Breaking News
light_mode
Beranda » Ekonomi » CEO FLOQ: Bitcoin Naik 6%, Tapi Pasar Kripto Masih Belum Keluar dari Zona Waspada

CEO FLOQ: Bitcoin Naik 6%, Tapi Pasar Kripto Masih Belum Keluar dari Zona Waspada

  • account_circle vritimes
  • calendar_month Senin, 13 Jul 2026
  • visibility 29
  • comment 0 komentar

Market Outlook W2 Juli 2026: Bitcoin Sempat Bangkit, Namun Ketidakpastian Global Masih Membayangi Pasar Kripto

Jakarta, 13 Juli 2026 – Pasar aset kripto kembali menunjukkan volatilitas tinggi pada pekan kedua Juli 2026. Setelah sempat menguat lebih dari 6% pada awal bulan akibat meningkatnya ekspektasi pelonggaran kebijakan moneter Amerika Serikat, Bitcoin kembali terkoreksi seiring meningkatnya tensi geopolitik di Timur Tengah.

CEO dan Founder FLOQ, Yudhono Rawis, mengatakan bahwa pergerakan pasar saat ini menunjukkan bahwa sentimen terhadap aset kripto masih sangat dipengaruhi oleh faktor makroekonomi dan geopolitik, bukan semata-mata kondisi industri kripto itu sendiri.

“Kenaikan Bitcoin di awal Juli sempat memunculkan optimisme bahwa pasar memasuki fase pemulihan. Namun, eskalasi konflik antara Amerika Serikat dan Iran mengingatkan kita bahwa aset kripto tetap menjadi bagian dari pasar keuangan global yang sensitif terhadap perubahan sentimen risiko. Investor perlu memahami bahwa volatilitas saat ini lebih banyak dipicu oleh faktor eksternal dibandingkan fundamental industri kripto,” ujar Yudho.

Bitcoin Menguat, Tetapi Belum Keluar dari Zona Ketidakpastian

Pada awal Juli, Bitcoin sempat menyentuh level terendah di sekitar US$58.278, sebelum kembali menguat hingga US$64.034 dalam waktu kurang dari sepekan. Penguatan tersebut didorong oleh data ketenagakerjaan Amerika Serikat yang lebih lemah dari ekspektasi, sehingga memunculkan harapan bahwa Federal Reserve akan mengurangi agresivitas kebijakan suku bunga.

Meski demikian, peluang kenaikan suku bunga oleh The Fed masih tetap terbuka sehingga pasar belum memiliki kepastian mengenai arah kebijakan moneter dalam beberapa bulan mendatang.

“Data ekonomi yang lebih lemah memang membuka ruang bagi ekspektasi penurunan tekanan suku bunga. Namun pasar masih berada dalam fase wait and see. Investor sebaiknya tidak terburu-buru menyimpulkan bahwa tren bullish telah kembali hanya berdasarkan pergerakan harga dalam beberapa hari,” tambah Yudho.

Konflik Geopolitik Kembali Menekan Aset Berisiko

Optimisme pasar tidak berlangsung lama setelah meningkatnya konflik antara Amerika Serikat dan Iran. Ketegangan tersebut mendorong investor global beralih ke aset yang dianggap lebih aman (risk-off), sehingga Bitcoin maupun aset kripto lainnya kembali mengalami tekanan.

Selain memengaruhi pasar keuangan, konflik tersebut juga mendorong kenaikan harga minyak dunia yang berpotensi meningkatkan tekanan inflasi global. Kondisi tersebut dapat mempersempit ruang bagi Federal Reserve untuk mulai melonggarkan kebijakan moneternya.

Altcoin Mengalami Koreksi Lebih Dalam

Di tengah meningkatnya ketidakpastian, aset kripto dengan kapitalisasi lebih kecil kembali mengalami tekanan yang lebih besar dibandingkan Bitcoin. Sejumlah altcoin seperti Solana, JUP, ETHFI, hingga PUMP mencatatkan koreksi signifikan seiring meningkatnya aksi jual investor.

Menurut FLOQ, kondisi ini merupakan pola yang umum terjadi ketika pasar memasuki fase risk-off, di mana investor cenderung mengurangi eksposur terhadap aset dengan tingkat risiko yang lebih tinggi.

Sinyal Positif Mulai Bermunculan

Di balik tingginya volatilitas, terdapat sejumlah indikator yang memberikan harapan terhadap prospek jangka menengah pasar kripto.

ETF Bitcoin di Amerika Serikat mulai kembali mencatat arus dana masuk (inflow) setelah mengalami outflow besar sepanjang Juni. Selain itu, data on-chain menunjukkan adanya peningkatan akumulasi Bitcoin di area harga sekitar US$59.000, mengindikasikan sebagian investor jangka panjang mulai kembali melakukan pembelian.

“Kami melihat adanya sinyal akumulasi dari investor jangka panjang dan mulai pulihnya minat institusi melalui ETF Bitcoin. Namun sinyal tersebut masih memerlukan konfirmasi yang lebih kuat sebelum dapat dianggap sebagai awal dari siklus bullish baru,” jelas Yudho.

Regulasi Masih Menjadi Faktor Penting

Selain faktor ekonomi global, kepastian regulasi di Amerika Serikat juga masih menjadi perhatian utama pelaku pasar. Pembahasan CLARITY Act, yang diharapkan memberikan kepastian hukum bagi industri aset digital, masih mengalami penundaan sehingga belum mampu memberikan katalis positif bagi pasar.

Menurut FLOQ, kepastian regulasi akan menjadi salah satu faktor penting dalam meningkatkan kepercayaan investor institusi terhadap industri aset kripto.

Investor Perlu Mengedepankan Manajemen Risiko

Menghadapi kondisi pasar yang masih penuh ketidakpastian, FLOQ mengimbau investor untuk tetap disiplin dalam mengelola risiko dan menghindari keputusan investasi yang didasarkan pada sentimen jangka pendek.

“Volatilitas merupakan bagian dari karakteristik pasar kripto. Yang terpenting bagi investor bukan mengejar setiap kenaikan harga, melainkan memiliki strategi investasi yang konsisten, disiplin, dan sesuai dengan profil risiko masing-masing. Pendekatan seperti dollar cost averaging (DCA) tetap relevan bagi investor jangka panjang selama dilakukan dengan pengelolaan risiko yang baik,” tutup Yudho.

Ke depan, FLOQ menilai pasar akan sangat dipengaruhi oleh sejumlah agenda penting, di antaranya data inflasi Amerika Serikat, perkembangan konflik geopolitik di Timur Tengah, pembahasan regulasi aset kripto di Amerika Serikat, serta keputusan Federal Open Market Committee (FOMC) pada akhir Juli.

Sebagai platform perdagangan aset kripto yang telah berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK), FLOQ berkomitmen menghadirkan pengalaman investasi aset digital yang aman, mudah, dan transparan bagi seluruh masyarakat Indonesia.

Disclaimer: Investasi aset kripto memiliki risiko tinggi, termasuk potensi kerugian akibat volatilitas harga pasar. Seluruh informasi yang tersedia hanya bersifat umum dan bukan merupakan ajakan, penawaran, saran, maupun rekomendasi investasi. Kami menghimbau seluruh konsumen untuk melakukan riset dan mempertimbangkan keputusan investasi secara matang sebelum melakukan transaksi aset kripto. Konsumen juga diharapkan untuk bertransaksi sesuai dengan profil risiko dan kemampuan finansial masing-masing serta tidak menggunakan dana yang berada di luar batas kemampuan.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

  • Penulis: vritimes

Rekomendasi Untuk Anda

  • GANI.AI dan Reli Dakar: Di Mana Kompleksitas Bertemu Daya Tahan

    GANI.AI dan Reli Dakar: Di Mana Kompleksitas Bertemu Daya Tahan

    • calendar_month Selasa, 20 Jan 2026
    • account_circle editor News
    • visibility 83
    • 0Komentar

    Reli Dakar bukan sekadar ajang motorsport. Ini adalah tantangan ekstrem yang berlangsung selama berminggu-minggu, menguji ketajaman pengambilan keputusan, ketahanan mekanis, dan kejernihan strategi di bawah tekanan. Pada tahun 2026, GANI.AI berkolaborasi dengan Jejelogy dan melakukan debutnya di kompetisi legendaris ini-sebuah perjalanan yang mencerminkan komitmen kami untuk menaklukkan kompleksitas dalam kondisi paling menantang. Di balik kemudi […]

  • KAI Logistik Catat Pertumbuhan Angkutan Reefer Lebih dari 30%, Perkuat Rantai Pasok Cold Chain Nasiona

    KAI Logistik Catat Pertumbuhan Angkutan Reefer Lebih dari 30%, Perkuat Rantai Pasok Cold Chain Nasiona

    • calendar_month Selasa, 30 Jun 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 34
    • 0Komentar

    PT Kereta Api Logistik (KAI Logistik) terus memperkuat perannya dalam mendukung rantai pasok berpendingin (cold chain) nasional melalui layanan angkutan reefer berbasis kereta api. Hingga Mei 2026, KAI Logistik berhasil mengangkut sekitar 9.352 teus komoditas berpendingin, meningkat 39% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Pencapaian tersebut mencerminkan meningkatnya kebutuhan industri terhadap sistem logistik yang mampu […]

  • APBD 2025 Disorot! Gubernur Sulut Ancam Evaluasi Jika Anggaran Tak Terealisasi Maksimal

    APBD 2025 Disorot! Gubernur Sulut Ancam Evaluasi Jika Anggaran Tak Terealisasi Maksimal

    • calendar_month Rabu, 15 Okt 2025
    • account_circle Editor Reputasi
    • visibility 138
    • 0Komentar

    MANADO, reputasiplus.com — Gubernur Sulawesi Utara (Sulut) Yulius Selvanus menegaskan komitmennya untuk mengoptimalkan realisasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun Anggaran 2025 guna mendukung pembangunan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Penegasan tersebut disampaikan dalam Rapat Evaluasi dan Pengawasan Realisasi Anggaran (EPRA) yang digelar Pemerintah Provinsi Sulut di ruang rapat Kantor Gubernur, Senin (14/10/2025). Rapat ini […]

  • MyRepublic Indonesia Raih Indonesia Digital Popular Brand Award 2026 dari Infobrand

    MyRepublic Indonesia Raih Indonesia Digital Popular Brand Award 2026 dari Infobrand

    • calendar_month Jumat, 8 Mei 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 36
    • 0Komentar

    MyRepublic Indonesia, sebagai bagian dari MoraRepublic, kembali meraih penghargaan Indonesia Digital Popular Brand Award 2026 yang diselenggarakan oleh Infobrand. MyRepublic Indonesia, sebagai bagian dari MoraRepublic, kembali meraih penghargaan Indonesia Digital Popular Brand Award 2026 yang diselenggarakan oleh Infobrand. Penghargaan ini diberikan sebagai bentuk pengakuan atas keberhasilan MyRepublic Indonesia dalam membangun brand yang kuat dan populer […]

  • LRT Jabodebek Lakukan Uji Coba Perjalanan 05.30 WIB untuk Dukung Pengguna Whoosh Keberangkatan Pagi

    LRT Jabodebek Lakukan Uji Coba Perjalanan 05.30 WIB untuk Dukung Pengguna Whoosh Keberangkatan Pagi

    • calendar_month Kamis, 17 Sep 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 16
    • 0Komentar

    PT Kereta Api Indonesia (Persero) melakukan uji coba perjalanan LRT Jabodebek untuk mendukung mobilitas masyarakat yang akan menggunakan Kereta Cepat Whoosh dari Stasiun Halim pada keberangkatan awal. Adapun uji coba tersebut berlangsung selama 3 hari, mulai Kamis (17/9) hingga Sabtu (19/9). Uji coba perjalanan LRT Jabodebek dilakukan pada relasi Dukuh Atas Bank Syariah Indonesia – […]

  • Transaksi Kripto Juni Tumbuh 24,2%, Bittime Sebut Pasar Indonesia Kian Matang

    Transaksi Kripto Juni Tumbuh 24,2%, Bittime Sebut Pasar Indonesia Kian Matang

    • calendar_month Jumat, 14 Agt 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 21
    • 0Komentar

    Bittime menilai pasar aset kripto Indonesia semakin matang seiring pertumbuhan transaksi dan jumlah konsumen. Data OJK mencatat transaksi aset kripto Juni 2026 mencapai Rp28,58 triliun, naik 24,20% secara bulanan. Bittime melihat penguatan regulasi, diversifikasi aset digital, serta meningkatnya aktivitas perdagangan menjadi fondasi pertumbuhan industri aset kripto di Indonesia.  Bittime, sebagai Pedagang Aset Keuangan Digital (PAKD) […]

expand_less