Breaking News
light_mode
Beranda » Ekonomi » Harga Bitcoin Terbang 20% Lebih, Treasury AS Jadi Pemicu Utama?

Harga Bitcoin Terbang 20% Lebih, Treasury AS Jadi Pemicu Utama?

  • account_circle vritimes
  • calendar_month Rabu, 26 Agt 2026
  • visibility 28
  • comment 0 komentar

Jakarta, 26 Agustus 2026 – Harga Bitcoin melonjak signifikan dalam waktu singkat, dari level di bawah US$ 64.000 pada 19 Agustus 2026 hingga menembus US$ 79.000. Berdasarkan data CoinMarketCap, Bitcoin tercatat menguat lebih dari 20 persen dalam sepekan terakhir.

Lonjakan cepat ini memunculkan pertanyaan di kalangan investor: apa yang sebenarnya mendorong reli tersebut, dan mengapa kebijakan di pasar obligasi pemerintah Amerika Serikat ikut berpengaruh terhadap aset kripto?

Salah satu jawabannya datang dari kebijakan yang sekilas tampak jauh dari dunia kripto, yakni pembelian kembali atau buyback obligasi pemerintah AS oleh Departemen Keuangan AS.

Treasury Buyback dan Sinyal Likuiditas

Treasury buyback merupakan mekanisme ketika pemerintah AS membeli kembali surat utang yang telah beredar di pasar menggunakan dana tunai yang dimilikinya.

Pada 19 Agustus 2026, Departemen Keuangan AS mengumumkan rencana menggandakan nilai pembelian kembali obligasi jangka panjang dari US$ 2 miliar menjadi US$ 4 miliar per operasi mulai September. Menteri Keuangan AS, Scott Bessent, juga membuka peluang agar skala buyback tersebut kembali diperbesar ke depan.

Kebijakan semacam ini umumnya dilakukan untuk menjaga likuiditas dan kelancaran perdagangan di pasar obligasi, terutama pada seri lama yang semakin jarang diperdagangkan. Selain itu, pembelian kembali dapat membantu meredam lonjakan imbal hasil atau yield obligasi yang terlalu tinggi, sehingga tekanan terhadap biaya utang pemerintah dan pasar keuangan dapat berkurang.

Lalu, apa hubungannya dengan Bitcoin?

Ketika pemerintah membeli obligasi dalam jumlah besar, permintaan terhadap surat utang tersebut meningkat. Harga obligasi cenderung naik, sementara yield-nya bergerak turun. Dalam kondisi seperti ini, daya tarik instrumen aman seperti Treasury dapat berkurang dibandingkan aset dengan profil risiko lebih tinggi.

CEO dan Founder FLOQ, Yudhono Rawis, mengatakan pasar juga dapat membaca kebijakan tersebut sebagai sinyal bertambahnya likuiditas dalam sistem keuangan. Secara historis, kondisi likuiditas yang lebih longgar kerap menjadi sentimen positif bagi aset berisiko, termasuk Bitcoin.

“Kebijakan ini menurunkan imbal hasil obligasi yang sempat melonjak tajam, dan pasar membacanya sebagai sinyal ekspansi likuiditas, yang secara historis selalu direspons positif oleh BTC,” ujar Yudho dalam pernyataan tertulis, Rabu (26/8/2026).

Optimisme pasar semakin kuat karena pada hari yang sama dengan pengumuman buyback tersebut, Presiden AS, Donald Trump, juga menjamu sejumlah eksekutif industri kripto di Gedung Putih. Kombinasi faktor likuiditas dan sinyal politik itu menambah ekspektasi positif terhadap arah kebijakan AS terhadap aset digital.

Bukan Hanya Treasury yang Mendorong Bitcoin

Meski demikian, Yudho menekankan bahwa Treasury buyback bukan satu-satunya alasan di balik lonjakan Bitcoin hingga melampaui US$ 79.000. Reli kali ini didorong oleh beberapa faktor yang terjadi hampir bersamaan.

Salah satunya adalah short squeeze di pasar derivatif.

Ketika Bitcoin menembus rentang US$ 65.000-US$ 72.000, sejumlah besar posisi short atau taruhan terhadap penurunan harga mulai terlikuidasi secara paksa. Nilainya diperkirakan mencapai lebih dari US$ 3 miliar hingga US$ 6,4 miliar dalam beberapa hari, yang disebut menjadi salah satu gelombang likuidasi terbesar sejak November 2021.

Karena mayoritas posisi yang ditutup merupakan taruhan bearish, proses likuidasi justru menciptakan tekanan beli tambahan dan mempercepat kenaikan harga Bitcoin.

Dorongan berikutnya datang dari investor institusional. ETF Bitcoin spot di Amerika Serikat mencatat arus masuk harian sebesar US$ 517 juta pada 19 Agustus 2026, tertinggi sejak awal Mei. Lonjakan inflow tersebut menunjukkan minat institusi terhadap Bitcoin kembali meningkat.

Reli Kencang, Risiko Koreksi Ikut Membesar

Di balik optimisme tersebut, investor tetap perlu mencermati potensi koreksi jangka pendek.

Data internal FLOQ, mencatat Bitcoin sempat kesulitan menembus area resistance di sekitar US$ 79.400-US$ 81.000. Pada saat yang sama, indikator Relative Strength Index (RSI) harian telah memasuki zona overbought, yang menunjukkan kenaikan harga berlangsung sangat cepat dan mulai rentan terhadap aksi ambil untung.

“Diperkirakan koreksi wajar ke kisaran US$ 75.000-76.000 usai kenaikan secepat ini, bahkan ada yang mewaspadai potensi penurunan lebih dalam ke US$ 67.000-70.000 jika tekanan jual meningkat,” kata Yudho.

Sinyal kehati-hatian juga terlihat dari pasar futures Bitcoin yang berada dalam kondisi backwardation, yakni ketika harga kontrak berjangka berada di bawah harga spot.

Menurut Yudho, kondisi tersebut dapat mengindikasikan bahwa sebagian aktivitas pembelian belakangan ini merupakan strategi basis trade, bukan sepenuhnya taruhan bullish terhadap kenaikan harga Bitcoin dalam jangka panjang.

Jackson Hole Jadi Ujian Berikutnya

Setelah reli tajam dalam beberapa hari terakhir, perhatian pasar kini beralih ke kebijakan moneter AS.

Investor akan mencermati pidato Ketua Federal Reserve Kevin Warsh dalam Simposium Kebijakan Ekonomi Jackson Hole pada 27-29 Agustus 2026. Penampilan tersebut menjadi salah satu agenda penting karena merupakan kehadiran perdananya dalam forum itu sebagai Ketua The Fed.

Nada yang disampaikan Warsh, apakah cenderung dovish, netral, atau hawkish, berpotensi menentukan arah Bitcoin dalam jangka pendek.

Pasar juga akan menghadapi sejumlah agenda penting lain pada September, mulai dari voting RUU Clarity Act pada 15 September hingga keputusan suku bunga The Fed pada 16 September.

Kenaikan Bitcoin hingga menembus US$ 79.000 tidak dapat dijelaskan oleh satu faktor saja. Treasury buyback memberikan dorongan dari sisi likuiditas, tetapi reli tersebut juga diperkuat oleh short squeeze, masuknya dana institusional, serta optimisme terhadap arah kebijakan AS.

Pertanyaannya kini bukan lagi sekadar mengapa Bitcoin naik, tetapi apakah kombinasi katalis tersebut cukup kuat untuk mempertahankan momentum di atas US$ 79.000, atau justru membuka ruang bagi koreksi setelah reli yang begitu cepat.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

  • Penulis: vritimes

Rekomendasi Untuk Anda

  • Gedung Baru Kedutaan Besar India di Jakarta Akan Mulai Beroperasi September, Tandai Babak Baru Hubungan Bilateral

    Gedung Baru Kedutaan Besar India di Jakarta Akan Mulai Beroperasi September, Tandai Babak Baru Hubungan Bilateral

    • calendar_month Minggu, 16 Agt 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 20
    • 0Komentar

    Jakarta — Kedutaan Besar India di Jakarta akan mulai menempati gedung barunya di Jalan Denpasar Raya, Kuningan, Jakarta, pada September 2026, dengan Duta Besar India untuk Indonesia Sandeep Chakravorty menyebut fasilitas modern tersebut sebagai rumah baru misi diplomatik India di Indonesia setelah melalui proses pembangunan yang penuh dinamika. Kompleks baru tersebut menjadi lokasi perayaan Hari Kemerdekaan […]

  • BINUS HealthTech Festival 2026 Dorong Inovasi Teknologi untuk Layanan Kesehatan yang Lebih Merata

    BINUS HealthTech Festival 2026 Dorong Inovasi Teknologi untuk Layanan Kesehatan yang Lebih Merata

    • calendar_month Rabu, 2 Sep 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 21
    • 0Komentar

    BINUS University menyelenggarakan BINUS HealthTech Festival 2026 di BINUS @Anggrek dengan tema “Navigating Future Health Technology to Support Indonesia Universal Health Coverage (UHC).” Festival ini mempertemukan pemerintah, industri kesehatan, tenaga medis, peneliti, akademisi, dan mahasiswa untuk membahas bagaimana teknologi dapat memperluas akses terhadap layanan kesehatan yang berkualitas dan lebih merata di Indonesia. Indonesia masih menghadapi […]

  • Padel Masih Digandrungi, Lokasoka Siapkan Solusi Jersey Padel Custom Berbasis Kualitas dan Personalisasi

    Padel Masih Digandrungi, Lokasoka Siapkan Solusi Jersey Padel Custom Berbasis Kualitas dan Personalisasi

    • calendar_month Selasa, 24 Feb 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 67
    • 0Komentar

    Olahraga padel yang masih tumbuh pesat di Indonesia—terutama di Jakarta, Bandung, Banten, dan Surabaya—ditunjukkan oleh lonjakan aktivitas hingga 1.684% menurut laporan 2025 serta pertumbuhan klub hampir 295% dengan lebih dari 1.580 lapangan baru, sehingga memperkuat posisinya sebagai bagian dari gaya hidup urban; menjawab momentum ini, Lokasoka menghadirkan solusi jersey padel custom berbasis kualitas dan personalisasi […]

  • Cara Pastikan Top Up Game Aman dan Bebas Penipuan

    Cara Pastikan Top Up Game Aman dan Bebas Penipuan

    • calendar_month Jumat, 31 Jul 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 35
    • 0Komentar

    Panduan lengkap keamanan transaksi top up game — kenali platform resmi vs palsu, risiko vilog, cara lindungi OTP & data pribadi, hingga langkah jika kena penipuan. Setiap kali menekan tombol “bayar” untuk membeli diamond, UC, atau item game favorit, kamu sebenarnya sedang mempercayakan data pribadi dan uangmu ke pihak lain. Sayangnya, semakin populer sebuah game, […]

  • WSBP Kirim Ribuan Batang Spun Pile Selama Semester I 2026, Perkuat Kapabilitas Produksi untuk Infrastruktur Nasional

    WSBP Kirim Ribuan Batang Spun Pile Selama Semester I 2026, Perkuat Kapabilitas Produksi untuk Infrastruktur Nasional

    • calendar_month Kamis, 16 Jul 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 27
    • 0Komentar

    Jakarta, Juli 2026 – PT Waskita Beton Precast Tbk terus menunjukkan perannya dalam mendukung pembangunan infrastruktur nasional melalui penyediaan produk Spun Pile. Sepanjang Semester I 2026, WSBP berhasil memproduksi dan mengirimkan sebanyak 21.052 batang Spun Pile untuk memenuhi kebutuhan berbagai proyek strategis di Indonesia. Capaian tersebut mencerminkan kapabilitas WSBP sebagai produsen beton precast dalam menyediakan […]

  • Kinerja Terjaga, KAI Logistik Catat Kelola 12,7 Juta Ton Barang hingga Agustus 2026

    Kinerja Terjaga, KAI Logistik Catat Kelola 12,7 Juta Ton Barang hingga Agustus 2026

    • calendar_month Kamis, 17 Sep 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 18
    • 0Komentar

    PT Kereta Api Logistik (KAI Logistik), anak usaha PT Kereta Api Indonesia (Persero), mencatat kinerja yang terjaga dalam pengelolaan angkutan barang berbasis kereta api. Sepanjang Januari hingga Agustus 2026, KAI Logistik berhasil mengelola total 12,7 juta ton barang. Kinerja tersebut mencerminkan aktivitas logistik yang tetap bergerak positif sekaligus memperkuat peran KAI Logistik dalam mendukung kebutuhan […]

expand_less