Breaking News
light_mode
Beranda » Ekonomi » UPH Festival 2026 Bekali Mahasiswa Baru Menghadapi Dunia dengan Ilmu, Integritas, dan Tujuan

UPH Festival 2026 Bekali Mahasiswa Baru Menghadapi Dunia dengan Ilmu, Integritas, dan Tujuan

  • account_circle vritimes
  • calendar_month Rabu, 19 Agt 2026
  • visibility 17
  • comment 0 komentar

Hari kedua UPH Festival 2026 pada 14 Agustus 2026, mahasiswa baru Universitas Pelita Harapan (UPH) diajak melihat pendidikan bukan sekadar persiapan menuju profesi, tetapi sebagai bagian dari panggilan hidup. Berbagai sesi membahas bagaimana iman, ilmu, dan bidang yang ditekuni dapat digunakan untuk menjawab tantangan dunia dan menjadi berkat bagi sesama.

Memasuki hari kedua UPH Festival 2026 pada 14 Agustus 2026, mahasiswa baru Universitas Pelita Harapan (UPH) diajak melihat pendidikan bukan sekadar persiapan menuju profesi, tetapi sebagai bagian dari panggilan hidup. Mengusung tema ‘Imago Dei: Created by God, Restored in Christ, Called to Transform’, berbagai sesi membahas bagaimana iman, ilmu, dan bidang yang ditekuni dapat digunakan untuk menjawab tantangan dunia dan menjadi berkat bagi sesama.

Perspektif tersebut dibuka melalui sesi bersama Pdt. Jimmy Pardede, Gembala Sidang Gereja Reformed Injili Indonesia (GRII) Karawaci, yang mengingatkan bahwa pendidikan, pekerjaan, dan kehidupan sehari-hari merupakan bagian dari panggilan Tuhan. Mahasiswa didorong menggunakan hidup dan talenta yang dimiliki bukan sekadar untuk mengejar keberhasilan pribadi, tetapi untuk menjalankan tujuan dan panggilan-Nya. Pembahasan kemudian diterapkan dalam berbagai bidang, mulai dari kesehatan, teknologi, hukum, sains, hingga bisnis.

Kesehatan: Melihat Pasien sebagai Pribadi Bermartabat

Dalam sesi ‘Medicine, Suffering & Human Dignity’, Caroline Riady, B.A., M.A., CEO Siloam Hospitals Group, mengajak mahasiswa melihat manusia dan bidang kesehatan secara lebih utuh melalui perspektif Wawasan Dunia Kristen Reformed. Manusia dipahami sebagai ciptaan Allah yang memiliki nilai dan martabat, sehingga kondisi kesehatan tidak mengurangi nilai seseorang sebagai manusia.

Perspektif ini melihat kesehatan dalam biblical storyline of God’s redemptive work. Creation, ketika manusia diciptakan menurut gambar dan rupa Allah dalam kondisi yang baik. Fall, ketika dosa membawa penderitaan, penyakit, dan kematian. Redemption, ketika melalui Kristus hadir pengharapan akan rekonsiliasi, kesembuhan, dan pembaruan, termasuk melalui pelayanan kesehatan sebagai anugerah umum. Consummation, ketika ciptaan dipulihkan secara sempurna dan tidak ada lagi penderitaan, penyakit, disabilitas, maupun kematian.

Kerangka tersebut menempatkan kesehatan bukan sekadar pada persoalan penyakit dan pengobatan, tetapi juga pada bagaimana manusia dipahami, dirawat, dan diperlakukan secara utuh.

“Setiap manusia memiliki martabat yang berasal dari Allah. Sakit, disabilitas, maupun kelemahan tidak menghapus nilai seseorang. Karena itu, kita dipanggil untuk memperlakukan setiap pasien sebagai pribadi yang layak dikasihi, dihormati, dan dilayani dengan belas kasih serta kebenaran. Kesembuhan memang penting, tetapi harapan terbesar kita tetap ada di dalam Kristus yang memulihkan,” jelasnya.

Melalui sesi ini, mahasiswa diajak melihat bahwa profesi kesehatan bukan sekadar mendiagnosis dan mengobati. Namun mampu menggunakan pengetahuan dan keahlian untuk merawat manusia, menghormati martabatnya, dan melayani sesama.

Teknologi: Tidak Ketergantungan, Menggunakan AI Tanpa Kehilangan Identitas

Jika manusia memiliki martabat sebagai Imago Dei, apa yang membuat manusia tetap menjadi manusia ketika AI semakin mampu melakukan berbagai hal yang sebelumnya dilakukan manusia? Pertanyaan ini menjadi dasar sesi AI, Technology & What Makes Us Human oleh Dr. Rizaldi Sistiabudi, B.Sc.Eng., M.S.E., Executive Dean College of Emerging Sciences (CES) UPH. Ia mengingatkan mahasiswa agar kemajuan teknologi tidak menggeser kemampuan manusia untuk berpikir, belajar, dan berkarya.

“AI adalah teknologi yang sangat canggih, tetapi jangan sampai kreasi dan critical thinking kita hilang. Jangan apa-apa bertanya kepada AI atau langsung copy-paste tanpa membaca dan memahaminya. Kita harus ingat kodrat kita sebagai Imago Dei dan jangan sampai teknologi justru menjadi berhala yang membuat kita bergantung dan lupa bagaimana cara berpikir dan belajar. Kalian bisa saja minta script doa dari ChatGPT, tetapi itu bukan dari hati kalian yang berdoa. Jangan sampai karena teknologi, kita justru kehilangan hubungan dan persekutuan dengan Tuhan,” papar Rizaldi.

AI akan semakin hadir dalam kehidupan sehari-hari. Karena itu, mahasiswa didorong menggunakan AI sebagai alat untuk belajar dan berkarya, bukan jalan pintas yang menggantikan proses berpikir. Teknologi perlu ditempatkan secara tepat agar tidak menggeser iman, identitas, dan panggilan manusia.

Hukum dan Keadilan: Menggunakan Kebebasan dan Kuasa dengan Tanggung Jawab

Dalam sesi Justice, Law & The Common Good, Dr. Velliana Tanaya, S.H., M.H., Executive Dean for College of Arts and Social Sciences (CASS) sekaligus Dekan Fakultas Hukum (FH) UPH mengajak mahasiswa memahami bahwa hak dan martabat manusia tidak ditentukan oleh kekayaan, kepintaran, status sosial, maupun posisi, tetapi karena manusia diciptakan menurut gambar dan rupa Allah.

“Ketika Tuhan mempercayakan kuasa dan kebebasan kepada kita, bagaimana kita menggunakannya? Kuasa tanpa tanggung jawab akan melahirkan ketidakadilan. Karena itu, gunakan kuasa yang Tuhan percayakan bukan untuk mengeksploitasi, tetapi untuk melayani, melindungi, dan memuliakan Tuhan,” jelas Velliana.

Dr. Velliana juga mengingatkan bahwa tanggung jawab kita sebagai manusia dapat diwujudkan dengan hidup yang berintegritas.

“Hidup berintegritas sesederhana dengan tidak menyontek, menghindari plagiarisme, menepati janji, dan berkomitmen untuk selalu menyatakan kebenaran. Kelak Ketika kalian memiliki gelar, pengetahuan, dan posisi yang memberikan kuasa untuk mengambil keputusan, mahasiswa diharapkan menggunakan semua itu untuk melayani, melindungi, dan membawa kebaikan bersama (common good), bukan mengeksploitasi,” tutup Dr. Velliana.

Sains dan Iman: Memahami Kebenaran dengan Rendah Hati

“Apakah kamu cukup pintar untuk percaya kepada Allah?” Pertanyaan tersebut membuka sesi Faith and Science oleh Rev. Yohanes Halim, Senior Pastor Christ Chapel Karawaci (CCK). Mahasiswa diajak melihat bahwa iman dan ilmu pengetahuan tidak harus dipertentangkan.

Dalam perspektif Kristen Reformed, Allah menyatakan diri-Nya melalui ciptaan dan Firman-Nya. Ketika muncul pertentangan, manusia perlu menyadari keterbatasannya dan meninjau kembali interpretasi yang dimiliki.

Rev. Yohanes juga mengingatkan bahwa sains tidak sama dengan scientism, yaitu pandangan bahwa sesuatu baru dapat dianggap nyata atau benar jika dapat diukur dan dibuktikan secara ilmiah. Di sisi lain, sains merupakan sarana yang kuat untuk memahami alam semesta dan menghasilkan pengetahuan, tetapi tidak dapat memberikan seluruh jawaban maupun kebijaksanaan bagi kehidupan manusia.

Karena itu, mahasiswa didorong untuk rendah hati dalam belajar, menyadari keterbatasan dan kemungkinan kesalahan manusia, serta tidak bersikap arogan terhadap pengetahuan yang dimiliki. “Science bisa melakukan banyak hal, tetapi science tidak bisa menyelamatkan kita,” pesannya.

Bisnis dan Uang: Menciptakan Nilai bagi Sesama

Melalui sesi Money, Business & The Good Life, Dra. Gracia Shinta S. Ugut, MBA., Ph.D., Executive Dean for College of Business and Technology sekaligus Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) UPH, mengajak mahasiswa melihat uang dan bisnis bukan sekadar sarana mengejar keuntungan, tetapi sebagai kesempatan untuk menciptakan nilai, menyelesaikan masalah, dan melayani masyarakat.

“Uang itu bukan sesuatu yang jahat. Kita diciptakan menurut gambar dan rupa Allah, sehingga ketika kita membangun bisnis, kita bisa menciptakan value, menyelesaikan masalah, menciptakan kesejahteraan, dan memperbaiki komunitas. Yang menjadi masalah adalah ketika uang menjadi idol, ketika keserakahan membuat uang menjadi hal yang paling utama dalam hidup kita,” jelas Gracia.

Karena itu, mahasiswa didorong mengelola uang dan sumber daya yang dipercayakan dengan bertanggung jawab. Kesuksesan bukan tentang seberapa banyak yang dimiliki, tetapi bagaimana apa yang dimiliki digunakan untuk kebaikan dan melayani sesama.

Dunia akan terus berubah, tetapi pertanyaan tentang bagaimana manusia menggunakan ilmu, teknologi, kuasa, dan sumber daya yang dipercayakan kepadanya akan tetap relevan. Pada akhirnya, pendidikan bukan hanya tentang seberapa banyak yang diketahui, tetapi untuk apa pengetahuan itu digunakan.

Melalui UPH Festival 2026, pesan tersebut menjadi bagian dari perjalanan mahasiswa untuk memahami bahwa ilmu dan talenta merupakan sarana untuk melayani dan membawa kebaikan bagi sesama. Sejalan dengan pendidikan holistis dan berbagai pengalaman pengembangan diri di UPH, proses ini dipersiapkan untuk membentuk pemimpin masa depan berkualitas unggul yang takut akan Tuhan dan berdampak bagi sesama.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

  • Penulis: vritimes

Rekomendasi Untuk Anda

  • BRI KCP Pasar Induk Kramat Jati Layani Nasabah di Hari Libur Melalui Weekend Banking

    BRI KCP Pasar Induk Kramat Jati Layani Nasabah di Hari Libur Melalui Weekend Banking

    • calendar_month Rabu, 27 Mei 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 31
    • 0Komentar

    Dalam rangka memberikan kemudahan akses layanan perbankan kepada masyarakat, BRI KCP Pasar Induk Kramat Jati tetap hadir melayani kebutuhan transaksi nasabah di hari libur melalui layanan Weekend Banking. Layanan ini menjadi bentuk komitmen BRI dalam memberikan pelayanan prima kepada para pedagang, pelaku usaha, serta masyarakat umum yang tetap menjalankan aktivitas ekonomi di kawasan Pasar Induk […]

  • JackOne Band: Harmoni Nada, Harmoni Prestasi

    JackOne Band: Harmoni Nada, Harmoni Prestasi

    • calendar_month Minggu, 15 Feb 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 76
    • 0Komentar

    JackOne Band kumpulan dari BRIliaN Region 6/Jakarta 1 terus menunjukkan eksistensinya sebagai grup musik kebanggaan yang tidak hanya menghadirkan harmoni nada yang indah, tetapi juga menorehkan berbagai prestasi membanggakan. Dengan semangat kebersamaan dan kekompakan antar personel, JackOne Band berhasil menciptakan penampilan yang energik, profesional, dan mampu memukau setiap penonton di berbagai kesempatan. Dibentuk dari talenta-talenta […]

  • Krakatau Steel Tegaskan Pentingnya Proteksi Industri Baja di Tengah Pergeseran Kebijakan Amerika Serikat

    Krakatau Steel Tegaskan Pentingnya Proteksi Industri Baja di Tengah Pergeseran Kebijakan Amerika Serikat

    • calendar_month Senin, 30 Mar 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 55
    • 0Komentar

    Jakarta, 30 Maret 2026 – Perubahan kebijakan perdagangan global, khususnya di Amerika Serikat, menegaskan bahwa industri baja merupakan sektor strategis yang tidak sepenuhnya dapat diserahkan pada mekanisme pasar bebas. Bagi PT Krakatau Steel (Persero) Tbk/Krakatau Steel Group (KRAS), dinamika ini menjadi sinyal kuat pentingnya menciptakan level playing field demi menjaga keberlanjutan industri baja nasional. Perseroan […]

  • Transformasi Organisasi, Bank Mandiri Taspen Perkuat Kepemimpinan Regional melalui Implementasi RCEO

    Transformasi Organisasi, Bank Mandiri Taspen Perkuat Kepemimpinan Regional melalui Implementasi RCEO

    • calendar_month Rabu, 9 Sep 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 22
    • 0Komentar

    JAKARTA, 9 September 2026 — PT Bank Mandiri Taspen terus memperkuat komitmennya dalam transformasi organisasi, untuk mendorong pertumbuhan bisnis yang adaptif dan berkelanjutan. Langkah tersebut ditandai dengan dibukanya 10 Kantor Wilayah di bawah kepemimpinan Regional Chief Executive Officer (RCEO). Seluruh Kantor Wilayah ini diresmikan dalam acara Go-Live Regional Chief Executive Officer (RCEO) bertema ‘Empowering Region, […]

  • Dupoin Futures Resmi Pindah Alamat Kantor

    Dupoin Futures Resmi Pindah Alamat Kantor

    • calendar_month Rabu, 16 Sep 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 13
    • 0Komentar

    PT Dupoin Futures Indonesia resmi memindahkan alamat kantor dari Noble House Lantai 38, Mega Kuningan, Jakarta Selatan, ke Centennial Tower Lantai 27 Unit A, Jl. Gatot Subroto Kav. 24 & 25, Setiabudi, Jakarta Selatan. Perubahan alamat kantor tersebut telah memperoleh persetujuan dari Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (BAPPEBTI) melalui Nomor 005/BAPPEBTI/SP-PA/09/2026. Seluruh kegiatan operasional perusahaan, […]

  • Dorong Inklusi Keuangan Digital, Bank Raya Hadirkan Program Loyalitas Nasabah

    Dorong Inklusi Keuangan Digital, Bank Raya Hadirkan Program Loyalitas Nasabah

    • calendar_month Rabu, 29 Apr 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 36
    • 0Komentar

    Bank Raya sebagai bank digital yang merupakan bagian dari BRI Group terus menegaskan komitmennya dalam mendorong percepatan inklusi keuangan digital di Indonesia melalui berbagai inisiatif dan program apresiasi bagi nasabah. Bank Raya sebagai bank digital yang merupakan bagian dari BRI Group terus menegaskan komitmennya dalam mendorong percepatan inklusi keuangan digital di Indonesia melalui berbagai inisiatif […]

expand_less