Breaking News
light_mode
Beranda » Ekonomi » Tren Side Hustle Meningkat, Kemitraan Kuliner Mulai Dilirik sebagai Alternatif Penghasilan Tambahan

Tren Side Hustle Meningkat, Kemitraan Kuliner Mulai Dilirik sebagai Alternatif Penghasilan Tambahan

  • account_circle vritimes
  • calendar_month Kamis, 16 Jul 2026
  • visibility 13
  • comment 0 komentar

Jepara – Di tengah kondisi ekonomi yang masih diwarnai tantangan daya beli dan meningkatnya kebutuhan hidup, semakin banyak masyarakat mulai mencari sumber penghasilan tambahan di luar pekerjaan utama. Fenomena yang dikenal sebagai side hustle ini tidak lagi hanya dilakukan oleh pekerja lepas, tetapi juga karyawan, ibu rumah tangga, hingga lulusan baru yang ingin memiliki pemasukan lebih dari satu sumber.

Beragam pilihan usaha mulai diminati, mulai dari bisnis berbasis digital hingga sektor kuliner yang dinilai memiliki pasar luas karena produknya merupakan kebutuhan sehari-hari. Selain itu, model kemitraan juga semakin banyak dipertimbangkan karena menawarkan sistem usaha yang telah dipersiapkan sehingga calon pelaku usaha tidak perlu membangun semuanya dari nol.

Melihat tren tersebut, You Need Mie menghadirkan program kemitraan kuliner yang dirancang bagi masyarakat yang ingin memulai usaha dengan sistem yang lebih praktis. Melalui konsep tersebut, mitra memperoleh perlengkapan usaha, bahan baku awal, pelatihan, hingga pendampingan operasional untuk membantu proses memulai bisnis.

Menurut pihak manajemen, perubahan kondisi ekonomi membuat banyak calon pelaku usaha lebih berhati-hati dalam mengambil keputusan. Mereka tidak hanya mempertimbangkan besarnya modal, tetapi juga kesiapan sistem usaha yang akan dijalankan.

“Kami melihat banyak calon mitra sebenarnya memiliki keinginan untuk berwirausaha. Namun, mereka sering kali bingung harus memulai dari mana. Karena itu kami berupaya menghadirkan sistem yang dapat membantu mereka lebih siap ketika mulai menjalankan usaha,” ujar Budi Prihanto, manager marketing dan sales You Need Mie.

Selain menyediakan sistem operasional, You Need Mie menerapkan skema kemitraan tanpa pembagian hasil penjualan. Dengan konsep tersebut, seluruh hasil penjualan menjadi milik mitra, sementara perusahaan berfokus pada penyediaan sistem, branding, pelatihan, dan pendampingan.

Melalui program kemitraannya, You Need Mie berharap dapat menjadi salah satu alternatif bagi masyarakat yang ingin memulai usaha kuliner dengan dukungan sistem yang telah dipersiapkan, sehingga mitra dapat lebih fokus mengembangkan bisnisnya.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

  • Penulis: vritimes

Rekomendasi Untuk Anda

  • Barantum, Solusi Vendor Call Center untuk Bisnis Indonesia

    Barantum, Solusi Vendor Call Center untuk Bisnis Indonesia

    • calendar_month Sabtu, 11 Jul 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 9
    • 0Komentar

    Barantum menyatukan CRM, AI Agent, Omnichannel dan WhatsApp Business API dalam satu dashboard, memudahkan bisnis mengelola semua percakapan pelanggan, meningkatkan efisiensi, serta mempercepat respon. Hasilnya, kepuasan pelanggan meningkat dan penjualan bisnis lebih optimal. Layanan call center masih menjadi salah satu garda terdepan dalam menjaga kepuasan pelanggan. Namun, seiring meningkatnya volume panggilan dan ekspektasi pelanggan, banyak […]

  • Pelabuhan Tanjung Intan Raih Penghargaan Green and Smart Port 2026

    Pelabuhan Tanjung Intan Raih Penghargaan Green and Smart Port 2026

    • calendar_month Jumat, 17 Jul 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 19
    • 0Komentar

    Cilacap, Juli 2026 – PT Pelindo Multi Terminal, anak usaha PT Pelabuhan Indonesia (Persero) yang bergerak di bidang operasional terminal nonpetikemas, terus menjalankan transformasi bisnis berbasis keberlanjutan dan digitalisasi yang membawa Pelindo Multi Terminal Branch Tanjung Intan berhasil meraih penghargaan Green and Smart Port Initiatives (GSPI) ASRI 2026 predikat Bintang 3 yang diselenggarakan di Gresik, […]

  • KAI Logistik Kelola 22,9 juta Ton Sepanjang Tahun 2025

    KAI Logistik Kelola 22,9 juta Ton Sepanjang Tahun 2025

    • calendar_month Selasa, 20 Jan 2026
    • account_circle editor News
    • visibility 80
    • 0Komentar

    KAI Logistik, anak usaha PT Kereta Api Indonesia (Persero) menutup tahun 2025 dengan mencatatkan kinerja pengelolaan barang sejumlah 22,9 juta ton di sepanjang tahun 2025. Kinerja tersebut membuktikan peran strategis perusahaan dalam industri logistik tanah air, khususnya dalam pengelolaan logistik berbasis kereta api. Capaian kinerja volume sejumlah 22,9 juta ton didominasi oleh lini batu bara […]

  • Hadirkan Layar Interaktif, Perkuat Layanan Informasi dan Pengaduan Digital di LRT Jabodebek

    Hadirkan Layar Interaktif, Perkuat Layanan Informasi dan Pengaduan Digital di LRT Jabodebek

    • calendar_month Kamis, 26 Feb 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 54
    • 0Komentar

    KAI menghadirkan Layar Interaktif di 7 stasiun LRT Jabodebek untuk meningkatkan kualitas layanan dan pengalaman pengguna. KAI menghadirkan inovasi layanan berbasis digital melalui implementasi Layar Interaktif di tujuh stasiun LRT Jabodebek. Fasilitas ini merupakan bagian dari penguatan sistem pelayanan berbasis teknologi yang juga memberikan kemudahan akses bagi pengguna LRT Jabodebek. Layar Interaktif menyediakan tiga fitur […]

  • Pembukaan Rute dan Layanan Baru Dongkrak Arus Peti Kemas Nasional

    Pembukaan Rute dan Layanan Baru Dongkrak Arus Peti Kemas Nasional

    • calendar_month Senin, 27 Jul 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 17
    • 0Komentar

    Arus peti kemas nasional terus menunjukkan tren positif pada semester I 2026, yang didorong ekspansi layanan pelayaran seperti pembukaan rute baru dan peningkatan aktivitas perdagangan. SURABAYA—Arus peti kemas nasional terus menunjukkan tren positif pada semester I 2026. PT Pelindo Terminal Petikemas mencatat throughput mencapai 6,63 juta TEUs atau tumbuh 5,51 persen dibandingkan periode yang sama […]

  • Kota Bandung Bersiap Layani Lonjakan Pemudik Lebaran 2026, Lebih dari 92 Ribu Pelanggan KA Jarak Jauh Akan Berangkat dari Stasiun Bandung dan Kiaracondong

    Kota Bandung Bersiap Layani Lonjakan Pemudik Lebaran 2026, Lebih dari 92 Ribu Pelanggan KA Jarak Jauh Akan Berangkat dari Stasiun Bandung dan Kiaracondong

    • calendar_month Senin, 2 Mar 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 58
    • 0Komentar

    Bandung (Jawa Barat), 2 Maret 2026 – Kota Bandung bersiap melayani lonjakan masyarakat yang akan melakukan perjalanan mudik Lebaran 2026 menggunakan Kereta Api Jarak Jauh (KAJJ) dari wilayah Daop 2 Bandung. Melalui layanan yang dioperasikan oleh PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 2 Bandung, berbagai persiapan telah dilakukan guna memastikan perjalanan pelanggan berlangsung aman, […]

expand_less