Breaking News
light_mode
Beranda » Ekonomi » Potensi Pasar Tokenisasi Aset Capai US$88 Miliar, Bittime: Tokenized US Stocks Diminati Investor

Potensi Pasar Tokenisasi Aset Capai US$88 Miliar, Bittime: Tokenized US Stocks Diminati Investor

  • account_circle vritimes
  • calendar_month Jumat, 24 Jul 2026
  • visibility 40
  • comment 0 komentar

Pasar tokenisasi aset Indonesia diproyeksikan mencapai US$88 miliar pada 2030. Bittime melihat Tokenized US Stocks semakin diminati investor seiring meningkatnya kebutuhan diversifikasi ke aset global.

Tokenisasi aset diperkirakan akan menjadi salah satu pendorong pertumbuhan industri aset keuangan digital di Indonesia dalam beberapa tahun mendatang. 

Berdasarkan riset Tiger Research, nilai pasar tokenisasi aset ata Real World Assets (RWA) di Indonesia diproyeksikan mencapai US$88 miliar pada 2030, dengan tingkat pertumbuhan tahunan (compound annual growth rate/CAGR) sebesar 31,7%. Pertumbuhan tersebut didukung oleh semakin kuatnya ekosistem digital Indonesia yang dinilai mampu mempercepat adopsi aset berbasis blockchain.

Tiger Research juga menilai investor Indonesia mulai meningkatkan minat terhadap aset global, khususnya Tokenized US Stocks, karena menawarkan akses yang lebih mudah ke perusahaan-perusahaan global melalui teknologi blockchain.

Direktur Operasional Bittime, Ryan Lymn, mengatakan tren tersebut menunjukkan investor Indonesia semakin terbuka terhadap diversifikasi portofolio ke aset global.

“Tokenisasi membuka akses yang lebih mudah bagi investor Indonesia untuk memiliki eksposur ke perusahaan-perusahaan global. Kami melihat minat terhadap aset ini terus meningkat seiring berkembangnya ekosistem aset digital,” ujar Ryan.

Pilihan Aset dan Fitur Jadi Faktor Pendorong

Seiring meningkatnya minat investor, pilihan aset yang tersedia di platform tokenisasi menjadi salah satu pertimbangan. Berdasarkan analisis Tiger Research dan benchmark industri yang dilakukan Bittime, platform dengan pilihan Tokenized US Stocks yang lebih komprehensif dinilai lebih mampu memenuhi kebutuhan investor yang ingin membangun portofolio global.

Berdasarkan benchmark tersebut, Bittime menyediakan salah satu lini Tokenized US Stocks paling lengkap di antara platform aset digital lokal, mencakup saham perusahaan global seperti NVIDIA, Microsoft, Apple, Amazon, Alphabet (Google), Meta, Tesla, serta sejumlah ETF berbasis teknologi. 

Selain kelengkapan pilihan aset, Bittime juga menjadi exchange aset kripto berlisensi pertama di Indonesia yang menghadirkan fitur Flexible Staking pada Tokenized US Stocks dengan reward hingga 7% APR, sehingga investor dapat memperoleh potensi imbal hasil tambahan tanpa kehilangan fleksibilitas dalam mengelola asetnya.

Ryan mengatakan inovasi tersebut dikembangkan untuk menjawab karakteristik saham Amerika Serikat yang umumnya memiliki dividend yield lebih rendah dibandingkan saham di Indonesia.

“Kami ingin menghadirkan pengalaman investasi yang lebih relevan melalui akses ke aset global yang disertai fitur bernilai tambah sesuai kebutuhan investor Indonesia,” kata Ryan.

Minat tersebut juga tercermin pada data internal Bittime. Dalam 48 jam setelah peluncuran Flexible Earn, kepemilikan Tokenized US Stocks meningkat 106%, dengan sekitar 96% dana baru mengalir ke tokenized saham bertema AI, terutama NVIDIA, Meta, dan Microsoft. Hampir 50% kepemilikan Tokenized US Stocks di Bittime juga langsung ditempatkan ke fitur Earn.

Sementara itu, lima Tokenized US Stocks dengan kepemilikan terbesar pada pekan lalu adalah SpaceX (SPCXX), NVIDIA (NVDAX), Tesla (TSLAX), MicroStrategy (MSTRX), dan Apple (AAPLX). 

Data tersebut menunjukkan investor Indonesia mulai membangun portofolio global dengan berinvestasi pada perusahaan-perusahaan yang dinilai memiliki prospek pertumbuhan jangka panjang, mulai dari sektor teknologi, kecerdasan buatan (AI), kendaraan listrik, hingga aset yang terkait dengan ekosistem aset digital.

Ryan menilai proyeksi pasar tokenisasi aset yang terus bertumbuh menunjukkan peluang pengembangan investasi aset global di Indonesia juga semakin besar.

“Potensi pasar tokenisasi aset yang terus berkembang menunjukkan investor Indonesia akan memiliki semakin banyak pilihan untuk mengakses aset global. Kami melihat Tokenized US Stocks menjadi salah satu segmen yang berpotensi tumbuh seiring meningkatnya kebutuhan diversifikasi investasi dan dukungan regulasi yang semakin kuat,” tutup Ryan.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

  • Penulis: vritimes

Rekomendasi Untuk Anda

  • H1 & H2 Lebaran 2026 Pengguna LRT Jabodebek Melonjak Hingga 79 Persen

    H1 & H2 Lebaran 2026 Pengguna LRT Jabodebek Melonjak Hingga 79 Persen

    • calendar_month Senin, 23 Mar 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 65
    • 0Komentar

    LRT Jabodebek mencatat peningkatan signifikan jumlah pengguna pada H1 & H2 Lebaran 2026, dengan 102.648 pengguna, berkat kebijakan tarif Rp1 dan operasional 430 perjalanan per hari. PT Kereta Api Indonesia (Persero) mencatat lonjakan signifikan jumlah pengguna LRT Jabodebek pada periode Hari Pertama dan Kedua Lebaran 1447 H (21–22 Maret 2026). Selama 2 hari tersebut, tercatat […]

  • Liburan Lebih Bermakna,  Cek Penawaran KKB Mobil Baru BRI Finance

    Liburan Lebih Bermakna, Cek Penawaran KKB Mobil Baru BRI Finance

    • calendar_month Kamis, 16 Apr 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 68
    • 0Komentar

    Jakarta, 15 April 2026 – Seiring dengan meningkatnya kesadaran masyarakat dalam mengelola keuangan secara lebih bijak, keputusan untuk memenuhi kebutuhan gaya hidup kini semakin mempertimbangkan aspek perencanaan yang matang. Liburan dan perjalanan bersama keluarga, misalnya, tidak lagi dipandang sebagai pengeluaran semata, melainkan sebagai bagian dari investasi terhadap kualitas hidup. Dalam konteks tersebut, kepemilikan kendaraan pribadi […]

  • Dolar Perkasa Tekan Minyak WTI, Harga Berisiko Lanjutkan Penurunan

    Dolar Perkasa Tekan Minyak WTI, Harga Berisiko Lanjutkan Penurunan

    • calendar_month Senin, 25 Mei 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 39
    • 0Komentar

    Harga minyak mentah jenis West Texas Intermediate (WTI) diperkirakan masih akan bergerak dalam tekanan pada perdagangan hari Senin (25/5), seiring dominasi sentimen negatif yang masih kuat di pasar energi global. Berdasarkan analisis Dupoin Futures yang disampaikan oleh analis Geraldo Kofit, pergerakan harga WTI pada timeframe daily menunjukkan kecenderungan tren bearish yang semakin jelas, dengan peluang […]

  •                 Iskandar
Ezzahuddin, Presiden Direktur Prudential Syariah, saat paparannya di sesi

    Presiden Direktur Prudential Syariah, Iskandar Ezzahuddin, di Panggung Sharia Insurance International Forum 2026

    • calendar_month Senin, 28 Sep 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 33
    • 0Komentar

    Jakarta, 24 September 2026 – PT Prudential Sharia Life Assurance (Prudential Syariah) hadir sebagai salah satu perwakilan industri asuransi jiwa syariah Indonesia dalam Sharia Insurance International Forum (SIIF) 2026 yang diselenggarakan Asosiasi Asuransi Syariah Indonesia (AASI) di Menara Syariah, PIK 2. Presiden Direktur Prudential Syariah, Iskandar Ezzahuddin, menjadi pembicara dalam sesi bertajuk “Expanding Sharia Investment […]

  • AICX 2026 oleh ITSEC Asia (IDX: CYBR): Indonesia Perlu Bersiap Menghadapi Ancaman Siber dari Komputasi Kuantum Sekarang

    AICX 2026 oleh ITSEC Asia (IDX: CYBR): Indonesia Perlu Bersiap Menghadapi Ancaman Siber dari Komputasi Kuantum Sekarang

    • calendar_month Kamis, 22 Okt 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 13
    • 0Komentar

    Para pembicara dari ITB, BRIN dan KORIKA dalam AICX 2026 oleh ITSEC Asia menyerukan persiapan dini menuju kriptografi pasca kuantum, seiring teknologi kuantum mulai menjadi bagian dari infrastruktur kepercayaan bagi AI. Bali, 20 Oktober 2026 – PT ITSEC Asia Tbk (ITSEC Asia) (IDX: CYBR), perusahaan terkemuka di bidang keamanan siber dan AI di Indonesia, mempertemukan […]

  • Danantara Bahas Indonesia Open Network, Dorong Fondasi Baru Ekonomi Digital yang Lebih Inklusif

    Danantara Bahas Indonesia Open Network, Dorong Fondasi Baru Ekonomi Digital yang Lebih Inklusif

    • calendar_month Rabu, 20 Mei 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 44
    • 0Komentar

    Jakarta — Upaya Indonesia dalam memperkuat fondasi ekonomi digital nasional terus bergerak ke arah yang lebih inklusif dan terbuka. Dalam pertemuan yang berlangsung pada Selasa (12/5/2026), sejumlah pemangku kepentingan membahas potensi pengembangan Indonesia Open Network (ION), sebuah konsep infrastruktur digital publik terbuka yang dinilai dapat menjadi landasan baru bagi ekosistem ekonomi digital Indonesia di masa […]

expand_less