Breaking News
light_mode
Beranda » Ekonomi » PTPN Group Akselerasi Swasembada Bawang Putih Nasional

PTPN Group Akselerasi Swasembada Bawang Putih Nasional

  • account_circle vritimes
  • calendar_month Minggu, 23 Agt 2026
  • visibility 6
  • comment 0 komentar

Siapkan Pengembangan 10.000 Hektare di Jawa Barat

Bandung – PTPN Group memperkuat kontribusinya dalam program pemerintah untuk mendukung swasembada bawang putih nasional melalui pengembangan kawasan budidaya seluas 10.000 hektare di wilayah kerja PTPN Group Jawa Barat pada tahun 2026 melibatkan mitra strategis dan masyarakat. Program tersebut merupakan bagian dari komitmen PTPN Group dalam memperkuat ketahanan pangan nasional melalui optimalisasi aset dan pengembangan komoditas strategis. Secara keseluruhan, PTPN Group menargetkan pengembangan bawang putih seluas 24.000 hektare pada periode 2026–2029.
Pengembangan bawang putih menjadi semakin strategis di tengah masih lebarnya kesenjangan antara produksi dalam negeri dan kebutuhan nasional. Data Kementerian Pertanian juga menunjukkan tingginya ketergantungan Indonesia terhadap pasokan impor. produksi bawang putih dalam negeri berada di kisaran 39.000–40.000 ton per tahun, sementara kebutuhan nasional mencapai sekitar 600.000 ton per tahun. Kondisi tersebut menunjukkan besarnya ruang yang perlu diisi melalui peningkatan produksi domestik sekaligus penguatan ekosistem bawang putih nasional. 
Guna mengakselerasi target tersebut, dilaksanakan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) dengan 14 mitra strategis di Bandung pada hari Jumat, tanggal 21 Agustus 2026. Penandatanganan dilakukan oleh PTPN Group melalui Regional Head PT Perkebunan Nusantara I Regional 2, Desmanto, bersama para mitra dan disaksikan oleh Direktur Utama PTPN III (Persero), Denaldy Mulino Mauna dan Direktur Pemasaran dan Aset Manajemen PTPN I (Persero) serta turut hadir Perwakilan Pemerintah Provinsi Jawa Barat Herman Suryatman sebagai perwakilan pemerintah. Ke-14 mitra tersebut menyatakan komitmen pengembangan bawang putih dengan total luasan sekitar 6.500 hektare.
Direktur Utama PTPN III (Persero), Denaldy Mulino Mauna, menyampaikan bahwa pengembangan bawang putih merupakan bagian dari transformasi peran PTPN Group selaku BUMN yang mengelola Perkebunan dalam mendukung agenda strategis pemerintah Republik Indonesia, khususnya ketahanan dan kedaulatan pangan.
“PTPN Group tidak hanya berfokus pada peningkatan produktivitas komoditas perkebunan eksisting serta mengejar swasembada, tetapi untuk membangun industri bawang putih nasional yang sehat, berkelanjutan, dan pada akhirnya meningkatkan kesejahteraan petani Indonesia Bawang putih merupakan salah satu komoditas yang memiliki kesenjangan produksi dan kebutuhan konsumsi yang sangat besar, sehingga pengembangan ekosistem secara terukur menjadi langkah penting untuk memperkuat pasokan domestik,” ujar Denaldy. 
Menurutnya, fokus pengembangan pada tahap awal diarahkan untuk mempercepat penyediaan benih bawang putih berkualitas sebagai fondasi pengembangan. Ketersediaan benih menjadi langkah strategis sebelum pengembangan diarahkan lebih lanjut pada pemenuhan kebutuhan bawang putih konsumsi.
Desmanto selaku Region Head PTPN I (Persero) Regional 2 menyampaikan bahwa pengembangan kawasan bawang putih di wilayah kerja PTPN Group khususnya Jawa Barat tersebar di beberapa Kabupaten dengan melibatkan mitra dan masyarakat termasuk Gapoktan. 
Dengan dukungan Holding Perkebunan Nusantara PTPN III (Persero) dan pemerintah daerah, harapannya pengembangan ini dapat terus meningkatkan produktivitas bawang putih secara berkelanjutan, dari 10,8 ton kering per hektare pada tahun ke-0 menjadi 12,1 ton kering per hektare pada tahun ke-4”, ujarnya. 
Direktur Pemasaran dan Aset Manajemen PT Perkebunan Nusantara I (Persero), Arif Budiman dalam kesempatannya menyampaikan bahwa berdasarkan perkembangan hingga pertengahan Agustus 2026, proses identifikasi atau ground checking areal telah mencapai 100 persen. Tahap persiapan benih dan pembukaan lahan masing-masing berada pada kisaran 25 persen, sedangkan proses perizinan sekitar 30 persen. 
Menurutnya, percepatan implementasi menjadi komitmen bersama, tidak hanya di tingkat operasional PTPN I, tetapi juga didukung oleh Holding Perkebunan melalui berbagai kebijakan yang diarahkan untuk memperlancar dan mempercepat proses pengembangan kawasan bawang putih. “Kami terus memastikan persiapan lapangan dan proses administrasi dapat berjalan secara paralel. Dukungan Holding Perkebunan Nusantara PTPN III (Persero) dan pemerintah daerah melalui kebijakan yang mempermudah proses menjadi bagian penting untuk menjaga percepatan implementasi di lapangan”, tutupnya.
Kementerian Pertanian menyebut pembangunan ekosistem bawang putih perlu dilakukan secara terintegrasi, mulai dari perbenihan, produksi, hingga pemasaran serta implementasi teknologi, dengan melibatkan pemerintah daerah, petani, BUMN pangan dan pemangku kepentingan lainnya. 
Dalam pelaksanaannya, PTPN Group juga terus memperkuat kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan. Di Jawa Barat, PTPN Group telah melakukan audiensi dengan pemerintah setempat terkait pengembangan bawang putih. Selain itu, telah disusun konsep ecofriendly penanaman bawang putih bersama Institut Pertanian Bogor (IPB) dan PT Riset Perkebunan Nusantara sebagai bagian dari upaya membangun model budidaya yang adaptif dan berkelanjutan. 
“Untuk lahan, areal yang sudah siap segera kita kerjakan. Areal yang masih dikelola masyarakat kita dorong melalui pola kemitraan sehingga masyarakat bukan hanya menjadi penonton, tetapi ikut menjadi bagian dan memperoleh manfaat ekonomi”, lanjut Denaldy.
Pengembangan bawang putih ditargetkan mencapai 24.000 hektare pada 2026–2029, dengan tahapan pengembangan 10.000 hektare pada 2026. Pengembangan areal tersebut diharapkan dapat memberikan kontribusi terhadap peningkatan produksi bawang putih nasional, sekaligus membuka peluang terbentuknya ekosistem usaha yang lebih kuat bagi petani dan pelaku usaha di sepanjang rantai pasok.
Melalui pengembangan secara bertahap, penguatan teknologi budidaya, pengujian varietas, serta kolaborasi dengan pemerintah, akademisi dan petani, PTPN Group berkomitmen mendukung terwujudnya kemandirian produksi bawang putih sekaligus memperkuat ketahanan pangan Indonesia.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

  • Penulis: vritimes

Rekomendasi Untuk Anda

  • Hadirkan Layar Interaktif, Perkuat Layanan Informasi dan Pengaduan Digital di LRT Jabodebek

    Hadirkan Layar Interaktif, Perkuat Layanan Informasi dan Pengaduan Digital di LRT Jabodebek

    • calendar_month Kamis, 26 Feb 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 49
    • 0Komentar

    KAI menghadirkan Layar Interaktif di 7 stasiun LRT Jabodebek untuk meningkatkan kualitas layanan dan pengalaman pengguna. KAI menghadirkan inovasi layanan berbasis digital melalui implementasi Layar Interaktif di tujuh stasiun LRT Jabodebek. Fasilitas ini merupakan bagian dari penguatan sistem pelayanan berbasis teknologi yang juga memberikan kemudahan akses bagi pengguna LRT Jabodebek. Layar Interaktif menyediakan tiga fitur […]

  • Profesional Muda Bangun Layanan Manajemen Hukum dan Pengembangan Bisnis (KAN Strategic) di Batam

    Profesional Muda Bangun Layanan Manajemen Hukum dan Pengembangan Bisnis (KAN Strategic) di Batam

    • calendar_month Jumat, 27 Feb 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 54
    • 0Komentar

    KAN Strategic resmi hadir di Batam pada Agustus 2025 sebagai mitra strategis bagi pelaku usaha yang ingin bertumbuh dengan fondasi yang kuat. Didirikan oleh Khusuf Komarhana, praktisi hukum dan kepatuhan korporasi, KAN Strategic berfokus pada manajemen hukum, kepatuhan, pengembangan bisnis, dan tata kelola perusahaan. Dengan pendekatan strategis yang disesuaikan dengan tahap pertumbuhan setiap usaha, KAN […]

  • Temani Libur Panjang,  BRI Finance Hadirkan Solusi Pembiayaan Mobil Baru

    Temani Libur Panjang, BRI Finance Hadirkan Solusi Pembiayaan Mobil Baru

    • calendar_month Rabu, 13 Mei 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 19
    • 0Komentar

    Jakarta, 12 Mei 2026 – Bulan Mei 2026 kembali menghadirkan beberapa momen long weekend yang dimanfaatkan masyarakat untuk beristirahat sejenak dari rutinitas sehari-hari. Mulai dari perjalanan singkat ke luar kota, staycation bersama keluarga, hingga road trip ke berbagai destinasi wisata menjadi pilihan yang mulai banyak direncanakan menjelang periode liburan panjang tersebut. Di tengah meningkatnya aktivitas […]

  • Banyumas Jadi Titik Awal: Gerakan Herbal & Rempah Indonesia Resmi Diluncurkan

    Banyumas Jadi Titik Awal: Gerakan Herbal & Rempah Indonesia Resmi Diluncurkan

    • calendar_month Selasa, 21 Apr 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 34
    • 0Komentar

    Banyumas, 21 April 2026 – Banyumas menjadi titik penting lahirnya sebuah langkah besar bagi masa depan industri kesehatan Indonesia. Sabtu (18/4), Perkumpulan Pelaku Jamu Alami Indonesia (PPJAI) resmi mendeklarasikan Gerakan Herbal dan Rempah Indonesia di Bumiku Bumimu (BBH) Hijau Farm, Ajibarang sebuah momentum yang menandai dimulainya babak baru kebangkitan jamu dan rempah Nusantara.  Deklarasi ini […]

  • Holding Perkebunan Nusantara Percepat Transformasi Digital, PalmCo Sertifikasi Operator Drone Perkuat Sistem Pemantauan Kebun

    Holding Perkebunan Nusantara Percepat Transformasi Digital, PalmCo Sertifikasi Operator Drone Perkuat Sistem Pemantauan Kebun

    • calendar_month Sabtu, 28 Feb 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 65
    • 0Komentar

    JAKARTA — Pasca-merger, PTPN IV PalmCo terus mempercepat transformasi digital dengan melatih dan mensertifikasi ratusan karyawan sebagai operator drone guna memperkuat sistem pemantauan kebun sawit berbasis data. Hingga awal tahun ini, lebih dari 60 karyawan dinyatakan lulus sertifikasi sebagai pilot drone perkebunan, dari ratusan peserta yang mengikuti pelatihan. Perusahaan menyebut program ini sebagai bagian dari […]

  • Mengapa e Signature Jadi Kunci Efisiensi Operasional di Berbagai Perusahaan

    Mengapa e Signature Jadi Kunci Efisiensi Operasional di Berbagai Perusahaan

    • calendar_month Selasa, 21 Jul 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 15
    • 0Komentar

    e Signature membantu perusahaan mempercepat proses administrasi dengan mengurangi ketergantungan pada dokumen fisik dan tanda tangan manual. Selain memangkas waktu penyelesaian dokumen dari hitungan hari menjadi menit, penggunaan tanda tangan elektronik juga meningkatkan efisiensi operasional sehingga perusahaan dapat bekerja lebih cepat, hemat biaya, dan lebih kompetitif di era digital. Penyelesaian dokumen fisik seringkali menyita waktu […]

expand_less