Kolintang Resmi Mendunia, Gubernur Yulius Selvanus Terima Sertifikat Warisan Budaya Takbenda UNESCO di Jakarta
- account_circle Editor Reputasi
- calendar_month Kamis, 4 Des 2025
- visibility 46
- comment 0 komentar

JAKARTA, reputasiplus.com – Gubernur Sulawesi Utara Mayjen TNI (Purn.) Yulius Selvanus, S.E. secara resmi menerima Sertifikat Warisan Budaya Takbenda UNESCO untuk Kolintang pada acara kenegaraan yang digelar di Museum Nasional, Jakarta, Selasa (2/12/2025). Penyerahan tersebut menandai pengukuhan musik tradisional khas Minahasa itu sebagai warisan budaya dunia yang diakui secara internasional.

Penyerahan sertifikat dilakukan oleh Direktur Jenderal Diplomasi, Promosi, dan Kerja Sama Kebudayaan Kementerian Kebudayaan RI, Endah Thahjani Dwirini Retno Astuti, SS., MPhil., yang hadir mewakili pemerintah pusat. Selain Kolintang, acara yang sama juga menyertakan penyerahan sertifikat UNESCO untuk Reog Ponorogo dan Kebaya, dua warisan budaya nasional lain yang berhasil masuk dalam daftar Representative List of the Intangible Cultural Heritage of Humanity.

Acara resmi tersebut dihadiri perwakilan dari Arsip Nasional RI, Kementerian Luar Negeri, pejabat Kementerian Kebudayaan, PINKAN Indonesia, serta komunitas budaya dan para seniman yang selama ini berperan aktif dalam pelestarian kesenian tradisional Indonesia. Kehadiran berbagai unsur lembaga negara dan komunitas seni mencerminkan kuatnya dukungan terhadap penguatan diplomasi budaya Indonesia di tingkat global.
Dalam kesempatan itu, Gubernur Yulius Selvanus hadir didampingi sejumlah pejabat Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara, antara lain Asisten Administrasi Umum Setdaprov Sulut Dr. Franky Manumpil dan Kepala Dinas Kebudayaan Daerah Provinsi Sulawesi Utara, Jani Niclas Lukas. Kehadiran para pejabat tersebut menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi Sulut dalam mendukung penuh proses pelestarian Kolintang sebagai identitas budaya daerah.

Penetapan Kolintang sebagai Warisan Budaya Takbenda UNESCO menjadi tonggak sejarah penting bagi masyarakat Sulawesi Utara. Pengakuan internasional ini tidak hanya mengukuhkan nilai musikal dan teknis permainan Kolintang sebagai instrumen khas Nusantara, tetapi juga menjadikannya simbol kearifan lokal yang berhasil menembus batas global. Dengan pengakuan tersebut, Kolintang kini berdiri sejajar dengan berbagai warisan budaya besar dunia lainnya yang telah lebih dahulu diakui UNESCO.

Dalam sambutan resminya, Gubernur Yulius Selvanus menyampaikan rasa syukur dan kebanggaan atas pencapaian bersejarah tersebut. Ia menegaskan bahwa pengakuan UNESCO merupakan amanah besar yang harus dijaga oleh seluruh masyarakat Sulawesi Utara. Menurutnya, pemerintah daerah memiliki tanggung jawab moral dan historis untuk memastikan Kolintang terus dilestarikan, dikembangkan, dan diwariskan kepada generasi masa depan agar tetap relevan di tengah perkembangan zaman.
Lebih lanjut, Gubernur menyebut bahwa pencapaian ini memperkuat posisi Sulawesi Utara dalam diplomasi budaya Indonesia. Kolintang, katanya, bukan hanya alat musik, tetapi suara identitas dan ekspresi artistik masyarakat Sulut yang telah lama dikenal secara internasional. Dengan masuknya Kolintang ke daftar UNESCO, potensi Kolintang untuk tampil di panggung-panggung global semakin terbuka luas, sekaligus menjadi peluang untuk meningkatkan apresiasi dunia terhadap seni tradisional Indonesia.

Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara sendiri telah menyiapkan sejumlah langkah strategis untuk menindaklanjuti pengakuan tersebut. Program-program yang dirancang meliputi perluasan akses pembelajaran Kolintang bagi generasi muda, peningkatan ruang pertunjukan di tingkat lokal, nasional, dan internasional, hingga upaya konservasi terhadap teknik pembuatan instrumen Kolintang yang semakin jarang dikuasai. Pemprov juga berkomitmen mendorong kolaborasi antara seniman, pendidik, dan industri kreatif agar Kolintang dapat terus berkembang dengan inovasi tanpa meninggalkan nilai-nilai tradisinya.
Pengakuan UNESCO ini diharapkan menjadi momentum baru bagi Sulawesi Utara untuk memperkuat ekosistem seni budaya dan memajukan sektor kreatif daerah. Melalui dukungan pemerintah dan partisipasi aktif masyarakat, Kolintang diharapkan tidak hanya menjadi kebanggaan Sulut, tetapi juga ikon budaya Indonesia yang semakin mendunia.
Redaksi ReputasiPlus
- Penulis: Editor Reputasi


