Breaking News
light_mode
Beranda » Ekonomi » Prediksi Harga Emas Hari Ini: Dupoin Futures Sebut Gold Berpeluang Rebound ke 4.081

Prediksi Harga Emas Hari Ini: Dupoin Futures Sebut Gold Berpeluang Rebound ke 4.081

  • account_circle vritimes
  • calendar_month Senin, 20 Jul 2026
  • visibility 13
  • comment 0 komentar

Harga emas diperkirakan memiliki peluang untuk melanjutkan penguatan pada perdagangan hari Senin (20/7) setelah muncul sejumlah sinyal teknikal yang mengindikasikan berakhirnya tekanan jual dalam jangka pendek. Berdasarkan analisis Dupoin Futures, analis Dupoin Futures, Geraldo Kofit, menilai bahwa meskipun tren utama pada time frame yang lebih besar masih cenderung bearish, pergerakan harga di time frame satu jam mulai memperlihatkan indikasi pembalikan arah yang dapat membuka ruang kenaikan dalam beberapa sesi ke depan. Didukung oleh sentimen fundamental yang masih berpihak pada aset safe haven, Dupoin Futures melihat potensi Gold untuk menguji level resistance penting apabila momentum beli terus berlanjut.

Menurut analisis teknikal Dupoin Futures, salah satu sinyal yang menjadi perhatian utama adalah terbentuknya pola Double Bottom, yang selama ini dikenal sebagai pola pembalikan arah dari tren turun menuju tren naik. Pola tersebut muncul setelah harga gagal menembus area support kedua di kisaran 3.959, yang menunjukkan bahwa tekanan jual mulai kehilangan tenaga. Dalam pandangan Geraldo Kofit, kondisi ini menjadi indikasi awal bahwa buyer mulai kembali memasuki pasar dan berupaya mengubah arah pergerakan harga.

Tidak hanya itu, Dupoin Futures juga mencermati kemunculan pola candlestick Bullish Engulfing setelah harga memantul dari area support. Pola tersebut memperlihatkan bahwa kekuatan pembeli berhasil menguasai perdagangan setelah sebelumnya pasar didominasi oleh aksi jual. Menurut Geraldo Kofit, kombinasi antara Double Bottom dan Bullish Engulfing merupakan sinyal teknikal yang cukup kuat untuk mengindikasikan potensi berlanjutnya penguatan harga emas dalam jangka pendek.

Setelah membentuk pola pembalikan tersebut, harga kemudian melakukan retest terhadap area support dan berhasil membentuk swing low baru di level 3.982. Dupoin Futures menilai keberhasilan mempertahankan level tersebut menjadi konfirmasi tambahan bahwa tekanan beli masih cukup solid. Selama harga tetap bergerak di atas area tersebut, struktur kenaikan diperkirakan masih akan terjaga sehingga peluang menuju level resistance berikutnya tetap terbuka.

Dalam proyeksinya, Dupoin Futures memperkirakan target kenaikan pertama berada di area 4.049. Level ini menjadi resistance penting yang akan menentukan apakah momentum bullish mampu berlanjut. Apabila harga berhasil menembus resistance tersebut disertai volume transaksi yang meningkat, maka peluang penguatan diperkirakan semakin besar dengan target selanjutnya di area 4.081. Kedua level tersebut dipandang sebagai area krusial yang layak menjadi perhatian para pelaku pasar dalam menentukan strategi perdagangan.

Dari sisi indikator teknikal, Dupoin Futures juga menyoroti pergerakan Stochastic Oscillator yang masih bergerak naik menuju area overbought. Meski indikator mulai memasuki zona jenuh beli, hingga kini belum terlihat adanya sinyal pelemahan ataupun divergensi yang mengindikasikan pembalikan arah. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa momentum bullish masih cukup kuat dan masih mampu menopang kenaikan harga dalam jangka pendek. Oleh sebab itu, Dupoin Futures menilai peluang penguatan masih lebih dominan selama tidak terjadi penembusan kembali di bawah area support utama.

Selain analisis teknikal, Dupoin Futures melihat bahwa faktor fundamental juga memberikan dukungan terhadap prospek kenaikan harga emas. Ketidakpastian ekonomi global yang masih membayangi pasar membuat permintaan terhadap aset safe haven tetap tinggi. Dalam situasi ketika investor menghadapi risiko perlambatan ekonomi maupun volatilitas pasar keuangan, emas umumnya menjadi salah satu instrumen investasi yang paling banyak dipilih untuk menjaga nilai aset.

Sentimen positif lainnya datang dari meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah. Dupoin Futures menilai bahwa eskalasi konflik setelah Amerika Serikat melancarkan serangan terhadap Iran sebagai respons atas tewasnya dua personel militernya telah memicu peningkatan minat investor terhadap instrumen lindung nilai. Kondisi tersebut memberikan tambahan dorongan bagi harga emas karena investor cenderung mengurangi eksposur terhadap aset berisiko dan beralih ke instrumen yang dinilai lebih aman.

Di sisi lain, Dupoin Futures juga mencermati ekspektasi pasar terhadap arah kebijakan moneter bank sentral. Apabila Federal Reserve maupun bank sentral utama lainnya mulai memberikan sinyal kebijakan yang lebih akomodatif, tekanan terhadap imbal hasil obligasi pemerintah Amerika Serikat berpotensi meningkat, sementara penguatan dolar AS dapat menjadi lebih terbatas. Lingkungan seperti ini umumnya memberikan keuntungan bagi emas karena biaya peluang untuk memiliki aset yang tidak memberikan imbal hasil menjadi lebih rendah.

Meski demikian, Dupoin Futures mengingatkan bahwa investor tetap perlu mencermati berbagai rilis data ekonomi Amerika Serikat dalam waktu dekat. Data yang menunjukkan perlambatan ekonomi atau berada di bawah ekspektasi pasar berpotensi memperkuat peluang kenaikan harga emas karena meningkatkan spekulasi mengenai pelonggaran kebijakan moneter. Sebaliknya, apabila data ekonomi justru lebih kuat dari perkiraan, dolar AS berpotensi kembali menguat sehingga ruang kenaikan emas dapat menjadi lebih terbatas.

Secara keseluruhan, Dupoin Futures memandang prospek harga emas pada perdagangan hari ini cenderung positif. Kombinasi sinyal teknikal berupa Double Bottom, Bullish Engulfing, pembentukan swing low, serta dukungan sentimen fundamental dari meningkatnya permintaan aset safe haven memberikan peluang bagi Gold untuk melanjutkan penguatan. Selama harga mampu bertahan di atas level 3.982, Dupoin Futures menilai target kenaikan menuju 4.049 hingga 4.081 masih realistis untuk dicapai. Namun, investor dan trader tetap disarankan menjaga disiplin manajemen risiko serta memantau perkembangan data ekonomi dan dinamika geopolitik yang dapat memicu perubahan sentimen pasar secara cepat.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

  • Penulis: vritimes

Rekomendasi Untuk Anda

  • Bitcoin Jebol Support US.000, Tiga Tekanan Besar Ini Bisa Picu Volatilitas Baru

    Bitcoin Jebol Support US$64.000, Tiga Tekanan Besar Ini Bisa Picu Volatilitas Baru

    • calendar_month Minggu, 2 Agt 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 14
    • 0Komentar

    Jakarta, 2 Agustus 2026 — Pasar aset kripto kembali menghadapi tekanan setelah harga Bitcoin atau BTC turun ke kisaran US$63.900 pada 30 Juli 2026. Dalam tujuh hari terakhir, aset kripto terbesar tersebutterkoreksi sekitar 2,7% dan sempat menyentuh level terendah US$62.785, sekaligus menembus area support penting di US$64.000.  Berdasarkan laporan Market Outlook FLOQ, pelemahan Bitcoin saat ini tidak hanya dipengaruhi satu faktor. Setidaknya terdapat tiga tekanan utama yang membayangi pasar, yaitu meningkatnya ekspektasi kenaikansuku bunga Amerika Serikat, eskalasi konflik di Timur Tengah, serta melemahnya struktur teknikal BTC setelah support US$64.000 ditembus.  CEO dan Founder FLOQ, Yudhono Rawis, mengatakan kondisi pasar saat ini menunjukkan bahwa investor kembali mengurangi eksposur terhadap aset berisiko.  “Pasar sedang menghadapi kombinasi tekanan makroekonomi, geopolitik, dan teknikal secara bersamaan. Penembusan level US$64.000 menjadi penting karena menunjukkan bahwa sentimen pasar belum cukup kuatuntuk mempertahankan momentum pemulihan Bitcoin,” kata Yudho.  The Fed Tahan Suku Bunga, tetapi Pasar Justru Makin Hawkish  Bank Sentral Amerika Serikat atau The Fed mempertahankan suku bunga di kisaran 3,50–3,75% pada pertemuan 29 Juli. Keputusan tersebut merupakan penahanan suku bunga untuk kelima kalinya secara berturut-turut.  Namun, keputusan tersebut tidak serta-merta dibaca sebagai sinyal pelonggaran oleh pelaku pasar. Tiga pejabat regional The Fed justru memberikan suara untuk menaikkan suku bunga sebesar 25 basis poin.  Akibatnya, probabilitas kenaikan suku bunga pada September meningkat menjadi sekitar 72,3%, lebih tinggi dibandingkan kisaran 54–63% dalam dua pekan sebelumnya. Kondisi ini berpotensi mempertahankan tekananterhadap Bitcoin dan aset berisiko lainnya.  Menurut Yudho, […]

  • Arus Logistik Jelang Lebaran Meningkat, Pelindo Antisipasi Kepadatan di Pelabuhan

    Arus Logistik Jelang Lebaran Meningkat, Pelindo Antisipasi Kepadatan di Pelabuhan

    • calendar_month Kamis, 5 Mar 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 48
    • 0Komentar

    Arus logistik nasional menunjukkan tren peningkatan menjelang Lebaran 2026. Pelaku usaha logistik serta Subholding Pelindo Terminal Petikemas (SPTP) mulai menerapkan strategi khusus untuk memastikan arus logistik tetap lancar. SURABAYA (05/03) – Arus logistik nasional menunjukkan tren peningkatan menjelang Lebaran 2026. Pelaku usaha logistik mulai menerapkan strategi khusus untuk memastikan arus logistik tetap lancar. Peningkatan arus […]

  • Hadapi Ketidakpastian RKAB,  BRI Finance Fokus Jaga Kualitas Portofolio

    Hadapi Ketidakpastian RKAB, BRI Finance Fokus Jaga Kualitas Portofolio

    • calendar_month Rabu, 29 Apr 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 28
    • 0Komentar

    Jakarta, 30 April 2026 – Di tengah dinamika sektor pertambangan, khususnya batu bara, industri pembiayaan saat ini mengadopsi pendekatan yang lebih selektif dalam penyaluran kredit, terutama pada segmen alat berat. Hal ini sejalan dengan masih berlangsungnya proses penyesuaian Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) tahun 2026, di tengah indikasi penurunan target produksi batu bara nasional […]

  • Susunan Baru Direksi PT Pelindo Sinergi Lokaseva untuk Dukung Transformasi dan Tata Kelola Perusahaan

    Susunan Baru Direksi PT Pelindo Sinergi Lokaseva untuk Dukung Transformasi dan Tata Kelola Perusahaan

    • calendar_month Jumat, 26 Jun 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 28
    • 0Komentar

    Jakarta, 26 Juni 2026 – Pemegang Saham PT Pelindo Sinergi Lokaseva (PT PSL) menetapkan perubahan susunan Direksi Perseroan melalui Keputusan Pemegang Saham yang ditandatangani pada 25 Juni 2026. Penetapan tersebut merupakan bagian dari langkah strategis perusahaan dalam memperkuat kepemimpinan, mendukung transformasi bisnis, meningkatkan daya saing, serta mewujudkan penerapan tata kelola perusahaan yang baik secara berkelanjutan. […]

  • Investor Tak Lagi Sekadar Cari Lahan, Ekosistem Industri Jadi Pertimbangan Utama

    Investor Tak Lagi Sekadar Cari Lahan, Ekosistem Industri Jadi Pertimbangan Utama

    • calendar_month Jumat, 26 Jun 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 21
    • 0Komentar

    Cara investor memilih kawasan industri di Indonesia mulai mengalami perubahan. Jika sebelumnya keputusan investasi lebih banyak ditentukan oleh harga lahan dan ketersediaan ruang produksi, kini semakin banyak perusahaan yang mempertimbangkan faktor konektivitas logistik, akses supply chain, ketersediaan utilitas, hingga dukungan ekosistem bisnis sebagai bagian dari strategi investasi jangka panjang. Perubahan tersebut terjadi seiring masuknya gelombang […]

  • Memahami Transformasi Global dan Penguatan Literasi Digital Bersama Bittime

    Memahami Transformasi Global dan Penguatan Literasi Digital Bersama Bittime

    • calendar_month Minggu, 15 Mar 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 50
    • 0Komentar

    Jakarta, 15 Maret 2026 – Pasar aset digital pada tahun 2026 ini menunjukkan wajah yang sangat berbeda dibandingkan dengan fase penurunan tajam yang terjadi pada tahun 2022. Menanggapi hal ini, Bittime, crypto exchange yang mengusung Trustworthiness, sebagai salah satu pondasi platformnya, kembali menekankan penguatan literasi dan strategi investasi yang tidak terbatas pada sentimen pasar. Sebelumnya, […]

expand_less