Breaking News
light_mode
Beranda » Ekonomi » Bank Sentral Didorong Perkuat Cadangan Emas, RI Punya 3.600 Ton

Bank Sentral Didorong Perkuat Cadangan Emas, RI Punya 3.600 Ton

  • account_circle vritimes
  • calendar_month Sabtu, 15 Agt 2026
  • visibility 22
  • comment 0 komentar

JAKARTA — Indonesia memiliki cadangan emas sekitar 3.600 ton dan menempati posisi keempat dunia sebagai negara dengan cadangan terbesar. Namun, emas yang tercatat sebagai cadangan moneter Bank Indonesia (BI) baru mencapai 87,1 ton, atau sekitar 7,7% dari total cadangan.

Dengan kepemilikan tersebut, Indonesia berada di posisi ke-44 dunia dalam hal cadangan emas bank sentral. Angka tersebut terpaut jauh dari Amerika Serikat yang mencapai 8.133,5 ton, Jerman 3.349,5 ton, Italia 2.451,8 ton, Prancis 2.437 ton, dan China 2.346,4 ton.

Chairman Indonesia Mining Institute (IMI) Irwandy Arif mempertanyakan kecilnya porsi emas dalam cadangan BI, mengingat Indonesia memiliki kekayaan emas yang besar.

“Jadi pertanyaan kita kenapa Indonesia cuma sekian? Kenapa Bank Indonesia cuma sekian?” kata Irwandy dalam MINDialogue, Jakarta, Rabu (12/8/2026).

Dia menyebut kepemilikan emas bank sentral RI juga masih di bawah sejumlah negara di kawasan. Singapura, misalnya, memiliki 194 ton, sedangkan Thailand mencapai 234 ton.

Menurut Irwandy, hal ini terjadi karena strategi BI selama ini lebih berorientasi pada cadangan valuta asing, terutama dolar Amerika Serikat. Aset tersebut dinilai lebih likuid sehingga dapat digunakan langsung ketika BI melakukan intervensi di pasar valuta asing.

“Rupanya strategi Bank Indonesia itu mudah-mudahan saya nggak salah, lebih berorientasi pada cadangan valuta asing. Dolar,” ujarnya.

Irwandy menyebut cadangan devisa nasional saat ini sekitar US$146 miliar atau setara dengan 5,5 bulan impor. Menurut dia, keterbatasan cadangan devisa nasional turut membatasi ruang untuk memperbesar kepemilikan emas.

“Yang persoalan kedua kenapa cuma 80 ton, keterbatasan total cadangan devisa nasional. Kita memang belum besar juga cadangan devisa nasionalnya,” kata Irwandy.

Lebih lanjut, Irwandy menilai strategi tersebut perlu dipertimbangkan kembali di tengah tren bank sentral dunia yang meningkatkan kepemilikan emas sebagai bagian dari diversifikasi cadangan.

Sejumlah negara, seperti China, Rusia, India, Turki, dan Polandia, terus menambah kepemilikan emas. Langkah tersebut antara lain didorong oleh meningkatnya risiko geopolitik dan upaya mengurangi ketergantungan terhadap dolar.

“Indonesia belum atau tidak mempunyai urgensi untuk melakukan diversifikasi dolar, padahal sekarang ini dedolarisasi sedang terjadi di dunia,” ujar Irwandy.

Karena itu, dia mengusulkan agar BI mulai menyerap sebagian produksi emas dalam negeri. Salah satu skema yang ditawarkan adalah pembelian sekitar 20 ton emas ketika produksi nasional mencapai 100 ton.

“Misalnya kalau kita produksi 100 ton ya, maka Bank Indonesia itu nambah 20 ton,” katanya.

Merujuk data Kemenko Perekonomian, Indonesia memiliki modal kuat untuk memperkuat ekosistem emas nasional.

Sebagai gambaran, di dalam Grup MIND ID PT Antam Tbk saat ini memiliki fasilitas pemurnian (refinery) berkapasitas 150 ton per tahun. Selain itu, terdapat Smelter Manyar milik PT Freeport Indonesia yang mampu memurnikan emas hingga 50 ton per tahun.

Sementara dari sektor swasta, smelter PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMAN) mampu mengolah emas dengan kapasitas 18 ton per tahun.

Adapun, potensi produksi bijih juga didukung oleh sejumlah perusahaan tambang lainnya, seperti PT J Resources Asia Pasifik Tbk (PSAB) sebesar 2,4–2,7 ton, PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) 2,9 ton, PT Archi Indonesia Tbk (ARCI) 2,6 ton, PT Agincourt Resources (PTAR) 5,9–6,8 ton, serta PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) sebesar 2,2 ton per tahun.

Besarnya kapasitas tersebut menjadi fondasi penting untuk memperkuat ekosistem emas nasional, yang pada akhirnya potensial untuk memperkuat cadangan devisa bank sentral. Atas dasar itulah, pemerintah terus mendorong Bank Indonesia (BI) untuk meningkatkan cadangan emasnya, sehinga semakin memperkuat stabilitas moneter dan ekonomi nasional.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

  • Penulis: vritimes

Rekomendasi Untuk Anda

  • Jaga Standar Global Perhotelan, SUCOFINDO kembali Serahkan Sertifikat Hotel Bintang 5 Berbasis Risiko di Bali

    Jaga Standar Global Perhotelan, SUCOFINDO kembali Serahkan Sertifikat Hotel Bintang 5 Berbasis Risiko di Bali

    • calendar_month Jumat, 13 Mar 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 50
    • 0Komentar

    Denpasar, (13/3) – PT SUCOFINDO (PERSERO) terus memperkuat kontribusinya dalam mendukung peningkatan standar industri pariwisata nasional. Melalui layanan sertifikasi, PT SUCOFINDO (PERSERO) Cabang Denpasar menyerahkan Sertifikat Usaha Pariwisata Berbasis Risiko sekaligus menetapkan kembali Star Rating Hotel Bintang 5 kepada PT Sarana Arga Mandiri / The Kuta Beach Heritage Hotel Bali. Sertifikasi tersebut merupakan hasil proses […]

  • KAI Logistik Kirim 25 Kereta ke Sumatera, Dukung Penguatan Mobilitas Penumpang di Sumbagsel

    KAI Logistik Kirim 25 Kereta ke Sumatera, Dukung Penguatan Mobilitas Penumpang di Sumbagsel

    • calendar_month Selasa, 26 Mei 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 32
    • 0Komentar

    KAI Logistik, anak usaha PT Kereta Api Indonesia (Persero), kembali dipercaya oleh induk perusahaan dalam menangani pengiriman heavy cargo melalui layanan logistik terintegrasi. Pada akhir Mei ini, Perusahaan melakukan pengiriman secara bertahap sebanyak 25 kereta dari wilayah Daop 1 Jakarta menuju Divre IV Tanjung Karang. Penugasan ini menjadi bagian dari sinergi berkelanjutan antara induk dan […]

  • TMG Hotel Tebet Gelar “Blooming Day” Workshop Bersama Rose_Dazzley

    TMG Hotel Tebet Gelar “Blooming Day” Workshop Bersama Rose_Dazzley

    • calendar_month Senin, 6 Jul 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 20
    • 0Komentar

    Jakarta, 5 Juli 2026 – TMG Hotel Tebet menyelenggarakan Blooming Day, sebuah workshop merangkai bunga hasil kolaborasi dengan Rose_Dazzley yang menghadirkan pengalaman kreatif berbasis praktik langsung bagi para peserta. Melalui workshop ini, peserta diperkenalkan pada teknik dasar merangkai bunga, komposisi warna, serta dasar-dasar floral styling yang dibawakan oleh floral artist dari Rose_Dazzley. Sepanjang sesi, peserta […]

  • Didorong Kementan, Holding Perkebunan Nusantara Percepat Hilirisasi Gambir Nasional

    Didorong Kementan, Holding Perkebunan Nusantara Percepat Hilirisasi Gambir Nasional

    • calendar_month Sabtu, 25 Apr 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 38
    • 0Komentar

    JAKARTA — Rencana hilirisasi komoditas gambir asal Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) terus dimatangkan pemerintah melalui sinergi lintas sektor. Kementerian Pertanian (Kementan) bersama Pemerintah Provinsi Sumbar dan PT Perkebunan Nusantara IV PalmCo, sebagai bagian dari Holding Perkebunan Nusantara PTPN III (Persero), tengah merumuskan langkah strategis untuk mengoptimalkan komoditas yang saat ini menguasai sekitar 80 persen pasokan […]

  • Lintasarta Dorong Digital Sovereignty bagi BPD di Seluruh Indonesia  untuk Memperkuat Ekonomi Nasional

    Lintasarta Dorong Digital Sovereignty bagi BPD di Seluruh Indonesia untuk Memperkuat Ekonomi Nasional

    • calendar_month Rabu, 22 Jul 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 28
    • 0Komentar

    Lintasarta berkomitmen mempercepat transformasi digital Bank Pembangunan Daerah (BPD) di seluruh Indonesia melalui penguatan fondasi digital yang berdaulat. Sebagai bagian dari komitmen tersebut, Lintasarta akan menyelenggarakan BPD Summit 2026 yang mempertemukan BPD dari seluruh Indonesia pada 5–7 Agustus 2026 di Semarang. Forum ini menjadi wadah kolaborasi bagi BPD untuk membahas penerapan Digital Sovereignty sebagai fondasi transformasi digital, […]

  • Godrej Consumer Products Dorong Kolaborasi Lintas Ekosistem untuk Perkuat Dampak Keberlanjutan

    Godrej Consumer Products Dorong Kolaborasi Lintas Ekosistem untuk Perkuat Dampak Keberlanjutan

    • calendar_month Jumat, 26 Jun 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 30
    • 0Komentar

    Tangerang — Upaya keberlanjutan tidak berhenti ketika sebuah produk keluar dari pabrik. Justru, tantangan terbesar sering kali muncul setelah produk digunakan konsumen. Hal itu disampaikan Wahyu Radita atau Dita, Head of Corporate Communications, Sustainability and Culture Godrej Consumer Products Indonesia, dalam sesi “Activating Corporate Infrastructure for Shared Sustainability Impact” pada Global Sustainable Development Congress (GSDC) […]

expand_less