Breaking News
light_mode
Beranda » Ekonomi » DSN MUI Kaji Kripto Syariah, RWA dan Tokenisasi Sukuk Jadi Perhatian

DSN MUI Kaji Kripto Syariah, RWA dan Tokenisasi Sukuk Jadi Perhatian

  • account_circle vritimes
  • calendar_month 1 jam yang lalu
  • visibility 4
  • comment 0 komentar

Jakarta, 22 Oktober 2026 – Dewan Syariah Nasional Majelis Ulama Indonesia (DSN MUI) membuka peluang pengakuan dua kategori aset digital dalam sistem keuangan syariah di Indonesia, yakni Real World Asset (RWA) dan tokenisasi instrumen keuangan syariah. Perkembangan ini dinilai dapat membuka ruang pemanfaatan teknologi blockchain untuk memperluas akses masyarakat terhadap instrumen investasi yang memiliki dasar aset dan mekanisme yang jelas.

Wakil Bendahara DSN MUI, M. Gunawan Yasni, menjelaskan bahwa kedua kategori tersebut berpotensi memenuhi prinsip syariah karena memiliki aset dasar (underlying asset) yang jelas dan bernilai ekonomi. Pernyataan tersebut dikutip dari MUI Digital pada Rabu (21/10/2026).

Menanggapi perkembangan tersebut, CEO dan Founder FLOQ, Yudhono Rawis, menilai kajian mengenai aset digital berbasis prinsip syariah menjadi langkah positif bagi perkembangan industri aset digital di Indonesia. Menurutnya, pendekatan yang menekankan kejelasan aset dasar, transparansi, dan tata kelola dapat mendukung pengembangan ekosistem yang lebih terstruktur.

“Perkembangan ini menjadi sinyal positif bagi industri aset digital Indonesia. Pemanfaatan teknologi blockchain untuk merepresentasikan aset nyata maupun instrumen keuangan syariah berpotensi membuka akses yang lebih luas terhadap berbagai produk keuangan. Namun, pengembangannya perlu didukung kejelasan hak kepemilikan, transparansi mekanisme transaksi, serta perlindungan konsumen agar inovasi dapat berjalan seiring dengan kepercayaan masyarakat,” kata Yudho.

Ia menambahkan, pembahasan mengenai aset digital yang berpotensi memenuhi prinsip syariah juga dapat mendorong edukasi yang lebih baik bagi masyarakat. Dengan pemahaman yang memadai, calon investor dapat menilai karakteristik, manfaat, serta risiko suatu produk sebelum mengambil keputusan.

Dua Kategori Aset Digital yang Berpotensi Memenuhi Prinsip Syariah

Kategori pertama adalah Real World Asset (RWA), yaitu aset dunia nyata yang direpresentasikan dalam bentuk token digital melalui teknologi blockchain. Aset yang berpotensi ditokenisasi antara lain emas dan properti komersial, termasuk gedung yang menghasilkan pendapatan dari penyewaan.

Melalui tokenisasi, kepemilikan atau hak ekonomi atas suatu aset dapat direpresentasikan dalam bentuk digital. Mekanisme ini berpotensi memberikan alternatif dalam mengakses aset tertentu. Meski demikian, kesesuaian dengan prinsip syariah tetap bergantung pada karakteristik aset, kejelasan hak yang melekat pada token, serta struktur dan mekanisme transaksinya.

Kategori kedua adalah tokenisasi instrumen keuangan yang telah memenuhi prinsip syariah, seperti sukuk. Instrumen tersebut dapat direpresentasikan dalam bentuk token digital dengan tetap memperhatikan struktur dan ketentuan yang berlaku.

Salah satu contoh yang disampaikan Gunawan adalah tokenisasi Sukuk Negara Valas yang tengah dikoordinasikan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bersama Kementerian Keuangan melalui Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR).

Menurut Gunawan, instrumen seperti ini umumnya memiliki nilai nominal tinggi sehingga aksesnya belum merata bagi seluruh kelompok investor. Tokenisasi berpotensi memungkinkan pembagian instrumen ke dalam unit digital yang lebih kecil, sehingga peluang akses dengan modal lebih terjangkau dapat dikembangkan sesuai ketentuan yang berlaku.

Yudho menilai, potensi tersebut menunjukkan bahwa inovasi blockchain tidak hanya berkaitan dengan perdagangan aset digital, tetapi juga dapat dimanfaatkan untuk mengembangkan cara baru dalam merepresentasikan dan mengakses instrumen keuangan.

“Tokenisasi berpotensi menjadi salah satu perkembangan penting dalam industri keuangan digital karena dapat mendukung pembagian kepemilikan atau hak ekonomi ke dalam unit yang lebih kecil. Apabila dirancang dengan struktur yang tepat, teknologi ini dapat membantu memperluas akses terhadap instrumen keuangan. Kuncinya adalah memastikan bahwa produk yang ditawarkan memiliki dasar aset yang jelas, mekanisme yang transparan, dan perlindungan yang memadai bagi pengguna,” tambahnya.

Penerbitan Fatwa Masih Menunggu Proses Regulasi

Meski membuka peluang bagi kedua kategori tersebut, DSN MUI belum menerbitkan fatwa yang secara khusus menetapkan kategori aset digital tersebut sebagai aset kripto yang sesuai dengan prinsip syariah. Dengan demikian, potensi pengakuan tersebut belum dapat diartikan sebagai keputusan final bahwa seluruh aset digital atau aset kripto tertentu telah memenuhi ketentuan syariah.

Gunawan menjelaskan bahwa penerbitan fatwa perlu mempertimbangkan kesiapan infrastruktur perdagangan untuk mendukung keamanan aset dan transaksi. Infrastruktur tersebut mencakup lembaga kustodian yang bertugas menyimpan aset serta lembaga kliring dan penjaminan yang mendukung penyelesaian transaksi.

Sistem perdagangan atau trading crypto yang dikembangkan juga diharapkan mengacu pada standar organisasi pengatur mandiri (Self-Regulatory Organization atau SRO), sebagaimana diterapkan di pasar modal Indonesia.

DSN MUI menyatakan bahwa draf dan kajian internal mengenai fatwa aset kripto syariah telah siap untuk dibahas dalam sidang pleno. Namun, proses tersebut masih menunggu permohonan resmi dari OJK.

Bagi industri, tahapan ini menjadi bagian penting untuk memastikan bahwa inovasi teknologi dapat berjalan beriringan dengan kepastian hukum, tata kelola, dan perlindungan konsumen.

Yudho menegaskan bahwa kejelasan kerangka regulasi akan membantu pelaku industri memahami standar yang perlu dipenuhi dalam mengembangkan produk berbasis aset digital, seperti BItcoin (BTC).

“Kerangka regulasi dan kajian syariah yang jelas akan menjadi fondasi penting bagi perkembangan industri. Kami melihat pembahasan ini sebagai peluang positif untuk mendorong inovasi yang lebih bertanggung jawab. Pada saat yang sama, masyarakat perlu mendapatkan informasi yang memadai agar dapat membedakan produk yang masih dalam tahap kajian dengan produk yang telah memperoleh persetujuan dan memenuhi ketentuan yang berlaku,” tutup CEO FLOQ.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

  • Penulis: vritimes

Rekomendasi Untuk Anda

  • Hari Anak Nasional: Saat yang Nomor Satu di Hati,  Justru Paling Rentan Terlupakan

    Hari Anak Nasional: Saat yang Nomor Satu di Hati, Justru Paling Rentan Terlupakan

    • calendar_month Sabtu, 25 Jul 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 37
    • 0Komentar

    Tanyakan pada orang tua mana pun di Indonesia, apa hal paling berharga dalam hidup mereka. Jawabannya hampir selalu sama: anak. Namun di balik cinta sebesar itu, ada satu pertanyaan yang sering kita tunda: apakah masa depan mereka akan tetap terlindungi jika suatu hari kita tak lagi ada di sisi mereka? Pertanyaan itu menjadi semakin relevan […]

  • Jaga Kedaulatan Mineral Nasional, Tata Kelola Emas Jadi Kunci Peningkatan Nilai Tambah

    Jaga Kedaulatan Mineral Nasional, Tata Kelola Emas Jadi Kunci Peningkatan Nilai Tambah

    • calendar_month Kamis, 13 Agt 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 33
    • 0Komentar

    JAKARTA – Indonesia memiliki cadangan emas yang besar dan menempati posisi keempat dunia menurut Bank Sentral. Posisi strategis ini mampu menjadi tonggak kedaulatan mineral nasional dengan tata kelola yang optimal.Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian mencatat kebutuhan emas domestik mencapai sekitar 190-200 ton per tahun. Namun, besarnya potensi cadangan emas saat ini belum sepenuhnya diimbangi dengan pasokan […]

  • Dorong Pembiayaan Produktif, BRI Finance Konsisten Menjaga Kualitas Portofolio

    Dorong Pembiayaan Produktif, BRI Finance Konsisten Menjaga Kualitas Portofolio

    • calendar_month Kamis, 17 Sep 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 17
    • 0Komentar

    Jakarta, 19 Agustus 2026 – PT BRI Multifinance Indonesia (“BRI Finance”) melihat pembiayaan produktif masih memiliki ruang pertumbuhan seiring meningkatnya kebutuhan dunia usaha untuk ekspansi dan memperkuat kapasitas operasional. Perseroan pun terus mengembangkan segmen ini secara selektif dengan tetap mengedepankan kualitas portofolio dan manajemen risiko. Corporate Secretary BRI Finance, Aditia Fakhri Ramadhani mengatakan, peluang pertumbuhan […]

  • Berkah Berbakti kepada Orang Tua, Ghazi Abdullah Muttaqien Sukses Mendunia dan Dirikan Pesantren Internasional

    Berkah Berbakti kepada Orang Tua, Ghazi Abdullah Muttaqien Sukses Mendunia dan Dirikan Pesantren Internasional

    • calendar_month Selasa, 5 Mei 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 48
    • 0Komentar

    Kisah inspiratif Ghazi Abdullah Muttaqien, pemuda Garut hafiz 30 juz yang sukses mendunia dan mendirikan pesantren internasional berkat bakti kepada orang tuanya Kisah inspiratif datang dari seorang pemuda asal Garut, Ghazi Abdullah Muttaqien, yang berhasil menorehkan prestasi di tingkat nasional hingga internasional. Berbekal semangat berbakti kepada orang tua, khususnya sang ibu, ia kini dikenal sebagai […]

  • JETE RUN 2026 Perluas Konsep Festival, Raih Rekor MURI dengan Aktivitas Terbanyak

    JETE RUN 2026 Perluas Konsep Festival, Raih Rekor MURI dengan Aktivitas Terbanyak

    • calendar_month Minggu, 6 Sep 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 19
    • 0Komentar

    JETE RUN Festival 2026 mencatat rekor Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) sebagai ajang lari dengan ragam kegiatan pendukung terbanyak. Berlangsung di Balai Kota Surabaya dan diikuti lebih dari 5.000 peserta, event ini menghadirkan 21 aktivitas yang mencakup olahraga, wellness, lifestyle, kreativitas, hiburan, dan komunitas. JETE juga memperoleh dua rekor MURI lainnya untuk jaringan gerai serta […]

  • BRI Finance Dukung Peningkatan Kualitas Pendidikan melalui Program TJSL di Tabanan Bali

    BRI Finance Dukung Peningkatan Kualitas Pendidikan melalui Program TJSL di Tabanan Bali

    • calendar_month Senin, 12 Okt 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 11
    • 0Komentar

    TABANAN – PT BRI Multifinance Indonesia (BRI Finance) menjalankan program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) di bidang pendidikan melalui renovasi fasilitas sekolah dan edukasi literasi keuangan bagi siswa di Kabupaten Tabanan, Bali. Program ini menyasar SDN 1 Sembung Gede dan SDN 3 Sembung Gede sebagai bentuk kepedulian perusahaan terhadap peningkatan kualitas sarana pendidikan sekaligus […]

expand_less