Janji Manis Kemajuan Sulut Hanya Gertakan Saja? BPS Ungkap Lima Fakta yang Tidak Diketahui Publik!
- account_circle reputasi
- calendar_month Rabu, 3 Jun 2026
- visibility 34
- comment 0 komentar

Media.Reputasiplus.com
Seringkali terdengar keraguan di tengah masyarakat, apakah narasi kemajuan dan kesejahteraan di Sulawesi Utara (Sulut) di bawah kepemimpinan saat ini hanyalah janji manis belaka? Jawabannya baru saja dibongkar oleh Badan Pusat Statistik (BPS) melalui Berita Resmi Statistik tertanggal 2 Juni 2026.
Alih-alih menemukan kemunduran, BPS justru merilis lima fakta mengejutkan yang membuktikan bahwa roda ekonomi Sulawesi Utara sedang berputar dengan sangat kencang. Berikut adalah lima capaian luar biasa yang berhasil dicatat:
1. Harga Kebutuhan Pokok ‘Anjlok’ (Deflasi)
Banyak yang mengira biaya hidup semakin mencekik, namun faktanya pada bulan Mei 2026, Sulawesi Utara justru mencatatkan deflasi sebesar -0.61% secara bulanan. Penurunan harga ini sangat dirasakan oleh masyarakat, terutama pada komoditas andalan dapur seperti cabai rawit dan ikan-ikanan (ikan selar, ikan malalugis, dan ikan cakalang) yang stoknya melimpah berkat hasil panen dan tangkapan nelayan yang maksimal.
2. Pendapatan Petani Malah Meroket Tajam
Meskipun harga bahan pokok di pasar sedang murah, kesejahteraan petani justru tidak ikut anjlok. Sebaliknya, Nilai Tukar Petani (NTP) Sulawesi Utara pada bulan Mei 2026 sukses melonjak 4,57% hingga menyentuh angka 133,37.
Keuntungan paling fantastis dirasakan oleh para petani di subsektor Hortikultura, di mana nilai tukar mereka meroket hingga 20,47% hanya dalam waktu satu bulan. Ini membuktikan strategi perlindungan dan pemberdayaan petani berjalan sangat efektif.
3. Komoditas Lokal ‘Dikeruk’ Habis untuk Ekspor
Aktivitas perdagangan internasional Sulawesi Utara menunjukkan performa yang agresif. Hasil bumi dan laut Sulut terus menerus ‘dikeruk’ untuk dikirim ke luar negeri. Sepanjang Januari hingga April 2026, nilai ekspor kumulatif tercatat melesat 11,49% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Puncaknya, neraca perdagangan barang Sulawesi Utara pada April 2026 berhasil mencetak surplus besar senilai US$ 88,66 Juta.
4. Wisatawan Asing Makin Ramai ‘Menguasai’ Sulut
Daya tarik pariwisata Sulut di mata internasional ternyata bukan sekadar klaim sepihak. Pada bulan April 2026, jumlah kunjungan Wisatawan Mancanegara (Wisman) yang datang langsung ke Sulawesi Utara meledak hingga 120,14% dibandingkan dengan bulan April tahun lalu. Kenaikan tajam ini turut mengerek Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel berbintang sebesar 7,31 poin, memberikan napas segar bagi industri perhotelan dan UMKM di sektor pariwisata lokal.
5. Rute Udara dan Laut Super Sibuk
Denyut nadi ekonomi yang sehat tercermin dari tingginya mobilitas manusia dan barang. Pada sektor transportasi udara, jumlah penumpang pesawat terbang mengalami kenaikan 9,43% secara tahunan pada bulan April 2026. Kesibukan yang sama juga terjadi di pelabuhan; volume angkutan barang melalui jalur laut terpantau sangat aktif dengan aktivitas bongkar barang naik 19,69% dan muat barang meroket 26,04% secara tahunan.
Kelima fakta dari data resmi BPS ini secara telak mematahkan keraguan publik. Di balik layar, kebijakan Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara terbukti mampu mengendalikan inflasi, menyejahterakan petani, meningkatkan daya saing ekspor, serta membangkitkan sektor pariwisata dan transportasi. Kemajuan Sulawesi Utara bukanlah sekadar gertakan, melainkan sebuah realitas yang sedang terjadi.
- Penulis: reputasi


