Breaking News
light_mode
Beranda » Ekonomi » Komisi XII DPR RI Apresiasi Hilirisasi Tembaga MIND ID Grup, Kontribusi ke Negara Diproyeksikan Tembus Rp120 Triliun

Komisi XII DPR RI Apresiasi Hilirisasi Tembaga MIND ID Grup, Kontribusi ke Negara Diproyeksikan Tembus Rp120 Triliun

  • account_circle vritimes
  • calendar_month Rabu, 15 Jul 2026
  • visibility 34
  • comment 0 komentar

JAKARTA — Komisi XII DPR RI mengapresiasi langkah Holding Industri Pertambangan Indonesia MIND ID bersama PT Freeport Indonesia (PTFI) dalam memperkuat hilirisasi tembaga nasional melalui pembangunan smelter dan Precious Metal Refinery (PMR) di Gresik.

Investasi tersebut dinilai menjadi tonggak penting dalam meningkatkan nilai tambah mineral di dalam negeri, memperkuat rantai pasok industri pengolahan, sekaligus mendorong kontribusi terhadap penerimaan negara yang diproyeksikan menembus lebih dari Rp 120 triliun per tahun saat produksi kembali normal.

Apresiasi tersebut disampaikan dalam rapat dengar pendapat Komisi XII DPR RI bersama PT Freeport Indonesia dan PT Amman Mineral Internasional.

Anggota Komisi XII DPR RI Arif Riyanto Uopdana menyampaikan apresiasi terhadap berbagai langkah strategis yang dilakukan Freeport, mulai dari penguatan kepemilikan nasional hingga keberlanjutan investasi jangka panjang.

“Saya apresiasi karena kemarin telah terjadi kesepakatan untuk investasi kembali sebesar 12 persen bersama pemerintah Indonesia. Ini juga menjadi terobosan baru terkait keberlanjutan usaha PT Freeport Indonesia, di mana izin usahanya diperpanjang sesuai usia cadangan,” kata Arif.

Ia juga mengapresiasi komitmen Freeport dalam menjalankan berbagai program sosial, khususnya di Kabupaten Mimika, Papua Tengah, maupun wilayah Papua secara umum.

Apresiasi serupa disampaikan Anggota Komisi XII DPR RI dari Fraksi Partai Golkar Alfons Manibui. Menurut dia, Freeport telah memberikan kontribusi besar bagi negara sekaligus membawa manfaat nyata bagi pembangunan dan masyarakat Papua.

“Kami ingin berterima kasih kepada PT Freeport atas kinerjanya yang sampai hari ini terus memberikan manfaat bagi negara. Kami juga harus mengakui Freeport telah banyak memberikan manfaat bagi pemerintah daerah dan terutama masyarakat yang berada di sekitar wilayah operasional perusahaan,” kata Alfons.

Menurut Alfons, kontribusi tersebut menjadi modal penting agar Freeport terus berkembang sebagai salah satu aset strategis nasional yang mampu memberikan manfaat ekonomi bagi Indonesia sekaligus mendorong pembangunan di Tanah Papua.

Presiden Direktur PT Freeport Indonesia Tony Wenas mengatakan pembangunan smelter di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Gresik menjadi bagian penting dari agenda hilirisasi mineral nasional yang dijalankan pemerintah bersama MIND ID.

Smelter baru tersebut memiliki kapasitas pengolahan 1,7 juta ton konsentrat tembaga per tahun. Bersamaan dengan ekspansi kapasitas PT Smelting Gresik sebesar 300 ribu ton konsentrat per tahun, total tambahan kapasitas pengolahan mencapai 2 juta ton konsentrat. Dengan kapasitas PT Smelting yang telah beroperasi sebelumnya sebesar 1 juta ton, total konsentrat yang dapat dimurnikan di dalam negeri oleh Freeport Indonesia mencapai sekitar 3 juta ton per tahun.

“Dengan beroperasinya smelter dan Precious Metal Refinery di Gresik, seluruh rantai nilai tembaga dari konsentrat, katoda tembaga, hingga logam mulia seperti emas dan perak kini dapat diproses di dalam negeri. Ini merupakan lompatan besar bagi hilirisasi mineral Indonesia,” kata Tony.

Selain smelter, Freeport juga membangun Precious Metal Refinery (PMR) berkapasitas 6.000 ton lumpur anoda per tahun untuk memurnikan emas, perak, serta logam kelompok platinum (Platinum Group Metals/PGM). Fasilitas tersebut menggunakan teknologi double flash smelting and converting, sedangkan pemurnian logam mulia dilakukan menggunakan teknologi hydrometallurgy.

Melalui fasilitas hilirisasi tersebut, Freeport mampu menghasilkan sekitar 600 ribu ton katoda tembaga setiap tahun. Bersama produksi PT Smelting, total produksi katoda tembaga mencapai sekitar 800 ribu ton per tahun.

Selain itu, PMR menghasilkan sekitar 50 ton emas, 200 ton perak, 30 kilogram platinum, 375 kilogram paladium, 285 ton selenium, 220 ton bismut, dan 2.200 ton timbal setiap tahun. Seluruh produksi emas direncanakan akan di-offtake oleh PT Aneka Tambang Tbk (Antam), sedangkan perak dipasarkan untuk memenuhi kebutuhan domestik maupun ekspor.

Fasilitas tersebut juga menghasilkan produk samping bernilai ekonomi berupa sekitar 1,5 juta ton asam sulfat, 1,3 juta ton copper slag, dan 150 ribu ton gipsum per tahun yang sebagian besar dipasarkan untuk kebutuhan industri dalam negeri.

Tony menjelaskan operasional smelter sempat menghadapi tantangan setelah terjadi kebakaran di fasilitas Gas Cleaning Plant pada Oktober 2024. Perbaikan berhasil diselesaikan sehingga smelter kembali beroperasi pada Mei 2025. Namun, operasi kembali terganggu akibat longsoran di Grasberg Block Cave yang menyebabkan pasokan konsentrat terhenti.

Saat ini perusahaan memanfaatkan masa penghentian operasi untuk melakukan inspeksi menyeluruh dan penyempurnaan fasilitas sebelum smelter kembali menerima pasokan konsentrat dari Papua mulai September tahun ini.

“Fokus kami saat ini adalah memastikan proses pemulihan tambang berjalan aman sehingga pasokan konsentrat kembali normal. Ketika sisi hulu pulih dan smelter beroperasi penuh, manfaat hilirisasi akan semakin optimal, baik dalam bentuk peningkatan produksi logam, penguatan industri dalam negeri, maupun peningkatan penerimaan negara,” ujar Tony.

Menurut dia, produksi tambang pada 2026 diperkirakan masih berada di kisaran 65 persen kapasitas akibat proses pemulihan pascalongsor. Kapasitas tersebut ditargetkan meningkat menjadi sekitar 75 persen pada semester pertama 2027 sebelum kembali mencapai 100 persen menjelang akhir tahun.

“Kami melakukan proses ramp up secara bertahap karena keselamatan operasi menjadi prioritas utama. Ketika produksi kembali normal pada akhir 2027, seluruh fasilitas hilirisasi akan dapat beroperasi secara optimal sesuai kapasitas yang telah dibangun,” kata Tony.

Sejalan dengan pemulihan tersebut, produksi logam juga meningkat secara bertahap. Pada 2026, Freeport menargetkan menghasilkan sekitar 800 juta pound tembaga dan 700 ribu ounce emas atau sekitar 21 ton emas. Produksi diproyeksikan meningkat menjadi 1,2 miliar pound tembaga dan 1 juta ounce emas atau sekitar 31 ton pada 2027, kemudian mencapai 1,6 miliar pound tembaga dan 1,4 juta ounce emas atau sekitar 43 ton pada 2028.

Mulai 2029, produksi akan ditopang oleh tambang bawah tanah Kucing Liar yang dipersiapkan menggantikan tambang DMLZ sehingga kapasitas produksi dapat dipertahankan di kisaran 220 ribu ton bijih per hari. Keberadaan tambang tersebut diharapkan menjamin pasokan bahan baku bagi industri pengolahan tembaga nasional dalam jangka panjang.

Dengan asumsi harga tembaga sebesar 6 dolar AS per pound dan harga emas sebesar 4.500 dolar AS per ounce, penerimaan negara pada 2026 diperkirakan mencapai 2,6 miliar dolar AS.

Seiring pulihnya produksi, penerimaan negara diproyeksikan meningkat menjadi 4,7 miliar dolar AS pada 2027, yang terdiri atas sekitar 1,9 miliar dolar AS penerimaan pajak, 1,9 miliar dolar AS dividen melalui MIND ID, serta sekitar 800 juta dolar AS penerimaan negara bukan pajak (PNBP) termasuk royalti.

Saat kapasitas produksi telah pulih sepenuhnya, kontribusi Freeport kepada negara diperkirakan menembus lebih dari 7 miliar dolar AS atau sekitar Rp120 triliun per tahun.

Melalui kepemilikan nasional di bawah MIND ID, manfaat hilirisasi tembaga tersebut diharapkan tidak hanya memperkuat industri pengolahan mineral nasional, tetapi juga meningkatkan dividen kepada negara, memperbesar penerimaan pajak dan PNBP, serta memperkuat posisi Indonesia sebagai produsen produk tembaga bernilai tambah di pasar global.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

  • Penulis: vritimes

Rekomendasi Untuk Anda

  • Predictive Call Barantum untuk Tingkatkan Efisiensi Operasional

    Predictive Call Barantum untuk Tingkatkan Efisiensi Operasional

    • calendar_month Selasa, 4 Agt 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 32
    • 0Komentar

    Barantum adalah solusi aplikasi all in one CRM terbaik untuk bisnis yang menyediakan WhatsApp CRM, broadcast, chatbot, AI Agent, omnichannel, dan call center dalam satu platform terintegrasi. Kelola dan optimalkan seluruh perjalanan customer, mulai dari customer masuk, closing, dan repeat order. Banyak perusahaan masih mengandalkan proses panggilan manual untuk aktivitas penjualan, collection, dan layanan pelanggan. […]

  • Gaji Berhenti Saat Pensiun, Dhiraj Kelly Ingatkan Biaya Hidup Tetap Berjalan

    Gaji Berhenti Saat Pensiun, Dhiraj Kelly Ingatkan Biaya Hidup Tetap Berjalan

    • calendar_month Rabu, 23 Sep 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 12
    • 0Komentar

    JAKARTA, 23 September 2026 – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencanangkan Bulan Dana Pensiun 2026 pada 6 September 2026 untuk mendorong masyarakat menyiapkan masa purnabakti sejak dini. Momentum ini mengangkat kebutuhan pekerja muda untuk menghitung biaya hidup dan sumber pendapatan setelah tidak lagi menerima gaji dari pekerjaan utama. [1] Dalam acara tersebut, Ketua Dewan Komisioner OJK […]

  • Tokocrypto Buka Deposit QRIS untuk Mudahkan Transaksi Kripto di Indonesia

    Tokocrypto Buka Deposit QRIS untuk Mudahkan Transaksi Kripto di Indonesia

    • calendar_month Senin, 9 Mar 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 71
    • 0Komentar

    Jakarta, 9 Maret 2026 – Nilai transaksi aset kripto di Indonesia pada awal tahun 2026 mengalami penurunan seiring melemahnya harga kripto global. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat nilai transaksi aset kripto selama Januari 2026 sebesar Rp29,24 triliun atau turun secara bulanan. Total transaksi kripto sepanjang Januari 2026 tersebut melemah 10,53 persen dibandingkan Desember 2025 yang […]

  • Prabowo Bongkar Tambang Ilegal Ratusan Triliun di Bangka Belitung! Ternyata Mengandung “Tanah Jarang” Bernilai Fantastis!

    Prabowo Bongkar Tambang Ilegal Ratusan Triliun di Bangka Belitung! Ternyata Mengandung “Tanah Jarang” Bernilai Fantastis!

    • calendar_month Selasa, 7 Okt 2025
    • account_circle redaktur reputasi
    • visibility 123
    • 0Komentar

    Manado, ReputasiPlus.com — Presiden RI Prabowo Subianto mengungkap temuan mengejutkan di lokasi pertambangan ilegal yang disita negara di Bangka Belitung. Di kawasan tersebut, ditemukan mineral tanah jarang jenis monasit yang nilainya diperkirakan mencapai ratusan triliun rupiah. Tim Media Presiden melaporkan dari Jakarta, Senin, bahwa potensi besar ini sebelumnya digarap secara ilegal melalui enam smelter yang […]

  • Bertepatan HUT ke-81 RI, FisTx Kenalkan Solusi Teknologi Terlengkap, Jadikan Tambak Merdeka Dari Masalah Klasik

    Bertepatan HUT ke-81 RI, FisTx Kenalkan Solusi Teknologi Terlengkap, Jadikan Tambak Merdeka Dari Masalah Klasik

    • calendar_month Sabtu, 1 Agt 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 28
    • 0Komentar

    FisTx meluncurkan kampanye #MerdekaBersamaFisTx pada Agustus 2026, bertepatan HUT ke-81 RI, menghadirkan lima solusi teknologi akuakultur buatan dalam negeri (FDS, Nano Disinfektan, Nano Silver, feed additive, dan Nawasena Test Kit) untuk membebaskan tambak dari kaporit, penyakit Vibrio, FCR tinggi, air buruk, dan ketergantungan produk impor, yang telah terbukti menaikkan success rate hingga 83,6% di 25 […]

  • Semarak Hari Pelanggan Nasional, BRI BO Mangga Dua Sambut Nasabah dengan Kehangatan Bernuansa Wastra Nusantara

    Semarak Hari Pelanggan Nasional, BRI BO Mangga Dua Sambut Nasabah dengan Kehangatan Bernuansa Wastra Nusantara

    • calendar_month Senin, 7 Sep 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 21
    • 0Komentar

    Dalam rangka memperingati Hari Pelanggan Nasional, BRI Branch Office (BO) Mangga Dua menghadirkan momen istimewa dengan menyambut nasabah secara hangat dan penuh keakraban. Suasana berbeda terasa di banking hall ketika jajaran pekerja BRI BO Mangga Dua mengenakan pakaian bernuansa wastra Nusantara sebagai bagian dari perayaan momentum spesial tersebut. Balutan wastra Nusantara tidak hanya memberikan nuansa […]

expand_less