Breaking News
light_mode
Beranda » Ekonomi » Transaksi Derivatif Aset Keuangan Digital di Indonesia Tumbuh, Bittime Soroti Perkembangan Pasar

Transaksi Derivatif Aset Keuangan Digital di Indonesia Tumbuh, Bittime Soroti Perkembangan Pasar

  • account_circle vritimes
  • calendar_month 5 jam yang lalu
  • visibility 7
  • comment 0 komentar

Bittime menyoroti pertumbuhan transaksi derivatif aset keuangan digital di Indonesia yang mencapai Rp5,8 triliun pada September 2026, meningkat 27,19% secara bulanan berdasarkan data OJK. Seiring perkembangan pasar, Bittime menghadirkan layanan Futures dengan 49 pasangan perdagangan, leverage hingga 25x, serta pilihan Cross dan Isolated Margin. Melalui ekosistem 3-in-1 yang mencakup Spot, Staking, dan Futures, Bittime turut mendorong literasi, keamanan, dan pemahaman konsumen terhadap risiko perdagangan aset digital.

Bittime, platform Pedagang Aset Keuangan Digital (PAKD) yang berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK), dengan ekosistem 3-in-1 yang mencakup Spot, Staking, dan Futures, menyoroti perkembangan transaksi derivatif aset keuangan digital di Indonesia seiring meningkatnya aktivitas perdagangan aset kripto. Perkembangan ini menjadi bagian dari dinamika industri aset digital yang menghadirkan semakin beragam instrumen perdagangan bagi konsumen.

Berdasarkan siaran pers Rapat Dewan Komisioner Bulanan (RDKB) November OJK, nilai transaksi aset kripto di Indonesia mencapai Rp30,56 triliun pada September 2026, meningkat 31,96% secara bulanan (month-on-month/MoM).

Pada periode yang sama, transaksi derivatif aset keuangan digital tercatat sebesar Rp5,8 triliun atau tumbuh 27,19% MoM. Sementara itu, jumlah akun konsumen PAKD mencapai 23,51 juta akun, meningkat 1,29% dibandingkan bulan sebelumnya.

Di tengah pertumbuhan lokal, produk Futures Bittime memberikan fleksibilitas bagi pengguna yang memenuhi persyaratan untuk mengambil posisi Long maupun Short sesuai dengan pandangan mereka terhadap arah pasar. Dengan demikian, pengguna memiliki kesempatan untuk berpartisipasi di pasar yang sedang bergerak naik maupun turun, dengan tetap memperhatikan risiko yang melekat pada volatilitas harga.

Transaksi Futures Kripto di Pasar Global Catat Volume Triliunan Dolar

Perkembangan serupa juga terlihat di pasar global. Berdasarkan laporan September Exchange Monthly Report dari CoinMarketCap Research yang diterbitkan pada Oktober 2026, volume perdagangan derivatif pada 11 bursa kripto yang dipantau mencapai US$4,06 triliun sepanjang September 2026, meningkat 11,4% dibandingkan Agustus 2026.

Dari total volume perdagangan Spot dan derivatif sebesar US$4,83 triliun, instrumen derivatif menyumbang sekitar 84,2%. Data tersebut menunjukkan besarnya porsi aktivitas derivatif dalam perdagangan pada bursa yang menjadi cakupan laporan tersebut.

Direktur Operasional Bittime, Ryan Lymn, mengatakan, peningkatan transaksi derivatif di Indonesia menunjukkan perkembangan aktivitas perdagangan aset keuangan digital. 

“Jika melihat pasar global, derivatif juga memiliki porsi yang signifikan dalam volume perdagangan. Hal ini memperlihatkan bahwa instrumen tersebut menjadi salah satu bagian penting dalam dinamika pasar aset kripto, sekaligus menegaskan pentingnya pemahaman konsumen terhadap karakteristik dan risikonya,” ujar Ryan.

Perdagangan Futures dan Dinamika Pergerakan Harga

Berbeda dengan perdagangan Spot yang melibatkan pembelian dan penjualan aset secara langsung, perdagangan Futures memungkinkan pengguna mengambil posisi berdasarkan pergerakan harga aset kripto melalui kontrak derivatif.

Melalui Futures, Bittime menyediakan 49 pasangan perdagangan aset kripto dengan pilihan leverage hingga 25 kali serta mekanisme Cross Margin dan Isolated Margin. Fitur tersebut memberikan pilihan pengaturan margin yang dapat disesuaikan dengan strategi perdagangan pengguna.

“Setiap instrumen perdagangan memiliki karakteristik yang berbeda. Pada Futures, pengguna perlu memahami mekanisme kontrak, penggunaan leverage, serta konsekuensi dari perubahan harga terhadap posisi yang diambil. Karena itu, keputusan perdagangan sebaiknya didasarkan pada analisis dan perencanaan risiko, bukan semata-mata mengikuti pergerakan pasar,” jelas Ryan.

Penggunaan leverage juga perlu menjadi perhatian karena dapat memperbesar eksposur terhadap perubahan harga. Apabila pergerakan pasar berlawanan dengan posisi yang diambil, pengguna dapat mengalami kerugian, termasuk risiko likuidasi ketika persyaratan margin tidak lagi terpenuhi.

Keamanan dan Literasi Menjadi Perhatian Industri

Selain perkembangan transaksi, aspek keamanan dan perlindungan konsumen tetap menjadi perhatian dalam industri aset kripto. Dalam siaran pers yang sama, OJK turut menyoroti insiden keamanan siber yang melibatkan salah satu platform aset kripto global pada September 2026. OJK menyatakan terus memantau perkembangan insiden tersebut dan potensi dampaknya terhadap industri aset kripto di Indonesia.

OJK juga mengimbau masyarakat untuk menggunakan layanan PAKD yang telah berizin dan diawasi OJK serta memahami risiko dalam aktivitas perdagangan maupun penyimpanan aset kripto.

“Pertumbuhan industri aset digital perlu berjalan seiring dengan peningkatan literasi dan kesadaran terhadap keamanan. Pengguna perlu memahami produk yang digunakan, mempertimbangkan kemampuan finansial, serta menerapkan pengelolaan risiko secara disiplin. Dengan demikian, perkembangan industri dapat didukung oleh ekosistem yang lebih bertanggung jawab,” tutur Ryan.

Sebagai PAKD yang terdaftar dan diawasi OJK, Bittime terus mengembangkan ekosistem 3-in-1 yaitu Spot, Staking, dan Futures. Melalui pengembangan produk dan edukasi, Bittime berupaya mendukung pemahaman masyarakat terhadap berbagai instrumen aset digital beserta karakteristik dan risiko yang menyertainya.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

  • Penulis: vritimes

Rekomendasi Untuk Anda

  • Dwi Andi Rohmatika (DA) Bersama Sanggabiz Umumkan Update Dampak Kaleidoskop 2025: 10.000+ Pengguna Terjangkau Sepanjang 2025 dengan Ekosistem AI-Powered

    Dwi Andi Rohmatika (DA) Bersama Sanggabiz Umumkan Update Dampak Kaleidoskop 2025: 10.000+ Pengguna Terjangkau Sepanjang 2025 dengan Ekosistem AI-Powered

    • calendar_month Senin, 7 Sep 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 28
    • 0Komentar

    Menutup periode Kaleidoskop 2025, Dwi Andi Rohmatika (DA) selaku Trainer, di bawah naungan Sanggabiz, melaporkan lonjakan pencapaian dengan sukses menjangkau 10.000+ pengguna dari 400+ organisasi mitra. Dengan mempertahankan nilai kepemimpinan inklusif dan mengintegrasikan workflow berbasis AI-powered system, ekosistem ini memperkuat perannya di sektor korporat multinasional, BUMN/BUMD, NGO, dan pemerintah. Melalui optimalisasi efisiensi RAPI Method, Sanggabiz […]

  • Cara Menabung Sedikit tapi Konsisten di Tengah Banyak Pengeluaran

    Cara Menabung Sedikit tapi Konsisten di Tengah Banyak Pengeluaran

    • calendar_month Kamis, 21 Mei 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 69
    • 0Komentar

    Menabung tetap bisa dilakukan meski pengeluaran terasa makin banyak. Kuncinya bukan langsung menyisihkan nominal besar, tetapi membangun kebiasaan menabung rutin dengan nominal kecil yang realistis dan konsisten. Di tengah biaya hidup yang terus naik, banyak orang merasa sulit memulai tabungan. Padahal, menurut berbagai studi keuangan pribadi, konsistensi lebih berpengaruh dibanding nominal besar yang hanya dilakukan […]

  • Donor Darah Bali: Rayakan HUT ke-13, Swiss-Belhotel Rainforest Kuta Targetkan 30 Kantong Darah untuk Selamatkan Nyawa

    Donor Darah Bali: Rayakan HUT ke-13, Swiss-Belhotel Rainforest Kuta Targetkan 30 Kantong Darah untuk Selamatkan Nyawa

    • calendar_month Sabtu, 25 Apr 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 57
    • 0Komentar

    Memperingati ulang tahun ke-13, Swiss-Belhotel Rainforest Kuta menggelar aksi kemanusiaan bertajuk “Donate Blood, Save Lives”, sebuah kegiatan donor darah yang menargetkan pengumpulan 20 kantong darah untuk membantu memenuhi kebutuhan stok darah di Bali.   Kegiatan ini berlangsung pada 24 April 2026, pukul 09.00 – 12.00 WITA, di Mahogany Meeting Room, Swiss-Belhotel Rainforest Kuta, dan terbuka […]

  • Tinggalkan Checklist Tourism: Tren Micro-Trip 48 Jam Dominasi Bali Selatan di Tengah Lonjakan Wisatawan 2026

    Tinggalkan Checklist Tourism: Tren Micro-Trip 48 Jam Dominasi Bali Selatan di Tengah Lonjakan Wisatawan 2026

    • calendar_month Senin, 31 Agt 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 36
    • 0Komentar

    Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) dan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf), realisasi kedatangan wisatawan mancanegara (wisman) ke Bali sepanjang 2025 menembus angka 6,3 juta kunjungan, dan tren pada semester pertama 2026 menunjukkan pertumbuhan positif sebesar 8,4% (year-on-year). BADUNG, BALI — Lonjakan mobilitas wisatawan di Bali memasuki babak baru pada tahun 2026. Di tengah […]

  • BRI Finance Gandeng Relawan Nanda Ladio Peduli untuk Perbaikan Jalan Berlubang di Pekanbaru

    BRI Finance Gandeng Relawan Nanda Ladio Peduli untuk Perbaikan Jalan Berlubang di Pekanbaru

    • calendar_month Kamis, 8 Okt 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 30
    • 0Komentar

    PEKANBARU – PT BRI Multifinance Indonesia atau BRI Finance berkolaborasi dengan Nanda Ladio Peduli melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) bidang infrastruktur untuk memperbaiki sejumlah jalan berlubang di Pekanbaru dan sekitarnya. Kolaborasi tersebut ditandai dengan kegiatan perbaikan jalan berlubang di Jalan Parit Raya, Tengkerang Labuai, Bukit Raya, Kota Pekanbaru, Riau, pada Rabu (7/10/2026). […]

  • Operasional Minimarket Semakin Kompleks, Sistem POS Jadi Andalan Kelola Transaksi dan Stok

    Operasional Minimarket Semakin Kompleks, Sistem POS Jadi Andalan Kelola Transaksi dan Stok

    • calendar_month Selasa, 4 Agt 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 33
    • 0Komentar

    Operasional minimarket yang serba cepat membutuhkan sistem POS untuk mengelola transaksi, stok, dan kas secara lebih akurat. Dengan pencatatan otomatis dan laporan real-time, bisnis dapat bekerja lebih efisien dan mengambil keputusan lebih cepat. Minimarket menghadapi tantangan operasional yang semakin kompleks seiring meningkatnya volume transaksi dan ragam produk yang dijual. Dengan ribuan SKU yang harus dikelola […]

expand_less