Breaking News
light_mode
Beranda » Ekonomi » PalmCo, Subholding Perkebunan Nusantara Siapkan Proyek Percontohan Kedelai untuk Dukung Target Swasembada Pangan

PalmCo, Subholding Perkebunan Nusantara Siapkan Proyek Percontohan Kedelai untuk Dukung Target Swasembada Pangan

  • account_circle vritimes
  • calendar_month Kamis, 4 Jun 2026
  • visibility 20
  • comment 0 komentar

Jakarta — Upaya pemerintah mempercepat swasembada pangan nasional terus mendapat dukungan dari sektor perkebunan. Holding Perkebunan Nusantara PTPN III (Persero) melalui PTPN IV PalmCo menyiapkan proyek percontohan pengembangan kedelai di sejumlah wilayah potensial sebagai bagian dari penguatan ketahanan pangan nasional.

Rencana tersebut disampaikan Direktur Utama PTPN IV PalmCo Jatmiko K Santosa saat mengunjungi sentra produksi kedelai di Desa Ngudikan, Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, Kamis (15/5/2026). Kunjungan berlangsung di tengah panen raya kedelai nasional yang turut dihadiri Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman, Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto, dan Ketua Komisi IV DPR RI Siti Hediati Soeharto.

Di hamparan lahan kedelai yang mulai dipanen petani tersebut, Jatmiko mengatakan perusahaan mulai memetakan peluang pengembangan kedelai secara lebih serius. Menurut dia, kedelai memiliki posisi strategis karena berkaitan langsung dengan kebutuhan pangan masyarakat sehari-hari.

“Kedelai bukan sekadar komoditas pertanian, tetapi bagian dari stabilitas pangan masyarakat karena menjadi bahan baku utama tahu dan tempe. Karena itu kami mulai melihat peluang pengembangannya secara jangka panjang,” ujar Jatmiko.

Ia menilai langkah diversifikasi ke sektor pangan juga sejalan dengan agenda pemerintah memperkuat ketahanan pangan nasional di tengah tingginya ketergantungan impor kedelai.

Kebutuhan kedelai nasional saat ini diperkirakan mencapai 2,6 juta hingga 2,7 juta ton per tahun. Namun, produksi dalam negeri belum mampu memenuhi kebutuhan tersebut sehingga sebagian besar pasokan masih berasal dari impor. Dalam beberapa tahun terakhir, luas panen kedelai nasional juga terus menyusut akibat peralihan lahan dan rendahnya minat petani.

Pemerintah kini mulai mendorong peningkatan produksi melalui perluasan areal tanam, penyediaan benih unggul, hingga kolaborasi lintas sektor bersama pemerintah daerah dan TNI.

Kabupaten Nganjuk menjadi salah satu daerah yang dinilai potensial dalam pengembangan kedelai nasional. Berdasarkan hasil peninjauan PalmCo, pola tanam petani di Desa Ngudikan tergolong produktif dengan kombinasi satu musim padi, satu musim kedelai, dan dua musim bawang merah dalam setahun.

Dukungan irigasi, kondisi lahan yang relatif datar, serta kelembagaan petani yang kuat membuat produktivitas kedelai di wilayah tersebut mampu mencapai 1,7 hingga 2,1 ton per hektare. Bahkan, melalui penerapan teknologi organik dan prebiotik, hasil panen disebut berpotensi meningkat hingga 3,5 ton per hektare.

Menurut Jatmiko, pengalaman budidaya di Nganjuk menjadi referensi penting bagi PalmCo sebelum menjalankan proyek percontohan di wilayah perkebunan perusahaan.

Saat ini perusahaan mulai melakukan kajian kesesuaian areal untuk memastikan lahan yang akan digunakan memenuhi aspek agronomis, mulai dari kondisi tanah, ketersediaan air, topografi, hingga faktor iklim. “Kami ingin memastikan pengembangannya berjalan optimal dan berkelanjutan. Karena itu seluruh aspek teknis harus dipetakan terlebih dahulu,” katanya.

Tahap awal proyek akan dilakukan di sejumlah areal terpilih sebelum diperluas secara bertahap. Beberapa wilayah di Sumatera seperti Langkat, Deli Serdang, Pasaman, dan Banyuasin mulai masuk dalam pemetaan awal karena dinilai memiliki karakter agroklimat yang sesuai untuk pengembangan kedelai.

PalmCo berharap pengembangan kedelai tidak hanya berkontribusi memperkuat pasokan pangan nasional, tetapi juga membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat di sekitar kawasan perkebunan melalui pola kemitraan dan kolaborasi bersama petani.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

  • Penulis: vritimes

Rekomendasi Untuk Anda

  • KAI Terapkan Sistem Kelistrikan Berlapis untuk Menjamin Keandalan Operasional LRT Jabodebek

    KAI Terapkan Sistem Kelistrikan Berlapis untuk Menjamin Keandalan Operasional LRT Jabodebek

    • calendar_month Kamis, 23 Apr 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 31
    • 0Komentar

    LRT Jabodebek mengoperasikan sistem kelistrikan berbasis third rail yang dibagi untuk fasilitas stasiun dan operasional perjalanan. Seluruh sistem dilengkapi cadangan berlapis di setiap stasiun untuk memastikan keselamatan, keamanan, dan keberlangsungan layanan di berbagai kondisi. KAI mengoperasikan layanan berbasis tenaga listrik yang dirancang dengan sistem berlapis guna memastikan keselamatan dan keandalan operasional LRT Jabodebek dalam berbagai […]

  • KA Rajabasa Jadi Kereta Api Terfavorit pada Caturwulan I 2026 di Wilayah Divre IV Tanjungkarang

    KA Rajabasa Jadi Kereta Api Terfavorit pada Caturwulan I 2026 di Wilayah Divre IV Tanjungkarang

    • calendar_month Jumat, 15 Mei 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 27
    • 0Komentar

    PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional IV Tanjungkarang mencatat volume penumpang kereta api pada periode Caturwulan I 2026 mencapai 441.695 pelanggan. Tingginya jumlah pelanggan tersebut menunjukkan tingginya minat masyarakat dalam menggunakan transportasi kereta api sebagai moda transportasi yang aman, nyaman, tepat waktu, dan efisien. Dari total jumlah pelanggan tersebut, KA Rajabasa relasi Tanjungkarang–Kertapati PP […]

  • Investor Saham Tumbuh 32,6%, BRI Danareksa Sekuritas Dorong Edukasi Fundamental Lewat Program Emiten Visit

    Investor Saham Tumbuh 32,6%, BRI Danareksa Sekuritas Dorong Edukasi Fundamental Lewat Program Emiten Visit

    • calendar_month Senin, 9 Mar 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 41
    • 0Komentar

    Pertumbuhan investor saham di Indonesia terus meningkat. Berdasarkan data Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI), jumlah investor saham mencapai sekitar 8,46 juta atau tumbuh 32,6% secara tahunan, dari total lebih dari 20 juta Single Investor Identification (SID). Tren ini menunjukkan meningkatnya partisipasi masyarakat di pasar saham sekaligus menegaskan pentingnya pemahaman fundamental emiten dalam pengambilan keputusan investasi. […]

  • Perkuat Ekosistem Halal, SUCOFINDO Edukasi Pelaku UMKM di Timika

    Perkuat Ekosistem Halal, SUCOFINDO Edukasi Pelaku UMKM di Timika

    • calendar_month Selasa, 26 Mei 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 22
    • 0Komentar

    Timika, 16 Mei 2026 – Sebagai bentuk komitmen dalam mendukung peningkatkan daya saing Usaha Mikro dan Kecil (UMK), Lembaga Pemeriksa Halal (LPH) PT SUCOFINDO (PERSERO) meningkatkan edukasi terkait sertifikasi halal kepada para pelaku usaha Wanita yang tergabung dalam Perhimpunan Wanita Kuana Kencana (PWKK) dan Departemen Peranan Wanita (DPW) Kuala Kencana, Timika. Kegiatan ini merupakan dukungan […]

  • Sunscreen Bayi Tanpa White Cast: Kenapa Tekstur Jelly Terasa Lebih Nyaman

    Sunscreen Bayi Tanpa White Cast: Kenapa Tekstur Jelly Terasa Lebih Nyaman

    • calendar_month Selasa, 28 Jul 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 13
    • 0Komentar

    Salah satu keluhan paling umum tentang sunscreen bayi adalah teksturnya: banyak yang terasa berat, lengket, dan meninggalkan lapisan putih (white cast) di kulit. Pada bayi yang aktif dan mudah berkeringat, ini membuat proses mengoleskan menjadi kurang nyaman. Mari bandingkan dua jenis tekstur. Sunscreen yang kental dan pekat cenderung sulit diratakan pada kulit bayi yang terus […]

  • Mengenal Program Studi Teknik Industri dan Perannya di Berbagai Sektor

    Mengenal Program Studi Teknik Industri dan Perannya di Berbagai Sektor

    • calendar_month Jumat, 20 Feb 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 70
    • 0Komentar

    Kalau Sobat Unggul sedang mencari jurusan kuliah dengan peluang kerja luas di banyak industri, program studi teknik industri bisa jadi salah satu opsi yang layak kamu pertimbangkan. Kenapa? Karena pada program studi ini, kamu bukan hanya belajar teknik, tapi juga belajar cara mengatur proses kerja supaya lebih rapi, efisien, dan efektif. Jadi bukan cuma soal […]

expand_less