Breaking News
light_mode
Beranda » Ekonomi » Hal yang Mendorong Keputusan Belanja, Apa Saja?

Hal yang Mendorong Keputusan Belanja, Apa Saja?

  • account_circle vritimes
  • calendar_month 7 jam yang lalu
  • visibility 7
  • comment 0 komentar

Banyak orang menganggap keputusan belanja terjadi karena adanya kebutuhan. Namun dalam praktiknya, keputusan membeli suatu produk sering kali dipengaruhi oleh berbagai faktor lain yang bersifat emosional maupun sosial.

Tidak jarang seseorang membeli barang yang sebelumnya tidak ada dalam daftar kebutuhan hanya karena merasa tertarik, penasaran, atau khawatir kehabisan kesempatan. Kondisi ini semakin mudah terjadi di era digital ketika informasi dan tren dapat menyebar dalam hitungan menit melalui media sosial.

Karena itu, memahami faktor yang mendorong keputusan belanja menjadi penting agar pengeluaran tetap sesuai dengan kondisi keuangan.

Pengaruh Media Sosial Semakin Besar

Media sosial kini menjadi salah satu faktor yang paling kuat dalam membentuk minat konsumen. Ketika sebuah produk ramai dibicarakan oleh kreator konten, selebritas, atau komunitas tertentu, perhatian publik dapat meningkat dengan cepat.

Foto, video, dan ulasan yang muncul berulang kali membuat banyak orang semakin tertarik untuk memiliki produk yang sama. Bahkan, seseorang yang sebelumnya tidak memiliki rencana membeli bisa mulai mempertimbangkan pembelian setelah sering melihat produk tersebut di berbagai platform.

Fenomena ini menunjukkan bahwa eksposur yang terus menerus dapat memengaruhi persepsi dan keputusan konsumen.

FOMO Membuat Orang Takut Ketinggalan

Salah satu faktor yang sering muncul dalam tren belanja saat ini adalah FOMO atau fear of missing out. Istilah ini menggambarkan kondisi ketika seseorang merasa khawatir tertinggal dari pengalaman, tren, atau kesempatan yang sedang dinikmati orang lain.

Ketika melihat banyak orang membeli atau membahas suatu produk, muncul perasaan bahwa produk tersebut harus segera dimiliki sebelum kehabisan atau tidak lagi tersedia.

Akibatnya, keputusan pembelian sering dilakukan dengan cepat tanpa melalui pertimbangan yang matang. Dalam beberapa kasus, seseorang bahkan menggunakan dana yang sebenarnya sudah dialokasikan untuk kebutuhan lain demi mengikuti tren yang sedang berlangsung.

Kemudahan Pembayaran Digital Membuat Transaksi Semakin Cepat

Perkembangan pembayaran digital turut mengubah cara masyarakat berbelanja. Saat ini, konsumen tidak lagi harus membawa uang tunai untuk melakukan transaksi. Cukup menggunakan ponsel, berbagai kebutuhan dapat dibayar dalam hitungan detik.

Kemudahan transaksi cashless membuat pengalaman berbelanja menjadi lebih praktis. Banyak konsumen kini terbiasa melakukan scan QRIS saat membeli makanan, minuman, kebutuhan harian, hingga produk gaya hidup.

Karena prosesnya cepat dan sederhana, sebagian orang terkadang tidak menyadari jumlah pengeluaran yang sudah dilakukan. Apalagi ketika aktivitas bayar pakai QRIS sudah menjadi bagian dari rutinitas sehari hari.

Di sisi lain, pembayaran QRIS juga memberikan kemudahan dalam mencatat transaksi karena seluruh riwayat pembayaran tersimpan secara digital dan dapat diakses kembali saat dibutuhkan.

Promo dan Diskon Menciptakan Rasa Mendesak

Selain tren dan media sosial, promo juga menjadi salah satu pendorong utama keputusan belanja.

Label seperti “diskon terbatas”, “flash sale”, atau “stok hampir habis” dapat menciptakan rasa urgensi yang membuat konsumen merasa harus segera membeli.

Padahal, belum tentu produk tersebut benar benar dibutuhkan saat itu. Strategi pemasaran seperti ini efektif karena memanfaatkan kecenderungan psikologis manusia untuk menghindari kehilangan peluang.

Karena itu, penting untuk membedakan antara membeli karena kebutuhan dan membeli karena takut kehilangan kesempatan.

Faktor Emosional Juga Berpengaruh

Keputusan belanja sering kali tidak sepenuhnya rasional. Perasaan senang, stres, bosan, atau ingin memberi penghargaan kepada diri sendiri juga dapat memengaruhi keinginan untuk membeli sesuatu.

Fenomena emotional spending menjadi semakin umum, terutama ketika proses belanja dapat dilakukan dengan cepat melalui layanan digital.

Meskipun sesekali membeli sesuatu untuk kesenangan pribadi bukan hal yang salah, pengeluaran yang dilakukan secara impulsif dan berulang dapat berdampak pada kondisi keuangan dalam jangka panjang.

Tetap Nikmati Kemudahan, Tetap Kelola Pengeluaran

Memahami faktor yang mendorong keputusan belanja dapat membantu seseorang menjadi konsumen yang lebih sadar dalam mengelola keuangan.

Sebelum melakukan pembelian, ada baiknya memberikan waktu untuk mempertimbangkan apakah produk tersebut benar benar dibutuhkan, apakah masih sesuai dengan anggaran, dan apakah pembelian tersebut akan memengaruhi tujuan keuangan yang lebih penting.

Di tengah tren belanja yang terus berkembang, kemudahan pembayaran digital dapat dimanfaatkan secara bijak untuk membantu aktivitas sehari hari. Melalui bank dengan layanan digital seperti neobank dari Bank Neo Commerce, pengguna dapat melakukan pembayaran QRIS secara praktis langsung dari aplikasi. 

Fitur QRIS neobank memungkinkan pengguna melakukan scan QRIS dan bayar pakai QRIS di berbagai merchant yang mendukung transaksi QRIS, sehingga pengalaman transaksi cashless menjadi lebih mudah.

***

Jika ingin mempelajari QRIS neobank yang tersedia, kamu bisa mengeceknya melalui neobank di PlayStore atau App Store. Cek info lebih lanjut dan terbaru di link QRIS atau https://s.id/igneoqris.   

PT Bank Neo Commerce Tbk berizin & diawasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bank Indonesia (BI), serta merupakan bank peserta penjaminan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS).⁣ 

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

  • Penulis: vritimes

Rekomendasi Untuk Anda

  • Saat Rupiah Melemah dan Biaya Hidup Naik, Banyak Orang Diam-Diam Memilih Cara Ini untuk Bertahan

    Saat Rupiah Melemah dan Biaya Hidup Naik, Banyak Orang Diam-Diam Memilih Cara Ini untuk Bertahan

    • calendar_month Sabtu, 18 Apr 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 16
    • 0Komentar

    Di tengah situasi ekonomi yang penuh dinamika, satu hal menjadi semakin jelas: masyarakat tidak lagi hanya mencari dana, tetapi juga cara yang lebih cerdas untuk mengelola aset mereka. Di tengah tekanan ekonomi yang kian terasa, mulai dari pelemahan rupiah hingga kenaikan harga kebutuhan pokok, masyarakat Indonesia perlahan mengubah cara mereka mengelola keuangan. Jika sebelumnya pinjaman […]

  • FLOQ Dukung Bulan Literasi Kripto 2026 dan Penguatan Literasi Aset Digital di Indonesia

    FLOQ Dukung Bulan Literasi Kripto 2026 dan Penguatan Literasi Aset Digital di Indonesia

    • calendar_month Minggu, 12 Apr 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 28
    • 0Komentar

    FLOQ turut berpartisipasi dalam pembukaan Bulan Literasi Kripto 2026, inisiatif dari Asosiasi Blockchain Indonesia (ABI) bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai teknologi blockchain dan aset kripto. Founder dan CEO FLOQ, Yudhono Rawis, menegaskan optimisme bahwa Indonesia memiliki peluang besar untuk menjadi pusat industri kripto di kawasan Asia Tenggara melalui kolaborasi industri, […]

  • Indonesia Mulai Dipandang sebagai Pusat Pertumbuhan Web3 di Asia Tenggara

    Indonesia Mulai Dipandang sebagai Pusat Pertumbuhan Web3 di Asia Tenggara

    • calendar_month Jumat, 22 Mei 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 10
    • 0Komentar

    Kombinasi pasar digital yang besar, adopsi teknologi yang tinggi, dan dukungan regulasi menjadikan Indonesia sorotan baru bagi industri Web3 di regional. Di tengah pergeseran industri global dari fase eksperimen menuju implementasi nyata, Indonesia perlahan-lahan muncul sebagai salah satu pasar paling strategis bagi pertumbuhan Web3 di Asia Tenggara. Selama bertahun-tahun, percakapan tentang blockchain dan Web3 lebih […]

  • Dari Toko Sparepart ke Precision Parts Sourcing: Transformasi Bisnis Otomotif di Era Digital

    Dari Toko Sparepart ke Precision Parts Sourcing: Transformasi Bisnis Otomotif di Era Digital

    • calendar_month Senin, 18 Mei 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 12
    • 0Komentar

    Bravo Motor, bisnis sparepart otomotif asal Kedungdoro, Surabaya, yang didirikan pada tahun 1996 oleh Hengky Purnomo dan kini diteruskan oleh Kenny Purnomo, menyoroti perubahan besar dalam industri sparepart otomotif di era digital. Semakin banyak pemilik kendaraan kini membeli sparepart sendiri melalui marketplace, WhatsApp, dan platform online karena ingin membandingkan harga atau menghindari markup bengkel. Namun […]

  • Masih Minta Customer Copy Paste Data di Chat? WA Form Barantum Solusinya

    Masih Minta Customer Copy Paste Data di Chat? WA Form Barantum Solusinya

    • calendar_month Selasa, 24 Mar 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 29
    • 0Komentar

    Barantum menyatukan CRM, AI Agent, Omnichannel dan WhatsApp Business API dalam satu dashboard, memudahkan bisnis mengelola semua percakapan pelanggan, meningkatkan efisiensi, serta mempercepat respon. Hasilnya, kepuasan pelanggan meningkat dan penjualan bisnis lebih optimal. Banyak bisnis masih mengumpulkan data pelanggan melalui chat WhatsApp secara manual. Biasanya tim sales akan meminta calon pelanggan mengirimkan informasi seperti nama, […]

  • Perkuat Ketahanan Ekosistem Muara Beting, SUCOFINDO Tanam 5.000 Bibit Mangrove

    Perkuat Ketahanan Ekosistem Muara Beting, SUCOFINDO Tanam 5.000 Bibit Mangrove

    • calendar_month Kamis, 19 Feb 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 43
    • 0Komentar

    Bekasi, (19/2) – Sebagai wujud komitmen terhadap pelestarian lingkungan dan implementasi prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG), PT SUCOFINDO (PERSERO) melalui Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) berkolaborasi dengan Komunitas Indonesia Hijau menyelenggarakan kegiatan penanaman 5.000 bibit mangrove di Kawasan Muara Benting, Kabupaten Bekasi. Kegiatan ini dilakukan sebagai respons atas tantangan abrasi, degradasi ekosistem […]

expand_less