Perkuat Sektor E-KYC, Api.co.id Rilis API Dukcapil Check dan NPWP Check
- account_circle vritimes
- calendar_month 1 jam yang lalu
- visibility 5
- comment 0 komentar

Perkuat Sektor E-KYC, Api.co.id Rilis API Dukcapil Check dan NPWP Check
Penyedia layanan API lokal, Api.co.id, resmi meluncurkan dua produk verifikasi identitas baru: ID Verification API untuk pengecekan data kependudukan atau yang umum dikenal sebagai dukcapil check, dan NPWP Verification API untuk validasi data wajib pajak. Keduanya dikembangkan bersama Privy sebagai Penyelenggara Sertifikasi Elektronik (PSrE) dan mulai tersedia untuk publik melalui skema pay-as-you-go tanpa biaya setup maupun langganan bulanan.
Peluncuran ini menjawab kebutuhan yang terus meningkat di sektor e-KYC Indonesia. Pertumbuhan fintech, layanan lending dan BNPL, dompet digital, marketplace, hingga platform HR membuat verifikasi identitas digital berubah dari fitur pelengkap menjadi infrastruktur wajib. Di sisi lain, regulator seperti OJK dan Bank Indonesia menuntut penerapan prinsip Know Your Customer secara elektronik yang dapat diaudit, termasuk pencocokan data pelanggan ke sumber resmi sebagai bagian dari upaya anti pencucian uang (AML) dan pencegahan fraud identitas.
Dukcapil Check dalam Satu Panggilan REST API
Produk utama dalam rilis ini adalah api dukcapil check – endpoint yang mencocokkan kombinasi NIK, nama lengkap, dan tanggal lahir ke sumber data kependudukan resmi, lalu mengembalikan satu hasil final berupa verified atau rejected dalam hitungan detik.
Berbeda dengan validasi format 16 digit yang hanya memeriksa struktur NIK, layanan cek NIK online ini benar-benar membuktikan bahwa identitas tersebut valid dan terdaftar. Bila hasilnya ditolak, response menyertakan reject_reason berisi kode dan alasan, sehingga tim compliance dan tim review manual tahu langkah lanjutan tanpa menebak-nebak.
Integrasinya dirancang seringkas mungkin: satu POST multipart berisi field nik, name, date_of_birth, dan file foto identitas. Nomor referensi, email, serta nomor telepon diisi otomatis oleh sistem. Tarifnya Rp 4.000 per verifikasi yang diproses, tanpa biaya integrasi di depan dan tanpa minimum komitmen bulanan.
Perlu dicatat, API ini tidak mengembalikan salinan data kependudukan seperti alamat atau nama ibu kandung. Yang dikembalikan hanya hasil pencocokan – desain yang secara sengaja menekan eksposur data pribadi dan memudahkan proses audit privasi di sisi klien.
NPWP Check untuk Kebutuhan KYB dan Onboarding Merchant
Produk kedua, NPWP Verification API, menyasar celah yang selama ini jarang tersentuh penyedia e-KYC: verifikasi wajib pajak. Layanan cek NPWP online ini mencocokkan nomor NPWP atau NIK dengan nama dan alamat wajib pajak, sekaligus mengembalikan status WP dan status SPT.
Kombinasi tersebut membuatnya relevan untuk alur Know Your Business (KYB): onboarding merchant dan vendor, proses procurement, penerbitan faktur pajak, hingga penyaluran kredit korporat. Tarif validasi NPWP dipatok Rp 3.500 per pengecekan berhasil, dengan format request JSON sederhana dan dokumentasi yang sama konsistennya dengan produk lain.
“Selama ini banyak tim produk terpaksa merangkai empat sampai lima vendor berbeda hanya untuk menyelesaikan satu alur onboarding, satu untuk OCR, satu untuk cek data kependudukan, satu untuk biometrik, satu lagi untuk verifikasi rekening. Dengan dua produk baru ini, seluruh rantai verifikasi identitas bisa dijalankan dari satu API key, satu dashboard, dan satu skema harga yang bisa dibaca sebelum bicara dengan tim sales,” ujar Rifaldy, CEO Api.co.id.
Rangkaian Produk KYC yang Kini Tersedia di Api.co.id
Dengan dua rilis terbaru, Api.co.id kini menyediakan stack verifikasi identitas yang lengkap end to end. Berikut produk-produk yang berkaitan langsung dengan alur KYC dan e-KYC:
KTP OCR API – scanner KTP otomatis. API OCR KTP yang mengekstrak data dari foto KTP menjadi JSON terstruktur dengan akurasi tinggi. Dipakai untuk mengisi formulir pendaftaran secara otomatis sehingga pengguna tidak perlu mengetik manual. Tarif Rp 150 per scan berhasil, tanpa langganan.
SIM OCR API – pembaca Surat Izin Mengemudi. Mendukung SIM A, C, B1, B2 termasuk format 6-line, dengan output JSON terstruktur. Umum dipakai untuk verifikasi driver di sektor ride-hailing, delivery, logistik, rental armada, dan asuransi kendaraan. Tarif Rp 300 per scan berhasil.
ID Verification API – dukcapil check. Pencocokan NIK, nama, dan tanggal lahir ke data kependudukan resmi bersama Privy. Rp 4.000 per verifikasi diproses.
NPWP Verification API – cek dan validasi NPWP. Pencocokan NPWP atau NIK dengan nama, alamat, status wajib pajak, dan status SPT. Rp 3.500 per pengecekan berhasil.
Passive Liveness Detection API – anti-spoofing dan deteksi deepfake. Memastikan selfie berasal dari orang yang benar-benar hadir di depan kamera, bukan foto cetak, tangkapan layar, atau video deepfake. Bersifat pasif sehingga pengguna tidak perlu berkedip, menoleh, atau memasang SDK tambahan. Bersertifikat iBeta ISO/IEC 30107-3 Level 2 (Presentation Attack Detection). Tarif Rp 2.500 per pengecekan berhasil.
Face Matching API – verifikasi wajah selfie ke kartu identitas. Membandingkan wajah pada KTP, SIM, atau kartu identitas lain dengan foto selfie pengguna, termasuk skenario selfie-to-selfie. Dilengkapi deteksi dan penyelarasan wajah otomatis serta output confidence score. Tarif Rp 400 per verifikasi berhasil.
Bank Validation API – cek rekening dan verifikasi nama pemilik rekening. Validasi rekening bank secara real-time untuk lebih dari 130 bank di Indonesia, termasuk BCA, BRI, BNI, BSI, dan Mandiri, dengan dukungan fuzzy matching nama. Sering menjadi lapisan terakhir sebelum pencairan dana pada produk lending dan payment. Langganan mulai Rp 50.000 per bulan.
CV Extractor API – parsing dokumen kandidat. Meski bukan produk KYC murni, API ini kerap dipasangkan pada alur verifikasi di sektor HR dan rekrutmen untuk mengubah CV menjadi data terstruktur. Rp 300 per ekstraksi berhasil.
Alur Rekomendasi: OCR → Dukcapil Check → Liveness → Face Match
Api.co.id merekomendasikan pola integrasi berlapis untuk menekan biaya per pengguna terverifikasi. Tahap pertama, KTP OCR API dipakai sebagai penyaring murah untuk menangkap data dan menyingkirkan input yang berantakan atau salah ketik. Tahap kedua, ID Verification API membuktikan bahwa data tersebut memang valid di sumber resmi. Tahap ketiga, Passive Liveness Detection memastikan pengguna benar-benar hadir. Tahap terakhir, Face Matching API mencocokkan wajah selfie dengan foto pada kartu identitas.
Dengan urutan tersebut, hanya data yang sudah bersih yang diteruskan ke endpoint berbiaya lebih tinggi. Struktur biayanya pun transparan: points dipotong hanya ketika provider benar-benar memproses permintaan. Request yang berhenti lebih awal – misalnya API key salah, saldo tidak mencukupi, atau kegagalan di sisi provider – tidak memotong saldo pengguna.
Seluruh produk identitas mensyaratkan akun yang telah lolos verifikasi eKYC di dashboard sebelum endpoint dapat digunakan, sebagai lapisan kontrol tambahan mengingat sensitivitas data yang diproses. Dokumentasi teknis, spesifikasi OpenAPI, serta koleksi Postman untuk seluruh produk tersedia bagi developer, lengkap dengan contoh kode dalam cURL, Go, PHP, Node.js, dan Laravel.
Press Release juga sudah tayang di VRITIMES
- Penulis: vritimes


