Breaking News
light_mode
Beranda » Ekonomi » KAI Logistik Catat Pertumbuhan Angkutan Reefer Lebih dari 30%, Perkuat Rantai Pasok Cold Chain Nasiona

KAI Logistik Catat Pertumbuhan Angkutan Reefer Lebih dari 30%, Perkuat Rantai Pasok Cold Chain Nasiona

  • account_circle vritimes
  • calendar_month Selasa, 30 Jun 2026
  • visibility 29
  • comment 0 komentar

PT Kereta Api Logistik (KAI Logistik) terus memperkuat perannya dalam mendukung rantai pasok berpendingin (cold chain) nasional melalui layanan angkutan reefer berbasis kereta api. Hingga Mei 2026, KAI Logistik berhasil mengangkut sekitar 9.352 teus komoditas berpendingin, meningkat 39% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Pencapaian tersebut mencerminkan meningkatnya kebutuhan industri terhadap sistem logistik yang mampu menjaga kualitas, keamanan, dan kesegaran produk selama proses distribusi. Melalui layanan reefer container, KAI Logistik mendukung distribusi berbagai komoditas yang memerlukan pengendalian suhu, mulai dari produk pangan segar dan olahan, hasil perikanan, hingga produk farmasi yang sensitif terhadap perubahan temperatur.

VP of Commercial KAI Logistik, Ferdian Pardosi menyampaikan bahwa pertumbuhan volume angkutan reefer menunjukkan semakin tingginya kepercayaan pelanggan terhadap moda kereta api sebagai solusi logistik cold chain yang andal, efisien, dan berkelanjutan. “Cold chain merupakan salah satu elemen penting dalam menjaga kualitas produk hingga sampai ke tangan konsumen. Pertumbuhan angkutan reefer yang kami catat hingga Mei 2026 menjadi indikator bahwa kebutuhan akan layanan logistik berpendingin terus meningkat seiring berkembangnya industri pangan, perikanan, hingga farmasi di Indonesia,” ujar Ferdian.

Sejalan dengan pertumbuhan kinerja angkutan reefer KAI Logistik, prospek industri cold chain nasional juga menunjukkan potensi yang menjanjikan. Indonesia Cold Chain Logistics Market diperkirakan tumbuh dari USD 7,19 miliar pada 2025 menjadi USD 7,51 miliar pada 2026, dan mencapai USD 9,24 miliar pada 2031, dengan CAGR 4,23% sepanjang periode 2026–2031 . Proyeksi tersebut mencerminkan meningkatnya kebutuhan rantai pasok berpendingin di berbagai sektor strategis, mulai dari pangan, perikanan, agribisnis, hingga farmasi. Kondisi ini membuka peluang bagi pengembangan layanan logistik berbasis kereta api yang mampu menghadirkan distribusi berpendingin yang lebih andal, efisien, dan berkelanjutan.

Di sisi lain, pengembangan cold chain masih menghadapi sejumlah tantangan, mulai dari keterbatasan infrastruktur cold storage di berbagai wilayah, biaya operasional yang relatif tinggi, kebutuhan pasokan energi yang stabil, hingga kompleksitas pengelolaan suhu selama proses distribusi. Sebagai negara tropis dan kepulauan, menjaga integritas suhu produk dari titik produksi hingga konsumen menjadi tantangan tersendiri yang membutuhkan kolaborasi berbagai pihak dalam rantai pasok.

Dalam konteks tersebut, moda kereta api menawarkan keunggulan berupa kapasitas angkut yang besar, jadwal operasional yang terukur, serta efisiensi distribusi jarak menengah hingga jauh. Pemanfaatan reefer container pada jaringan kereta api juga membantu menjaga stabilitas suhu produk selama perjalanan sekaligus mendukung upaya pengurangan emisi dibandingkan distribusi berbasis jalan raya.

KAI Logistik tidak hanya menghadirkan layanan transportasi berpendingin, tetapi juga membangun ekosistem pendukung yang memastikan keberlangsungan rantai dingin secara menyeluruh. Melalui penyediaan fasilitas plug in reefer container di terminal-terminal operasional, KAI Logistik memastikan unit kontainer berpendingin tetap memperoleh suplai daya listrik selama berada di area terminal. Dukungan infrastruktur tersebut menjadi bagian penting dalam menjaga kualitas, kesegaran, dan keamanan komoditas yang diangkut, sekaligus memberikan keandalan layanan bagi pelanggan yang bergerak di sektor pangan, perikanan, maupun produk sensitif suhu lainnya.

“Ke depan, KAI Logistik akan terus mengembangkan layanan cold chain terintegrasi guna menjawab kebutuhan industri yang semakin berkembang. Perusahaan optimistis bahwa penguatan ekosistem logistik berpendingin tidak hanya mendukung ketahanan pangan nasional, tetapi juga meningkatkan daya saing produk Indonesia di pasar domestik maupun global,” tutup Ferdian.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

  • Penulis: vritimes

Rekomendasi Untuk Anda

  • Hal yang Perlu Diperhatikan Sebelum Memutuskan Menaikkan Daya Listrik

    Hal yang Perlu Diperhatikan Sebelum Memutuskan Menaikkan Daya Listrik

    • calendar_month Minggu, 4 Okt 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 9
    • 0Komentar

    Kebutuhan listrik di rumah bisa berubah seiring waktu. Penambahan perangkat elektronik, penggunaan AC, water heater, mesin cuci, atau peralatan rumah tangga lainnya dapat membuat daya listrik yang tersedia terasa semakin terbatas. Dalam kondisi tertentu, menaikkan daya listrik bisa menjadi salah satu pilihan. Namun, keputusan tersebut sebaiknya disesuaikan dengan kebutuhan penggunaan listrik dan kondisi anggaran rumah […]

  • Investasi Bauksit Naik 193%, Jadi Penopang Realisasi Investasi Kuartal II 2026

    Investasi Bauksit Naik 193%, Jadi Penopang Realisasi Investasi Kuartal II 2026

    • calendar_month Senin, 20 Jul 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 25
    • 0Komentar

    JAKARTA – Investasi hilirisasi bauksit menjadi motor utama pertumbuhan investasi nasional pada triwulan II 2026. Realisasi investasi sektor ini mencapai Rp40,1 triliun, melonjak 193 persen dibandingkan triwulan I 2026 yang sebesar Rp13,7 triliun. Lonjakan tersebut membuat bauksit untuk pertama kalinya menjadi komoditas dengan realisasi investasi hilirisasi terbesar di Indonesia, menggeser nikel yang selama ini mendominasi […]

  • Telkom AI Center Aceh Kenalkan Implementasi Agentic AI bagi Praktisi dan Akademisi

    Telkom AI Center Aceh Kenalkan Implementasi Agentic AI bagi Praktisi dan Akademisi

    • calendar_month Kamis, 21 Mei 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 31
    • 0Komentar

    Telkom AI Center Aceh menggelar Technical Workshop Agentic AI secara hybrid yang diikuti lebih dari 100 peserta dari kalangan praktisi, pengembang, dan akademisi untuk membahas implementasi AI adaptif di berbagai sektor industri. Banda Aceh 21 Mei 2026 – Telkom AI Center of Excellence sukses menyelenggarakan “Technical Workshop Agentic AI” secara hybrid, dihadiri oleh 70 peserta […]

  • Menyikapi Fase Transformasi Ethereum, Bittime Tekankan Pemahaman Teknis dan Literasi Digital

    Menyikapi Fase Transformasi Ethereum, Bittime Tekankan Pemahaman Teknis dan Literasi Digital

    • calendar_month Jumat, 20 Feb 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 62
    • 0Komentar

    Jakarta, 20 Februari 2026 – Pergerakan harga aset Ethereum ($ETH) saat ini memberikan gambaran yang cukup kompleks bagi ekosistem aset kripto secara global, termasuk dampaknya bagi investor Indonesia. Sejalan dengan ini Bittime kembali  tekankan literasi investasi aset kripto dan pengenalan profil risiko sebelum berinvestasi Sebelumnya, dinamika pergerakan harga $ETH yang terjadi belakangan ini dipicu oleh […]

  • Robotics Engineering Adalah Jurusan Masa Depan, Kenapa?

    Robotics Engineering Adalah Jurusan Masa Depan, Kenapa?

    • calendar_month Minggu, 5 Jul 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 31
    • 0Komentar

    Transformasi digital di berbagai sektor, mulai dari manufaktur, otomotif, logistik, kendaraan listrik, smart mobility, hingga artificial intelligence (AI), membuat perusahaan semakin membutuhkan tenaga profesional yang mampu mengembangkan sistem otomatisasi dan robotika modern. Tak heran jika University of Advancing Technology (UAT) di AS memperkirakan bahwa tingkat permintaan pekerjaan ahli robotics engineering akan meningkat sebesar 6,4% selama […]

  • Kemitraan Strategis jadi Kunci Dorong Kedaulatan Mineral

    Kemitraan Strategis jadi Kunci Dorong Kedaulatan Mineral

    • calendar_month Jumat, 21 Agt 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 17
    • 0Komentar

    JAKARTA – Upaya menciptakan kemitraan strategis menjadi salah satu kunci untuk mendorong kedaulatan mineral Indonesia. Melalui kolaborasi tersebut, Indonesia diharapkan tidak hanya menjadi pemasok bahan baku, tetapi juga mampu menguasai teknologi dan memperkuat rantai nilai industri mineral nasional.Chief Technology Officer (CTO) Danantara Indonesia Sigit Puji Santosa menjelaskan, kesenjangan teknologi Indonesia di sejumlah sektor mineral sebenarnya […]

expand_less