Breaking News
light_mode
Beranda » Ekonomi » RESSED UI Dorong Optimalisasi Cadangan dan Hilirisasi Tambang Terintegrasi

RESSED UI Dorong Optimalisasi Cadangan dan Hilirisasi Tambang Terintegrasi

  • account_circle vritimes
  • calendar_month 1 jam yang lalu
  • visibility 5
  • comment 0 komentar

JAKARTA – Sektor pertambangan Indonesia dinilai perlu segera membuka babak baru melalui penerapan hilirisasi yang terintegrasi. Langkah strategis ini krusial agar Indonesia tidak terus terjebak dalam pola lama, yaitu mengekspor kekayaan alam dalam bentuk mentah, dan mampu mendorong penciptaan nilai di dalam negeri sehingga manfaat pertambangan dapat dirasakan lebih optimal bagi kedaulatan Indonesia.
Dorongan ini disampaikan oleh Ketua Research Group on Energy Security for Sustainable Development Universitas Indonesia (RESSED UI), Ali Ahmudi.
Hilirisasi, menurutnya, wajib mengoptimalkan manfaat kekayaan mineral batu bara nasional serta mencoiptakan ekosistem industri yang menyambungkan hulu ke hilir, mulai dari mulut tambang, proses pengolahan dan manufaktur, hingga bermuara pada produk akhir yang siap diserap pasar domestik maupun global.
“Hilirisasi itu bukan hanya membangun smelter. Harus ada kepastian suplai dari hulu, kemudian hasil olahannya juga harus tersambung ke industri hilir sampai menjadi produk akhir,” tegas Ali saat dihubungi, Selasa (1/9/2026).
Selama ini, praktik ekspor bahan mentah membuat nilai ekonomi yang diraup Indonesia sangat terbatas dan tidak sebanding dengan melimpahnya kekayaan mineral di dalam negeri. 
Padahal, nilai jual sebuah komoditas bisa melonjak drastis apabila disentuh proses pengolahan dan industri manufaktur tingkat lanjut.
“Kalau tidak dihilirisasi, itu tidak akan memberikan nilai tambah apa-apa, hanya menjadi bahan mentah. Tapi dengan hilirisasi, nilai tambahnya pasti berlipat-lipat,” ujarnya.
Di atas kertas, Indonesia memiliki modal sumber daya besar untuk memuluskan transformasi ini. Mengacu data Badan Geologi, Indonesia tercatat menguasai sekitar 42 persen cadangan nikel global. 
Selain itu, posisi Indonesia sangat strategis sebagai pemilik cadangan timah terbesar di dunia, terbesar keempat untuk bauksit dan emas, peringkat keenam untuk batu bara, serta peringkat kesembilan untuk tembaga.
Meski sebagian besar cadangan tersebut telah dikuasai negara melalui BUMN Holding Pertambangan, MIND ID, sebagian cadangan strategis lainnya masih dikuasai oleh perusahaan asing. 
Optimalisasi manfaatnya bagi Indonesia dapat ditempuh melalui peningkatan kepemilikan nasional sebagaimana diatur dalam regulasi pertambangan, sehingga nilai tambah dari kekayaan alam tersebut dapat lebih maksimal dirasakan oleh rakyat.
Dengan begitu, mandat konstitusi dalam UUD 1945 Pasal 33 Ayat (3) yang berbunyi bumi, air, dan kekayaan alam yang terkandung di dalamnya dikuasai oleh negara dan dipergunakan untuk sebesar-besar kemakmuran rakyat, akan dapat ditunaikan secara lebih optimal.
Dia kembali mengingatkan bahwa kehadiran fasilitas pemurnian atau smelter hanyalah titik tengah (midstream) dari panjangnya rantai industri. Oleh sebab itu, operasional smelter mutlak membutuhkan jaminan pasokan bahan baku dari hulu, sekaligus kesiapan industri lanjutan di hilir yang akan menyerap hasil olahannya.
“Problem kita bukan hilirisasinya, akan tetapi proses terjadinya hilirisasi itu yang kita permasalahkan,” imbuh Ali.
Senada dengan visi tersebut, Sekretaris Jenderal Satuan Tugas Hilirisasi dan Ketahanan Energi, Ahmad Erani Yustika, memaparkan bahwa Presiden Prabowo Subianto telah menetapkan dua tujuan utama dalam program hilirisasi nasional: menggenjot nilai tambah kekayaan alam, dan memangkas ketergantungan Indonesia terhadap barang impor.
“Yang pertama kita harus menaikkan nilai tambah sumber daya alam kita sehingga harus diolah di sini, itu yang paling utama. Yang kedua kita justru harus mendorong supaya ketergantungan impornya itu berkurang,” kata Erani.
Erani mencontohkan pengadaan kabel bawah laut yang selama ini banyak mengandalkan pasokan dari luar negeri. Padahal, Indonesia memiliki cadangan tembaga yang besar dan semestinya mampu memenuhi kebutuhan tersebut secara mandiri.
Ia melanjutkan, kebutuhan bahan baku industri strategis semacam ini sudah saatnya dipenuhi oleh kapasitas produksi dalam negeri. Langkah ini akan memperkuat industri nasional sekaligus menekan laju impor.
“Kalau dulu misalnya kabel bawah laut itu kita harus impor, maka kita produksi sendiri. Dulu baru dicukupi dulu. Kalau nanti ada sisanya baru kita berpikir yang lain, misalnya ekspor,” tutupnya.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

  • Penulis: vritimes

Rekomendasi Untuk Anda

  • Emas Menguat di Tengah Konflik Global, Berpeluang Tembus Level 5.225

    Emas Menguat di Tengah Konflik Global, Berpeluang Tembus Level 5.225

    • calendar_month Kamis, 5 Mar 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 61
    • 0Komentar

    Harga emas dunia kembali menunjukkan penguatan pada perdagangan hari ini seiring meningkatnya minat investor terhadap aset safe-haven di tengah ketidakpastian geopolitik global. Pada sesi perdagangan Asia Kamis, 5 Maret 2026, harga emas (XAU/USD) tercatat masih bergerak di zona positif di sekitar level 5.145. Penguatan ini terjadi setelah sebelumnya logam mulia tersebut mencatat kenaikan lebih dari […]

  • Pedagang UMKM di Sekitar BRI Region 6/Jakarta 1 Rasakan Manfaat dan Keuntungan Transaksi Menggunakan QRIS BRI

    Pedagang UMKM di Sekitar BRI Region 6/Jakarta 1 Rasakan Manfaat dan Keuntungan Transaksi Menggunakan QRIS BRI

    • calendar_month Jumat, 13 Feb 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 62
    • 0Komentar

    Kehadiran layanan pembayaran digital QRIS BRI memberikan dampak positif bagi para pedagang UMKM di sekitar lingkungan BRI Region 6/Jakarta 1. Kemudahan, kecepatan, serta keamanan dalam bertransaksi menjadi alasan utama para pelaku usaha merasakan manfaat nyata dari penggunaan QRIS BRI dalam aktivitas usaha sehari-hari. Sejumlah pedagang mengungkapkan bahwa penggunaan QRIS BRI membantu meningkatkan kenyamanan pelanggan, khususnya […]

  • Di Tengah Isu Gagal WD Sejumlah Aplikasi, Nasabah HSB Investasi Akui Penarikan Dana Tetap Lancar

    Di Tengah Isu Gagal WD Sejumlah Aplikasi, Nasabah HSB Investasi Akui Penarikan Dana Tetap Lancar

    • calendar_month Selasa, 17 Feb 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 55
    • 0Komentar

    Di tengah isu gagal WD di sejumlah aplikasi, nasabah HSB Investasi mengaku penarikan dana berjalan lancar dan transparan. Legalitas BAPPEBTI jadi alasan utama kepercayaan. Isu gagal withdraw (WD) yang terjadi di sejumlah aplikasi finansial kembali menjadi sorotan. Kekhawatiran soal dana yang sulit dicairkan membuat calon nasabah berpikir dua kali sebelum menyetorkan dana ke akun trading […]

  • Liburan Lebih Bermakna,  Cek Penawaran KKB Mobil Baru BRI Finance

    Liburan Lebih Bermakna, Cek Penawaran KKB Mobil Baru BRI Finance

    • calendar_month Kamis, 16 Apr 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 44
    • 0Komentar

    Jakarta, 15 April 2026 – Seiring dengan meningkatnya kesadaran masyarakat dalam mengelola keuangan secara lebih bijak, keputusan untuk memenuhi kebutuhan gaya hidup kini semakin mempertimbangkan aspek perencanaan yang matang. Liburan dan perjalanan bersama keluarga, misalnya, tidak lagi dipandang sebagai pengeluaran semata, melainkan sebagai bagian dari investasi terhadap kualitas hidup. Dalam konteks tersebut, kepemilikan kendaraan pribadi […]

  • Sambut HUT ke-81 RI, BRI BO Pantai Indah Kapuk Semarakkan Kantor dengan Dekorasi Nuansa Merah Putih

    Sambut HUT ke-81 RI, BRI BO Pantai Indah Kapuk Semarakkan Kantor dengan Dekorasi Nuansa Merah Putih

    • calendar_month Kamis, 27 Agt 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 8
    • 0Komentar

    Semangat kemerdekaan semakin terasa di lingkungan BRI BO Pantai Indah Kapuk dalam menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Republik Indonesia. Untuk memeriahkan momentum bersejarah tersebut, BRI BO Pantai Indah Kapuk mempercantik area kantor dengan berbagai dekorasi bernuansa merah putih yang penuh semangat dan kebanggaan nasional. Beragam ornamen khas kemerdekaan menghiasi sejumlah sudut kantor, menghadirkan suasana […]

  • Peran Pelaku Pasar dalam Pergerakan Harga Aset

    Peran Pelaku Pasar dalam Pergerakan Harga Aset

    • calendar_month Jumat, 17 Apr 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 35
    • 0Komentar

    Pasar keuangan global adalah sebuah ekosistem yang sangat dinamis, di mana harga aset berfluktuasi berdasarkan interaksi antara berbagai jenis pelaku pasar. Setiap pergerakan harga, baik itu pada mata uang, saham, maupun komoditas, pada dasarnya merupakan cerminan dari ekspektasi, sentimen, dan kekuatan modal yang saling beradu. Memahami siapa saja entitas yang terlibat dalam pasar sangat penting […]

expand_less