Breaking News
light_mode
Beranda » Ekonomi » Saat Rupiah Melemah dan Biaya Hidup Naik, Banyak Orang Diam-Diam Memilih Cara Ini untuk Bertahan

Saat Rupiah Melemah dan Biaya Hidup Naik, Banyak Orang Diam-Diam Memilih Cara Ini untuk Bertahan

  • account_circle vritimes
  • calendar_month Sabtu, 18 Apr 2026
  • visibility 56
  • comment 0 komentar

Di tengah situasi ekonomi yang penuh dinamika, satu hal menjadi semakin jelas: masyarakat tidak lagi hanya mencari dana, tetapi juga cara yang lebih cerdas untuk mengelola aset mereka.

Di tengah tekanan ekonomi yang kian terasa, mulai dari pelemahan rupiah hingga kenaikan harga kebutuhan pokok, masyarakat Indonesia perlahan mengubah cara mereka mengelola keuangan. Jika sebelumnya pinjaman bank menjadi pilihan utama, kini semakin banyak yang mencari alternatif yang lebih cepat, fleksibel, dan tidak mengorbankan aset.

Data pencarian digital menunjukkan lonjakan minat terhadap topik seperti “harga emas hari ini”, “rupiah ke dolar”, hingga “cara mendapatkan dana cepat”. Fenomena ini mencerminkan satu hal yang sama: meningkatnya kebutuhan likuiditas di tengah ketidakpastian.

Namun menariknya, tidak semua orang memilih menjual aset mereka.

Sebagian justru mengambil langkah yang lebih strategis, yakni memanfaatkan aset yang dimiliki sebagai jaminan tanpa harus kehilangan kepemilikannya. Skema ini dikenal luas sebagai gadai, dan kini mulai kembali dilirik, terutama oleh kalangan yang memiliki aset bernilai tinggi.

Di pasar, aset seperti emas, jam tangan mewah, tas branded, hingga kendaraan premium dinilai memiliki karakteristik yang ideal sebagai sumber likuiditas. Selain nilainya relatif stabil, aset-aset ini juga memiliki pasar sekunder yang aktif, sehingga mudah untuk dinilai dan dicairkan.

Fenomena ini juga diamati oleh pelaku industri. Business Development deGadai, David Tatangsurja, menyebut bahwa dalam beberapa waktu terakhir terjadi pergeseran cara pandang masyarakat terhadap aset.

“Dulu aset seperti jam tangan atau tas mewah lebih banyak diposisikan sebagai koleksi atau simbol gaya hidup. Sekarang, kami melihat semakin banyak yang mulai menyadari bahwa aset tersebut juga bisa menjadi alat untuk menjaga cashflow, tanpa harus dijual, jadi bisa melakukan gadai tas misalnya” ujar David.

Menurutnya, kondisi ekonomi global yang tidak menentu membuat masyarakat lebih berhati-hati dalam mengambil keputusan finansial. Menjual aset di saat pasar tidak optimal sering kali dianggap kurang menguntungkan, sehingga opsi gadai menjadi alternatif yang lebih rasional.

“Dalam situasi seperti sekarang, banyak nasabah yang memilih untuk tetap mempertahankan asetnya. Gadai memberikan fleksibilitas karena mereka bisa mendapatkan dana cepat, tetapi tetap memiliki kesempatan untuk mengambil kembali aset tersebut,” lanjutnya.

Selain faktor fleksibilitas, kecepatan proses juga menjadi pertimbangan utama. Dibandingkan dengan pinjaman konvensional yang membutuhkan waktu dan persyaratan lebih kompleks, gadai dinilai lebih praktis, terutama untuk kebutuhan mendesak atau menjaga arus kas jangka pendek.

Tren ini juga sejalan dengan perkembangan global, di mana aset luxury mulai dipandang sebagai bagian dari strategi keuangan, bukan sekadar konsumsi. Di berbagai negara, pasar resale untuk barang-barang seperti jam tangan premium dan tas branded terus menunjukkan pertumbuhan, memperkuat posisi aset tersebut sebagai instrumen bernilai.

Meski demikian, para pengamat mengingatkan bahwa setiap keputusan finansial tetap perlu disesuaikan dengan kondisi masing-masing individu. Pemahaman terhadap risiko, tenor pinjaman, serta kemampuan pelunasan menjadi faktor penting yang tidak boleh diabaikan.

Di tengah situasi ekonomi yang penuh dinamika, satu hal menjadi semakin jelas: masyarakat tidak lagi hanya mencari dana, tetapi juga cara yang lebih cerdas untuk mengelola aset mereka.

Dan bagi sebagian orang, jawabannya bukan menjual, melainkan memanfaatkan apa yang sudah mereka miliki.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

  • Penulis: vritimes

Rekomendasi Untuk Anda

  • Bitcoin Tertekan Jelang Keputusan The Fed, Harga BTC Bertahan di Bawah US.000

    Bitcoin Tertekan Jelang Keputusan The Fed, Harga BTC Bertahan di Bawah US$80.000

    • calendar_month Kamis, 10 Sep 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 21
    • 0Komentar

    Jakarta, 10 September 2026 — Harga Bitcoin (BTC) kembali berada di bawah tekanan pada perdagangan Kamis (10/9/2026). Bitcoin turun sekitar 1,75% dalam 24 jam ke level US$78.119,62, sejalan dengan penurunan kapitalisasi pasar kripto global sekitar 2,01%. Tekanan terhadap aset kripto terjadi ketika pasar mulai meningkatkan kewaspadaan menjelang pertemuan The Fed Amerika Serikat pada 16 September 2026. […]

  • Google.org Kucurkan Hibah USD 1,5 Juta untuk ION, Perkuat Fondasi Perdagangan Digital Terbuka Indonesia

    Google.org Kucurkan Hibah USD 1,5 Juta untuk ION, Perkuat Fondasi Perdagangan Digital Terbuka Indonesia

    • calendar_month Minggu, 26 Jul 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 36
    • 0Komentar

    Jakarta – Google.org mengumumkan hibah senilai USD 1,5 juta kepada Indonesia Open Network (ION) untuk mendukung percepatan pembangunan infrastruktur perdagangan digital terbuka di Indonesia. Pengumuman tersebut disampaikan dalam acara Google & YouTube: AI untuk Ekonomi Kreatif di Jakarta, Kamis (23/7/2026), yang juga menjadi momentum peluncuran laporan mengenai peluang kecerdasan buatan (AI) bagi ekonomi kreatif Indonesia. […]

  • India Rayakan Hari Republik ke-77 di Jakarta, Tegaskan Kemitraan Strategis dengan Indonesia

    India Rayakan Hari Republik ke-77 di Jakarta, Tegaskan Kemitraan Strategis dengan Indonesia

    • calendar_month Jumat, 30 Jan 2026
    • account_circle Vrit Time
    • visibility 86
    • 0Komentar

    Kedutaan Besar India di Jakarta menyelenggarakan perayaan Hari Republik India ke-77 di JW Marriott Hotel Jakarta, Selasa (27/01/2026) malam. Acara ini menjadi momentum penting bagi India untuk menegaskan kembali komitmennya terhadap nilai-nilai demokrasi sekaligus memperkuat kemitraan strategis dengan Indonesia sebagai sesama negara demokrasi besar dan kekuatan utama Global South. Perayaan tersebut dihadiri oleh jajaran pejabat […]

  • PLN NPC dan TSG Teken Kontrak Kolaborasi Proyek Gas Insulated Switchgear

    PLN NPC dan TSG Teken Kontrak Kolaborasi Proyek Gas Insulated Switchgear

    • calendar_month Kamis, 15 Okt 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 10
    • 0Komentar

    Jakarta-PT PLN Nusantara Power Construction (PLN NPC) menandatangani Nota Kesepahaman dengan Tenaga Switchgear Sdn. Bhd. (TSG) dalam ajang Enlit Asia dan MKI Electricity Connect 2026 di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD City, Tangerang pada 22 September 2026. Penandatanganan tersebut dilakukan langsung oleh Direktur Utama PLN NPC, Hendra Fitria dan Managing Director Tenaga Switchgear Sdn Bhd, […]

  • Tips Bisa Healing Tipis-Tipis Tanpa Panik Lihat Saldo

    Tips Bisa Healing Tipis-Tipis Tanpa Panik Lihat Saldo

    • calendar_month Minggu, 24 Mei 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 35
    • 0Komentar

    Healing hemat sekarang jadi pilihan banyak orang. Harga tiket naik, biaya makan makin terasa, tapi kebutuhan buat rehat tetap ada. Untungnya, staycation hemat masih bisa dilakukan tanpa bikin saldo langsung ngos-ngosan di akhir bulan. Banyak orang mulai sadar kalau healing tidak selalu identik dengan liburan mahal. Kadang, pindah suasana sehari atau dua hari sudah cukup […]

  • Emas Masih di Jalur Penguatan, Kombinasi Sentimen Safe-Haven dan Sinyal Teknikal Buka Peluang Menuju .220

    Emas Masih di Jalur Penguatan, Kombinasi Sentimen Safe-Haven dan Sinyal Teknikal Buka Peluang Menuju $5.220

    • calendar_month Senin, 23 Feb 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 74
    • 0Komentar

    Harga emas dunia menunjukkan kecenderungan melanjutkan penguatan pada perdagangan hari ini, didorong oleh kombinasi sentimen fundamental dan sinyal teknikal yang mendukung tren kenaikan. Berdasarkan analisis harian oleh Andy Nugraha selaku analis Dupoin Futures mengungkapkan bahwa lonjakan harga emas yang terjadi baru-baru ini dipicu oleh perlambatan pertumbuhan ekonomi Amerika Serikat dan meningkatnya tekanan inflasi. Data terbaru dari […]

expand_less