Breaking News
light_mode
Beranda » Ekonomi » Hampir 23 Juta Investor Kripto, Indonesia Siap Jadi Pemain Global?

Hampir 23 Juta Investor Kripto, Indonesia Siap Jadi Pemain Global?

  • account_circle vritimes
  • calendar_month 8 jam yang lalu
  • visibility 4
  • comment 0 komentar

Jakarta, 14 September 2026 — Indonesia telah memiliki hampir 23 juta akun konsumen aset kripto, dua bursa berizin, hingga puluhan pelaku industri resmi. Namun, besarnya pasar domestik dinilai belum otomatis membuat Indonesia mampu menjadi pusat industri kripto di tingkat global.

CEO dan Founder FLOQ, Yudhono Rawis, menilai tantangan Indonesia kini mulai bergeser. Setelah fondasi regulasi semakin terbentuk, pekerjaan berikutnya adalah membangun pasar yang lebih dalam, kompetitif, inovatif, serta mampu menarik likuiditas dan pelaku dari luar negeri.

“Indonesia sudah punya modal yang sangat besar dari sisi jumlah pengguna dan kerangka regulasi. Tetapi menjadi pasar besar berbeda dengan menjadi pusat kripto global. Tahap berikutnya adalah bagaimana kita menciptakan produk yang kompetitif, likuiditas yang kuat, dan ekosistem yang membuat pemain global ingin beraktivitas dari Indonesia,” kata Yudho.

Pernyataan tersebut muncul di tengah diskusi mengenai daya saing industri kripto nasional. Sebelumnya, para pelaku usaha di industri menyoroti struktur perpajakan serta keterbatasan akses pengguna asing sebagai dua tantangan bagi exchange Indonesia untuk bersaing secara global.

Saat ini, transaksi melalui Pedagang Aset Keuangan Digital (PAKD) domestik dikenakan PPh Pasal 22 final sebesar 0,21% dari nilai transaksi. Sementara transaksi melalui penyelenggara yang bukan PAKD dalam negeri dikenakan tarif 1%, sesuai PMK Nomor 50 Tahun 2025.

Punya 22,93 Juta Konsumen Belum Cukup

Secara skala, pasar Indonesia memiliki modal besar. Data terbaru Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menunjukkan jumlah akun konsumen pada Pedagang Aset Keuangan Digital mencapai 22,93 juta akun per Juli 2026, naik 1,03% dibandingkan bulan sebelumnya yang mencapai 22,69 juta akun.

Namun, pertumbuhan pengguna belum sepenuhnya diikuti peningkatan aktivitas transaksi. Nilai transaksi kripto, seperti BItcoin (BTC) pada Juli tercatat Rp20,52 triliun, turun 28,2% dari Rp28,58 triliun pada Juni. Transaksi derivatif aset keuangan digital juga turun 18,53% menjadi Rp3,41 triliun dari Rp4,19 triliun.

Menurut Yudho, data tersebut menunjukkan ukuran basis pengguna memang penting, tetapi kualitas dan kedalaman aktivitas pasar menjadi indikator berikutnya yang perlu diperhatikan.

“Kalau hanya melihat jumlah akun, Indonesia jelas merupakan pasar yang sangat menarik. Tetapi untuk menjadi hub, kita juga perlu melihat seberapa aktif pengguna bertransaksi, seberapa dalam likuiditasnya, seberapa beragam produknya, dan apakah ekosistem kita mampu menarik aktivitas dari luar Indonesia,” jelasnya.

Ia menilai Indonesia perlu menghindari kondisi di mana memiliki jutaan investor, tetapi sebagian besar likuiditas dan inovasi produk justru berkembang di yurisdiksi lain.

Regulasi Masuk Babak Baru

Dari sisi infrastruktur, perkembangan industri menunjukkan kemajuan signifikan. Hingga Juli 2026, Indonesia telah memiliki dua bursa kripto, yakni CFX dan ICEx. OJK juga telah memberikan izin kepada 33 entitas dalam ekosistem perdagangan aset kripto, terdiri dari dua bursa, dua lembaga kliring, dua kustodian, dan 27 Pedagang Aset Keuangan Digital.

Perkembangan berikutnya bahkan mulai bergerak melampaui aktivitas jual-beli kripto konvensional.

Hingga Agustus 2026, tujuh peserta regulatory sandbox OJK telah dinyatakan lulus dengan model bisnis yang mencakup tokenisasi emas, tokenisasi surat berharga, tokenisasi manfaat kepemilikan properti, penerbitan stablecoin Rupiah, kustodian aset keuangan digital non-perdagangan hingga manajer dana kripto.

Yudho menilai perkembangan tersebut menjadi sinyal bahwa fase selanjutnya industri aset digital Indonesia berpotensi bergeser dari sekadar perdagangan kripto menuju ekosistem keuangan berbasis blockchain yang lebih luas.

“Ini justru peluang besarnya. Kalau lima atau enam tahun lalu pembahasannya masih soal Bitcoin dan exchange, sekarang kita sudah bicara tokenisasi aset, stablecoin, kustodian sampai pengelolaan dana kripto. Indonesia punya kesempatan untuk ikut menentukan bentuk industri aset digital generasi berikutnya, bukan hanya menjadi konsumen produk dari luar,” ujarnya Yudho.

Persaingan Bukan Lagi Hanya Antar-Exchange

Menurut Yudho, persaingan ke depan juga tidak lagi sebatas antar platform kripto lokal. Indonesia akan berhadapan dengan yurisdiksi lain yang sama-sama berupaya menarik perusahaan, pengembang, investor institusi, hingga likuiditas global.

Karena itu, regulasi yang kuat perlu berjalan beriringan dengan kemudahan inovasi dan daya saing biaya.

“Regulasi dan perlindungan konsumen tetap harus menjadi fondasi. Tetapi setelah fondasinya kuat, pertanyaannya adalah apakah perusahaan Indonesia punya ruang yang cukup untuk berinovasi dan menawarkan produk yang bisa bersaing dengan platform global,” ucapnya.

Ia menambahkan, akses terhadap investor internasional juga menjadi elemen penting jika Indonesia ingin bergerak dari pasar domestik besar menjadi pusat aktivitas aset digital regional.

Menurut Yudho, ukuran keberhasilan industri ke depan tidak cukup hanya dilihat dari pertumbuhan jumlah investor dalam negeri, tetapi juga dari kemampuan Indonesia menciptakan produk, teknologi, dan likuiditas yang digunakan oleh pasar yang lebih luas.

“Indonesia tidak kekurangan pengguna. Yang perlu kita bangun berikutnya adalah alasan mengapa modal, talenta, perusahaan, dan likuiditas global memilih masuk dan tetap berada di Indonesia. Kalau itu bisa diwujudkan, peluang Indonesia menjadi salah satu pusat aset digital di kawasan sangat terbuka,” pungkasnya.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

  • Penulis: vritimes

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pasar Mobil Baru Menguat pada Q3 2026, BRI Finance Hadirkan Pembiayaan Kompetitif

    Pasar Mobil Baru Menguat pada Q3 2026, BRI Finance Hadirkan Pembiayaan Kompetitif

    • calendar_month Minggu, 13 Sep 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 6
    • 0Komentar

    Jakarta, 9 September 2026 – Pasar otomotif nasional menunjukkan momentum positif memasuki paruh kedua 2026. Data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (GAIKINDO) mencatat penjualan mobil secara ritel pada Agustus 2026 mencapai 83.422 unit, meningkat 7,7% dibandingkan Juli 2026 dan tumbuh 25,5% secara tahunan. Capaian tersebut sekaligus menjadi penjualan ritel bulanan tertinggi sepanjang tahun berjalan. Penguatan […]

  • Perkuat GCG dan Kualitas Aset,  BRI Finance Jalin Kerja Sama dengan Kejaksaan Sleman

    Perkuat GCG dan Kualitas Aset, BRI Finance Jalin Kerja Sama dengan Kejaksaan Sleman

    • calendar_month Jumat, 17 Apr 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 35
    • 0Komentar

    Sleman, 11 Maret 2026 – PT BRI Multifinance Indonesia (“BRI Finance”) secara konsisten menegaskan komitmennya dalam menjaga kualitas pembiayaan sekaligus memperkuat praktik tata kelola perusahaan yang baik melalui kolaborasi dengan aparat penegak hukum. Komitmen tersebut diwujudkan lewat penandatanganan Perjanjian Kerja Sama bersama Kejaksaan Negeri Sleman yang dilaksanakan pada Rabu, 11 Maret 2026 di Kantor Kejaksaan […]

  • Dari Packaging Mewah hingga Undangan Digital, PEPA Hadirkan Solusi Event & Bisnis yang “Seamless”

    Dari Packaging Mewah hingga Undangan Digital, PEPA Hadirkan Solusi Event & Bisnis yang “Seamless”

    • calendar_month Minggu, 8 Feb 2026
    • account_circle Vrit Time
    • visibility 73
    • 0Komentar

    PEPA, Solusi Cerdas “Fisik & Digital” dalam Satu Pintu Warna Makmur Persada (PEPA) adalah mitra terbaik untuk meningkatkan level acara dan bisnis Anda melalui dua pilar utama: Produk Fisik Premium: Cetak Undangan, Paperbag, dan Packaging dengan kualitas material berkelas untuk kesan pertama yang mewah. Teknologi Digital Modern: Sistem Undangan Digital, RSVP WhatsApp Official, dan Digital […]

  • AI Center Makassar dan GDGoC UNM Kembali Gelar Study Jam Robotics dan IoT Bahas Koneksi ESP32 ke Web

    AI Center Makassar dan GDGoC UNM Kembali Gelar Study Jam Robotics dan IoT Bahas Koneksi ESP32 ke Web

    • calendar_month Senin, 27 Apr 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 60
    • 0Komentar

    Study Jam Robotics dan IoT kembali digelar oleh AI Center Makassar dan GDGoC UNM, membahas integrasi ESP32 ke web untuk memperkuat keterampilan talenta muda. Makassar – AI Center Makassar bersama Google Developer Group on Campus Universitas Negeri Makassar (GDGoC UNM) kembali menggelar “Study Jam Robotics & IoT #3: Connecting ESP32 to the Web” pada 24 […]

  • Monday Momentum: Cara Menghadapi Volatilitas Pembukaan Pasar dan Menjaga Disiplin Trading

    Monday Momentum: Cara Menghadapi Volatilitas Pembukaan Pasar dan Menjaga Disiplin Trading

    • calendar_month Senin, 27 Jul 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 20
    • 0Komentar

    Awal pekan selalu menghadirkan dinamika dan atmosfer tersendiri bagi para pelaku pasar keuangan di seluruh dunia. Berbunyinya bel pembukaan bursa global pada hari Senin pagi kerap kali memicu peningkatan volatilitas, di mana grafik harga bergerak lebih responsif setelah menyerap seluruh akumulasi berita, isu geopolitik, serta sentimen makroekonomi yang berkembang sepanjang libur akhir pekan. Bagi para […]

  • Telusuri Jejak Kecantikan di HYAS Makeup Through the Ages ASHTA District 8

    Telusuri Jejak Kecantikan di HYAS Makeup Through the Ages ASHTA District 8

    • calendar_month Minggu, 6 Sep 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 26
    • 0Komentar

    Melihat beauty sebagai bagian dari perjalanan budaya tersebut, ASHTA District 8 menjadi ruang bagi HYAS: Makeup Through the Ages, sebuah pameran yang untuk pertama kalinya membawa sejarah makeup Indonesia ke dalam sebuah pengalaman yang memadukan arsip, seni, dan storytelling. Kecantikan tidak pernah berdiri sendiri. Ia tumbuh bersama zaman, dipengaruhi oleh budaya, berkembang melalui kebiasaan, dan […]

expand_less