Breaking News
light_mode
Beranda » Ekonomi » Penggunaan AI Tembus 45 Miliar Sesi per Bulan, Cara Konsumen Cari Informasi Mulai Berubah

Penggunaan AI Tembus 45 Miliar Sesi per Bulan, Cara Konsumen Cari Informasi Mulai Berubah

  • account_circle vritimes
  • calendar_month Sabtu, 11 Jul 2026
  • visibility 14
  • comment 0 komentar

Penggunaan kecerdasan buatan (AI) untuk mencari dan mengakses informasi terus meningkat. Perkembangan ini mulai mengubah cara konsumen menemukan jawaban, dari yang sebelumnya mengandalkan pencarian melalui berbagai situs web, menjadi langsung berinteraksi dengan sistem AI yang mampu merangkum informasi secara instan.

Perubahan tersebut terlihat dari riset terbaru Graphite yang menunjukkan bahwa volume sesi penggunaan AI secara global kini telah mencapai sekitar 56 persen dari ukuran aktivitas mesin pencari dunia. Dari jumlah tersebut, sekitar 28 persen secara langsung berkaitan dengan kebutuhan pencarian informasi, sementara ChatGPT sendiri diperkirakan telah mewakili sekitar 20 persen aktivitas pencarian berbasis pertanyaan secara global.

Data yang sama juga menunjukkan bahwa penggunaan AI telah mencapai sekitar 45 miliar sesi per bulan, dengan mayoritas aktivitas dilakukan melalui perangkat mobile. Kondisi ini mencerminkan semakin besarnya peran AI dalam kehidupan digital sehari-hari, termasuk dalam proses pencarian dan konsumsi informasi.

Seiring dengan meningkatnya adopsi AI, perilaku pengguna internet pun mulai berubah. Jika sebelumnya pengguna terbiasa membuka banyak halaman untuk membandingkan informasi dari berbagai sumber, kini mereka semakin mengandalkan jawaban yang telah dirangkum dan disajikan secara langsung oleh sistem AI.

Perubahan ini turut memengaruhi cara brand membangun visibilitas digital. Ketika pengguna memperoleh jawaban langsung dari AI, keberadaan sebuah brand tidak lagi hanya ditentukan oleh posisinya di mesin pencari atau jumlah kunjungan ke website.

Menurut Avonetiq, perusahaan yang berfokus pada penguatan otoritas dan visibilitas brand di era AI, fenomena tersebut menandai pergeseran penting dalam lanskap digital. Visibilitas kini semakin ditentukan oleh kemampuan sebuah brand untuk dikenali, dipahami, dan dipercaya oleh sistem AI saat menghasilkan jawaban bagi pengguna.

“Ketika AI menjadi titik awal dalam pencarian informasi, brand tidak lagi hanya bersaing untuk mendapatkan klik. Mereka harus memastikan informasi tentang bisnisnya cukup jelas, konsisten, dan kredibel sehingga layak dijadikan referensi oleh sistem AI,” ujar Alexandro Wibowo, Partner Avonetiq.

Berbeda dengan mesin pencari tradisional yang menampilkan daftar tautan, sistem AI bekerja dengan mengumpulkan informasi dari berbagai sumber, mengevaluasi relevansinya, lalu menyusun jawaban yang dianggap paling membantu bagi pengguna. Dalam proses tersebut, kualitas dan konsistensi jejak digital menjadi faktor yang semakin penting.

Karena itu, banyak perusahaan mulai mengevaluasi kembali strategi visibilitas digital mereka. Tidak cukup hanya memiliki website atau menghasilkan konten dalam jumlah besar, tetapi juga memastikan informasi mengenai brand tersedia secara konsisten di berbagai kanal dan dapat divalidasi oleh sumber-sumber terpercaya.

Untuk menjawab kebutuhan tersebut, Avonetiq mengembangkan AVO AI, platform yang membantu perusahaan memahami bagaimana brand mereka dipersepsikan oleh berbagai sistem AI, mengidentifikasi kesenjangan informasi, serta menemukan peluang untuk meningkatkan visibilitas dan otoritas digital.

Melalui analisis berbasis AI, platform ini membantu perusahaan memantau representasi brand dalam berbagai sistem AI, mengidentifikasi kesenjangan informasi, serta memberikan rekomendasi untuk memperkuat otoritas digital agar lebih mudah dikenali dan dipercaya.

“Banyak perusahaan masih mengukur visibilitas digital dari traffic dan peringkat pencarian. Padahal, di era AI, pertanyaan yang lebih penting adalah apakah brand kita muncul ketika pengguna meminta rekomendasi atau mencari informasi melalui AI. Karena itu, fokusnya tidak lagi sekadar get found, tetapi get chosen, yaitu menjadi jawaban yang dipilih ketika AI membantu pengguna mengambil keputusan,” tambah Alexandro.

Dengan penggunaan AI yang terus meningkat dalam aktivitas pencarian, perusahaan didorong untuk memahami perubahan perilaku konsumen yang sedang berlangsung. Tantangan ke depan bukan lagi sekadar bagaimana ditemukan di internet, tetapi bagaimana memastikan brand tetap relevan ketika AI semakin berperan sebagai sumber jawaban utama bagi pengguna.

Informasi lebih lanjut mengenai AVO AI dapat diakses melalui getavo.ai.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

  • Penulis: vritimes

Rekomendasi Untuk Anda

  • KAI Services Hadirkan Nuansa Imlek dalam Perjalanan Kereta Api

    KAI Services Hadirkan Nuansa Imlek dalam Perjalanan Kereta Api

    • calendar_month Rabu, 18 Feb 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 60
    • 0Komentar

    Jakarta, 18 Februari 2026 – Menyambut tahun baru Imlek yang jatuh pada tanggal 17 Febuari 2026, KAI Services menghadirkan nuansa Imlek diatas kereta api untuk para penumpang. Penumpang kereta api akan disajikan pengalaman seru dan menarik dengan nuansa Imlek di dalam kereta api sambil menikmati kuliner khas peranakan China yang hadir di kereta makan seperti […]

  • Siloam Hospitals Lippo Village Jadi yang Pertama di Indonesia Raih Sertifikasi Clinical Care Program Stroke dari Joint Commission International

    Siloam Hospitals Lippo Village Jadi yang Pertama di Indonesia Raih Sertifikasi Clinical Care Program Stroke dari Joint Commission International

    • calendar_month Sabtu, 9 Mei 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 22
    • 0Komentar

    JAKARTA, 9 Mei 2026 – Stroke masih menjadi salah satu penyebab kematian dan disabilitas tertinggi di Indonesia. Data menunjukkan bahwa setiap tahunnya, ratusan ribu kasus stroke terjadi, dengan banyak di antaranya berujung pada kecacatan permanen akibat keterlambatan penanganan. Dalam kondisi stroke, setiap menit sangat menentukan, karena sel otak dapat rusak secara cepat ketika aliran darah […]

  • Dupoin Futures Gandeng Mercedes Benz Classic Club Indonesia Dorong Literasi Finansial Lewat Kolaborasi Komunitas

    Dupoin Futures Gandeng Mercedes Benz Classic Club Indonesia Dorong Literasi Finansial Lewat Kolaborasi Komunitas

    • calendar_month Minggu, 12 Jul 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 15
    • 0Komentar

    PT Dupoin Futures Indonesia berkolaborasi dengan Mercedes Benz Classic Club Indonesia (MCCI) dalam agenda Saturday On The Road (SOTR) yang digelar pada Sabtu (27/6/2026) di 168 Garage & Cafe, Lebak Bulus, Jakarta Selatan. Kegiatan ini dihadiri oleh Presiden Mercedes Benz Club Indonesia (MB Club INA), Rochady Hendra Setya Wibawa yang diawali dengan konvoi kendaraan Mercedes […]

  • Pasar Kripto Bergerak Sideways, Bittime: Futures Jadi Alternatif Strategi

    Pasar Kripto Bergerak Sideways, Bittime: Futures Jadi Alternatif Strategi

    • calendar_month Jumat, 17 Jul 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 16
    • 0Komentar

    Bittime resmi meluncurkan Bittime Futures sebagai alternatif strategi trading di tengah pasar kripto yang masih bergerak sideways. Layanan ini menawarkan fitur trading yang lebih fleksibel dengan tetap mengedepankan edukasi, manajemen risiko, dan perlindungan konsumen. Pergerakan pasar kripto yang masih cenderung sideways dalam beberapa pekan terakhir. Meskipun begitu, pasar kripto masih tetap membuka peluang bagi trader […]

  • Mengantisipasi Likuiditas Akhir Pekan: Cara Bijak Mengelola Posisi Sebelum Pasar Libur

    Mengantisipasi Likuiditas Akhir Pekan: Cara Bijak Mengelola Posisi Sebelum Pasar Libur

    • calendar_month Jumat, 17 Jul 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 19
    • 0Komentar

    Hari Jumat selalu memegang peranan penting dalam siklus perdagangan finansial global karena menandai akhir dari seluruh rangkaian transaksi mingguan. Memasuki sesi perdagangan Amerika pada Jumat malam, karakteristik pasar biasanya mengalami perubahan yang cukup signifikan dibandingkan dengan hari-hari biasa. Penurunan volume transaksi secara bertahap terjadi karena banyak institusi keuangan besar mulai menarik diri dari pasar untuk […]

  • Cara Mendapatkan Centang Biru WhatsApp Bisnis & Barantum

    Cara Mendapatkan Centang Biru WhatsApp Bisnis & Barantum

    • calendar_month Selasa, 17 Mar 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 46
    • 0Komentar

    Barantum menyatukan CRM, AI Agent, Omnichannel dan WhatsApp Business API dalam satu dashboard, memudahkan bisnis mengelola semua percakapan pelanggan, meningkatkan efisiensi, serta mempercepat respon. Hasilnya, kepuasan pelanggan meningkat dan penjualan bisnis lebih optimal. Di era komunikasi digital, pelanggan semakin selektif ketika berinteraksi dengan akun bisnis di WhatsApp. Banyaknya akun yang mengatasnamakan brand membuat pelanggan sering […]

expand_less