Breaking News
light_mode
Beranda » Ekonomi » Harga Emas Masih Berpotensi Menguat, Tren Naik XAU/USD Bertahan di Atas $5.000

Harga Emas Masih Berpotensi Menguat, Tren Naik XAU/USD Bertahan di Atas $5.000

  • account_circle vritimes
  • calendar_month Rabu, 11 Feb 2026
  • visibility 78
  • comment 0 komentar

Pergerakan harga emas global pada perdagangan hari ini diperkirakan masih akan berlangsung dinamis dengan kecenderungan positif, meskipun tekanan jangka pendek belum sepenuhnya mereda. Logam mulia emas (XAU/USD) tercatat mengalami pembalikan arah ke zona negatif pada sesi perdagangan Selasa, seiring reaksi pasar terhadap rilis data ekonomi Amerika Serikat yang hasilnya berada di bawah ekspektasi. Data tersebut mendorong investor untuk mengurangi posisi jual terhadap dolar AS, sehingga memberikan tekanan tambahan terhadap pergerakan harga emas. Namun demikian, koreksi yang terjadi terbilang terbatas, karena harga emas masih mampu bertahan di atas level psikologis utama $5.000 per troy ounce, dengan posisi terakhir berada di sekitar $5.022 atau turun sekitar 0,72 persen.

Berdasarkan kajian teknikal yang disampaikan oleh analis Dupoin Futures, Andy Nugraha, struktur pergerakan harga emas saat ini masih menunjukkan kondisi yang relatif sehat. Pola candlestick yang terbentuk, dikombinasikan dengan indikator Moving Average, mengindikasikan bahwa tren bullish pada XAU/USD justru tetap terjaga dan cenderung menguat. Hal ini mencerminkan bahwa minat beli investor terhadap emas masih cukup solid, terutama setelah terjadinya koreksi tajam dalam beberapa waktu terakhir. Andy menilai bahwa tekanan turun yang muncul lebih bersifat sebagai fase konsolidasi atau koreksi teknikal dalam tren naik jangka menengah hingga panjang, bukan sebagai sinyal perubahan arah tren secara menyeluruh.

Lebih lanjut, Andy Nugraha menjelaskan bahwa selama harga emas mampu bertahan di atas area support penting, peluang terjadinya penguatan lanjutan masih sangat terbuka. Jika dorongan bullish kembali mendominasi pasar dan didukung oleh sentimen global yang kondusif, maka XAU/USD berpotensi melanjutkan kenaikan hingga menguji area resistance berikutnya di sekitar level 5.232. Di sisi lain, pelaku pasar tetap perlu mewaspadai potensi koreksi lanjutan. Apabila harga emas gagal mempertahankan momentum kenaikan dan kembali berada di bawah tekanan jual, maka penurunan berpotensi mengarah ke area support terdekat di kisaran 4.841, yang menjadi batas penting untuk menjaga kesinambungan tren naik.

Dari sisi fundamental, pergerakan harga emas saat ini masih dipengaruhi oleh stabilnya nilai tukar dolar AS serta meningkatnya selera risiko di pasar keuangan global. Pada sesi awal perdagangan Asia hari Rabu, harga emas tercatat melemah mendekati level $5.045, seiring pelaku pasar mencoba mengevaluasi apakah harga telah membentuk titik terendah setelah aksi jual besar-besaran yang terjadi sebelumnya. Indeks Dolar AS (DXY) yang bergerak relatif datar di area 96,78 turut menjadi faktor yang menahan laju penguatan emas dalam jangka pendek, mengingat hubungan terbalik antara dolar AS dan harga logam mulia.

Meski demikian, faktor geopolitik masih memberikan dukungan signifikan terhadap harga emas. Ketegangan yang terus berlangsung antara Amerika Serikat dan Iran membuat investor cenderung tetap mempertahankan eksposur terhadap aset lindung nilai seperti emas. Pernyataan Presiden AS Donald Trump yang kembali melontarkan ancaman terkait kemungkinan aksi militer terhadap Iran, serta dinamika diplomatik di kawasan Timur Tengah, menambah ketidakpastian global yang berpotensi membatasi ruang penurunan harga emas lebih dalam.

Selain faktor geopolitik, perhatian pasar saat ini juga tertuju pada rilis sejumlah data ekonomi penting dari Amerika Serikat. Pelaku pasar cenderung mengambil sikap menunggu dan mengamati menjelang publikasi laporan ketenagakerjaan dan inflasi. Laporan Nonfarm Payrolls (NFP) yang tertunda diperkirakan menunjukkan penambahan tenaga kerja sekitar 70.000 pada Januari, sementara tingkat pengangguran diproyeksikan tetap stabil di level 4,4 persen. Di sisi lain, data inflasi Indeks Harga Konsumen (CPI) yang akan dirilis pada akhir pekan ini juga akan menjadi acuan penting bagi arah kebijakan moneter Federal Reserve.

Secara keseluruhan, Andy Nugraha menilai bahwa pergerakan harga emas masih berada dalam fase konsolidasi dengan kecenderungan bullish. Selama ketidakpastian geopolitik masih tinggi dan ekspektasi pasar terhadap arah kebijakan moneter tetap mendukung, harga emas berpeluang kembali melanjutkan tren penguatan. Namun, volatilitas jangka pendek diperkirakan masih akan mewarnai pergerakan pasar, sehingga investor disarankan untuk tetap mencermati perkembangan data ekonomi dan sentimen global secara cermat.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

  • Penulis: vritimes

Rekomendasi Untuk Anda

  • Gelar RUPSLB, IPCC Perkuat Struktur Pengurus Perseroan

    Gelar RUPSLB, IPCC Perkuat Struktur Pengurus Perseroan

    • calendar_month Jumat, 4 Sep 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 13
    • 0Komentar

    Jakarta, September 2026 – PT Indonesia Kendaraan Terminal Tbk (IDX: IPCC) menyelenggarakan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada Kamis (3/9), dengan mata acara Persetujuan Perubahan Susunan Pengurus Perseroan. RUPSLB dipimpin oleh Komisaris Utama Perseroan dan dihadiri oleh Dewan Komisaris, Direksi, serta para pemegang saham dan/atau kuasa pemegang saham Perseroan, secara offline maupun melalui […]

  • BRI Finance Perkuat Akses Pembiayaan Kendaraan melalui BRI KKB Expo 2026 di Jakarta dan Sekitarnya

    BRI Finance Perkuat Akses Pembiayaan Kendaraan melalui BRI KKB Expo 2026 di Jakarta dan Sekitarnya

    • calendar_month Kamis, 30 Jul 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 30
    • 0Komentar

    Jakarta, 7 Juli 2026 – Masyarakat Jakarta dan sekitarnya kini memiliki kesempatan lebih mudah untuk mewujudkan rencana memiliki kendaraan melalui penyelenggaraan BRI KKB Expo 2026 yang berlangsung pada 6–10 Juli 2026. Sebagai bagian dari BRI Group, PT BRI Multifinance Indonesia (“BRI Finance”) turut mendukung penyelenggaraan expo yang digelar secara serentak di 131 Unit Kerja BRI […]

  • India Sebut Kunjungan PM Modi ke Indonesia Tinggalkan Kesan Mendalam

    India Sebut Kunjungan PM Modi ke Indonesia Tinggalkan Kesan Mendalam

    • calendar_month Rabu, 8 Jul 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 27
    • 0Komentar

    Jakarta — Pemerintah India menilai kunjungan kenegaraan Perdana Menteri Narendra Modi ke Indonesia meninggalkan kesan yang sangat mendalam, tidak hanya karena berbagai hasil konkret yang dicapai, tetapi juga berkat sambutan hangat dan penghormatan kenegaraan yang diberikan oleh Indonesia sepanjang lawatan tersebut. Dalam konferensi pers di Jakarta pada Selasa (7/7/2026) malam, Sekretaris (Timur) Kementerian Luar Negeri India, […]

  • Cara Bayar Pakai QRIS neobank yang Cepat dan Praktis

    Cara Bayar Pakai QRIS neobank yang Cepat dan Praktis

    • calendar_month Minggu, 21 Jun 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 27
    • 0Komentar

    Cara bayar QRIS kini menjadi salah satu metode pembayaran yang paling banyak digunakan masyarakat karena praktis, cepat, dan dapat digunakan di berbagai merchant. Cukup dengan memindai kode QR menggunakan aplikasi perbankan atau pembayaran digital, transaksi dapat diselesaikan dalam hitungan detik tanpa perlu membawa uang tunai. Di Indonesia, penggunaan QRIS (Quick Response Code Indonesian Standard) terus […]

  • Bittime Tekankan Edukasi di Tengah Transformasi Strategi Bitcoin yang Digadang Michael Saylor

    Bittime Tekankan Edukasi di Tengah Transformasi Strategi Bitcoin yang Digadang Michael Saylor

    • calendar_month Kamis, 19 Feb 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 55
    • 0Komentar

    Jakarta, 19 Februari 2026 – Akhir-akhir ini Michael Saylor, CEO MicroStrategy menjadi perbincangan hangat di kalangan investor, karena strategi yang dijalankannya  memberikan sinyal kuat bagi dunia investasi bahwa Bitcoin kini bukan sekadar instrumen spekulasi, melainkan aset cadangan utama di era digital. Sejalan dengan ini Bittime tekankan literasi investasi aset kripto dan pengenalan profil risiko sebelum […]

  • BRI Finance Jaga Kualitas Aset, Beban Pencadangan Turun 4,01% hingga Mei 2026

    BRI Finance Jaga Kualitas Aset, Beban Pencadangan Turun 4,01% hingga Mei 2026

    • calendar_month Rabu, 1 Jul 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 21
    • 0Komentar

    Jakarta, 30 Juni 2026 – Industri pembiayaan nasional masih menunjukkan pertumbuhan positif di tengah tantangan ekonomi yang belum sepenuhnya mereda. Berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK), piutang pembiayaan perusahaan multifinance tumbuh 2,08% secara tahunan (year-on-year/YoY) menjadi Rp514,65 triliun per April 2026. Namun, di sisi lain, kualitas pembiayaan industri menghadapi tekanan yang tercermin dari meningkatnya rasio […]

expand_less