Breaking News
light_mode
Beranda » Ekonomi » Harga Bitcoin Melemah Tajam, Investor Indonesia Tidak Panic Selling

Harga Bitcoin Melemah Tajam, Investor Indonesia Tidak Panic Selling

  • account_circle vritimes
  • calendar_month Jumat, 5 Jun 2026
  • visibility 48
  • comment 0 komentar

Jakarta, 5 Juni 2026 — Harga Bitcoin kembali mengalami tekanan dan bergerak di kisaran US$62.000 setelah pasar kripto global menghadapi tekanan jual dalam beberapa hari terakhir, bahkan penurunan lebih dari 14% dalam sepekan. Pelemahan ini dipengaruhi oleh kombinasi beberapa faktor, mulai dari arus keluar dana dari ETF Bitcoin Spot, likuidasi posisi leverage, hingga rotasi likuiditas investor global ke aset lain seperti saham teknologi dan sektor kecerdasan buatan.

CEO Tokocrypto, Calvin Kizana, mengatakan tekanan terhadap Bitcoin kali ini tidak terjadi karena satu faktor tunggal. Menurutnya, pasar kripto sedang menghadapi tekanan dari beberapa sisi secara bersamaan, terutama dari melemahnya minat investor institusional yang tercermin dari arus keluar dana ETF Bitcoin.

“Pelemahan konsisten pada kripto kali ini terjadi karena tekanan datang dari beberapa sisi sekaligus. Faktor utamanya adalah arus keluar dana dari Spot Bitcoin ETF. Dalam 13 hari perdagangan dari 15 Mei sampai 3 Juni, ETF Bitcoin mencatat net outflow sekitar US$4,33 miliar, yang menunjukkan demand institusional sedang melemah,” kata Calvin.

Calvin menjelaskan, sebelumnya ETF Bitcoin menjadi salah satu motor utama yang menopang kenaikan harga Bitcoin. Namun, ketika dana institusional mulai keluar dari instrumen tersebut, pasar merespons dengan tekanan harga yang cukup kuat. Kondisi ini kemudian membuat investor ritel menjadi lebih berhati-hati dalam mengambil posisi.

Selain outflow ETF, penurunan harga Bitcoin juga diperparah oleh likuidasi posisi leverage. Saat Bitcoin turun ke area sekitar US$61.000–62.000, banyak posisi long terpaksa ditutup otomatis. Hal ini menciptakan tekanan jual tambahan karena pasar tidak hanya menghadapi aksi jual investor biasa, tetapi juga forced selling dari trader yang menggunakan leverage.

“Ketika banyak posisi leverage terlikuidasi, tekanan jual bisa meningkat dalam waktu singkat. Inilah yang membuat penurunan Bitcoin terasa lebih tajam, terutama saat harga menembus area support penting,” jelas Calvin.

Rotasi Likuiditas Kripto ke Saham

Tekanan terhadap Bitcoin juga terjadi di tengah rotasi likuiditas ke pasar saham AS. Saat kripto melemah, pasar saham AS justru relatif lebih kuat, didorong oleh sentimen positif di sektor teknologi dan kecerdasan buatan. Kondisi ini membuat sebagian pelaku pasar global lebih memilih aset yang memiliki narasi lebih kuat dalam jangka pendek dibandingkan aset kripto.

Calvin menilai, perhatian investor global juga mulai tersedot ke peluang besar lain di pasar modal, termasuk rencana IPO jumbo seperti SpaceX. Dalam situasi likuiditas yang terbatas, narasi besar seperti AI, saham teknologi, dan IPO berkapitalisasi besar dapat membuat dana spekulatif berpindah sementara dari kripto ke aset lain.

Meski demikian, pelemahan Bitcoin tidak serta-merta memicu panic selling besar-besaran di Indonesia. Calvin melihat sentimen investor domestik saat ini cenderung lebih berhati-hati dan defensif. Sebagian investor memilih menahan aset, mengurangi aktivitas trading jangka pendek, atau memindahkan sebagian portofolio ke stablecoin sambil menunggu arah pasar lebih jelas.

“Investor Indonesia saat ini lebih berhati-hati. Banyak yang memilih wait and see, menahan posisi, atau memindahkan sebagian aset ke stablecoin. Ini bukan berarti kepercayaan terhadap Bitcoin hilang, tetapi investor sedang menyesuaikan strategi dengan kondisi pasar yang masih penuh tekanan,” ujar Calvin.

Menurut Calvin, tekanan jual dari investor domestik relatif masih terkendali. Sebagian besar investor tidak langsung melepas aset secara agresif, melainkan menunggu stabilisasi pasar. Hal ini menunjukkan bahwa kepercayaan terhadap prospek jangka panjang Bitcoin masih tetap ada, meskipun dalam jangka pendek pasar sedang berada dalam fase koreksi.

Di sisi lain, Tokocrypto juga mencatat adanya peningkatan minat terhadap stablecoin, terutama USDT. Dalam kondisi pasar yang bergejolak, stablecoin sering digunakan investor untuk menjaga likuiditas, mempertahankan nilai portofolio, dan menunggu momentum masuk kembali ke aset kripto lain. Faktor pelemahan rupiah terhadap dolar AS turut mendorong minat terhadap stablecoin berbasis dolar.

Selain stablecoin, sebagian investor dengan toleransi risiko lebih tinggi mulai melakukan diversifikasi ke sejumlah altcoin yang masih memiliki momentum. Meskipun Bitcoin mengalami tekanan, beberapa altcoin dinilai tetap memiliki peluang dari rotasi aset, terutama bagi trader aktif yang terbiasa memanfaatkan volatilitas pasar.

Calvin menilai sentimen investor Indonesia saat ini bukan sepenuhnya negatif, tetapi lebih selektif. Investor cenderung mengurangi risiko jangka pendek, menjaga likuiditas, dan tetap memantau peluang di aset kripto lain sambil menunggu arah Bitcoin kembali stabil.

Koreksi Jangka Pendek

Terkait potensi ke depan, Calvin melihat pelemahan Bitcoin saat ini masih lebih mencerminkan koreksi jangka pendek yang cukup dalam, bukan perubahan tren fundamental secara penuh. Menurutnya, tekanan terbesar saat ini berasal dari outflow ETF Bitcoin, pelemahan minat institusional, dan belum adanya katalis baru yang cukup kuat untuk mendorong pasar kripto kembali naik.

“Outflow ETF perlu dilihat sebagai indikator tekanan sentimen dan likuiditas jangka pendek. Ketika dana institusional keluar dari ETF, pasar biasanya merespons dengan tekanan harga. Namun, kami belum melihat kondisi ini sebagai perubahan tren fundamental yang menghapus prospek jangka panjang Bitcoin,” kata Calvin.

Ia menambahkan, pasar kripto saat ini membutuhkan pemulihan kepercayaan dan arus dana baru untuk kembali mendorong momentum. Jika outflow ETF terus berlanjut dan Bitcoin gagal mempertahankan area support penting, tekanan harga dapat berlangsung lebih lama. Namun, jika ETF kembali mencatat inflow dan harga Bitcoin mulai stabil, sentimen investor domestik berpotensi pulih dengan cepat.

Calvin juga menilai peluang Bitcoin turun ke level US$50.000 tahun ini masih terbuka, tetapi belum menjadi skenario utama. Dengan posisi Bitcoin saat ini di sekitar US$62.000, penurunan ke US$50.000 berarti masih membutuhkan koreksi sekitar 20% lagi dari level sekarang. Skenario tersebut dapat terjadi jika tekanan ETF outflow berlanjut, support psikologis US$60.000 ditembus, dan sentimen makro semakin risk-off.

“Peluang BTC turun ke US$50.000 tetap ada, tetapi menurut saya belum menjadi skenario utama. Selama Bitcoin mampu bertahan di atas area US$60.000, peluang rebound masih lebih besar. Level ini menjadi batas psikologis sekaligus area yang sangat dipantau market,” jelas Calvin.

Menurutnya, peluang Bitcoin turun ke US$50.000 dapat ditempatkan di kisaran 30–40%, sementara peluang rebound atau stabil kembali di atas US$65.000–70.000 berada di kisaran 60–70%. Jika tekanan jual mulai mereda, ETF outflow berkurang, atau terdapat katalis positif dari suku bunga dan minat institusional, Bitcoin masih memiliki ruang untuk pulih menuju area US$70.000–75.000.

Investor Tetap Displin

Untuk investor ritel yang masih menabung Bitcoin, Calvin menyarankan agar tetap disiplin, tetapi tidak agresif. Investor disarankan menggunakan dana yang memang siap ditahan untuk jangka panjang, bukan dana kebutuhan harian, dana darurat, atau dana pinjaman.

“Strategi yang lebih sehat adalah menabung secara bertahap dengan nominal yang siap ditahan untuk jangka panjang. Jangan melihat penurunan harga sebagai alasan untuk langsung all-in. Lebih baik membagi pembelian dalam beberapa tahap, tetap memiliki kas cadangan, dan memastikan porsi Bitcoin dalam portofolio tidak terlalu dominan,” kata Calvin.

Ia juga mengingatkan investor ritel untuk menghindari penggunaan leverage dalam kondisi pasar yang belum stabil. Menurutnya, investor yang tujuannya menabung Bitcoin sebaiknya fokus pada akumulasi spot, bukan trading jangka pendek dengan pinjaman atau margin.

“Strateginya bukan mengejar harga terendah, tetapi membangun posisi secara bertahap sambil menjaga risiko. Dengan begitu, investor tidak mudah panik ketika harga turun dan tetap punya ruang untuk mengambil peluang jika harga bergerak lebih rendah,” tutup Calvin.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

  • Penulis: vritimes

Rekomendasi Untuk Anda

  • Dukung Pengembangan SDM Nasional, PTPP Rampungkan Proyek UIN Malang Tahap II dan Raih Rekor MURI

    Dukung Pengembangan SDM Nasional, PTPP Rampungkan Proyek UIN Malang Tahap II dan Raih Rekor MURI

    • calendar_month Jumat, 13 Feb 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 82
    • 0Komentar

    Jakarta, 12 Februari 2026 – PT PP (Persero) Tbk (“PTPP”), perusahaan konstruksi dan investasi nasional di bawah naungan Danantara Indonesia berhasil merampungkan Proyek Pembangunan UIN Maulana Malik Ibrahim Malang Tahap II yang berlokasi di Kota Batu, Jawa Timur. Proyek yang dilaksanakan untuk Kementerian Agama Republik Indonesia ini didukung pendanaan dari Saudi Fund for Development (SFD) […]

  • Hadirkan Pemateri Global, Telkom AI Center Padang Kupas AI Tools untuk Remote Income

    Hadirkan Pemateri Global, Telkom AI Center Padang Kupas AI Tools untuk Remote Income

    • calendar_month Kamis, 23 Apr 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 54
    • 0Komentar

    Melalui AI Connect Padang, Telkom AI Center menghadirkan pembelajaran praktis dan demo langsung penggunaan AI untuk mendukung produktivitas dan kerja global. Padang, 17 Februari 2026 – Telkom AI Center of Excellence Padang kembali menggelar AI Connect Offline Series bertajuk “Build Faster, Work Global: AI Tools for Remote Income” di Telkom AI Center Padang. Kegiatan ini […]

  • Sambut HUT ke-81 RI, BRI BO Kramat Jati Semarakkan Kantor dengan Dekorasi Merah Putih

    Sambut HUT ke-81 RI, BRI BO Kramat Jati Semarakkan Kantor dengan Dekorasi Merah Putih

    • calendar_month Minggu, 9 Agt 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 36
    • 0Komentar

    emangat kemerdekaan mulai terasa di lingkungan BRI Branch Office (BO) Kramat Jati dalam menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Berbagai dekorasi bernuansa merah putih menghiasi lingkungan kantor, menciptakan suasana yang semarak, penuh keceriaan, dan sarat dengan semangat nasionalisme. Ornamen khas kemerdekaan tampak menghiasi sejumlah area kantor BRI BO Kramat Jati. Perpaduan warna […]

  • Bagaimana Cara Mengatur Uang yang Baik agar Gaji Tidak Cepat Habis?

    Bagaimana Cara Mengatur Uang yang Baik agar Gaji Tidak Cepat Habis?

    • calendar_month Senin, 22 Jun 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 35
    • 0Komentar

    Cara mengatur uang yang baik dimulai dari memahami ke mana penghasilan digunakan setiap bulan. Banyak orang merasa gajinya cepat habis bukan karena penghasilannya terlalu kecil, tetapi karena pengelolaan keuangannya belum terencana dengan baik. Di tengah kenaikan biaya hidup dan berbagai kebutuhan yang terus bertambah, kemampuan mengatur uang menjadi keterampilan penting yang perlu dimiliki setiap orang. […]

  • Pabrik Maklon Skincare & Kosmetik Terbaik 2026: Efba Kosmetindo Hadirkan Standar Manufaktur Berteknologi Tinggi.

    Pabrik Maklon Skincare & Kosmetik Terbaik 2026: Efba Kosmetindo Hadirkan Standar Manufaktur Berteknologi Tinggi.

    • calendar_month Rabu, 22 Apr 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 60
    • 0Komentar

    Pabrik Makon Efba: Solusi Terintegrasi Bisnis Kecantikan 2026 1. Konteks Industri & Masalah Utama Pada tahun 2026, industri kecantikan lokal Indonesia mengalami lonjakan besar, namun dibayangi angka kegagalan bisnis mencapai 80% di tahun pertama. Penyebab utamanya adalah ketimpangan antara kualitas produksi dan strategi pemasaran, serta maraknya pabrik maklon yang tidak transparan (makelar). 2. Tiga Pilar […]

  • Dorong Generasi Muda Berdaya Saing, IMA Gelar Program Edukatif di SMA Lokon Santo Nikolaus Tomohon

    Dorong Generasi Muda Berdaya Saing, IMA Gelar Program Edukatif di SMA Lokon Santo Nikolaus Tomohon

    • calendar_month Rabu, 1 Okt 2025
    • account_circle Editor Reputasi
    • visibility 138
    • 0Komentar

    Tomohon, ReputasiPlus.com – Indonesia Marketing Association (IMA) melalui program tahunan Manado High Street Market (MHSM) kembali menghadirkan kegiatan inspiratif bertajuk IMA Goes To School. Tahun ini, SMA Lokon Santo Nikolaus Tomohon menjadi sekolah tujuan, dengan fokus memberikan pembekalan kepada para siswa mengenai Public Speaking, Entrepreneurship, dan Bisnis, Selasa (30/09/2025).   Acara ini mendapat sambutan meriah […]

expand_less