Breaking News
light_mode
Beranda » Ekonomi » Harga WTI Pekan Depan Dibayangi Tekanan Jual dan Ketidakpastian Pasokan

Harga WTI Pekan Depan Dibayangi Tekanan Jual dan Ketidakpastian Pasokan

  • account_circle vritimes
  • calendar_month 53 menit yang lalu
  • visibility 3
  • comment 0 komentar

Harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) berpotensi melanjutkan pelemahan pada pekan depan setelah gagal menembus zona resistance US$93,15–US$94,72. Berdasarkan analisis Dupoin Futures, penolakan harga di area tersebut membuka peluang bagi minyak untuk bergerak turun menuju support US$88,61–US$86,82. Secara teknikal, pergerakan ini berpotensi membentuk pola ABC Correction yang mendukung skenario koreksi lanjutan.

Geraldo Kofit, analis Dupoin Futures, menjelaskan bahwa kegagalan WTI melewati resistance menunjukkan tekanan jual masih perlu diperhatikan. Pada timeframe Daily, harga membentuk rejection setelah mencoba menembus area US$93,15–US$94,72. Kondisi ini menjadi sinyal bahwa momentum kenaikan belum cukup kuat untuk mengonfirmasi perubahan arah tren.

Menurut analisis Dupoin Futures, zona resistance tersebut akan menjadi salah satu level kunci untuk menentukan arah WTI pada pekan depan. Apabila harga kembali menguji resistance tetapi gagal menembusnya, peluang penurunan menuju US$88,61–US$86,82 masih terbuka. Sebaliknya, jika WTI mampu menembus dan bertahan di atas resistance, skenario bearish yang dipantau Dupoin Futures perlu ditinjau kembali.

Pola ABC Correction yang berpotensi terbentuk mencerminkan kemungkinan berlanjutnya fase koreksi setelah harga mengalami pergerakan naik sebelumnya. Dalam skenario ini, Dupoin Futures melihat zona US$88,61–US$86,82 sebagai area support yang perlu diperhatikan. Reaksi harga ketika mencapai zona tersebut akan membantu menunjukkan apakah tekanan jual masih dominan atau mulai mereda.

Dari sisi fundamental, prospek pemulihan pasokan minyak global dapat menjadi faktor yang membatasi kenaikan harga. Apabila distribusi energi dari Timur Tengah kembali berjalan lebih normal dan arus ekspor meningkat, kekhawatiran pasar terhadap gangguan pasokan berpotensi berkurang. Kondisi tersebut dapat mengurangi premi risiko geopolitik yang sebelumnya menopang harga minyak.

Namun, Dupoin Futures menilai risiko gangguan pasokan masih menjadi faktor yang dapat meningkatkan volatilitas WTI. Serangan terhadap kapal tanker dan ketidakpastian pengiriman melalui Selat Hormuz berpotensi menghambat distribusi minyak mentah. Jika gangguan kembali meningkat, harga minyak dapat mengalami rebound meskipun struktur teknikal masih menunjukkan risiko penurunan.

Perkembangan terbaru memperlihatkan bagaimana sentimen geopolitik dapat mengubah arah harga dalam waktu singkat. Reuters melaporkan pada Jumat, 9 Oktober 2026, bahwa harga WTI turun sekitar US$0,52 menjadi US$90,97 per barel setelah komentar Presiden AS Donald Trump mengenai kemungkinan pembicaraan dengan Iran meredakan sebagian kekhawatiran terhadap gangguan pasokan. Namun, risiko tetap ada karena situasi di Timur Tengah belum sepenuhnya stabil dan ancaman terhadap distribusi energi masih menjadi perhatian pasar. 

Selain faktor geopolitik, potensi pemulihan pasokan dan perkembangan produksi minyak juga akan memengaruhi keseimbangan pasar. Reuters mencatat bahwa ancaman badai di Teluk Meksiko turut mengganggu produksi minyak lepas pantai AS, sehingga menambah ketidakpastian terhadap pasokan jangka pendek. Faktor tersebut dapat menahan penurunan harga meskipun tekanan jual muncul dari meredanya kekhawatiran konflik.

Geraldo Kofit dari Dupoin Futures menilai bahwa pelaku pasar perlu mengamati perkembangan pasokan global bersamaan dengan respons harga terhadap resistance utama. Jika WTI tetap gagal menembus US$93,15–US$94,72, peluang koreksi menuju US$88,61–US$86,82 masih terbuka. Namun, peningkatan risiko gangguan pengiriman melalui Selat Hormuz berpotensi memicu lonjakan harga dan membuat pergerakan minyak lebih volatil.

Dengan demikian, prediksi harga WTI pekan depan menurut analisis Dupoin Futures masih cenderung bearish selama harga belum berhasil menembus resistance US$93,15–US$94,72. Target penurunan berada di zona US$88,61–US$86,82, dengan pola ABC Correction sebagai salah satu skenario teknikal yang perlu dicermati.

Meski demikian, Dupoin Futures mengingatkan bahwa perkembangan geopolitik, pemulihan pasokan, serta kondisi distribusi energi dapat mengubah sentimen pasar. Karena itu, konfirmasi pergerakan harga tetap diperlukan sebelum menentukan apakah tekanan jual akan berlanjut atau digantikan oleh rebound.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

  • Penulis: vritimes

Rekomendasi Untuk Anda

  • Tanamkan Budaya Keselamatan Sejak Dini, KAI Daop 4 Semarang Gelar Edukasi Perkeretaapian di Stasiun Pemalang

    Tanamkan Budaya Keselamatan Sejak Dini, KAI Daop 4 Semarang Gelar Edukasi Perkeretaapian di Stasiun Pemalang

    • calendar_month Minggu, 15 Feb 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 72
    • 0Komentar

    KAI Daop 4 Semarang terus berkomitmen mendukung edukasi transportasi publik kepada masyarakat sejak usia dini. Salah satu wujud komitmen tersebut diwujudkan melalui penerimaan kunjungan edukatif dari siswa-siswi TK Islam Terpadu Pemalang yang berlangsung di Stasiun Pemalang pada Jumat (15/2). KAI Daop 4 Semarang terus berkomitmen mendukung edukasi transportasi publik kepada masyarakat sejak usia dini. Salah […]

  • Safari Ramadhan MIND ID Dorong Kepedulian terhadap Masa Depan Generasi

    Safari Ramadhan MIND ID Dorong Kepedulian terhadap Masa Depan Generasi

    • calendar_month Rabu, 11 Mar 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 73
    • 0Komentar

    JAKARTA — Holding Industri Pertambangan Indonesia MIND ID terus memperkuat komitmennya dalam mendukung pembangunan masa depan generasi muda Indonesia. Upaya tersebut diwujudkan melalui berbagai kegiatan sosial yang menjangkau seluruh kalangan masyarakat. Dalam momentum Bulan Suci Ramadhan, MIND ID menggelar kegiatan Buka Puasa Bersama Anak-Anak Yatim Piatu sebagai bagian dari rangkaian Program Safari Ramadhan 2026. Kegiatan […]

  • Permintaan Baja Diprediksi Naik Setelah Lebaran, Banyak Kontraktor Mulai Berburu Stok Material

    Permintaan Baja Diprediksi Naik Setelah Lebaran, Banyak Kontraktor Mulai Berburu Stok Material

    • calendar_month Jumat, 27 Mar 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 59
    • 0Komentar

    Setiap tahun, periode setelah Hari Raya sering menjadi momentum meningkatnya aktivitas pembangunan di berbagai sektor industri. Banyak proyek konstruksi yang sebelumnya berjalan lebih lambat selama bulan Ramadhan kembali bergerak dengan cepat setelah masa libur Lebaran berakhir. Situasi ini tidak hanya terlihat pada proyek pembangunan skala besar, tetapi juga pada berbagai proyek fasilitas industri seperti gudang […]

  • Apa Itu BI Fast dan Bedanya dengan Transfer Biasa?

    Apa Itu BI Fast dan Bedanya dengan Transfer Biasa?

    • calendar_month Kamis, 23 Jul 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 24
    • 0Komentar

    BI Fast adalah infrastruktur sistem pembayaran dari Bank Indonesia yang memungkinkan transfer dana antarbank dilakukan lebih cepat dengan biaya yang lebih efisien dibandingkan metode transfer konvensional. Karena itu, BI Fast kini menjadi salah satu layanan transfer yang banyak digunakan oleh perbankan di Indonesia. Meski sama-sama digunakan untuk mengirim uang, BI Fast dan transfer biasa memiliki […]

  • KAI Logistik Raih Penghargaan 8th Top Digital Corporate Brand Award 2026

    KAI Logistik Raih Penghargaan 8th Top Digital Corporate Brand Award 2026

    • calendar_month Kamis, 5 Mar 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 65
    • 0Komentar

    Anak perusahaan PT Kereta Api Indonesia (Persero), PT Kereta Api Logistik (KAI Logistik), meraih penghargaan 8th Top Digital Corporate Brand Award 2026 untuk kategori Subsidiary BUMN dengan total skor 79,90 poin. Penghargaan tersebut diterima oleh Vice President of Corporate Secretary KAI Logistik, Dwi Wulandari, dalam seremoni yang berlangsung pada Kamis, 5 Maret 2026 di Ballroom […]

  • BRI KCP Pasar Tanah Abang Hadir Layani Pengunjung dan Pedagang Melalui Layanan Weekend Banking

    BRI KCP Pasar Tanah Abang Hadir Layani Pengunjung dan Pedagang Melalui Layanan Weekend Banking

    • calendar_month Selasa, 26 Mei 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 28
    • 0Komentar

    Sebagai bentuk komitmen dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat dan pelaku usaha, BRI KCP Pasar Tanah Abang menghadirkan layanan Weekend Banking guna melayani kebutuhan transaksi perbankan para pengunjung dan pedagang di kawasan Pasar Tanah Abang. Kehadiran layanan ini memberikan kemudahan bagi masyarakat yang tetap beraktivitas di akhir pekan maupun hari libur untuk melakukan berbagai transaksi […]

expand_less