Breaking News
light_mode
Beranda » Blog » Layanan Prima dan Infrastruktur Andal, Tol Batang Semarang Jadi Pilihan Pengguna Jalan.

Layanan Prima dan Infrastruktur Andal, Tol Batang Semarang Jadi Pilihan Pengguna Jalan.

  • account_circle editor News
  • calendar_month Selasa, 20 Jan 2026
  • visibility 44
  • comment 0 komentar

Layanan Prima dan Infrastruktur Andal, Tol Batang Semarang Jadi Pilihan Pengguna Jalan.

Semarang(20/01) PT Jasamarga Semarang Batang (JSB) terus berkomitmen menghadirkan layanan prima dan infrastruktur jalan tol yang andal bagi para pengguna Jalan Tol Batang–Semarang. Upaya tersebut dilakukan melalui pemeliharaan rutin dan berkala guna memastikan kenyamanan, keselamatan, serta kelancaran perjalanan masyarakat.

Sebagai bagian dari kegiatan pemeliharaan, saat ini JSB tengah melaksanakan pekerjaan perbaikan perkerasan jalan di beberapa titik ruas tol, antara lain pekerjaan Scraping, Filling, Overlay(SFO) di KM 378+600 B s.d KM 354+225 B. Pekerjaan ini bertujuan untuk menjaga kualitas permukaan jalan agar tetap dalam kondisi mantap, aman dilalui, dan sesuai dengan Standar Pelayanan Minimal (SPM) Jalan Tol.

Direktur Utama PT Jasamarga Semarang Batang, Nasrullah, menyampaikan bahwa pemeliharaan jalan tol merupakan agenda berkelanjutan yang dilakukan secara terencana, “Kami secara rutin melakukan pekerjaan maintenance untuk memastikan kondisi jalan tol tetap optimal. Seluruh pekerjaan dilaksanakan dengan manajemen lalu lintas yang baik agar tidak mengganggu kenyamanan pengguna jalan,” ujar Nasrullah.

Selain perbaikan perkerasan, JSB juga melakukan pemeliharaan dan peningkatan sistem drainase sebagai langkah antisipasi menghadapi cuaca buruk dan intensitas hujan yang tinggi. Pembersihan saluran, pengecekan gorong-gorong, serta perbaikan drainase dilakukan secara berkala untuk mencegah genangan air yang dapat mengganggu keselamatan dan kelancaran lalu lintas. Menurut Nasrullah, kesiapan infrastruktur, termasuk drainase, menjadi faktor penting dalam menjaga layanan prima, “Kami memastikan fungsi drainase berjalan optimal agar air hujan dapat mengalir dengan baik, sehingga kondisi jalan tetap aman dan nyaman digunakan dalam berbagai situasi cuaca,” tambahnya.

Selama pelaksanaan pekerjaan pemeliharaan, pengguna jalan diimbau untuk tetap mematuhi rambu-rambu sementara, mengikuti arahan petugas di lapangan, serta mengatur kecepatan kendaraan demi keselamatan bersama.

Dengan infrastruktur yang terjaga dan layanan yang terus ditingkatkan, Jalan Tol Batang–Semarang diharapkan tetap menjadi pilihan utama masyarakat dalam mendukung mobilitas harian, aktivitas ekonomi, serta konektivitas wilayah di Jawa Tengah.

Untuk mendapatkan informasi lalu lintas terkini dan layanan jalan tol Jasa Marga Group, pengguna jalan dapat menghubungi One Call Center 24 jam di nomor 14080 atau mengakses aplikasi Travoy yang tersedia di iOS dan Android.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

  • Penulis: editor News

Rekomendasi Untuk Anda

  • MyRepublic Air Laksanakan Uji Laik Operasi FWA di Medan, Perkuat Ekspansi Layanan di Pulau Sumatra

    MyRepublic Air Laksanakan Uji Laik Operasi FWA di Medan, Perkuat Ekspansi Layanan di Pulau Sumatra

    • calendar_month Sabtu, 21 Feb 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 44
    • 0Komentar

    MyRepublic Air, layanan internet unlimited berbasis Fixed Wireless Access (FWA) dengan teknologi True 5G-Fiber Quality dan Truly Unlimited, sekaligus memperkuat langkah strategis perusahaan dalam memperluas akses internet andal di Pulau Sumatra. Jakarta, 21 Februari 2026 — MyRepublic Indonesia secara resmi melaksanakan Uji Laik Operasi (ULO) layanan MyRepublic Air di Medan. Keberhasilan ULO ini menandai kesiapan […]

  • KAI Daop 2 Bandung Siapkan 57.106 Tiket KA Jarak Jauh, Okupansi Sudah Mencapai 86,3% pada Libur Panjang Peringatan Wafat Yesus Kristus April 2026

    KAI Daop 2 Bandung Siapkan 57.106 Tiket KA Jarak Jauh, Okupansi Sudah Mencapai 86,3% pada Libur Panjang Peringatan Wafat Yesus Kristus April 2026

    • calendar_month Sabtu, 4 Apr 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 16
    • 0Komentar

    Bandung (Jawa Barat), 4 April 2026 – PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 2 Bandung menyiapkan sebanyak 57.106 tiket kereta api jarak jauh guna mengakomodasi kebutuhan masyarakat pada periode libur panjang akhir pekan peringatan wafat Yesus Kristus yang berlangsung selama empat hari, mulai 3 hingga 6 April 2026. Manager Humasda KAI Daop 2 Bandung, […]

  • Kementerian PU Tangani Banjir Tol Tangerang–Merak KM 50, Siapkan Solusi Jangka Panjang Sungai Cidurian

    Kementerian PU Tangani Banjir Tol Tangerang–Merak KM 50, Siapkan Solusi Jangka Panjang Sungai Cidurian

    • calendar_month Rabu, 11 Feb 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 45
    • 0Komentar

    JAKARTA – Kementerian Pekerjaan Umum (PU) telah melakukan penanganan sementara pascabanjir yang menggenangi ruas Jalan Tol Tangerang–Merak KM 50. Penanganan itu dilakukan oleh Balai Besar Wilayah Sungai Cidanau–Ciujung–Cidurian (BBWS C3) bersama Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) PT Marga Mandalasakti. Selain penanganan darurat pada jalan tol, Kementerian PU juga tengah menyiapkan desain tanggul permanen sebagai solusi […]

  • Stablecoin Jadi Lapisan Proteksi Portofolio di Tengah Tekanan Rupiah dan Ketidakpastian Global

    Stablecoin Jadi Lapisan Proteksi Portofolio di Tengah Tekanan Rupiah dan Ketidakpastian Global

    • calendar_month Minggu, 3 Mei 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 12
    • 0Komentar

    Jakarta, 3 Mei 2026 – Di tengah meningkatnya ketidakpastian global dan tekanan terhadap mata uang emerging markets, investor mulai menggeser fokus dari sekadar mengejar imbal hasil ke arah yang lebih strategis: melindungi nilai portofolio tanpa kehilangan fleksibilitas untuk menangkap peluang.  Dalam beberapa waktu terakhir, rupiah bergerak di kisaran Rp17.300–Rp17.400 per dolar AS, mencerminkan tekanan dari penguatan dolar global serta ekspektasi kebijakan suku bunga yang bertahan lebih tinggi dalam jangka waktu lebih lama. Kondisi ini mendorong investor untuk semakin selektif dalam mengelola eksposur risiko, sekaligus mencari instrumen yang mampu menjaga nilai di tengah volatilitas pasar.  Dalam konteks tersebut, pendekatan terhadap portofolio pun mulai berubah. Portofolio tidak lagi dipandang semata sebagai alat untuk pertumbuhan, tetapi sebagai sistem yang membutuhkan keseimbangan antara proteksi, likuiditas, dan potensi upside. Di tengah dinamika ini, stablecoin mulai memainkan peran yang semakin signifikan sebagai bagian dari strategi alokasi aset modern.  Fenomena ini tercermin dari perkembangan pasar dalam beberapa waktu terakhir. Kapitalisasi stablecoin global terus menunjukkan peningkatan, dengan USDT berada di kisaran US$189 miliar, diikuti USDC sekitar US$77 miliar, sementara pemain baru seperti RLUSD telah menembus US$1,5 miliar dalam waktu relatif singkat. Menariknya, pertumbuhan ini terjadi di tengah volatilitas pasar kripto, mengindikasikan bahwa likuiditas tidak keluar dari ekosistem, melainkan berpindah ke posisi yang lebih defensif.  Peningkatan ini tidak terjadi secara terisolasi. Dalam beberapa bulan terakhir, kombinasi faktor global telah mendorong investor untuk mencari aset yang lebih stabil dan likuid. Ketegangan geopolitik, termasuk konflik di Timur Tengah yang memicu volatilitas harga energi, serta inflasi global yang masih berada di atas target, menciptakan lingkungan pasar yang lebih defensif.  Di saat yang sama, kebijakan moneter yang cenderung higher-for-longer membuat biaya risiko menjadi lebih tinggi, sehingga investor semakin berhati-hati dalam menempatkan modal. Dalam kondisi seperti ini, terjadi pergeseran alokasi aset secara global, dari aset berisiko tinggi menuju instrumen yang mampu menjaga nilai sekaligus mempertahankan fleksibilitas.  Stablecoin berada di titik pertemuan dari kebutuhan tersebut. Berbeda dengan emas yang bersifat defensif namun kurang likuid dalam konteks repositioning cepat, atau dolar konvensional yang memiliki keterbatasan dalam mobilitas, stablecoin menawarkan eksposur terhadap dolar AS dengan likuiditas tinggi serta akses pasar selama 24 jam. Hal ini menjadikannya alternatif yang semakin relevan bagi investor yang ingin tetap berada dalam ekosistem pasar global tanpa terekspos langsung pada volatilitas tinggi.  Akibatnya, aliran dana yang sebelumnya berpotensi keluar dari pasar kripto tidak sepenuhnya meninggalkan ekosistem, melainkan berpindah ke stablecoin sebagai bentuk reposisi sementara. Dalam konteks ini, pertumbuhan stablecoin bukan sekadar refleksi dari kehati-hatian investor, tetapi indikasi bahwa likuiditas global masih berada di dalam system, menunggu momentum berikutnya.  Perubahan ini juga mencerminkan pergeseran perilaku investor. Jika sebelumnya kondisi risk-off sering diartikan sebagai keluar dari pasar sepenuhnya, kini semakin banyak pelaku pasar yang memilih untuk tetap berada dalam ekosistem melalui stablecoin. Dengan demikian, mereka tetap memiliki fleksibilitas untuk kembali masuk ke aset berisiko ketika kondisi mulai membaik.  Dalam konteks Indonesia, pilihan safe haven juga menjadi semakin beragam. Emas tetap menjadi instrumen lindung nilai dalam jangka panjang, sementara dolar AS mempertahankan posisinya sebagai mata uang global yang dominan. Namun, stablecoin menghadirkan dimensi baru dengan menggabungkan karakteristik dolar dengan fleksibilitas aset digital yang dapat diakses secara real-time.  “Kita sedang berada di fase pasar yang tidak nyaman, dan justru di situlah peluang biasanya muncul. Dalam jangka pendek, tekanan makro masih tinggi dan volatilitas tidak akan hilang. Karena itu, sebagian investor mulai lebih taktis, termasuk meningkatkan alokasi ke stablecoin sebagai ‘dry powder’,” ujar Yudhono Rawis, CEO dan Founder FLOQ.  Menurut Yudhono, pertanyaan yang lebih relevan bagi investor saat ini bukan lagi sekadar arah pasar, tetapi kesiapan dalam merespons perubahan tersebut. “Bukan soal apakah pasar akan naik atau turun, tetapi apakah kita siap saat likuiditas kembali masuk. […]

  • Memahami Siklus Ekonomi Global dan Dampaknya bagi Investor: Dari Ekspansi ke Resesi

    Memahami Siklus Ekonomi Global dan Dampaknya bagi Investor: Dari Ekspansi ke Resesi

    • calendar_month Kamis, 9 Apr 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 21
    • 0Komentar

    Ekonomi global tidak pernah bergerak secara linear, melainkan dalam sebuah pola berulang yang dikenal sebagai siklus ekonomi. Bagi para investor dan pelaku pasar, memahami setiap fase dalam siklus ini bukan sekadar pengetahuan teoritis, melainkan kebutuhan strategis untuk melindungi portofolio dan memaksimalkan peluang keuntungan di tengah perubahan kondisi pasar. Siklus ekonomi secara umum terdiri dari empat […]

  • Momentum Baru Setelah Idul Fitri, BRI Finance Ajak Talenta Profesional Bergabung

    Momentum Baru Setelah Idul Fitri, BRI Finance Ajak Talenta Profesional Bergabung

    • calendar_month Selasa, 17 Mar 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 31
    • 0Komentar

    Jakarta, 21 Maret 2026 – Sebagai bagian dari Bank Rakyat Indonesia, PT BRI Multifinance Indonesia (“BRI Finance”) terus memperkuat perannya sebagai penyedia solusi pembiayaan yang inovatif dan kredibel di Indonesia. Memasuki pertengahan kuartal I tahun 2025, BRI Finance membuka peluang karier bagi talenta profesional melalui posisi Relationship Manager (RM) Konsumer dan Relationship Manager (RM) Komersial […]

expand_less