Breaking News
light_mode
Beranda » Ekonomi » Perdagangan Internasional Tumbuh Pesat, Arus Peti Kemas Pelindo Naik 5,8%

Perdagangan Internasional Tumbuh Pesat, Arus Peti Kemas Pelindo Naik 5,8%

  • account_circle vritimes
  • calendar_month 58 menit yang lalu
  • visibility 6
  • comment 0 komentar

Arus peti kemas PT Pelindo Terminal Petikemas sepanjang Januari-September 2026 tumbuh 5,80% dipicu pertumbuhan perdagangan internasional.

JAKARTA — Arus peti kemas PT Pelindo Terminal Petikemas sepanjang Januari-September 2026 mencapai 10,31 juta TEUs, atau tumbuh 5,80% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Pertumbuhan perdagangan internasional menjadi salah satu pendorong, dengan kenaikan arus peti kemas mencapai 10,34%, lebih tinggi dibandingkan domestik sebesar 3,57%.

Arus peti kemas internasional mencapai 3,54 juta TEUs, sedangkan domestik sebanyak 6,77 juta TEUs. Corporate Secretary PT Pelindo Terminal Petikemas, Fajar Setyono, mengatakan pertumbuhan tersebut didukung aktivitas pelayanan kapal internasional, penambahan layanan pelayaran baru, serta optimalisasi fasilitas dan operasional terminal.

Salah satu terminal yang mencatat pertumbuhan tertinggi adalah Terminal Teluk Lamong (TTL), dengan kenaikan arus peti kemas sebesar 23,12%. “Hingga September 2026, Terminal Teluk Lamong mencatat 25 kunjungan kapal internasional nonreguler (ad hoc call) dengan total muatan mencapai 16.014 TEUs,” jelas Fajar, Senin (2/11/2026).

Pertumbuhan tersebut turut didukung kehadiran CSE Service dan SCJX Service. CSE merupakan layanan joint slot COSCO Shipping Lines dan OOCL dengan rata-rata bongkar-muat sekitar 1.100 TEUs per kunjungan. Sementara SCJX/SIX Service merupakan kerja sama Gold Star Line (GSL) dan X-Press Feeders (XPF), dengan rata-rata bongkar-muat sekitar 1.100 TEUs per kunjungan.

“Kehadiran dua layanan pelayaran baru tersebut turut memperkuat konektivitas terminal dengan jaringan perdagangan internasional sekaligus memberikan kontribusi terhadap peningkatan volume bongkar muat peti kemas,” katanya.

Untuk mengantisipasi pertumbuhan arus peti kemas, Pelindo Terminal Petikemas memperkuat kapasitas dan kesiapan operasional. Sepanjang 2026, perusahaan mengadakan empat unit Quay Container Crane (QCC) dan 14 unit Electric Rubber Tyred Gantry (E-RTG) di TPS, empat unit QCC di TPK Semarang, dua unit QCC dan empat unit RTG di TPK Belawan, serta empat unit E-RTG di TPK Banjarmasin. Pengadaan dua unit QCC di TPK Perawang ditargetkan selesai pada Desember 2026.

“Penguatan fasilitas tersebut merupakan bagian dari langkah perusahaan dalam meningkatkan keandalan pelayanan dan memperkuat kapasitas penanganan peti kemas,” kata Fajar.

Perusahaan juga mengoptimalkan perencanaan, pengendalian operasional, penggunaan peralatan, serta koordinasi dengan pengguna jasa untuk menjaga kelancaran bongkar muat.

Pasar Ekspor Baru Dorong Pertumbuhan

Wakil Ketua Umum Bidang Maritim dan Pelabuhan DPP Asosiasi Logistik dan Forwarder Indonesia (ALFI/ILFA), Harry Soetanto, menyambut positif pertumbuhan arus peti kemas. Peningkatan aktivitas perdagangan menjadi kabar baik di tengah tantangan ekonomi.

“Kita sangat gembira. Di dalam proses dinamika ekonomi kita yang sedang sulit, ternyata perdagangan kita tumbuh. Kalau dibandingkan secara year on year, yakni periode Januari-September 2025 dengan Januari-September 2026, pertumbuhan perdagangan internasional mencapai 6,85 persen. Nilainya meningkat dari 14,46 juta pada 2025 menjadi 15,45 juta pada 2026,” ujarnya ketika dihubungi Senin (2/11/2026).

Harry menilai pertumbuhan perdagangan internasional didorong perluasan pasar, terutama di Eropa dan Amerika Selatan.

“Kita menemukan beberapa pasar baru, utamanya di Eropa dan Amerika Selatan. Itu salah satu keberhasilan sehingga terutama ekspor-impor kita naik dibandingkan domestik,” katanya.

Sementara itu, aktivitas perdagangan domestik relatif terbatas karena konsumsi belum menunjukkan pergerakan signifikan. Pertumbuhan internasional didorong ekspor sejumlah komoditas, misalnya seperti turunan kelapa sawit, mesin dan peralatan, bahan kimia, dan elektronik.

Dari sisi layanan, Harry menilai sejumlah pelabuhan di Jawa yang melayani ekspor dan impor relatif mampu memenuhi kebutuhan pengguna jasa, meski masih terdapat catatan.

“Secara umum, kalau secara objektif, masih ada beberapa catatan kami. Kami melihat masih bisa mengimbangi. Ini dibuktikan di beberapa terminal yang memperbarui peralatan bongkar muat, terutama yang terbuka untuk perdagangan internasional,” ungkapnya.

Namun, kesiapan infrastruktur pelabuhan di wilayah timur Indonesia masih perlu mendapat perhatian.

“Pelabuhan-pelabuhan di Jawa, khususnya yang melakukan kegiatan importasi dan eksportasi, relatif sudah memenuhi. Tetapi untuk wilayah timur, memang masih cukup jauh,” tambahnya.

Pertumbuhan Perlu Diikuti Daya Saing

Akademisi dan praktisi manajemen rantai pasok Universitas Airlangga, Puspandam Katias, mengingatkan pertumbuhan arus peti kemas tidak bisa menjadi satu-satunya ukuran keberhasilan perdagangan nasional.

“Pertumbuhan peti kemas merupakan indikator meningkatnya aktivitas logistik, tetapi belum cukup menjadi bukti meningkatnya daya saing perdagangan nasional,” ujarnya ketika dihubungi Jumat (30/10/2026).

Menurut Puspandam, peningkatan volume arus peti kemas perlu diikuti peningkatan nilai tambah domestik, efisiensi rantai pasok, dan daya saing produk Indonesia. “Pertumbuhan peti kemas merupakan indikator meningkatnya aktivitas logistik, tetapi belum cukup menjadi bukti meningkatnya daya saing perdagangan nasional,” ujarnya.

Dia menilai pertumbuhan arus peti kemas internasional sebesar 10,34% perlu dibandingkan dengan data ekspor-impor BPS, komposisi peti kemas ekspor dan impor, volume peti kemas isi dan kosong, serta perkembangan nilai perdagangan. Perbandingan tersebut diperlukan untuk memastikan pertumbuhan arus peti kemas benar-benar mencerminkan penguatan perdagangan luar negeri.

Puspandam juga menyoroti dinamika rute pelayaran internasional, termasuk penggunaan kembali Terusan Suez secara bertahap oleh sejumlah perusahaan pelayaran di tengah risiko keamanan Laut Merah. Perubahan rute perdagangan global tersebut perlu dicermati karena dapat memengaruhi jaringan pelayaran dan distribusi barang.

Dia mengingatkan pertumbuhan volume harus diikuti efisiensi jaringan logistik secara keseluruhan. “Tantangan terbesar ke depan adalah menghindari growth without network efficiency. Artinya, volume peti kemas bertambah, tetapi biaya, waktu, dan ketidakpastian distribusi di luar terminal tidak ikut menurun,” ungkapnya.

Ketua Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Asosiasi Logistik dan Forwarder Indonesia (ALFI/ILFA) Jawa Timur, Sebastian Wibisono, S.E., menilai pertumbuhan arus peti kemas sepanjang Januari-September 2026 menjadi sinyal positif bagi aktivitas perdagangan dan logistik, khususnya di Jawa Timur.

“Pertumbuhan arus peti kemas ini menunjukkan bahwa kebutuhan pengiriman barang, terutama untuk kegiatan ekspor dan impor, terus berkembang. Ini menjadi indikasi positif bagi aktivitas perdagangan dan logistik di Jawa Timur,” ujarnya, Senin (2/11/2026).

Menurut dia, salah satu faktor yang mendorong pertumbuhan tersebut adalah semakin kuatnya konektivitas pelayaran internasional. Hal itu terlihat dari meningkatnya sejumlah kunjungan kapal internasional nonreguler di Terminal Teluk Lamong.

“Penambahan layanan dan kunjungan kapal ini memberikan lebih banyak pilihan pengiriman bagi pelaku usaha sekaligus membuka peluang untuk menjangkau pasar internasional,” katanya.

Wibi juga mengapresiasi langkah Pelindo dalam meningkatkan kapasitas dan kualitas pelayanan melalui penambahan fasilitas serta modernisasi peralatan bongkar muat. Salah satunya melalui penambahan empat unit Quay Container Crane (QCC) dan 14 unit Rubber Tyred Gantry (RTG) di Terminal Petikemas Surabaya (TPS).

“Namun, bagi pelaku usaha logistik, yang terpenting adalah bagaimana peningkatan kapasitas tersebut diimbangi dengan kecepatan bongkar muat, kepastian jadwal kapal, kelancaran keluar masuk peti kemas, serta biaya logistik yang kompetitif,” jelasnya.

Dia berharap pertumbuhan arus peti kemas terus diikuti peningkatan kualitas layanan dan konektivitas pelayaran.

“Dengan begitu, aktivitas logistik di Jawa Timur dapat berjalan semakin lancar dan mampu mendukung daya saing industri serta perdagangan, baik di pasar domestik maupun internasional,” tuturnya. (*)

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

  • Penulis: vritimes

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kembangkan Usaha Toko Pakaian dan Layani Kebutuhan Transaksi Masyarakat melalui BRILink

    Kembangkan Usaha Toko Pakaian dan Layani Kebutuhan Transaksi Masyarakat melalui BRILink

    • calendar_month Senin, 2 Nov 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 11
    • 0Komentar

    Kutoarjo, November 2026 – BRI Branch Office Kutoarjo terus memperkuat komitmennya dalam mendorong inklusi keuangan dan pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui jaringan BRILink Agen. Kehadiran BRILink Agen menjadi salah satu upaya BRI dalam memperluas akses layanan transaksi perbankan sekaligus membuka peluang pengembangan usaha bagi masyarakat. Salah satu mitra yang turut berkontribusi dalam ekosistem tersebut adalah Petri […]

  • HASHIM DORONG PENGGUNAAN TEKNOLOGI PENANGKAP KARBON DI PABRIK

    HASHIM DORONG PENGGUNAAN TEKNOLOGI PENANGKAP KARBON DI PABRIK

    • calendar_month Jumat, 16 Okt 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 19
    • 0Komentar

    JAKARTA — Utusan Khusus Presiden Bidang Iklim dan Energi Hashim Djojohadikusumo mendorong penerapan teknologi penangkap karbon yang diklaim mampu memangkas emisi pabrik hingga 95 persen, dari uji coba di PT Petrokimia Gresik hingga pembangkit listrik tenaga uap (PLTU). Langkah itu berdiri di atas fondasi kebijakan industri hijau yang sebelumnya telah disiapkan oleh Kementerian Perindustrian (Kemenperin). […]

  • Barantum Bersanding dengan Vendor CRM Global di Pasar Indonesia

    Barantum Bersanding dengan Vendor CRM Global di Pasar Indonesia

    • calendar_month Rabu, 12 Agt 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 39
    • 0Komentar

    Barantum adalah solusi aplikasi all in one CRM terbaik untuk bisnis yang menyediakan WhatsApp CRM, broadcast, chatbot, AI Agent, omnichannel, dan call center dalam satu platform terintegrasi. Kelola dan optimalkan seluruh perjalanan customer, mulai dari customer masuk, closing, dan repeat order. Pasar CRM Indonesia semakin ramai. Kebutuhan bisnis untuk mengelola pelanggan, penjualan, dan layanan secara […]

  • Hari Pelanggan Nasional 2026, LRT Jabodebek Apresiasi Pengguna Lewat Interaksi Langsung

    Hari Pelanggan Nasional 2026, LRT Jabodebek Apresiasi Pengguna Lewat Interaksi Langsung

    • calendar_month Sabtu, 5 Sep 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 35
    • 0Komentar

    Hari Pelanggan Nasional 2026 menjadi momentum bagi LRT Jabodebek untuk menyampaikan apresiasi secara langsung kepada para pengguna yang menjadikan transportasi publik sebagai bagian dari mobilitas sehari-hari. Mengusung tema “Senyum Pelanggan, Senyumku Juga”, LRT Jabodebek membagikan souvenir kepada pengguna di Stasiun LRT Rasuna Said dan Stasiun Setiabudi pada Jumat (4/9). Apresiasi diberikan secara langsung oleh petugas, […]

  • Lebih dari Sekadar Mal: ASHTA District 8 sebagai Destinasi Gaya Hidup Lengkap

    Lebih dari Sekadar Mal: ASHTA District 8 sebagai Destinasi Gaya Hidup Lengkap

    • calendar_month Selasa, 20 Jan 2026
    • account_circle editor News
    • visibility 92
    • 0Komentar

    Dirancang untuk para urban tastemaker, ASHTA menjadi ruang di mana gaya, wellness, dan self-care berpadu secara harmonis dalam satu destinasi yang dikurasi dengan cermat ASHTA District 8 menghadirkan definisi baru destinasi gaya hidup urban yang melampaui konsep pusat perbelanjaan dan kuliner. Dirancang untuk para urban tastemaker, ASHTA menjadi ruang di mana gaya, wellness, dan self-care […]

  • Ketika Dunia Lindungi Baja Domestik, Penguatan TKDN Indonesia Jadi Keniscayaan

    Ketika Dunia Lindungi Baja Domestik, Penguatan TKDN Indonesia Jadi Keniscayaan

    • calendar_month Selasa, 26 Mei 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 49
    • 0Komentar

    Jakarta (26/5) – Perubahan kebijakan industri baja global menunjukkan bahwa semakin banyak negara menggunakan belanja publik dan proyek infrastruktur sebagai instrumen untuk memperkuat industri domestik. Tren ini mempertegas pentingnya penguatan implementasi kebijakan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) di Indonesia agar pembangunan nasional turut memperkuat industri baja dalam negeri.  TKDN Perkuat Industri Baja Nasional  Direktur Utama […]

expand_less