Breaking News
light_mode
Beranda » Ekonomi » Apakah Bayi Perlu Sunscreen? Ini Penjelasan untuk Orang Tua

Apakah Bayi Perlu Sunscreen? Ini Penjelasan untuk Orang Tua

  • account_circle vritimes
  • calendar_month Kamis, 4 Jun 2026
  • visibility 43
  • comment 0 komentar

Sebagai orang tua, kita sering fokus melindungi bayi dari udara dingin, nyamuk, atau makanan yang belum boleh dikonsumsi. Tapi bagaimana dengan sinar matahari? Apakah bayi pakai sunscreen itu perlu? Atau justru belum boleh?

Pertanyaan ini sering muncul, terutama saat mom and dad ingin mengajak si kecil jalan pagi, liburan, atau sekadar bermain di teras rumah. Faktanya, kulit bayi jauh lebih sensitif dibandingkan kulit orang dewasa.

Paparan sinar matahari yang berlebihan bisa membuat kulit bayi lebih mudah kemerahan, kering, bahkan iritasi. Karena itu, memahami penggunaan sunscreen bayi menjadi hal penting dalam rutinitas perawatan si kecil.

Bayi Pakai Sunscreen Usia Berapa?

Menurut rekomendasi dari Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), sunscreen aman diberikan pada bayi usia di atas 6 bulan. Namun, ada catatan penting: jenis yang digunakan sebaiknya adalah physical sunscreen yang mengandung titanium dioxide atau zinc oxide, dengan minimal SPF 30, berlabel broad spectrum, dan waterproof.

Kenapa harus physical sunscreen? Karena jenis ini bekerja dengan cara memantulkan sinar matahari (UVA & UVB) dari permukaan kulit, bukan menyerapnya seperti chemical sunscreen. Untuk kulit bayi yang masih berkembang, perlindungan jenis ini dinilai lebih aman dan minim risiko iritasi.

Untuk bayi di bawah 6 bulan, perlindungan utama tetap berupa:

1. Menghindari paparan sinar matahari langsung

2. Menggunakan topi atau pakaian tertutup

3. Berteduh saat matahari sedang terik.

Jadi, kalau si kecil sudah lewat 6 bulan dan mulai aktif diajak keluar rumah, penggunaan sunscreen untuk bayi bisa menjadi bagian penting dari perlindungan hariannya.

Manfaat Sunscreen untuk Bayi

Masih banyak orang tua yang berpikir sunscreen hanya untuk liburan ke pantai. Padahal, paparan sinar UV tetap ada meskipun hanya bermain di halaman rumah atau duduk di stroller saat pagi hari.

Berikut beberapa manfaat sunscreen bayi yang perlu mom and dad ketahui:

1. Melindungi dari Sinar UVA & UVB

Sinar UV dapat merusak lapisan kulit dan memengaruhi skin barrier bayi. Sunscreen membantu memberikan perlindungan tambahan agar kulit tetap sehat.

2. Membantu Mencegah Kulit Kemerahan & Iritasi

Kulit bayi lebih tipis dan sensitif. Tanpa perlindungan, paparan matahari bisa membuat kulit lebih cepat merah atau terasa tidak nyaman.

3. Mendukung Kesehatan Skin Barrier

Sinar matahari berlebih dapat melemahkan lapisan pelindung kulit. Dengan sunscreen yang tepat, fungsi skin barrier bayi tetap terjaga.

4. Perlindungan dari Polusi

Selain UV, polusi udara juga bisa memengaruhi kesehatan kulit. Sunscreen dengan teknologi perlindungan tambahan dapat membantu meminimalkan dampak ini.

Memilih Sunscreen untuk Bayi yang Aman

Karena kulit bayi berbeda dengan orang dewasa, memilih sunscreen untuk bayi tidak bisa sembarangan. Perhatikan beberapa hal berikut:

Mengandung titanium dioxide atau zinc oxide

Minimal SPF 30

Berlabel broad spectrum (UVA & UVB)

Tekstur ringan dan tidak lengket

Bebas dari bahan keras seperti SLS, paraben, dan alkohol

Telah diuji dermatologis dan hypoallergenic

Yang tidak kalah penting, sunscreen bayi sebaiknya nyaman digunakan agar si kecil tidak rewel saat diaplikasikan.

Loluna Baby Sunscreen, Rekomendasi Sunscreen Bayi yang Aman

Sebagai brand skincare bayi pertama dengan 5X Ceramide yang aman untuk newborn, Loluna menghadirkan inovasi perlindungan kulit melalui Face and Body Sunscreen dengan konsep 5X Glowing Suncare.

Loluna memahami bahwa perlindungan bayi bukan hanya dari sinar matahari, tetapi juga dari polusi dan faktor eksternal lainnya. Karena itu, Loluna Baby Sunscreen dirancang dengan complete protection, yaitu:

1. Titanium Dioxide (Direkomendasikan IDAI)

Sebagai physical sunscreen, kandungan ini bekerja dengan memantulkan sinar matahari (UVA & UVB) dari permukaan kulit, membantu melindungi kulit bayi secara lembut.

2. SPF 50 PA++++

Memberikan perlindungan tinggi terhadap paparan sinar UVA dan UVB, terutama saat si kecil beraktivitas di luar ruangan.

3. Pollustop Technology

Membantu melindungi kulit dari paparan polusi udara yang dapat memengaruhi kesehatan skin barrier bayi.

4. 5X Ceramide untuk Skin Barrier Bayi

Tidak hanya melindungi dari luar, Loluna juga membantu mendukung dan menjaga kekuatan skin barrier bayi dengan kandungan 5X Ceramide, sehingga kulit tetap lembap dan nyaman.

5. Tekstur yang Nyaman untuk Bayi

Salah satu tantangan saat bayi pakai sunscreen adalah teksturnya yang kadang lengket atau terasa berat. Loluna Face and Body Sunscreen memiliki tekstur cepat menyerap, tidak lengket dan tidak terasa sumuk di kulit.

Kesimpulan

Jadi, apakah bayi perlu sunscreen? Jawabannya: ya, untuk bayi usia di atas 6 bulan, sesuai rekomendasi IDAI, dengan jenis physical sunscreen yang aman dan tepat.

Melindungi kulit bayi dari sinar matahari bukan hanya soal mencegah kulit gelap atau kemerahan, tetapi tentang menjaga kesehatan skin barrier bayi dalam jangka panjang. Dengan memilih sunscreen bayi yang aman, mom and dad bisa memberikan perlindungan ekstra saat si kecil mulai aktif menjelajahi dunia di luar rumah. Karena bagi Loluna Family, melindungi kulit bayi hari ini adalah bagian dari menjaga kesehatannya untuk masa depan.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

  • Penulis: vritimes

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kementerian PU Susun Rencana Rehabilitasi 23 Muara Sungai Terdampak Bencana di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat

    Kementerian PU Susun Rencana Rehabilitasi 23 Muara Sungai Terdampak Bencana di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat

    • calendar_month Rabu, 21 Jan 2026
    • account_circle editor News
    • visibility 87
    • 0Komentar

    JAKARTA, 21 Januari 2026 – Kementerian Pekerjaan Umum (PU) tengah menyiapkan rencana strategis penanganan 23 muara sungai yang tersebar di wilayah terdampak bencana di Provinsi Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Tahapan ini merupakan bagian dari upaya rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana guna memulihkan kapasitas pengendalian air dan memperlancar aliran sedimen ke laut. Menteri PU, Dody […]

  • Era AI Makin Cepat, BINUS @Bandung Kolaborasi dengan NVIDIA dan MSI Perkuat Potensi Mahasiswa Untuk Berdaya Saing Global

    Era AI Makin Cepat, BINUS @Bandung Kolaborasi dengan NVIDIA dan MSI Perkuat Potensi Mahasiswa Untuk Berdaya Saing Global

    • calendar_month Kamis, 5 Mar 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 72
    • 0Komentar

    Bandung, Februari 2026 — Perkembangan kecerdasan artifisial (AI) menunjukkan pertumbuhan eksponensial dalam beberapa tahun terakhir. Riset World Economic Forum menempatkan AI dan machine learning sebagai salah satu skill dengan pertumbuhan tercepat yang paling dibutuhkan industri masa depan. Tren ini menegaskan urgensi penguasaan teknologi komputasi dan AI bagi generasi muda, khususnya mahasiswa yang akan memasuki dunia […]

  • Prospek Emas Pekan Depan Masih Positif, Berpotensi Kembali Mendekati Level .400

    Prospek Emas Pekan Depan Masih Positif, Berpotensi Kembali Mendekati Level $5.400

    • calendar_month Jumat, 6 Mar 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 66
    • 0Komentar

    Pergerakan harga emas global diperkirakan masih akan dipengaruhi oleh sejumlah faktor penting pada perdagangan pekan depan, mulai dari meningkatnya ketegangan geopolitik hingga arah kebijakan moneter Amerika Serikat. Dalam kondisi ketidakpastian global yang masih tinggi, logam mulia tetap menjadi salah satu instrumen yang banyak dicari investor sebagai aset lindung nilai. Berdasarkan analisis Dupoin Futures, tren pergerakan […]

  • Lonjakan Signifikan Pengguna LRT Jabodebek Selama Libur Panjang, Tumbuh Lebih dari 138% dibanding 2025

    Lonjakan Signifikan Pengguna LRT Jabodebek Selama Libur Panjang, Tumbuh Lebih dari 138% dibanding 2025

    • calendar_month Senin, 6 Apr 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 49
    • 0Komentar

    LRT Jabodebek mencatat peningkatan 138% pengguna selama libur panjang 3-5 April 2026, dengan 270.696 pengguna, dan Stasiun Dukuh Atas sebagai titik keberangkatan dan tujuan utama. PT Kereta Api Indonesia (Persero) mencatat peningkatan signifikan jumlah pengguna LRT Jabodebek selama periode libur panjang akhir pekan pada 3–5 April 2026. Total pengguna selama tiga hari tersebut mencapai 270.696 […]

  • Igloo dan DANA Luncurkan Perlindungan Hujan Parametrik All-in-One Pertama di Industri untuk Masyarakat Indonesia

    Igloo dan DANA Luncurkan Perlindungan Hujan Parametrik All-in-One Pertama di Industri untuk Masyarakat Indonesia

    • calendar_month Selasa, 29 Sep 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 61
    • 0Komentar

    Igloo, perusahaan insurtech full-stack asal Asia Tenggara yang membangun operating system untuk industri asuransi, hari ini mengumumkan kemitraannya dengan DANA, salah satu platform dompet digital terkemuka di Indonesia, untuk meluncurkan DANA Rain Protection, produk asuransi cuaca parametrik yang dirancang untuk konsumen. Produk ini menjadi yang pertama menghadirkan perlindungan hujan all-in-one bagi konsumen sehari-hari yang dirancang […]

  • Pendiri Ondo Finance Nathan Allman Meninggal Dunia, Apa Selanjutnya untuk ONDO dan Masa Depan Tokenisasi Saham?

    Pendiri Ondo Finance Nathan Allman Meninggal Dunia, Apa Selanjutnya untuk ONDO dan Masa Depan Tokenisasi Saham?

    • calendar_month Kamis, 28 Mei 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 43
    • 0Komentar

    Jakarta, Indonesia [28 Mei 2026] — Industri aset digital global tengah menyoroti kabar meninggalnya Nathan Allman beberapa hari lalu, pendiri Ondo Finance, salah satu proyek terbesar dalam sektor Real World Assets (RWA) dan tokenisasi aset berbasis blockchain.  Nathan Allman dikenal sebagai salah satu figur penting yang mendorong integrasi antara sistem keuangan tradisional (Traditional Finance / TradFi) dengan teknologi blockchain. Di bawah kepemimpinannya, Ondo berkembang dari proyek DeFi menjadi salah satu pemain utama dalam narasi tokenisasi aset global. Namun di tengah kabar tersebut, perhatian market kini mulai bergeser pada pertanyaan yang lebih besar: apakah tokenisasi saham dan aset finansial benar-benar akan menjadi masa depan industri keuangan global?  Secara sederhana, Ondo mencoba membawa saham dan aset finansial dunia nyata ke blockchain. Jika sebelumnya investor membeli saham melalui broker tradisional dengan jam market terbatas, proses settlement yang memakan waktu, serta akses geografis tertentu, Ondo mencoba menghadirkan versi digitalnya melalui teknologi blockchain.  Melalui platform Ondo Global Markets, pengguna dapat memperoleh eksposur terhadap saham dan ETF Amerika Serikat dalam bentuk token digital berbasis blockchain. Contohnya, saham seperti Apple, Tesla, Nvidia, hingga Meta dapat direpresentasikan menjadi token digital yang dapat diakses melalui ekosistem blockchain.  Sebagai ilustrasi sederhana, ketika seseorang ingin memiliki eksposur terhadap saham Nvidia, aset saham tersebut dapat disimpan oleh kustodian resmi, lalu sistem menerbitkan token digital yang merepresentasikan eksposur ekonomi terhadap saham tersebut. Token tersebut kemudian dapat diakses, dipindahkan, dan digunakan di ekosistem blockchain secara lebih fleksibel.  Konsep ini dikenal sebagai tokenized assets atau tokenisasi aset, di mana blockchain digunakan sebagai lapisan baru distribusi dan settlement aset finansial. Narasi ini mulai berkembang karena banyak pihak melihat sistem finansial tradisional masih memiliki berbagai keterbatasan, mulai dari jam trading yang terbatas, proses […]

expand_less