Breaking News
light_mode
Beranda » Ekonomi » RESSED UI Dorong Optimalisasi Cadangan dan Hilirisasi Tambang Terintegrasi

RESSED UI Dorong Optimalisasi Cadangan dan Hilirisasi Tambang Terintegrasi

  • account_circle vritimes
  • calendar_month Kamis, 3 Sep 2026
  • visibility 24
  • comment 0 komentar

JAKARTA – Sektor pertambangan Indonesia dinilai perlu segera membuka babak baru melalui penerapan hilirisasi yang terintegrasi. Langkah strategis ini krusial agar Indonesia tidak terus terjebak dalam pola lama, yaitu mengekspor kekayaan alam dalam bentuk mentah, dan mampu mendorong penciptaan nilai di dalam negeri sehingga manfaat pertambangan dapat dirasakan lebih optimal bagi kedaulatan Indonesia.
Dorongan ini disampaikan oleh Ketua Research Group on Energy Security for Sustainable Development Universitas Indonesia (RESSED UI), Ali Ahmudi.
Hilirisasi, menurutnya, wajib mengoptimalkan manfaat kekayaan mineral batu bara nasional serta mencoiptakan ekosistem industri yang menyambungkan hulu ke hilir, mulai dari mulut tambang, proses pengolahan dan manufaktur, hingga bermuara pada produk akhir yang siap diserap pasar domestik maupun global.
“Hilirisasi itu bukan hanya membangun smelter. Harus ada kepastian suplai dari hulu, kemudian hasil olahannya juga harus tersambung ke industri hilir sampai menjadi produk akhir,” tegas Ali saat dihubungi, Selasa (1/9/2026).
Selama ini, praktik ekspor bahan mentah membuat nilai ekonomi yang diraup Indonesia sangat terbatas dan tidak sebanding dengan melimpahnya kekayaan mineral di dalam negeri. 
Padahal, nilai jual sebuah komoditas bisa melonjak drastis apabila disentuh proses pengolahan dan industri manufaktur tingkat lanjut.
“Kalau tidak dihilirisasi, itu tidak akan memberikan nilai tambah apa-apa, hanya menjadi bahan mentah. Tapi dengan hilirisasi, nilai tambahnya pasti berlipat-lipat,” ujarnya.
Di atas kertas, Indonesia memiliki modal sumber daya besar untuk memuluskan transformasi ini. Mengacu data Badan Geologi, Indonesia tercatat menguasai sekitar 42 persen cadangan nikel global. 
Selain itu, posisi Indonesia sangat strategis sebagai pemilik cadangan timah terbesar di dunia, terbesar keempat untuk bauksit dan emas, peringkat keenam untuk batu bara, serta peringkat kesembilan untuk tembaga.
Meski sebagian besar cadangan tersebut telah dikuasai negara melalui BUMN Holding Pertambangan, MIND ID, sebagian cadangan strategis lainnya masih dikuasai oleh perusahaan asing. 
Optimalisasi manfaatnya bagi Indonesia dapat ditempuh melalui peningkatan kepemilikan nasional sebagaimana diatur dalam regulasi pertambangan, sehingga nilai tambah dari kekayaan alam tersebut dapat lebih maksimal dirasakan oleh rakyat.
Dengan begitu, mandat konstitusi dalam UUD 1945 Pasal 33 Ayat (3) yang berbunyi bumi, air, dan kekayaan alam yang terkandung di dalamnya dikuasai oleh negara dan dipergunakan untuk sebesar-besar kemakmuran rakyat, akan dapat ditunaikan secara lebih optimal.
Dia kembali mengingatkan bahwa kehadiran fasilitas pemurnian atau smelter hanyalah titik tengah (midstream) dari panjangnya rantai industri. Oleh sebab itu, operasional smelter mutlak membutuhkan jaminan pasokan bahan baku dari hulu, sekaligus kesiapan industri lanjutan di hilir yang akan menyerap hasil olahannya.
“Problem kita bukan hilirisasinya, akan tetapi proses terjadinya hilirisasi itu yang kita permasalahkan,” imbuh Ali.
Senada dengan visi tersebut, Sekretaris Jenderal Satuan Tugas Hilirisasi dan Ketahanan Energi, Ahmad Erani Yustika, memaparkan bahwa Presiden Prabowo Subianto telah menetapkan dua tujuan utama dalam program hilirisasi nasional: menggenjot nilai tambah kekayaan alam, dan memangkas ketergantungan Indonesia terhadap barang impor.
“Yang pertama kita harus menaikkan nilai tambah sumber daya alam kita sehingga harus diolah di sini, itu yang paling utama. Yang kedua kita justru harus mendorong supaya ketergantungan impornya itu berkurang,” kata Erani.
Erani mencontohkan pengadaan kabel bawah laut yang selama ini banyak mengandalkan pasokan dari luar negeri. Padahal, Indonesia memiliki cadangan tembaga yang besar dan semestinya mampu memenuhi kebutuhan tersebut secara mandiri.
Ia melanjutkan, kebutuhan bahan baku industri strategis semacam ini sudah saatnya dipenuhi oleh kapasitas produksi dalam negeri. Langkah ini akan memperkuat industri nasional sekaligus menekan laju impor.
“Kalau dulu misalnya kabel bawah laut itu kita harus impor, maka kita produksi sendiri. Dulu baru dicukupi dulu. Kalau nanti ada sisanya baru kita berpikir yang lain, misalnya ekspor,” tutupnya.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

  • Penulis: vritimes

Rekomendasi Untuk Anda

  • Konsistensi yang Dijaga: BINUS University Kembali Jadi PTS Nomor 1 di Indonesia versi THE Asia University Rankings 2026

    Konsistensi yang Dijaga: BINUS University Kembali Jadi PTS Nomor 1 di Indonesia versi THE Asia University Rankings 2026

    • calendar_month Selasa, 28 Apr 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 45
    • 0Komentar

    Di tengah persaingan global yang semakin dinamis, kualitas pendidikan tinggi tidak lagi hanya diukur dari capaian akademik, tetapi juga dari kemampuan institusi dalam menghasilkan lulusan yang relevan, adaptif, dan siap menghadapi perubahan dunia kerja. Menjawab tantangan tersebut, BINUS UNIVERSITY kembali menegaskan posisinya dengan meraih peringkat 401–500 di Asia serta mempertahankan posisi sebagai Perguruan Tinggi Swasta (PTS) nomor […]

  • MediaMIND Buka Ruang Angkat Cerita Pertambangan dari Daerah

    MediaMIND Buka Ruang Angkat Cerita Pertambangan dari Daerah

    • calendar_month Kamis, 10 Sep 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 16
    • 0Komentar

    PANGKALPINANG — MediaMIND 2026 membuka ruang bagi jurnalis Bangka Belitung untuk membawa pengalaman dan realitas pertambangan timah ke audiens yang lebih luas.Kompetisi karya jurnalistik yang digagas Holding Industri Pertambangan Indonesia MIND ID ini menjadi ajang bagi wartawan daerah untuk menghadirkan perspektif yang lebih utuh, berangkat dari kedekatan mereka dengan aktivitas pertambangan dan kehidupan masyarakat di […]

  • KAI Bandara Edukasi 150 Pelajar SMA Negeri 1 Lubuk Pakam tentang Keselamatan Perkeretaapian Sekaligus Perkenalkan Layanan Baru

    KAI Bandara Edukasi 150 Pelajar SMA Negeri 1 Lubuk Pakam tentang Keselamatan Perkeretaapian Sekaligus Perkenalkan Layanan Baru

    • calendar_month Senin, 20 Jul 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 36
    • 0Komentar

    PT Railink (KAI Bandara) terus memperkuat komitmennya dalam membangun budaya keselamatan perkeretaapian melalui program edukasi kepada masyarakat. Kali ini, KAI Bandara menggelar Sosialisasi Keselamatan Perkeretaapian di SMA Negeri 1 Lubuk Pakam yang diikuti sekitar 150 siswa dan siswi kelas XII beserta para guru. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya perusahaan untuk meningkatkan pemahaman generasi muda […]

  • Krakatau Steel Perkuat Ketahanan Energi Nasional Lewat Pengiriman Perdana Pipa Proyek Dumai–Sei Mangkei

    Krakatau Steel Perkuat Ketahanan Energi Nasional Lewat Pengiriman Perdana Pipa Proyek Dumai–Sei Mangkei

    • calendar_month Kamis, 19 Feb 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 72
    • 0Komentar

    CILEGON, 19 Pebruari 2026 – PT Krakatau Steel (Persero) Tbk / Krakatau Steel Group (KRAS), melalui anak usahanya PT Krakatau Pipe Industries (Krakatau Pipe), secara resmi memulai pengiriman perdana pipa baja untuk Proyek Strategis Nasional (PSN) Pipa Gas Transmisi Dumai–Sei Mangkei (Dusem). Langkah ini menjadi bukti nyata komitmen perseroan dalam mempercepat penguatan infrastruktur energi nasional […]

  • Bank Sentral Didorong Perkuat Cadangan Emas, RI Punya 3.600 Ton

    Bank Sentral Didorong Perkuat Cadangan Emas, RI Punya 3.600 Ton

    • calendar_month Sabtu, 15 Agt 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 28
    • 0Komentar

    JAKARTA — Indonesia memiliki cadangan emas sekitar 3.600 ton dan menempati posisi keempat dunia sebagai negara dengan cadangan terbesar. Namun, emas yang tercatat sebagai cadangan moneter Bank Indonesia (BI) baru mencapai 87,1 ton, atau sekitar 7,7% dari total cadangan. Dengan kepemilikan tersebut, Indonesia berada di posisi ke-44 dunia dalam hal cadangan emas bank sentral. Angka […]

  • Mengenal Berbagai Suara Kucing dan Maknanya

    Mengenal Berbagai Suara Kucing dan Maknanya

    • calendar_month Rabu, 22 Apr 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 59
    • 0Komentar

    Kucing dikenal sebagai hewan yang ekspresif, terutama melalui suara kucing yang mereka keluarkan setiap hari. Bagi Pawfriends yang memelihara kucing, memahami suara kucing bukan hanya sekadar lucu-lucuan, tetapi juga cara penting untuk mengetahui kondisi, kebutuhan, hingga emosi mereka. Setiap suara kucing memiliki arti yang berbeda, mulai dari tanda lapar, ingin bermain, hingga kucing merasa tidak […]

expand_less