Breaking News
light_mode
Beranda » Ekonomi » Bitcoin Flat di US$74K, Sebagian Investor Justru Mulai Positioning

Bitcoin Flat di US$74K, Sebagian Investor Justru Mulai Positioning

  • account_circle vritimes
  • calendar_month 15 jam yang lalu
  • visibility 7
  • comment 0 komentar

Jakarta, Indonesia [31 Mei 2026] — Pergerakan pasar crypto dalam beberapa minggu terakhir terasa cenderung sideways di tengah meningkatnya ketidakpastian global. Bitcoin (BTC) masih bergerak di kisaran US$74.000 setelah sebelumnya sempat tertekan akibat eskalasi geopolitik di sekitar Bandar Abbas dan meningkatnya sentimen risk-off global.

Namun di balik market yang terlihat “sepi”, sebagian pelaku market justru mulai melihat fase ini sebagai periode repositioning sebelum volatilitas kembali meningkat.

Berdasarkan Analisa pasar dari Trading Desk FLOQ, tekanan pasar global saat ini dipengaruhi oleh kombinasi beberapa faktor utama, mulai dari eskalasi konflik di Timur Tengah, kenaikan harga energi global, hingga pergeseran arus dana institusional yang semakin defensif terhadap aset digital.

Salah satu sinyal penting datang dari laporan posisi Bank of America yang tercatat mengurangi eksposur terhadap Ethereum dan Solana, lalu meningkatkan alokasi ke ETF Bitcoin seperti IBIT. Pergerakan ini memperkuat persepsi bahwa Bitcoin masih dianggap sebagai aset kripto utama untuk menghadapi ketidakpastian makro global.

Di sisi lain, beberapa aset tertentu mulai menunjukkan pergerakan yang lebih kuat dibanding market secara keseluruhan. Saat sebagian besar investor retail merasa market sedang kehilangan momentum, trader dan investor berpengalaman justru mulai fokus pada pengelolaan posisi, cash management, dan strategi akumulasi bertahap.

Fenomena ini sering muncul dalam fase market sideways.

Sebagian investor retail cenderung menunggu market kembali “ramai” sebelum masuk, sementara sebagian lainnya mencoba mengejar pergerakan jangka pendek melalui overtrading. Namun trader yang lebih disiplin biasanya memahami bahwa peluang sering kali mulai dibangun ketika market terasa lambat dan penuh keraguan.

Secara psikologis, kondisi ini juga memunculkan pola yang terus berulang di market crypto: banyak investor berharap harga turun lebih dalam agar bisa membeli lebih murah, tetapi ketika harga mulai bergerak naik, muncul penyesalan karena belum melakukan positioning lebih awal.

Menurut tim trading desk FLOQ, kondisi makro saat ini memang masih menunjukkan kecenderungan risk-off dan belum terdapat katalis positif besar yang dapat mendorong penguatan Bitcoin secara agresif dalam jangka pendek.

Namun justru dalam fase seperti inilah sebagian investor jangka panjang mulai memisahkan noise jangka pendek dari tren adopsi yang lebih besar. 

“Sebagai investor jangka panjang, saya pribadi selalu percaya bahwa periode market sideways adalah waktu untuk repositioning secara berkala. Saat market terasa datar dan banyak orang mulai kehilangan momentum, saya justru selalu ingat bahwa di fase seperti inilah kesempatan sering mulai dibangun.

Bagi saya, investasi bukan hanya tentang mengejar kenaikan harga jangka pendek, tetapi tentang disiplin membangun posisi, memahami siklus market, dan tetap rasional di tengah ketidakpastian global. Karena dalam banyak kasus, momentum besar biasanya tidak dimulai saat semua orang sudah optimis, tetapi ketika market masih terasa tenang.”

— Yudhono Rawis, CEO and Founder FLOQ

Apa yang Sebaiknya Dilakukan Investor Pemula?

Dalam kondisi market seperti sekarang, investor pemula sebaiknya menghindari keputusan emosional yang dipicu oleh headline jangka pendek atau fear market sementara.

FLOQ melihat bahwa banyak investor baru sering terjebak dalam dua kesalahan utama saat market sideways:

1.    terlalu cepat panic selling ketika market terkoreksi,

2.    atau langsung mengejar altcoin hanya karena terlihat “murah”.

Padahal dalam kondisi makro yang masih penuh ketidakpastian, pendekatan yang lebih disiplin justru menjadi lebih penting.

Untuk investor pemula, strategi yang lebih aman biasanya adalah:• melakukan akumulasi secara bertahap dibanding all-in dalam satu harga,• membatasi ukuran posisi,• fokus pada aset dengan likuiditas dan adopsi lebih besar seperti Bitcoin,• serta memahami bahwa market crypto kini semakin dipengaruhi dinamika makro global, bukan hanya hype media sosial semata.

Pendekatan seperti Dollar Cost Averaging (DCA) juga mulai kembali banyak dibicarakan di tengah market yang bergerak datar, terutama bagi investor yang ingin membangun eksposur jangka panjang tanpa harus mencoba menebak titik bottom market secara presisi.

Bagaimana dengan Trader Aktif?

Bagi trader aktif, kondisi market saat ini menuntut pendekatan yang lebih defensif dibanding beberapa bulan sebelumnya.

FLOQ mencatat bahwa saat institusi mulai mengalihkan dana dari altcoin menuju Bitcoin, maka aset dengan volatilitas tinggi berpotensi mengalami tekanan yang lebih besar ketika sentimen global memburuk.

Dalam situasi seperti ini, trader biasanya mulai:• mengurangi ukuran leverage,• mempercepat profit taking,• memperketat stop-loss,• dan lebih selektif memilih aset yang memiliki strength relatif dibanding market.

Alih-alih memaksa mencari trade setiap hari, sebagian trader berpengalaman justru lebih fokus menjaga modal dan menunggu momentum dengan risk-reward yang lebih jelas.

Karena pada akhirnya, bertahan di market sering kali lebih penting daripada memaksakan entry di setiap pergerakan kecil.

Fokus Investor Jangka Panjang Mulai Bergeser

Sementara itu, investor jangka panjang mulai kembali memperhatikan tren adopsi institusional yang terus berkembang di balik volatilitas jangka pendek.

Meningkatnya dominasi Bitcoin dalam arus dana institusional memperlihatkan bahwa BTC semakin dipandang sebagai aset defensif utama di sektor crypto saat ketidakpastian global meningkat.

Bagi investor jangka panjang, fase market seperti sekarang biasanya lebih digunakan untuk:• membangun posisi secara bertahap,• menjaga disiplin alokasi aset,• dan membedakan noise jangka pendek dari tren makro yang lebih besar.

Karena dalam banyak siklus market sebelumnya, peluang sering kali mulai dibangun bukan saat market sudah euphoric, melainkan ketika semuanya masih terasa flat dan membosankan.

Disclaimer: Artikel ini disusun untuk tujuan informasi dan edukasi, bukan merupakan saran finansial maupun investasi. Selalu lakukan riset dan pertimbangan risiko sebelum melakukan investasi aset digital.

Tentang FLOQ

FLOQ adalah platform perdagangan aset digital yang berkomitmen untuk menghadirkan pengalaman investasi yang aman, transparan, dan mudah diakses oleh masyarakat. Dengan fokus pada inovasi, edukasi, serta kepatuhan terhadap regulasi, FLOQ bertujuan untuk mendukung pertumbuhan ekosistem aset digital di Indonesia. FLOQ memiki komunitas aktif dengan lebih dari 250,000 followers yang bergabung di 7 platform social media, 25,000 anggota komunitas aktif dan juga platform yang berkomitmen untuk meningkatkan edukasi bagi setiap pengguna dan publik dengan penyediaan FLOQ Akademi yang dapat diakses tanpa biaya. Hingga saat ini, FLOQ telah mencatat lebih dari 1,8 juta pengguna terdaftar and 2 juta App downloads dan mendukung 100+ aset digital. Dengan fokus pada pengembangan ekosistem dan kolaborasi strategis, FLOQ bertujuan menghadirkan manfaat nyata bagi penggunanya di era ekonomi digital. 

 

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

  • Penulis: vritimes

Rekomendasi Untuk Anda

  • Bersiap! BRI Finance Hadir di BRI Consumer Expo 2026 Jakarta, Hadirkan Promo KKB Mulai 1,59%

    Bersiap! BRI Finance Hadir di BRI Consumer Expo 2026 Jakarta, Hadirkan Promo KKB Mulai 1,59%

    • calendar_month Jumat, 22 Mei 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 12
    • 0Komentar

    Jakarta, 22 Mei 2026 – BRI Group kembali menghadirkan BRI Consumer Expo 2026 Jakarta sebagai ajang yang menghadirkan berbagai solusi finansial dan gaya hidup dalam satu rangkaian acara. Diselenggarakan pada 22–24 Mei 2026 di Jakarta International Convention Center (JICC), Jakarta, acara ini menghadirkan beragam program mulai dari Property Expo, Automotive Expo, Travel Fair, Fun Activities, […]

  • BRI KK Mall Kelapa Gading Tetap Layani Transaksi Nasabah Saat Libur Melalui Weekend Banking

    BRI KK Mall Kelapa Gading Tetap Layani Transaksi Nasabah Saat Libur Melalui Weekend Banking

    • calendar_month Senin, 25 Mei 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 9
    • 0Komentar

    Sebagai bentuk komitmen dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat, BRI Kantor Kas (KK) Mall Kelapa Gading tetap menghadirkan layanan Weekend Banking guna melayani kebutuhan transaksi perbankan nasabah selama periode liburan dan akhir pekan. Kehadiran layanan ini memberikan kemudahan bagi nasabah yang tetap membutuhkan akses layanan perbankan di tengah aktivitas liburan bersama keluarga maupun kesibukan lainnya. […]

  • Pendiri Ondo Finance Nathan Allman Meninggal Dunia, Apa Selanjutnya untuk ONDO dan Masa Depan Tokenisasi Saham?

    Pendiri Ondo Finance Nathan Allman Meninggal Dunia, Apa Selanjutnya untuk ONDO dan Masa Depan Tokenisasi Saham?

    • calendar_month Kamis, 28 Mei 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 7
    • 0Komentar

    Jakarta, Indonesia [28 Mei 2026] — Industri aset digital global tengah menyoroti kabar meninggalnya Nathan Allman beberapa hari lalu, pendiri Ondo Finance, salah satu proyek terbesar dalam sektor Real World Assets (RWA) dan tokenisasi aset berbasis blockchain.  Nathan Allman dikenal sebagai salah satu figur penting yang mendorong integrasi antara sistem keuangan tradisional (Traditional Finance / TradFi) dengan teknologi blockchain. Di bawah kepemimpinannya, Ondo berkembang dari proyek DeFi menjadi salah satu pemain utama dalam narasi tokenisasi aset global. Namun di tengah kabar tersebut, perhatian market kini mulai bergeser pada pertanyaan yang lebih besar: apakah tokenisasi saham dan aset finansial benar-benar akan menjadi masa depan industri keuangan global?  Secara sederhana, Ondo mencoba membawa saham dan aset finansial dunia nyata ke blockchain. Jika sebelumnya investor membeli saham melalui broker tradisional dengan jam market terbatas, proses settlement yang memakan waktu, serta akses geografis tertentu, Ondo mencoba menghadirkan versi digitalnya melalui teknologi blockchain.  Melalui platform Ondo Global Markets, pengguna dapat memperoleh eksposur terhadap saham dan ETF Amerika Serikat dalam bentuk token digital berbasis blockchain. Contohnya, saham seperti Apple, Tesla, Nvidia, hingga Meta dapat direpresentasikan menjadi token digital yang dapat diakses melalui ekosistem blockchain.  Sebagai ilustrasi sederhana, ketika seseorang ingin memiliki eksposur terhadap saham Nvidia, aset saham tersebut dapat disimpan oleh kustodian resmi, lalu sistem menerbitkan token digital yang merepresentasikan eksposur ekonomi terhadap saham tersebut. Token tersebut kemudian dapat diakses, dipindahkan, dan digunakan di ekosistem blockchain secara lebih fleksibel.  Konsep ini dikenal sebagai tokenized assets atau tokenisasi aset, di mana blockchain digunakan sebagai lapisan baru distribusi dan settlement aset finansial. Narasi ini mulai berkembang karena banyak pihak melihat sistem finansial tradisional masih memiliki berbagai keterbatasan, mulai dari jam trading yang terbatas, proses […]

  • Indonesia–India Perkuat Aliansi Tekstil, Diplomasi dan Industri Bersatu Hadapi Tantangan Global

    Indonesia–India Perkuat Aliansi Tekstil, Diplomasi dan Industri Bersatu Hadapi Tantangan Global

    • calendar_month Rabu, 15 Apr 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 23
    • 0Komentar

    Jakarta — Kerja sama tekstil Indonesia India memasuki babak baru transformasi industri di tengah tekanan global. Upaya memperkuat industri tekstil nasional kini tidak hanya digerakkan oleh pelaku industri, tetapi juga didukung langsung oleh diplomasi antarnegara. Sebuah forum bisnis strategis yang diselenggarakan oleh Kedutaan Besar India di Jakarta bersama India ITME Society dan Asosiasi Pertekstilan Indonesia (API) […]

  • Saham Intel Melonjak Jelang Rilis Laporan Keuangan, Sektor Semikonduktor Menguat

    Saham Intel Melonjak Jelang Rilis Laporan Keuangan, Sektor Semikonduktor Menguat

    • calendar_month Jumat, 23 Jan 2026
    • account_circle editor News
    • visibility 61
    • 0Komentar

    Saham Intel mencatat lonjakan signifikan dan memimpin penguatan sektor semikonduktor menjelang rilis laporan keuangan kuartal keempat yang dijadwalkan setelah penutupan pasar. Hingga perdagangan Rabu siang waktu setempat, saham Intel melonjak sekitar 11%, mencerminkan optimisme investor terhadap prospek kinerja perusahaan di tengah momentum positif industri chip secara keseluruhan. Penguatan Intel tidak terjadi secara terpisah. Sejumlah saham […]

  • Bangkit dari Trauma Scam, Pria Ini Buktikan 7 Tahun Trading Aman di HSB Investasi

    Bangkit dari Trauma Scam, Pria Ini Buktikan 7 Tahun Trading Aman di HSB Investasi

    • calendar_month Rabu, 15 Apr 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 22
    • 0Komentar

    Sempat trauma tertipu scam, pria ini buktikan keamanan dana di HSB Investasi. Penarikan dana (WD) lancar dan pelayanan profesional selama 7 tahun terakhir. Di tengah maraknya isu kegagalan penarikan dana (withdraw) dan skema investasi bodong yang merugikan masyarakat, konsistensi sebuah platform dalam menjaga kepercayaan nasabah menjadi nilai yang tak ternilai. Tasroni, atau yang akrab disapa […]

expand_less