkan Solusi Jangka Panjang Sungai Cidurian

    Kementerian PU Tangani Banjir Tol Tangerang–Merak KM 50, Siapkan Solusi Jangka Panjang Sungai Cidurian

    • calendar_month Rabu, 11 Feb 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 79
    • 0Komentar

    JAKARTA – Kementerian Pekerjaan Umum (PU) telah melakukan penanganan sementara pascabanjir yang menggenangi ruas Jalan Tol Tangerang–Merak KM 50. Penanganan itu dilakukan oleh Balai Besar Wilayah Sungai Cidanau–Ciujung–Cidurian (BBWS C3) bersama Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) PT Marga Mandalasakti. Selain penanganan darurat pada jalan tol, Kementerian PU juga tengah menyiapkan desain tanggul permanen sebagai solusi […]

  • Terungkap! Kasus Kawanua Run Fest Heboh di Sulut , Stafsus & Pengacara Tegaskan: “Tidak Ada Kaitan dengan Gubernur Yulius Selvanus Komaling!

    Terungkap! Kasus Kawanua Run Fest Heboh di Sulut , Stafsus & Pengacara Tegaskan: “Tidak Ada Kaitan dengan Gubernur Yulius Selvanus Komaling!

    • calendar_month Minggu, 2 Nov 2025
    • account_circle redaktur reputasi
    • visibility 145
    • 0Komentar

    Manado.ReputasiPlus.com — Isu yang beredar di media sosial terkait Kawanua Run Fest kini tengah menjadi sorotan publik. Pasalnya, beredar kabar bahwa ketua panitia kegiatan tersebut kerap mencatut nama dan menggunakan foto bersama Gubernur Sulawesi Utara, Yulius Selvanus Komaling (YSK), untuk mendapatkan sponsor dan dukungan demi kelancaran acara. Namun, Staf Khusus Gubernur Sulawesi Utara Bidang Olahraga, […]

  • Teh Rancabali PTPN I, Subholding PTPN III (Persero) Jadi Sorotan Media AS

    Teh Rancabali PTPN I, Subholding PTPN III (Persero) Jadi Sorotan Media AS

    • calendar_month Rabu, 2 Sep 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 34
    • 0Komentar

    BANDUNG — PT Perkebunan Nusantara I (PTPN I) Regional 2, bagian dari Holding Perkebunan Nusantara PTPN Group, menjadi perhatian media asal Amerika Serikat melalui proyek dokumenter bertajuk The Tea Trail. Lost In Space Media melakukan peliputan khusus di Kebun Rancabali, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, untuk mengangkat perjalanan teh Indonesia dari perkebunan hingga menjadi sajian yang […]

expand_less