Breaking News
light_mode
Beranda » Blog » Perluasan Jaringan Jadi Kunci, KAI Logistik Catat Pertumbuhan Service Point 45% Sepanjang Tahun 2025

Perluasan Jaringan Jadi Kunci, KAI Logistik Catat Pertumbuhan Service Point 45% Sepanjang Tahun 2025

  • account_circle editor News
  • calendar_month Senin, 19 Jan 2026
  • visibility 66
  • comment 0 komentar

KAI Logistik mencatatkan pertumbuhan signifikan titik jaringan layanan pengiriman barang ritel sepanjang tahun 2025. Melalui strategi perluasan jaringan yang konsisten, jumlah Service Point pada layanan bisnis ritel KAI Logistik meningkat sebesar 45%, dari sebelumnya 196 titik pada tahun 2024 menjadi 284 titik hingga akhir Desember 2025. Capaian ini menegaskan komitmen perusahaan dalam mendekatkan layanan logistik kepada masyarakat dan pelaku usaha di berbagai wilayah.

Direktur Pengembangan Usaha KAI Logistik, Aniek Dwi
Deviyanti, menyampaikan bahwa perluasan jaringan menjadi salah satu strategi
utama perusahaan sepanjang 2025. “Perluasan Service Point merupakan
langkah strategis KAI Logistik untuk memperkuat akses layanan pengiriman barang
ritel. Strategi ini kami jalankan seiring dengan meningkatnya kebutuhan
distribusi barang di berbagai daerah,” ujar Aniek.

Ia menambahkan, strategi perluasan jaringan tersebut
juga sejalan dengan kinerja positif layanan ritel KAI Logistik yang menunjukkan
pertumbuhan volume pengiriman sebesar 11% sepanjang tahun 2025, dengan total
barang yang berhasil dikelola mencapai 65,6 ribu ton. “Peningkatan volume ini
mencerminkan kepercayaan pelanggan yang terus tumbuh terhadap layanan ritel KAI
Logistik,” jelasnya.

Aniek juga menyoroti bahwa capaian tersebut tidak
terlepas dari kondisi ekonomi nasional yang terus menunjukkan tren positif.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), perekonomian Indonesia pada
Triwulan III 2025 tumbuh sebesar 5,04 persen secara year-on-year (YoY), yang
turut mendorong peningkatan aktivitas perdagangan dan distribusi barang secara
nasional.

Dari total 284 Service Point yang beroperasi
hingga akhir 2025, wilayah Jawa Tengah & D.I.Yogyakarta mencatat jumlah
terbanyak dengan porsi sekitar 43% atau sebanyak 122 titik. Selanjutnya,
Wilayah Barat yang meliputi Banten, Jakarta, dan Jawa Barat tercatat sebanyak
81 titik, disusul Wilayah Timur yang mencakup Jawa Timur dan Bali dengan 78
titik, serta wilayah Sumatera sebanyak 3 titik layanan.

Dominasi Jawa Tengah sebagai wilayah dengan jumlah Service
Point
terbanyak sejalan dengan kinerja ekonomi daerah tersebut. BPS
mencatat pertumbuhan ekonomi Provinsi Jawa Tengah pada Triwulan III 2025
mencapai 5,37 persen YoY, lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan ekonomi
nasional. 

Sebagai anak usaha dari PT Kereta Api Indonesia
(Persero), KAI Logistik terus memperkuat perannya dalam mendukung pengembangan
ekonomi kerakyatan melalui program kemitraan Service Point. Program ini
tidak hanya menjadi bagian dari ekspansi jaringan layanan, tetapi juga
berfungsi sebagai stimulus kewirausahaan di tingkat lokal. “Kami membuka
peluang kemitraan seluas-luasnya bagi masyarakat untuk tumbuh bersama KAI
Logistik,” kata Aniek.

Lebih lanjut Aniek menjelaskan, layanan pengiriman barang
ritel KAI Logistik didukung berbagai keunggulan, mulai dari jangkauan
pengiriman yang luas, keberagaman jenis kiriman, kecepatan dan keselamatan
pengiriman, kemudahan akses layanan melalui digitalisasi, hingga tarif yang
kompetitif. “Melalui penguatan jaringan Service Point dan pengembangan
layanan pengiriman barang ritel, KAI Logistik berkomitmen menghadirkan layanan
logistik yang semakin mudah diakses, andal, dan kompetitif. Ke depan, kami akan
terus memperluas jangkauan layanan guna mendukung konektivitas logistik
nasional serta pemerataan akses bagi masyarakat dan pelaku usaha di berbagai
daerah,” tutup Aniek

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

  • Penulis: editor News

Rekomendasi Untuk Anda

  • Barantum, Solusi Vendor WhatsApp CRM untuk Bisnis Indonesia

    Barantum, Solusi Vendor WhatsApp CRM untuk Bisnis Indonesia

    • calendar_month Senin, 29 Jun 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 14
    • 0Komentar

    Barantum menyatukan CRM, AI Agent, Omnichannel dan WhatsApp Business API dalam satu dashboard, memudahkan bisnis mengelola semua percakapan pelanggan, meningkatkan efisiensi, serta mempercepat respon. Hasilnya, kepuasan pelanggan meningkat dan penjualan bisnis lebih optimal. Komunikasi dengan pelanggan kini berlangsung lebih cepat, terutama melalui WhatsApp. Namun, semakin banyaknya percakapan yang masuk juga membuat banyak bisnis kesulitan menjaga […]

  • Bank Raya Raih Penghargaan Indonesia Popular Digital Product Awards 2026, Perkuat Posisi sebagai Bank Digital Pilihan Masyarakat

    Bank Raya Raih Penghargaan Indonesia Popular Digital Product Awards 2026, Perkuat Posisi sebagai Bank Digital Pilihan Masyarakat

    • calendar_month Senin, 2 Mar 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 48
    • 0Komentar

    Sebagai bank digital bagian dari BRI Group, Bank Raya berkomitmen untuk terus memperkuat inovasi teknologi, serta memperluas akses layanan keuangan dan menjangkau lebih banyak lapisan masyarakat. Sejalan dengan upaya tersebut, Bank Raya mendapatkan penghargaan dalam ajang Digital Day 2026: Digital Sovereignty – Leaders Must Act Now to Secure The Future. Pada acara yang diselenggarakan di […]

  • Janji Manis Kemajuan Sulut Hanya Gertakan Saja? BPS Ungkap Lima Fakta yang Tidak Diketahui Publik!

    Janji Manis Kemajuan Sulut Hanya Gertakan Saja? BPS Ungkap Lima Fakta yang Tidak Diketahui Publik!

    • calendar_month Rabu, 3 Jun 2026
    • account_circle reputasi
    • visibility 53
    • 0Komentar

    Media.Reputasiplus.com Seringkali terdengar keraguan di tengah masyarakat, apakah narasi kemajuan dan kesejahteraan di Sulawesi Utara (Sulut) di bawah kepemimpinan saat ini hanyalah janji manis belaka? Jawabannya baru saja dibongkar oleh Badan Pusat Statistik (BPS) melalui Berita Resmi Statistik tertanggal 2 Juni 2026. Alih-alih menemukan kemunduran, BPS justru merilis lima fakta mengejutkan yang membuktikan bahwa roda […]

  • Lokakarya Revitalisasi Eco-Teologi Jawa Kuno Dorong Kawasan Candi Cetho dan Masyarakat Dusun Cetho Menjadi Pusat Pembelajaran Warisan Budaya Hidup Agraris Jawa Kuno

    Lokakarya Revitalisasi Eco-Teologi Jawa Kuno Dorong Kawasan Candi Cetho dan Masyarakat Dusun Cetho Menjadi Pusat Pembelajaran Warisan Budaya Hidup Agraris Jawa Kuno

    • calendar_month Kamis, 2 Jul 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 16
    • 0Komentar

    Lokakarya “Revitalisasi Eco-Teologi Jawa Kuno Bagi Para Petani di Kawasan Candi Cetho” berhasil diselenggarakan pada 19–20 Juni 2026 di Dusun Cetho, Desa Gumeng, Kecamatan Jenawi, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah. Kegiatan ini menjadi ruang bersama untuk menggali, mendokumentasikan, serta memperkuat kembali nilai-nilai eco-teologi Jawa Kuno yang hingga kini masih hidup di tengah masyarakat agraris lereng Gunung […]

  • Menteri PU Tinjau Progres KPP Papua Selatan, Tekankan Pentingnya Sistem Drainase Berkelanjutan

    Menteri PU Tinjau Progres KPP Papua Selatan, Tekankan Pentingnya Sistem Drainase Berkelanjutan

    • calendar_month Jumat, 13 Feb 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 59
    • 0Komentar

    MERAUKE, Menteri Pekerjaan Umum (PU), Dody Hanggodo, melakukan kunjungan kerja untuk meninjau progres pembangunan Kawasan Pusat Pemerintahan (KPP) Provinsi Papua Selatan yang berlokasi di Kawasan Terpadu Mandiri (KTM) Salor, Kabupaten Merauke, pada Minggu (8/2/2026). Peninjauan ini bertujuan memastikan pembangunan infrastruktur di Daerah Otonomi Baru (DOB) tersebut berjalan sesuai rencana dengan tetap mengedepankan aspek keberlanjutan. Dalam […]

  • Jembatan Tak Kasatmata: Bagaimana Infrastruktur Digital Diam-Diam Mendefinisikan Ulang Hubungan Indonesia–India

    Jembatan Tak Kasatmata: Bagaimana Infrastruktur Digital Diam-Diam Mendefinisikan Ulang Hubungan Indonesia–India

    • calendar_month Jumat, 17 Jul 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 12
    • 0Komentar

    Oleh Sachin V. Gopalan* Jakarta — Ketika Perdana Menteri India Narendra Modi tiba di Jakarta pada 7 Juli, kunjungannya akan dipandang dari berbagai perspektif. Para diplomat akan menyoroti penguatan kemitraan strategis, pelaku usaha akan mencari peluang investasi baru, sementara para analis keamanan akan mencermati perubahan keseimbangan kekuatan di kawasan Indo-Pasifik. Namun, di balik berbagai isu tersebut, terdapat […]

expand_less