Breaking News
light_mode
Beranda » Ekonomi » Bitcoin Hadapi Tekanan Baru, Mampukah Kembali ke US$80 Ribu?

Bitcoin Hadapi Tekanan Baru, Mampukah Kembali ke US$80 Ribu?

  • account_circle vritimes
  • calendar_month Sabtu, 12 Sep 2026
  • visibility 27
  • comment 0 komentar

Jakarta, 12 September 2026 – Harga Bitcoin (BTC) kembali bergerak di kisaran US$77.000 setelah sempat menembus US$80.000 pada pekan sebelumnya. Koreksi terjadi ketika pasar menghadapi tekanan makro yang meningkat menjelang keputusan suku bunga The Fed pada 16 September.

Di tengah pelemahan tersebut, Bitcoin baru saja membentuk golden cross pada 8 September, ketika rata-rata pergerakan 50 hari menembus ke atas rata-rata 200 hari. Pola ini secara historis sering dipandang sebagai sinyal momentum positif dalam jangka menengah, meski tidak menjamin harga akan langsung melanjutkan kenaikan.

CEO & Founder FLOQ, Yudhono Rawis, menilai kondisi pasar saat ini menunjukkan tarik-menarik yang cukup kuat antara sinyal teknikal positif dan tekanan makro global.

“Golden cross menunjukkan struktur teknikal Bitcoin mulai membaik, tetapi pasar saat ini masih sangat dipengaruhi oleh ekspektasi suku bunga dan likuiditas global. Karena itu, sinyal teknikal ini tetap membutuhkan konfirmasi dari pergerakan harga setelah keputusan The Fed,” ujar Yudho.

Faktor Penekan BItcoin

Tekanan terhadap Bitcoin meningkat setelah data tenaga kerja AS menunjukkan nonfarm payroll bertambah 162.000 pada Agustus, sementara tingkat pengangguran bertahan di 4,1%. Data tersebut kembali memperkuat ekspektasi bahwa The Fed masih memiliki ruang untuk mempertahankan kebijakan moneter yang ketat.

Ekspektasi kenaikan suku bunga juga mengalami perubahan cukup signifikan dalam beberapa pekan terakhir. Dalam laporan Market Outlook FLOQ, probabilitas kenaikan suku bunga pada FOMC September berada di kisaran 56–59%, berbalik naik setelah sebelumnya sempat turun ke sekitar 31,6% pada akhir Agustus.

Menurut Yudho, perubahan ekspektasi tersebut menjadi salah satu alasan mengapa Bitcoin belum mampu mempertahankan momentum kenaikannya meski secara teknikal menunjukkan sinyal yang lebih positif.

“Bitcoin masih sangat sensitif terhadap perubahan ekspektasi kebijakan moneter. Ketika pasar mulai memperkirakan suku bunga akan bertahan tinggi atau bahkan naik, investor cenderung lebih berhati-hati terhadap aset berisiko. Namun, selama permintaan spot masih bertahan, tekanan seperti ini juga bisa menjadi fase konsolidasi sebelum pasar menemukan arah baru,” jelasnya.

Permintaan Institusi

Di sisi lain, permintaan institusional masih memberikan sinyal konstruktif. ETF Bitcoin dan Ethereum di AS mencatat inflow gabungan sekitar US$3,8 miliar dalam tiga pekan berturut-turut hingga awal September. Pada pekan yang berakhir 4 September saja, spot Bitcoin ETF membukukan inflow sekitar US$986,7 juta, dengan BlackRock IBIT menjadi kontributor terbesar.

Arus dana tersebut menjadi faktor penting karena menunjukkan bahwa minat investor institusional masih bertahan di tengah ketidakpastian makro. Namun, FLOQ menilai tren inflow masih perlu berlanjut untuk memberikan konfirmasi bahwa pasar benar-benar memasuki fase akumulasi yang lebih kuat.

“Kalau inflow ETF tetap bertahan ketika harga Bitcoin bergerak sideways atau bahkan terkoreksi, itu akan menjadi sinyal yang lebih kuat bahwa investor institusional tidak hanya mengejar momentum, tetapi mulai melakukan alokasi dengan horizon yang lebih panjang,” kata Yudho.

Pasar kini akan fokus pada pertemuan Federal Open Market Committee (FOMC) pada 15–16 September 2026. Selain keputusan suku bunga, investor juga akan mencermati proyeksi ekonomi serta arah kebijakan Federal Reserve untuk beberapa bulan berikutnya.

Bagi Bitcoin, hasil FOMC berpotensi menjadi katalis penting untuk menentukan apakah momentum golden cross dapat berlanjut atau justru tertahan lebih lama. Sinyal kebijakan yang lebih hawkish berpotensi menjaga tekanan terhadap aset berisiko, sedangkan nada yang lebih moderat dapat membuka ruang bagi pemulihan.

Menurut Yudho, kemampuan Bitcoin untuk kembali merebut area US$79.000–US$80.000 akan menjadi salah satu indikator awal pemulihan. Jika momentum semakin kuat, area di atas US$80.000 dapat kembali diuji. Sebaliknya, tekanan makro yang meningkat dapat membuat Bitcoin tetap berada dalam fase konsolidasi.

“Beberapa hari ke depan akan menjadi periode penting. Bitcoin sudah memiliki sinyal teknikal positif dari golden cross, tetapi konfirmasi sesungguhnya akan terlihat setelah pasar mengetahui arah kebijakan The Fed. Jika Bitcoin mampu bertahan dan permintaan institusional tetap kuat, peluang pemulihan jangka menengah masih terbuka,” tutupnya.

Prospek Bitcoin dalam jangka pendek masih cenderung netral dengan volatilitas tinggi. Golden cross menjadi sinyal positif dari sisi teknikal, tetapi arah suku bunga, likuiditas global, serta keberlanjutan arus dana institusional akan tetap menjadi faktor utama yang menentukan pergerakan Bitcoin selanjutnya.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

  • Penulis: vritimes

Rekomendasi Untuk Anda

  • Dukung Gaya Hidup Masyarakat dan Kesejahteraan Hewan, KAI Logistik Layani Lebih dari 90 Ribu Hewan Peliharaan pada Semester I 2026

    Dukung Gaya Hidup Masyarakat dan Kesejahteraan Hewan, KAI Logistik Layani Lebih dari 90 Ribu Hewan Peliharaan pada Semester I 2026

    • calendar_month Jumat, 31 Jul 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 35
    • 0Komentar

    PT Kereta Api Logistik (KAI Logistik) terus menunjukkan komitmennya dalam menghadirkan layanan logistik yang semakin dekat dengan kebutuhan masyarakat. Sepanjang Semester I Tahun 2026, layanan pengiriman hewan peliharaan KAI Logistik mencatatkan volume sebanyak 90.321 ekor, meningkat 21% dibandingkan periode yang sama tahun 2025 yang mencapai 74.637 ekor. Pencapaian ini mencerminkan semakin tingginya kepercayaan masyarakat terhadap […]

  • Mudik Tanpa Cemas Soal Biaya, BRI Finance Siapkan Fasilitas Dana Tunai Aman di Tangan

    Mudik Tanpa Cemas Soal Biaya, BRI Finance Siapkan Fasilitas Dana Tunai Aman di Tangan

    • calendar_month Selasa, 3 Mar 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 87
    • 0Komentar

    Jakarta, 3 Maret 2026 – Ramadan selalu membawa dinamika tersendiri bagi masyarakat Indonesia. Selain menjadi bulan refleksi dan ibadah, Ramadan juga identik dengan meningkatnya aktivitas konsumsi dan mobilitas, khususnya menjelang arus mudik Lebaran. Pada 2026, pergerakan masyarakat diproyeksikan kembali meningkat seiring membaiknya daya beli dan aktivitas ekonomi nasional. Di tengah suasana tersebut, kebutuhan dana tunai […]

  • Akselerasi Hilirisasi Perlu Sinkronisasi Pusat & Daerah

    Akselerasi Hilirisasi Perlu Sinkronisasi Pusat & Daerah

    • calendar_month Rabu, 23 Sep 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 19
    • 0Komentar

    JAKARTA — Akselerasi hilirisasi mineral di Indonesia dinilai tidak cukup hanya mengandalkan investasi dan kapasitas industri. Sinkronisasi kebijakan antara pemerintah pusat dan daerah menjadi faktor kunci agar manfaat nilai tambah dapat dirasakan secara optimal di dalam negeri.Direktur Eksekutif Center of Reform on Economics (CORE) Mohammad Faisal mengatakan, tantangan hilirisasi tidak hanya berada pada aspek teknis […]

  • KAI Sesuaikan Jadwal LRT Jabodebek di Pagi Hari, Distribusi Pengguna di Jam Sibuk Lebih Merata

    KAI Sesuaikan Jadwal LRT Jabodebek di Pagi Hari, Distribusi Pengguna di Jam Sibuk Lebih Merata

    • calendar_month Senin, 29 Jun 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 48
    • 0Komentar

    Evaluasi operasional yang dilakukan PT Kereta Api Indonesia (Persero) menunjukkan kepadatan pengguna pada sejumlah perjalanan LRT Jabodebek di jam sibuk pagi mulai merata setelah penyesuaian jadwal operasional diberlakukan pada 15 Juni 2026. Penyesuaian tersebut dilakukan dengan mengalihkan sebagian perjalanan malam ke pagi tanpa menambah jumlah perjalanan harian. Penyesuaian operasional tetap dilakukan dengan mengedepankan keselamatan serta […]

  • Tingkatkan Pemahaman Ibadah, BRI Region 6 Bahas Sholat Qashar dalam Pengajian Jumat Rutin

    Tingkatkan Pemahaman Ibadah, BRI Region 6 Bahas Sholat Qashar dalam Pengajian Jumat Rutin

    • calendar_month Rabu, 30 Sep 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 20
    • 0Komentar

    BRI Region 6 kembali menyelenggarakan kegiatan pengajian Jumat rutin yang diikuti oleh para pekerja BRI Region 6 di JackOne Hall, Gedung BRI Region 6. Kegiatan ini menjadi salah satu sarana bagi pekerja untuk meningkatkan pemahaman keagamaan sekaligus memperkuat nilai spiritual di tengah aktivitas pekerjaan. Pada kesempatan kali ini, pengajian mengangkat tema “Tata Cara Sholat bagi […]

  • Kinerja 2025 Diakui, Bank Mandiri Taspen Raih Yearly Excellent Performance 2026

    Kinerja 2025 Diakui, Bank Mandiri Taspen Raih Yearly Excellent Performance 2026

    • calendar_month Kamis, 8 Okt 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 19
    • 0Komentar

    JAKARTA, 8 Oktober 2026 — PT Bank Mandiri Taspen (Bank Mandiri Taspen) meraih penghargaan “Yearly Excellent Performance State-Owned Enterprise Subsidiary 2026” berdasarkan Financial Performance Assessment 2025 dari The Asian Post. Penghargaan tersebut menjadi bentuk apresiasi atas kinerja dan pencapaian perusahaan sepanjang 2025. Penghargaan diserahkan dalam rangkaian Indonesia Collaborative Forum 2026 yang diselenggarakan oleh Infobank Media […]

expand_less