Breaking News
light_mode
Beranda » Ekonomi » Bitcoin Tembus US$87.000, Seberapa Tinggi BTC Bisa Melaju?

Bitcoin Tembus US$87.000, Seberapa Tinggi BTC Bisa Melaju?

  • account_circle vritimes
  • calendar_month 1 jam yang lalu
  • visibility 3
  • comment 0 komentar

Jakarta, 22 September 2026 — Bitcoin (BTC) kembali menjadi sorotan setelah menembus level US$86.000 dan sempat bergerak mendekati US$87.000 pada Selasa (22/9/2026). Kenaikan tersebut membawa Bitcoin ke level tertinggi dalam sekitar delapan bulan sekaligus membuka perhatian pasar terhadap potensi pergerakan harga berikutnya.

Data pasar menunjukkan Bitcoin sempat mencapai sekitar US$86.500–US$87.000, dengan penguatan harian sekitar 6%. Pergerakan ini terjadi setelah BTC sebelumnya bertahan di atas level US$80.000.

Kenaikan Bitcoin juga berlangsung di tengah meningkatnya aktivitas di pasar derivatif dan arus dana ke produk investasi Bitcoin. Data internal FLOQ menunjukkan open interest Bitcoin meningkat 9,38% dalam 24 jam menjadi sekitar US$61,33 miliar, sementara volume perdagangan gabungan meningkat 39%.

Di pasar spot ETF Amerika Serikat, arus dana juga kembali menunjukkan momentum positif. Data mencatat ETF Bitcoin spot membukukan arus masuk bersih sekitar US$68,1 juta pada 21 September, setelah sebelumnya mencatat inflow sekitar US$433 juta pada 18 September.

FOMO Bitcoin Kembali Meningkat

Salah satu faktor yang menjadi perhatian pasar adalah meningkatnya sentimen fear of missing out (FOMO). Coinpedia mengutip data Santiment yang menunjukkan FOMO Bitcoin telah mencapai level tertinggi sejak Desember 2024.

Kondisi tersebut muncul ketika Bitcoin berhasil melewati sejumlah level teknikal penting. Berdasarkan analisis teknikal, Bitcoin telah menembus moving average 50 minggu di sekitar US$78.320 dan sebelumnya juga melewati swing high yang terbentuk pada Mei.

Dalam skenario teknikal tersebut, level US$85.000 disebut sebagai target minimum dari pola kenaikan. Sementara itu, area US$88.600–US$92.220 menjadi zona target berikutnya, dengan potensi ekstensi hingga sekitar US$97.637 apabila momentum berlanjut.

Namun, level-level tersebut merupakan proyeksi teknikal dan bukan jaminan bahwa Bitcoin akan mencapai harga tertentu.

Pembelian Korporasi Ikut Menopang Sentimen

Minat korporasi terhadap Bitcoin juga kembali menjadi perhatian. Strategy, perusahaan yang dikenal dengan strategi treasury Bitcoin, pada pekan yang berakhir 20 September membeli tambahan 950 BTC senilai sekitar US$75,7 juta.

Pembelian tersebut membawa total kepemilikan Bitcoin Strategy menjadi 846.000 BTC. Berdasarkan laporan perusahaan, pembelian dilakukan dengan menggunakan kas perusahaan.

Menurut CEO dan Founder FLOQ, Yudhono Rawis, kombinasi antara arus dana institusional, pembelian korporasi, dan aktivitas pasar derivatif menjadi faktor yang perlu diperhatikan dalam membaca reli Bitcoin saat ini.

“Kenaikan Bitcoin ke area US$87.000 menunjukkan bahwa momentum pasar kembali menguat setelah sebelumnya BTC mengalami tekanan di bawah US$80.000. Yang menarik bukan hanya pergerakan harganya, tetapi juga adanya kombinasi arus dana ETF, akumulasi korporasi, dan meningkatnya aktivitas di pasar derivatif,” kata Yudho.

Menurut Yudho, kondisi tersebut menunjukkan bahwa pemulihan Bitcoin saat ini memiliki beberapa katalis yang berjalan secara bersamaan. Namun, peningkatan FOMO juga perlu menjadi perhatian karena dapat membuat volatilitas meningkat apabila ekspektasi pasar bergerak terlalu cepat.

“Di sisi lain, kenaikan yang berlangsung cepat juga perlu dibaca dengan hati-hati. Ketika FOMO meningkat dan posisi derivatif bertambah, ruang volatilitas menjadi lebih besar. Karena itu, level harga sebaiknya tidak dilihat sebagai kepastian arah pasar, melainkan sebagai area yang perlu dipantau bersama dengan volume, arus ETF, likuiditas, dan kondisi makroekonomi,” lanjutnya.

US$90.000 Jadi Level yang Kembali Disorot

Setelah berhasil melewati US$86.000, level US$90.000 kembali menjadi perhatian pelaku pasar.

Sejumlah analisis teknikal menempatkan US$88.600–US$92.220 sebagai area yang perlu diperhatikan apabila momentum kenaikan berlanjut. Pada kerangka waktu yang lebih pendek, area sekitar US$80.120 disebut sebagai level penting untuk mempertahankan struktur kenaikan jangka pendek.

Sementara itu, jika terjadi koreksi, area US$82.000–US$84.000 menjadi salah satu zona yang dipantau pasar. Analisis lain yang dikutip Coinpedia juga menempatkan sekitar US$75.000 sebagai area dukungan yang lebih luas apabila koreksi berlangsung lebih dalam.

Pergerakan tersebut menunjukkan bahwa setelah reli tajam, pasar Bitcoin kini berada dalam fase yang membutuhkan konfirmasi lanjutan, bukan sekadar melihat kenaikan harga dalam jangka pendek.

Yudho menambahkan bahwa pasar kripto saat ini perlu melihat Bitcoin dalam konteks yang lebih luas.

“Bitcoin sudah menunjukkan kemampuan untuk kembali berada di atas level teknikal penting, tetapi keberlanjutan tren akan sangat bergantung pada apakah permintaan spot dapat terus menopang harga. Jika kenaikan semakin banyak didorong leverage dan FOMO, risiko koreksi juga perlu diperhitungkan. Bagi investor, memahami volatilitas dan mengelola risiko tetap menjadi bagian penting ketika pasar bergerak cepat,” jelas Yudho.

Dengan Bitcoin berada di sekitar US$86.000–US$87.000, perhatian pasar selanjutnya tertuju pada kemampuan BTC mempertahankan level tersebut sekaligus menguji area US$90.000. Di sisi lain, arus ETF, aktivitas korporasi, kondisi likuiditas, serta perkembangan makroekonomi akan menjadi sejumlah faktor yang dapat memengaruhi arah pasar berikutnya.

Pergerakan harga aset kripto bersifat volatil dan memiliki risiko. Informasi dalam artikel ini bersifat edukasi dan bukan merupakan ajakan atau rekomendasi untuk membeli maupun menjual aset kripto.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

  • Penulis: vritimes

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pelindo Multi Terminal Tanjung Intan Perkuat Kinerja Operasional Pelabuhan

    Pelindo Multi Terminal Tanjung Intan Perkuat Kinerja Operasional Pelabuhan

    • calendar_month Rabu, 5 Agt 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 22
    • 0Komentar

    Cilacap, Agustus 2026 – PT Pelindo Multi Terminal Branch Tanjung Intan terus memperkuat kualitas layanan melalui peningkatan kinerja pada sejumlah segmen layanan selama Semester I Tahun 2026. Pada layanan curah cair, volume bongkar muat mencapai 6.104 ton, meningkat signifikan dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar 4.102 ton. Kinerja tersebut didukung produktivitas pelayanan yang mencapai […]

  • Bittime PayDay GainDay, Manfaatkan Momen Gajian untuk Memaksimalkan Potensi Investasi Aset Kripto Pengguna

    Bittime PayDay GainDay, Manfaatkan Momen Gajian untuk Memaksimalkan Potensi Investasi Aset Kripto Pengguna

    • calendar_month Kamis, 22 Jan 2026
    • account_circle editor News
    • visibility 76
    • 0Komentar

    Jakarta 22 Januari 2026 – Setiap momen gajian sejatinya dapat menjadi langkah awal yang strategis dalam membangun kebiasaan investasi yang lebih disiplin dan berkelanjutan. Melihat ini hal ini Bittime, platform pertukaran aset kripto terdepan dan berlisensi di Indonesia menghadirkan kampanye bertajuk PayDay GainDay yang dirancang khusus untuk memberikan apresiasi lebih bagi setiap pengguna setianya. Melalui […]

  • Elnusa Petrofin Perkuat Keunggulan Operasional dan HSSE dalam Mendukung Ketahanan Energi Nasional

    Elnusa Petrofin Perkuat Keunggulan Operasional dan HSSE dalam Mendukung Ketahanan Energi Nasional

    • calendar_month Jumat, 17 Jul 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 24
    • 0Komentar

    Memasuki usia ke-30 tahun, PT Elnusa Petrofin (EPN), anak usaha PT Elnusa Tbk (ELSA) yang tergabung dalam Subholding Upstream Pertamina, terus memperkuat keunggulan operasional dan budaya Health, Safety, Security and Environment (HSSE) sebagai fondasi utama dalam mendukung distribusi energi nasional yang aman, andal, dan berkelanjutan. Jakarta, 17 Juli 2026 – Memasuki usia ke-30 tahun, PT […]

  • Harga Emas (XAUUSD) Berpotensi Melemah Pekan Depan, Dupoin Futures Bidik 4.517

    Harga Emas (XAUUSD) Berpotensi Melemah Pekan Depan, Dupoin Futures Bidik 4.517

    • calendar_month Selasa, 1 Sep 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 15
    • 0Komentar

    Prospek harga emas (XAUUSD) pada perdagangan pekan depan diperkirakan masih menghadapi tekanan bearish. Berdasarkan analisis Dupoin Futures, Geraldo Kofit, struktur pergerakan emas pada time frame H4 masih menunjukkan dominasi tren penurunan. Kondisi tersebut diperkuat oleh kegagalan harga untuk melewati area resistance 4.617–4.643. Dengan momentum bullish yang belum mampu menghasilkan breakout, Dupoin Futures melihat peluang pelemahan XAUUSD masih terbuka […]

  • BRI Kalimalang Ramaikan Emporium Pluit dengan Booth Pembukaan Rekening dan Kartu Debit Eksklusif FC Barcelona

    BRI Kalimalang Ramaikan Emporium Pluit dengan Booth Pembukaan Rekening dan Kartu Debit Eksklusif FC Barcelona

    • calendar_month Senin, 22 Jun 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 23
    • 0Komentar

    BRI Kalimalang hadir di Mall Emporium Pluit dengan membuka booth layanan pembukaan rekening BRI yang menawarkan kartu debit edisi spesial hasil kolaborasi dengan klub sepak bola ternama dunia, FC Barcelona. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya BRI untuk semakin mendekatkan layanan perbankan kepada masyarakat sekaligus menghadirkan pengalaman perbankan yang lebih menarik bagi para penggemar sepak […]

  • XAU/USD Lanjutkan Tren Bearish, Target Penurunan Mengarah ke 4.379

    XAU/USD Lanjutkan Tren Bearish, Target Penurunan Mengarah ke 4.379

    • calendar_month Jumat, 22 Mei 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 23
    • 0Komentar

    Harga emas global diperkirakan masih menghadapi tekanan sepanjang pekan ketiga bulan Mei, seiring dominasi tren bearish yang belum menunjukkan tanda-tanda pelemahan signifikan. Berdasarkan analisis Dupoin Futures yang disampaikan oleh analis Geraldo Kofit, pergerakan XAU/USD pada timeframe H4 masih mencerminkan kecenderungan turun yang kuat, dengan peluang penurunan lanjutan selama harga belum mampu menembus area resistance penting. […]

expand_less