Breaking News
light_mode
Beranda » Ekonomi » Gen-Z Enggan Jadi Pemimpin? Ini Analisis Pakar Kepemimpinan Puguh Dwi Kuncoro tentang Fenomena ‘Conscious Unbossing’

Gen-Z Enggan Jadi Pemimpin? Ini Analisis Pakar Kepemimpinan Puguh Dwi Kuncoro tentang Fenomena ‘Conscious Unbossing’

  • account_circle vritimes
  • calendar_month Rabu, 22 Apr 2026
  • visibility 38
  • comment 0 komentar

Minat Gen-Z terhadap posisi pemimpin menurun tajam, dengan mayoritas tidak tertarik menjadi manajer. Fenomena ini dikenal sebagai conscious unbossing, di mana generasi muda mulai meninggalkan model leadership lama yang dianggap tidak seimbang. Puguh Dwi Kuncoro menilai hal ini sebagai sinyal bahwa organisasi perlu segera mengubah pendekatan kepemimpinan agar tetap relevan di masa depan.

Minat generasi muda terhadap posisi kepemimpinan di dunia kerja mulai menunjukkan penurunan yang signifikan. Laporan dari Enigma Business School (2026) mencatat hanya sekitar 11% Gen Z yang menjadikan posisi senior leadership sebagai tujuan karier utama. Sementara itu, laporan Robert Walters menunjukkan lebih dari 50% profesional Gen Z tidak tertarik untuk menjadi manajer. Fenomena ini menandai adanya perubahan mendasar dalam cara pandang terhadap kepemimpinan.

Berbeda dengan generasi sebelumnya yang melihat posisi pemimpin sebagai simbol pencapaian karier, banyak Gen Z kini memandang peran tersebut sebagai beban dengan tekanan tinggi, tanggung jawab besar, namun tidak selalu diiringi dengan otonomi dan keseimbangan hidup yang memadai. Pergeseran ini bukan menunjukkan hilangnya ambisi, melainkan perubahan definisi tentang kesuksesan dan kualitas hidup.

Dalam diskursus global, fenomena ini mulai dikenal dengan istilah conscious unbossing, yaitu kecenderungan individu untuk secara sadar tidak mengejar peran kepemimpinan dalam bentuk tradisional. Pilihan ini didorong oleh keinginan untuk memiliki kontrol lebih besar atas waktu, kesehatan mental, serta fleksibilitas dalam bekerja.

Menanggapi fenomena ini, Puguh Dwi Kuncoro, pakar kepemimpinan, konsultan manajemen bisnis sekaligus pendiri Kuncoro Leadership Training & Consulting (KLTC), menilai bahwa fenomena conscious unbossing bukan sekadar tren generasi, tetapi merupakan respons terhadap model kepemimpinan yang belum berevolusi.

“Banyak organisasi masih mempertahankan pola kepemimpinan lama yang identik dengan kontrol, tekanan tinggi, dan tanggung jawab besar tanpa diimbangi dengan dukungan yang memadai. Di sisi lain, generasi sekarang mencari makna, fleksibilitas, dan ruang untuk berkembang. Ketika kedua hal ini tidak selaras, wajar jika peran pemimpin menjadi kurang diminati,” ujar Puguh.

Menurutnya, fenomena ini harus dipahami sebagai sinyal perubahan dalam sistem kerja. Jika organisasi tidak segera beradaptasi, maka mereka berisiko kehilangan potensi pemimpin masa depan yang sebenarnya memiliki kapasitas, namun memilih jalur yang berbeda.

Perubahan ini juga diperkuat dengan berkembangnya pola kerja fleksibel, seperti freelance dan side hustle, yang memberikan alternatif karier di luar jalur struktural. Dalam kondisi ini, posisi kepemimpinan tidak lagi menjadi satu-satunya indikator keberhasilan dalam dunia profesional.

Puguh menambahkan bahwa untuk menjawab tantangan ini, pendekatan kepemimpinan perlu mengalami pergeseran. Leadership tidak lagi dapat berfokus pada instruksi dan kontrol, tetapi harus berkembang menjadi lebih suportif dan memberdayakan. Salah satu pendekatan yang semakin relevan adalah coaching leadership, di mana pemimpin berperan sebagai fasilitator yang membantu anggota tim bertumbuh, bukan sekadar mengarahkan.

“Jika kepemimpinan masih dipersepsikan sebagai beban, maka orang akan cenderung menghindarinya. Namun jika leadership dimaknai sebagai proses bertumbuh bersama, maka peran ini akan kembali menarik,” jelasnya.

Lebih lanjut, ia menekankan bahwa redefinisi kepemimpinan menjadi kunci dalam menghadapi fenomena conscious unbossing. Organisasi perlu menciptakan lingkungan kerja yang tidak hanya berorientasi pada hasil, tetapi juga mendukung kesejahteraan dan perkembangan individu secara berkelanjutan.

Fenomena ini menjadi pengingat bahwa masa depan kepemimpinan tidak hanya ditentukan oleh siapa yang siap memimpin, tetapi juga oleh bagaimana sistem mempersiapkan dan mendukung mereka. Tanpa perubahan pendekatan, kesenjangan antara organisasi dan generasi pemimpin berikutnya akan semakin besar.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

  • Penulis: vritimes

Rekomendasi Untuk Anda

  • Komisaris KAI Tinjau LRT Jabodebek, Dorong Penguatan Tata Kelola dan Keandalan Layanan Publik

    Komisaris KAI Tinjau LRT Jabodebek, Dorong Penguatan Tata Kelola dan Keandalan Layanan Publik

    • calendar_month Kamis, 29 Jan 2026
    • account_circle Vrit Time
    • visibility 65
    • 0Komentar

    Kunjungan jajaran Komisaris KAI memperkuat pengawasan, tata kelola, dan kesiapan sistem operasional LRT Jabodebek guna menjaga keandalan layanan publik bagi masyarakat Jabodebek. Jajaran Komisaris PT Kereta Api Indonesia (Persero) melakukan kunjungan kerja ke Divisi LRT Jabodebek sebagai bagian dari pengawasan strategis untuk memastikan keandalan operasional, keselamatan perjalanan, dan kualitas layanan publik bagi masyarakat Jabodebek. Penguatan […]

  • Kementerian PU Siap Tangani Perbaikan Jalan Provinsi Blangkejeren–Kutacane untuk Pulihkan Konektivitas Gayo Lues

    Kementerian PU Siap Tangani Perbaikan Jalan Provinsi Blangkejeren–Kutacane untuk Pulihkan Konektivitas Gayo Lues

    • calendar_month Senin, 16 Feb 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 61
    • 0Komentar

    JAKARTA, Kementerian Pekerjaan Umum (PU) menegaskan komitmennya untuk mendukung percepatan penanganan infrastruktur konektivitas yang terdampak bencana di Provinsi Aceh. Langkah ini mencakup penanganan pada ruas jalan provinsi Blangkejeren – Kutacane yang menghubungkan wilayah Pining di Kabupaten Gayo Lues. Keterlibatan Kementerian PU dalam penanganan jalan daerah ini merupakan wujud nyata dukungan pemerintah pusat kepada pemerintah daerah, […]

  • Pahami Peran Gizi Seimbang dan Gula bagi Tubuh sebagai Kunci Energi Selama Puasa

    Pahami Peran Gizi Seimbang dan Gula bagi Tubuh sebagai Kunci Energi Selama Puasa

    • calendar_month Selasa, 10 Mar 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 64
    • 0Komentar

    Jakarta, 10 Maret 2026 – Selama bulan Ramadhan, banyak orang mengeluhkan tubuh terasa lemas, mengantuk, dan sulit berkonsentrasi saat menjalani aktivitas sehari-hari. Kondisi ini tidak hanya dialami oleh orang dewasa yang bekerja, tetapi juga oleh anak-anak yang tetap menjalani kegiatan belajar di sekolah. Salah satu penyebab yang kerap terjadi adalah pola makan sahur yang kurang […]

  • WhatsApp Form Barantum Bantu Kumpulkan Leads Lebih Cepat

    WhatsApp Form Barantum Bantu Kumpulkan Leads Lebih Cepat

    • calendar_month Jumat, 29 Mei 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 25
    • 0Komentar

    Barantum menyatukan CRM, AI Agent, Omnichannel dan WhatsApp Business API dalam satu dashboard, memudahkan bisnis mengelola semua percakapan pelanggan, meningkatkan efisiensi, serta mempercepat respon. Hasilnya, kepuasan pelanggan meningkat dan penjualan bisnis lebih optimal. Banyak bisnis mulai menghadapi tantangan saat jumlah leads terus meningkat dari berbagai channel digital. Di sisi lain, proses pengumpulan data customer yang […]

  • Tumbuh 17 Persen, Kinerja Angkutan Retail KAI Logistik Sepanjang Semester I 2026 Semakin Positif

    Tumbuh 17 Persen, Kinerja Angkutan Retail KAI Logistik Sepanjang Semester I 2026 Semakin Positif

    • calendar_month Rabu, 8 Jul 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 18
    • 0Komentar

    PT Kereta Api Logistik (KAI Logistik), anak usaha PT Kereta Api Indonesia (Persero), mencatatkan pertumbuhan positif pada layanan angkutan retail melalui KALOG Express sepanjang Semester I 2026. Perusahaan berhasil mengelola sebanyak 34.651 ton barang retail atau meningkat 17 persen secara year-on-year (YoY) dibandingkan periode yang sama tahun 2025 yang mencapai 29.573 ton. Pertumbuhan tersebut menunjukkan […]

  • Berikan Pelayanan yang Cepat, BRI Insurance Bayarkan Klaim Asuransi Marine Hull Sebesar Rp. 5 Miliar kepada Nasabah

    Berikan Pelayanan yang Cepat, BRI Insurance Bayarkan Klaim Asuransi Marine Hull Sebesar Rp. 5 Miliar kepada Nasabah

    • calendar_month Kamis, 30 Jul 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 29
    • 0Komentar

    Pembayaran klaim Asuransi Marine Hull senilai Rp5,65 miliar telah direalisasikan oleh BRI Insurance kepada PT Poetra Jaya Sukses Mandiri atas musibah kandasnya kapal BG. Audilia di perairan Sidomulyo, Kalianda, Lampung pada 2025. Melalui proses penanganan klaim yang cepat dan pendampingan menyeluruh, komitmen BRI Insurance dalam memberikan perlindungan dan menjaga keberlangsungan usaha nasabah kembali ditegaskan. Batam, […]

expand_less