Breaking News
light_mode
Beranda » Ekonomi » BRI Finance Pertahankan Kualitas Pembiayaan, NPF Tetap Terjaga di Level 2,23%

BRI Finance Pertahankan Kualitas Pembiayaan, NPF Tetap Terjaga di Level 2,23%

  • account_circle vritimes
  • calendar_month 2 jam yang lalu
  • visibility 5
  • comment 0 komentar

Jakarta, 11 April 2026 – Di tengah dinamika industri pembiayaan yang menunjukkan peningkatan risiko kredit dalam beberapa waktu terakhir, PT BRI Multifinance Indonesia (“BRI Finance”) tetap mampu menjaga kualitas portofolio pembiayaannya secara solid. Hingga Februari 2026, rasio non-performing financing (NPF) Perseroan tercatat sebesar 2,23%, berada pada level yang sehat dan di bawah ambang batas yang ditetapkan regulator.

Direktur Utama BRI Finance, Wahyudi Darmawan, menyampaikan bahwa capaian tersebut mencerminkan konsistensi Perseroan dalam menerapkan prinsip kehati-hatian serta penguatan manajemen risiko secara berkelanjutan.

“BRI Finance secara disiplin menerapkan prinsip kehati-hatian dalam setiap proses penyaluran pembiayaan, mulai dari seleksi debitur, analisis kelayakan, hingga penguatan monitoring portofolio secara berkala,” ujar Wahyudi.

Perseroan juga terus mengoptimalkan fungsi collection serta meningkatkan intensitas pemantauan pembayaran untuk mengantisipasi potensi pembiayaan bermasalah sejak dini. Langkah ini menjadi bagian dari strategi menjaga kualitas aset sekaligus memastikan kinerja tetap terjaga di tengah tantangan eksternal.

Sejalan dengan itu, BRI Finance mencermati bahwa industri pembiayaan secara umum menghadapi tekanan terhadap kualitas pembiayaan, yang tercermin dari tren peningkatan rasio pembiayaan bermasalah dalam beberapa bulan terakhir berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan. Kondisi ini mendorong pelaku industri untuk semakin selektif dalam menyalurkan pembiayaan serta memperkuat pengelolaan risiko.

“Kondisi tersebut berpotensi berdampak pada peningkatan biaya pencadangan serta mendorong industri untuk lebih berhati-hati dalam melakukan ekspansi, dengan tetap berfokus pada kualitas portofolio,” jelas Wahyudi.

Meski demikian, BRI Finance tetap melihat peluang pertumbuhan yang positif. Penyaluran pembiayaan baru pada awal tahun 2026 masih menunjukkan tren yang terjaga, meskipun dilakukan secara lebih selektif dengan mempertimbangkan kondisi daya beli masyarakat dan profil risiko debitur.

Hal ini sejalan dengan perkembangan industri yang tetap mencatat aktivitas pembiayaan, didukung oleh perbaikan aktivitas ekonomi dan kinerja sektor otomotif. Dalam konteks tersebut, pelaku industri cenderung menjaga keseimbangan antara pertumbuhan bisnis dan kualitas aset.

“Dengan penerapan manajemen risiko yang prudent serta penguatan monitoring dan collection, kami optimistis industri multifinance tetap memiliki ruang untuk tumbuh secara sehat dan berkelanjutan,” tutup Wahyudi.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

  • Penulis: vritimes

Rekomendasi Untuk Anda

  • Rapat Kerja Bersama Komisi V DPR RI, Menteri PU Paparkan Progres Penanganan Bencana di Sumatera

    Rapat Kerja Bersama Komisi V DPR RI, Menteri PU Paparkan Progres Penanganan Bencana di Sumatera

    • calendar_month Senin, 2 Feb 2026
    • account_circle Vrit Time
    • visibility 47
    • 0Komentar

    JAKARTA, Januari 2026 – Menteri Pekerjaan Umum (PU), Dody Hanggodo, menghadiri Rapat Kerja (Raker) bersama Komisi V DPR RI di Jakarta, Selasa (27/1/2026). Dalam pertemuan tersebut, Menteri Dody melaporkan perkembangan penanganan pascabencana yang melanda Provinsi Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Kementerian PU memastikan langkah penanganan dilakukan secara terpadu lintas sektor oleh Bina Marga, Sumber […]

  • Jelang Puncak Lebaran, KAI Logistik Perkuat Kesiapan Operasional Layanan Pengiriman

    Jelang Puncak Lebaran, KAI Logistik Perkuat Kesiapan Operasional Layanan Pengiriman

    • calendar_month Kamis, 12 Mar 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 28
    • 0Komentar

    Menjelang puncak periode pengiriman Lebaran yang diperkirakan akan terjadi pada pekan ketiga Ramadan, KAI Logistik memastikan kesiapan layanan untuk mengantisipasi meningkatnya kebutuhan distribusi barang dari masyarakat maupun pelaku usaha. Berbagai langkah penguatan operasional dilakukan guna memastikan proses pengiriman tetap berjalan aman, lancar, dan tepat waktu di tengah meningkatnya volume permintaan. Dwi Wulandari, VP of Corporate […]

  • Achsanul Qosasi Ungkap Empat Alasan Strategis Madura Layak Jadi KEK Tembakau

    Achsanul Qosasi Ungkap Empat Alasan Strategis Madura Layak Jadi KEK Tembakau

    • calendar_month Kamis, 19 Feb 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 27
    • 0Komentar

    Ketua Yayasan Kudsiyah Bahaudin Mudhary, Achsanul Qosasi, mengusulkan Pulau Madura ditetapkan sebagai Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Tembakau sebagai solusi atas ketimpangan pembangunan dan ketidakpastian harga yang kerap merugikan petani. Ia menyebut ada empat alasan strategis yang mendasari gagasan tersebut, mulai dari besarnya kontribusi tembakau bagi ekonomi Madura hingga potensi KEK dalam mempercepat pertumbuhan dan pemerataan […]

  • PROPER 2025, Maroef Sjamsoeddin Raih Green Leadership

    PROPER 2025, Maroef Sjamsoeddin Raih Green Leadership

    • calendar_month Rabu, 8 Apr 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 7
    • 0Komentar

    Jakarta, – Kementerian Lingkungan Hidup mengaunerahkan penghargaan Green Leadership kepada Direktur Utama MIND ID, Maroef Sjamsoeddin dalam ajang Program Penilaian Peringkat Kinerja Perusahaan dalam Pengelolaan Lingkungan Hidup (PROPER) 2025. Penghargaan ini, menjadi bukti dari komitmen kuat terhadap penerapan prinsip keberlanjutan di sektor industri pertambangan. Penghargaan ini menjadi bukti nyata kepemimpinan bisnis yang berhasil mengintegrasikan program […]

    • calendar_month Sabtu, 9 Agt 2025
    • account_circle Editor Reputasi
    • visibility 82
    • 0Komentar

    Strategi Influencer Marketing sebagai Pilar Penguatan Citra Brand Perusahaan Multifinance   Dalam industri multifinance, membangun dan mempertahankan citra merek yang kuat merupakan kunci keberlanjutan bisnis. Selama ini, banyak perusahaan multifinance mengandalkan mitra strategis seperti dealer otomotif, showroom kendaraan, maupun platform e-commerce untuk mendorong penjualan sekaligus membentuk persepsi merek di mata konsumen. Pendekatan ini memang efektif […]

  • Kenali Kandungan Skincare Bayi: Mana yang Aman, Mana yang Sebaiknya Dihindari

    Kenali Kandungan Skincare Bayi: Mana yang Aman, Mana yang Sebaiknya Dihindari

    • calendar_month Rabu, 25 Feb 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 27
    • 0Komentar

    Saat memilih skincare bayi, banyak orang tua fokus pada merek atau klaim di kemasan. Padahal, yang paling menentukan aman atau tidaknya sebuah produk adalah kandungan skincare bayi di dalamnya. Kulit bayi yang masih tipis dan sensitif membuatnya lebih mudah bereaksi terhadap bahan tertentu, baik itu aman maupun berisiko. Itulah sebabnya penting bagi Mom & Dad […]

expand_less